SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Ch. 387 Jurus Tendangan Penghancur Neraka



Mendengar ucapan Suro membuat Kenjiro naik pintam. Dia sudah tidak lagi menggubris dengan kekuatan yang ditunjukkan oleh Suro barusan.


Lelaki itu telah menghilang dari pandangan. Dia kemudian muncul kembali ditempat berbeda, tepatnya dibelakang Suro.


Di saat ayunan palu besar milik Kenjiro hendak menghantam tubuh Suro, pemuda itu segera mengerahkan jurus Langkah Maya.


Setelah menghindar dari serangan Kenjiro, Suro lalu muncul dibelakang musuhnya. Ayunan palu besar itu terlanjur menghantam tempat kosong, tetapi tidak dengan Suro.


Buuuk!


Sesuai ucapannya sebelumnya, dia berhasil menyarangkan tendangannya yang menghantam cukup telak ke arah tubuh Kenjiro. Namun tubuh Kenjiro berubah menjadi asap saat kaki Suro mengenai tubuh lawannya.


Seperti saat pedang miliknya berhasil menebas tubuh lawan yang dia hadapi sebelumnya, tubuh Kenjiro juga telah digantikan oleh sebatang kayu. Melihat serangan tidak berhasil mengenai lawannya, justru membuat Suro bertambah penasaran dengan ilmu yang digunakan lawannya.


Karena itulah, agar dapat mematahkan jurus lawannya, Suro kali ini menghadapi lawan dengan lebih serius.


Setiap kali serangannya gagal, maka dia akan segera menambahkan kecepatannya. Dia yang sudah berada ditingkat surga seharusnya bisa mengalahkan kecepatan lawan yang masih ditingkat langit.


Tetapi setiap serangannya yang dia kerahkan tidak satupun yang berhasil mengenai tubuh Kenjiro. Sebab berulang kali Kenjiro mampu lepas dengan cara menukar tubuhnya dengan batang kayu yang entah datang dari mana.


"Aku menjadi penasaran terhadap ilmu kalian yang mampu menukar tubuh dengan begitu cepat. Apa sebenarnya rahasia dari ilmu kalian itu, membuat aku penasaran ingin memilikinya?"


"Aku jawab setelah kepalamu berhasil aku hancurkan!" Kenjiro menjawab ucapan Suro dengan begitu geram.


"Tetapi jurusmu ini kurang menarik, coba kau ganti batang kayu itu dengan ayam goreng, pasti akan semakin membuat diriku penasaran dengan jurusmu!" Suro terkekeh melihat raut muka Kenjiro yang semakin mengerikan.


"Bocah gendeng!"


Mereka berdua bertarung hingga beberapa puluh jurus, tetapi tidak sekalipun Suro mampu melukai tubuh lawannya. Jurus Kenjiro seperti ucapan Geho sama memang sangat sulit diatasi.


Dalam pertarungannya melawan Kenjiro, kali ini Suro tidak menggunakan jurus pedang miliknya. Dia justru memilih menggunakan jurus tendangan yang dia ambil dari kitab milik gurunya, yaitu kitab Tendangan Penghancur Neraka.


Aslinya tehnik tendangan ini dilambari dengan tehnik perubahan api dan es. Dua unsur yang berbeda dikerahkan secara bersamaan. Meskipun eyang Sindurogo sendiri hanya menguasai tehnik perubahan api dan tidak menguasai tehnik perubahan es, tetapi itu sudah membuat jurus tendangan penghancur neraka yang dia kuasai telah begitu dahsyat.


Namun dengan hanya satu tehnik perubahan api yang dikuasai, membuat eyang Sindurogo tidak mampu meraih potensi maksimal dari jurus itu. Karena itulah sejak awal sebelum Suro diajari jurus pedang, sebenarnya dia lebih dahulu diajari jurus tendangan itu.


Sebab eyang Sindurogo merasa muridnya itu mampu mencapai potensi puncak dari jurus tendangan itu. Dugaan eyang Sindurogo memang tidak salah hanya saja Suro memang jarang memperlihatkan kemajuan jurus tendangannya didepan siapapun.


Jurus tendangan penghancur neraka sebenarnya diciptakan oleh seorang pendekar yang terinspirasi dahsyatnya kekuatan tendangan kawanan kuda. Tetapi oleh Suro jurus tendangan itu dirubah sedikit dengan menambahkan tehnik perubahan angin.


Dengan penambahan tehnik perubahan unsur angin itu, membuat setiap tendangannya seperti mewakili tebasan sebuah bilah pedang. Sebab tehnik perubahan angin yang melambari jurusnya itu tidak berbeda dengan energi tebasan sebuah pedang.


