
Melihat Geho sama telah menyelesaikan perintahnya, segera dia memberi tanda kepada Geho sama untuk segera memulai rencananya yang tertunda, karena sebelumnya orang-orang tidak bersalah masih ada ditempat tersebut.
"Kau sudah siap Geho sama?"
"Kapanpun aku siap tuan Suro!"
Suro dan Geho sama kemudian mengerahkan ilmu sedulur papat dan juga sembilan tubuh ilusi secara serentak.
'Awas Kalipurusha, waspadai senjata yang akan mereka gunakan!'
"Senjata apanya? Aku tidak akan mati hanya karena senjata seperti itu! Barang-barang rongsokan semua...cuiiih!"
'Dasar makhluk bebal!'
Dewa Kegelapan yang mengetahui sesuatu hal yang gawat terjadi, dia segera memperingatkan hal tersebut kepada iblis Kalipurusha. Dia mengirim pesan itu mengginakan ilmu memindah suara.
Sejak awal Iblis Kalipurusha sebenarnya sudah menyerang dengan seluruh kekuatannya, namun setiap jurus yang dia kerahkan selalu saja berhasil dihindari, atau justru dipatahkan oleh Suro.
Meskipun dia terlihat meremehkan peringatan Dewa Kegelapan, namun dia segera menyadari apa yang dikatakan itu memang benar adanya. Melihat gelagat yang tidak baik itu dia segera mengerahkan serangan terkuatnya.
"Jurus Pembasmi Dewa!"
Namun sepertinya dia terlambat melakukannya, sebab lawan telah mengerahkan serangan yang sangat dahsyat.
"Brahmastra!"
Duuuuum! Duuuuuum!
Ledakan seakan kiamat melanda tempat tersebut. Sebab dua senjata Brahmastra melesat menghantam iblis Kalipurusha.
Dua ledakan itu benar-benar mengerikan ledakan energi yang terjadi menghantam kesegala arah dan menghancurkan segala apa yang ada didalam goa raksasa. Seluruh atap goa runtuh.
Namun energi yang menghantam itu membuat segala reruntuhan terlempar kembali menjauh dari area pertempuran ketiga makhluk tersebut.
Senjata Brahmastra milik Geho sama berhasil menahan serangan Iblis Kalipurusha. Begitu juga serangan Suro berhasil menghantam tubuh musuhnya. Namun sebegitu kuatnya senjata Brahmastra milik Suro menghantam, tetap belum juga mampu menghabisi makhluk penguasa samudera itu.
"Jurus Ledakan Matahari Kembar!"
"Jurus Amukan Sang Hyang Garuda!"
Tidak ingin musuhnya mampu meloloskan diri selamat dari serangan miliknya, dia kemudian mengerahkan jurus kelima dari Tapak Dewa Matahari. Selain itu Lodra juga tidak mau kalah, dia ikut menyerang dengan mengerahkan jurus api hitam terkuat miliknya.
Suro membuat keputusan itu, karena dia merasakan sesuatu hal yang lebih gawat dari pada iblis Kalipurusha, yaitu terbebasnya kekuatan sejati milik Dewa Kegelapan.
Kretak! Kretak! Kretak!
Suara sesuatu yang retak terdengar semakin keras, setelah suara ledakan jurus yang dia kerahkan barusan menghilang.
Tubuh Iblis Kali purusha segera dihabisi oleh Geho sama, dia menggunakan teknik empat sage tahap sempurna untuk melenyapkan iblis Kalipurusha selamanya. Namun Geho sama sekalipun cukup kewalahan, meskipun tubuh makhluk itu telah hancur disekujur tubuhnya.
Suro sendiri melesat ke dalam ruangan yang sejak tadi dihalangi oleh iblis Kalipurusha.
"Gawat...Dewa Kegelapan berhasil menghancurkan segel dewa!"
"Tuan Suro jangan masuk ke dalam Gunung Piramida itu, berbahaya!"
