
Pertarungan yang dilakukan Suro sedikit terpisah dari Geho sama dan juga Dewa Obat. Suro sengaja memancing musuh agak menjauh, agar mereka berdua tidak terkena dampak pertarungan.
'Jaga pertapa itu Geho Sama, jangan biarkan dia terluka,' Suro berbicara melalui suara batin, sehingga hanya mereka berdua yang mendengarnya.
Suro berbicara kepada Geho Sama sambil tidak melepaskan kewaspadaannya terhadap ketua Lam Thian dan para tetua yang bersamanya.
Geho Sama dan Suro sejak awal terus bekerja sama tanpa musuh mengetahuinya. Bahkan Dewa Obat tidak mengetahui talian batin diantara mereka berdua.
'Jangan khawatirkan hal itu bocah, aku akan menjaga lelaki tua ini,' balas Geho Sama.
Meskipun Geho Sama saat itu sedang bertarung dengan Yon Suzaku, tetapi itu bukan halangan bagi dirinya untuk tetap dapat menjaga Dewa Obat dari serangan Hong Shan.
Walaupun lawan yang dia hadapi saat itu adalah Yon Suzaku yang kekuatannya telah sampai pada tingkat surga. Namun dia memiliki cara tersendiri agar tetap dapat menjaga Dewa Obat.
Mungkin sedikit aneh seorang Dewa Obat yang kekuatannya dapat menghabisi dirinya, justru kini dia yang diperintahkan untuk melindunginya. Sesungguhnya Geho Sama tidak menjaga dan melindunginya seperti yang disangka.
Dia hanya melindungi pendekar itu dari serangan beracun. Bahkan dia tidak perlu melindungi dari berbagai serangan senjata yang menghujani lelaki tua itu, karena entah mengapa kulit pertapa itu seperti badak atau justru lebih tebal, sehingga senjata apapun seakan tidak mempan.
Selain itu sebelumnya Dewa Obat menyebut, ketakutan dirinya kepada perguruan itu hanya disebabkan oleh kekuatan racun mereka yang begitu kuat. Berdasarkan ucapan Dewa Obat, maka Geho Sama kali ini hanya memanggil satu tubuh ilusinya saja.
Selain itu dengan hanya memanggil satu tubuh ilusi, maka tenaga dalamnya tidak akan terkuras dan hanya akan berkurang sekitar dua puluh persen. Dengan itu dia akan tetap dapat menghadapi musuhnya.
Tubuh ilusi yang dia panggil memiliki keistimewaan yang akan dapat menghadapi kekuatan racun milik wakil ketua Hong Shan.
Tubuh ilusi yang dia panggil memiliki sebutan Geho Sama memanggil tubuh ilusinya dengan sebutan Kaisar Racun. Tentu saja sesuai namanya kekuatan tubuh ilusi itu adalah menguasai unsur racun.
Dengan kekuatannya itu Kaisar Racun berhasil melindungi Dewa Obat dari serangan racun lawan. Keberadaan tubuh ilusi yang bernama Kaisar Racun itu membuat rencana Hong Shan tidak berjalan sesuai dengan keinginannya.
Serangan Hong Shan yang menggunakan jurus beracun selalu berhasil di patahkan oleh tubuh ilusi milik Geho Sama. Kondisi itu membuat Dewa Obat tidak mampu menahan tawanya.
Lelaki tua itu terus tertawa sepanjang pertarungan antara Hong Shan dan Kaisar Racun. Dia melihat, bahwa jurus beracun yang paling dia takuti sekalipun tidak berarti apapun dihadapan tubuh ilusi milik Geho Sama.
Melihat kondisi itu, dia tidak lagi menghawatirkan serangan yang dilakukan wakil ketua Hong Shan. Dewa Obat lalu memilih menggunakan kesempatan itu untuk menyerang pasukan Perguruan Lembah Beracun lainnya.
Setelah ketua dan wakil ketua mereka turun tangan, semangat anggota perguruan Lembah Beracun kembali terbakar. Mereka kembali menyerbu, tetapi sasaran serangan mereka hanya tertuju kepada Dewa Obat.
Karena saat ini yang tidak memiliki lawan hanya Dewa Obat. Tetapi sedari tadi tidak ada satupun yang berhasil mendekat, sebab anak panah chakra yang dilesatkan Dewa Obat terus menghalangi langkah mereka.
Semangat Dewa Obat seakan tersulut setelah menelan pill Tujuh Nirwana, tenaga dalamnya membludak, meskipun sebelumnya dia telah memanggil senjata Brahmastra.
Semakin banyak pasukan yang datang menyerbu, maka semakin bersemangat pertapa itu melepaskan anak panah chakra miliknya.
Senjata gaib Brahmastra yang sempat dia panggil telah melesat dan menghancurkan benteng milik Perguruan Lembah Beracun yang berada di kejauhan.
Dewa Obat sebenarnya berniat memanggil senjata gaib miliknya untuk meratakan Perguruan Lembah Beracun. Tetapi niatnya itu dihalangi oleh Suro.
Pemuda itu mencurigai ada tawanan yang terdiri dari rakyat biasa, orang-orang yang tidak bersalah. Apalagi sebelumnya Dewa Obat menyebut perguruan itu memiliki kebiasaan menculik para penduduk untuk dijadikan kelinci percobaan.
Mereka akan menjadikan para tawanan itu sebagai tumbal untuk menguji kekuatan racun mereka. Sesuatu yang sangat tidak manusiawi tentunya.