Seandainya lawan tidak berhasil meloloskan diri, maka tak khayal lagi energi perubahan angin yang melambari tendangan itu telah membelah tubuhnya. Seperti yang terjadi saat menghantam kayu penggantinya.


Kayu itu setelah terbelah menjadi dua, kemudian melesat dalam keadaan terbakar, tanpa menunggu waktu yang lama batang kayu itu juga berubah menjadi abu.


Sebab selain jurus itu dilambari tehnik perubahan angin dan es, tehnik perubahan api yang digunakan, bukanlah tehnik perubahan api yang biasa. Tetapi tehnik perubahan api tahap hitam.


"Kurang ajar, kekuatanmu ini bukanlah milik manusia. Apalagi jenis api hitam ini. Bagaimana manusia semuda dirimu sudah mampu menguasai tehnik perubahan api hitam yang sangat langka ini?"


"Kau belum mengetahui semuanya, akan aku tunjukkan bagaimana aku berhasil mematahkan tehnik pemindah tubuhmu yang sejak tadi kau gunakan untuk lolos dari seranganku!"


Perpaduan serangan Suro yang begitu cepat akhirnya berhasil mematahkan tehnik pengganti tubuh lawannya. Seperti dalam prinsip dasar ilmu beladiri, yang cepat mengalahkan yang lambat.


Selain itu dia juga menemukan rahasia yang digunakan lawannya. Matanya yang jeli itu akhirnya mendapatkan petunjuk, setiap kali musuh hendak mengganti tubuhnya dengan sebatang kayu, maka tangannya dengan cepat membentuk sebuah mudra terlebih dahulu.


Karena itulah pada tendangan yang terakhir kali, dia melancarkan serangan sebelum musuhnya sempat membuat mudra simbol tangan tertentu.


Melihat tendangan Suro berhasil mengenai tubuh Kenjiro, maka anak buahnya tidak mendiamkan begitu saja. Mereka segera menghujani pemuda itu dengan serangan pisau terbang milik mereka. Sebelum pisau-pisau itu mengenai dirinya, Suro telah menghilang.


Suro ternyata berniat menyusul tubuh Kenjiro yang masih meluncur terlempar oleh tendang miliknya barusan. Walaupun tubuh kenjiro sudah diselimuti api hitam miliknya dan juga berhasil dilukai dengan energi tebasan pedang yang melambai tendangannya.


Tetapi Suro tetap tidak membiarkan lawannya lepas. Meski luka dipunggung Kenjiro terlihat mengangga begitu lebar.


Sebelum tubuh yang terlempar itu jatuh ke tanah, Suro kembali menendang tubuh lawannya itu, hingga akhirnya tubuh itu menghantam batang pohon dengan begitu keras. Kali ini lelaki itu tidak bergerak, setelah begitu kerasnya kaki Suro berhasil menendang tubuhnya.


Beberapa bagian tubuh lelaki itu telah patah tulangnya. Sebab setelah tendangan yang kedua itu membuat tubuh lawannya menabrak pohon sampai hancur. Kenjiro telah kehilangan kesadarannya sejak tendangan yang pertama kali itu.


Api hitam itu bukan hanya membakar tubuh Kenjiro, pohon yang hancur diterjang tubuh lelaki itu dengan cepat dibakar sampai ke puncaknya.


Dari kejauhan pohon besar itu berubah menjadi api unggun raksasa menerangi hutan yang menjadi tempat pertarungan mereka.


Orang-orang yang melihat kemampuan Suro barusan terkesima, sebab lelaki bernama Kenjiro itu, bagi mereka tidak ubahnya seperti seorang monster dengan kekuatannya yang menakutkan.


Lelaki itu akhirnya kena batunya. Dia tidak akan menyangka sama sekali, jika pemuda tanggung yang menjadi lawannya itu dapat mempercundangi dirinya. Kenjiro tidak menyangka hal itu, sebab memang sejak awal sebenarnya dia tidak mengetahui kekuatan lawan yang dihadapinya.


Apalagi memang sejak awal Suro juga tidak menunjukkan kekuatan miliknya yang sesungguhnya. Mereka baru menyadari kekuatan Suro yang begitu besar, setelah berhasil menendang Kenjiro sampai babak belur seperti itu. Bahkan kini hanya menyisahkan abu saja.


Mereka mencoba menerka-nerka seberapa kuat kekuatan milik pemuda tanggung yang menjadi lawannya. Tetapi apapun tingkat kekuatannya, mereka menyadari kekuatan pemuda itu tidak berada dibawah tingkat langit milik Kenjiro.