Geho sama yang mengetahui Suro berniat masuk ke dalam sebuah pintu menuju ke dalam piramid segera berusaha mencegahnya. Dia berteriak sekeras-kerasnya agar Suro mau membatalkan niatnya itu.
Geho sama yang sedang mencoba menghabisi iblis Kalipurusha dengan cara menyerapnya tidak dapat menghentikan Suro. Sebab jika dia berhenti menyerap kekuatan iblis Kalipurusha, maka musuhnya itu akan kembali bugar.
Jika sampai iblis Kalipurusha kembali bugar seperti semula, tentu akan membuat situasi bertambah gawat. Karena itulah dia pasrah melihat Suro akhirnya masuk ke dalam piramid. Dia lebih memilih menghabisi iblis Kalipurusha terlebih dahulu.
"Bocah sialan, mengapa dia tidak mau mendengar ucapanku? Akan sangat berbahaya, jika tubuhnya akan dimasuki kekuatan yang sangat mengerikan itu!"
"Gawat, tamat sudah riwayatku! Bocah itu sepertinya ikut menyerap kekuatan sejati milik Dewa Kegelapan. Jika dia mati, artinya aku juga mati!"
Namun itu tidak berlangsung lama, sebab setelah Suro masuk dia berniat mencegah kekuatan sejati itu keluar dari dalam piramid dengan cara dia menyerap masuk ke dalam tubuhnya.
Bahkan demi mencegah kekuatan dahsyat itu meracuni seluruh alam itu dengan lebih parah, dia langsung mengerahkan keempat penjaga gaib miliknya untuk membantu menyerap kekuatan itu dengan menggunakan jurus empat sage
Dalam kondisi seperti itu dia tidak mampu menemukan cara lain untuk mencegah Dewa Kegelapan berhasil memiliki kekuatannya kembali. Jadi satu-satunya cara yang terlintas dalam pikirannya hanya itu, yaitu menyerap sebanyak mungkin kekuatan sejati milik Dewa Kegelapan.
Apa yang ada dalam pikiran Suro juga terbaca oleh Geho sama, karena itulah dia berusaha mencegah tindakan Suro. Sebab tindakan seperti itu tidak ubahnya seperti hendak mau bunuh diri.
'Aaaaaaaarggggghhhhhh!"
Dan benar saja apa yang dikhawatirkan Geho sama. Suro berteriak keras penuh rasa sakit yang tidak terkira setelah kekuatan sangat besar masuk ke dalam tubuhnya.
Meskipun dia terus berteriak kesakitan, namun dia meneguhkan hatinya untuk tidak menghentikan tindakannya itu. Dia justru semakin kuat menyerap sebanyak mungkin kekuatan sejati milik Dewa Kegelapan.
Bahkan karena saking kuatnya daya serap yang dilakukan Suro terbentuk pusaran tornado disekitar tubuhnya. Pusaran itu terus menggulung dengan luar biasa dahsyat, mencoba menyerap habis sebanyak apapun kekuatan milik Dewa Kegelapan.
"Setan alas kau mencuri kekuatan milikku!"
"Bagaimana mungkin tubuh manusia itu mampu menampung kekuatan milikku, ini tidak mungkin...ini tidak mungkin!"
Melihat tubuh Suro yang tidak juga menghentikan kegiatannya menyerap kekuatannya dan tidak meledak, membuat Dewa Kegelapan segera mengerahkan kekuatan puncaknya untuk menyerap kekuatan miliknya sendiri.
Dia berkejaran dengan Suro dalam menyerap kekuatan sejati miliknya. Semakin lama dia menyaksikan pengerahan tehnik empat sage dengan begitu dahsyat, membuat Dewa Kegelapan semakin heran.
Kondisi itu segera mengingatkan sesuatu yang membuat kemarahannya terasa seperti hendak meledak diubun-ubunnya.