Mereka juga sering menculik untuk digunakan dalam praktik sesat yang biasa digunakan oleh aliran hitam. Karena alasan itu lah dulu Dewa obat pernah menyerang Perguruan Lembah Beracun.
Walaupun serangan itu tidak sampai menghancurkan secara total. Tetapi amukan Dewa Obat cukup membuat Perguruan Lembah Beracun rusak berat. Dia berhenti setelah mendapatkan serangan dari wakil ketua Hong Dong.
Melihat seluruh serangannya selalu saja dipatahkan oleh Kaisar Racun, kemarahan wakil ketua Hong Shan semakin memuncak. Apalagi sepanjang pertarungan Dewa Obat berbicara tanpa henti.
Ucapan pertapa tua yang terus berkicau sepanjang pertarungan bukan hanya membuat telinganya panas, tetapi juga telah membuat ubun-ubunnya mengepulkan asap.
Apalagi dari mulutnya keluar ucapan yang menyebut tentang adiknya, yaitu tetua Hong Dong yang telah mati ditangannya. Mendengar hal itu akhirnya dia memutuskan menggunakan serangan terkuatnya.
Dia tidak memahami bagaimana tubuh ilusi Geho Sama dapat menyerap semua racun yang dia kerahkan. Karena itulah kali ini dia berniat menghabisi sosok yang mirip Geho Sama dengan serangan pamungkas miliknya.
Dia hendak menghabisinya secepat mungkin, sehingga rencananya untuk menghabisi Dewa Obat dapat berhasil tanpa ada lagi yang menghalangi.
Namun tanpa dia ketahui oleh Hong Shan, serangan racun miliknya justru membuat tubuh ilusi milik Geho Sama semakin bertambah kuat.
Hong Shan kebingungan melihat kondisi tersebut. Wakil ketua Perguruan Lembah Beracun menjadi semakin penasaran dengan kemampuan lawan.
Setiap serangan yang dia lakukan sebelumnya kebanyakan menggunakan serangan jarak jauh. Tetapi kini dia hendak mencoba kekuatan lawannya dengan menggunakan serangan jarak dekat.
Dia tidak mempercayai ilmu Katak Dewa Yama miliknya yang sangat mematikan dapat ditahan oleh musuhnya. Karena itu dia berniat mengadu kekuatan secara langsung.
Tetapi itu adalah keputusan terburuk yang telah dia lakukan.
"Tapak Kehancuran!"
Energi yang berbentuk kabut hitam bukan hanya melingkupi telapak tangannya, tetapi ledakan kekuatan beracun itu menyeruak keluar dari seluruh tubuh Hong Shan.
Kabut beracun yang keluar itu adalah seluruh racun yang dia peram di dalam tubuhnya. Sehingga racun yang dia gunakan adalah seluruh racun yang dia miliki.
Selama ini tidak ada makhluk hidup yang akan sanggup menahan jurus pamungkasnya. Bahkan pohon besar sekalipun akan hancur tanpa waktu yang lama, jika terkena serangan telapak miliknya.
Tanpa Hong Shan ketahui, sesungguhnya musuh yang dia hadapi hanyalah sebuah sosok sihir yang diciptakan oleh seseorang yang disebut sebagai tuan dari ilmu sihir. Tentu saja semua racun itu tidak berguna, terutama tubuh ilusi milik Geho sama yang menjadi lawannya merupakan penguasa unsur racun.
Kejadian berikutnya yang tidak dinyana sama sekali oleh Hong Shan adalah serangan balik yang dikerahkan lawannya. Namun sebelum telapak itu bertemu dan beradu kuat, sebuah firasat buruk sudah dia rasakan.
Sebab sedesir angin yang bertambah kuat mulai berputar disekitar tubuh lawannya. Dia tidak mengetahui ilmu apa yang dikerahkan lawannya.
Dia juga tidak mengetahui mengapa itu dia rasakan sebagai firasat buruk. Tetapi semua sudah sangat terlambat untuk mundur dan tidak mungkin baginya untuk menarik serangannya.
Duuuuum!
Dua telapak itu bertemu menghempaskan kekuatan tingkat surga yang dimiliki mereka berdua.
Sebelum awan hitam dari racun milik Hong Shan menyebar, kembali sebuah kekuatan yang tak kasat mata telah menarik semuanya amblas ke tubuh Kaisar Racun. Sehingga seluruh racun itu tidak sempat menyebar dan melukai Dewa Obat yang berada agak dekat dengan pertarungan mereka berdua.
Posisi pertapa yang berada cukup dekat sempat tersurut beberapa langkah karena kuatnya hempasan ledakan itu.
Kaisar Racun memang sejak awal mengerahkan tehnik empat sage untuk menghadapi jurus milik wakil ketua Hong Shan. Tetapi saat kedua telapak tangan mereka bertemu, Kaisar Racun melepaskan seluruh kekuatannya digunakan untuk mengerahkan tehnik empat Sage secara penuh.
Al hasil wakil ketua Hong Shan yang terlambat menyadari kekuatan lawan terkejut bukan kepalang. Sebab bukan hanya racun miliknya yang tersedot. Tetapi kekuatan tubuh dan energi kehidupan miliknya juga amblas tersedot oleh lawannya.
"Aaaaaarrrggggghhhhhhh!"
Teriakan keras dari mulutnya menjadi akhir dari hidupnya. Sebab setelah itu tubuh Hong Shan langsung mengering seperti mumi, setelah semua kekuatan dan energi kehidupannya lenyap bersama nyawanya.