"Pantas saja...pantas saja...jadi ini rahasia mengapa para dewa mengirim utusannya dari langit dalam wujudnya sebagai seorang manusia," mata nujumnya yang sudah semakin tajam mengetahui asal-usul Suro, bagaimana dia datang ke bumi.
"Kurang ajar, jadi seperti ini rencana mereka untuk menghalangiku bangkit kembali secara sempurna!"
"Tetapi mengapa tubuhnya tidak meledak hancur, setelah menyerap kekuatanku sampai sebanyak itu? Bukankah tubuhnya itu hanya manusia biasa?"
Dewa Kegelapan memang mengetahui jika tubuh manusia mampu menyerap kekuatan kegelapan miliknya seperti para pendekar golongan hitam. Tidak seperti para dewa tubuh mereka yang berasal dari golongan Aditya tidak memiliki kemampuan menyerap kekuatan kegelapan miliknya.
Namun sehebat dan sekuat apapun tubuh manusia, seharusnya tidak akan mampu menyerap kekuatan miliknya seperti yang dilakukan Suro. Dia tidak mampu mencegah, karena dia sendiri sedang berkonsentrasi menyerap kekuatannya sendiri.
Apalagi proses itu tidak boleh berhenti ditengah jalan. Karena itulah tindakan paling tepat yang bisa dia lakukan, adalah menyerap lebih kuat dari sebelumnya.
Semakin banyak kekuatan yang diserap, maka kekuatan serap dari Dewa Kegelapan semakin meningkat pesat.
'Ternyata begitu, mereka memilih melakukan hal itu supaya dapat melemahkan kekuatan milikku! Apalagi sejauh ini memang para dewa tidak memiliki kemampuan untuk menghabisiku secara sempurna!'
'Tetapi bagaimana caranya tubuh manusianya ini mampu menampung kekuatan milikku sebesar ini? Ini benar-benar sesuatu hal yang tidak wajar. Ini bahkan sangat mustahil bisa dilakukan oleh tubuh seorang manusia!'
Dewa Kegelapan tidak mampu memahami alasan mengapa tubuh Suro mampu tetap bertahan, setelah sebegitu banyaknya kekuatan miliknya amblas diserap masuk kedalam tubuh Suro.
Alih-alih menyerang Suro, Dewa Kegelapan kembali terus meningkatkan daya serapnya sekuat dan secepat yang dapat dia lakukan.
Meskipun daya serap yang dilakukan Suro tidak mampu menandingi dengan apa yang sedang dilakukan Dewa Kegelapan. Tetapi tetap saja apa yang sedang dilakukan Suro sesuatu yang terlalu begitu berlebihan. Sebab secara nalar Suro tidak akan sanggup menampung kekuatan itu dalam tubuhnya yang hanya seorang manusia.
Melihat hal itu, Dewa Kegelapan hanya bisa memaki sepanjang proses menyerap seluruh kekuatan kegelapan yang tersimpan dalam gunung piramid sampai ludes tidak tersisa.
Kegilaan yang tidak dapat dia percayai didepan matanya, sebab setelah sekuat tenaga dia menyerap kekuatan miliknya sendiri, ternyata dia hanya dapat menyerap enam puluh lima persen dari seluruh kekuatannya yang berada didalam gunung piramid. Sedangan tiga puluh lima persen sisanya telah berhasil diserap oleh Suro.
"Edan manusia ini tidak hancur tubuhnya, setelah menyerap kekuatanku sebanyak itu."
"Aku sungguh sangat kagum dengan kemampuannya. Baru kali ini ada makhluk yang menyerap kekuatanku sebanyak itu tanpa teracuni oleh gelapnya kekuatanku."
"Tetapi riwayatmu cukup sampai disini saja, agaknya setelah menyerap sebegitu banyaknya, tubuh manusia tetap tidak mampu menampungnya secara tuntas! Hahaha...!
"Aku akan menghabisimu sekarang juga! Usahamu juga akan sia-sia, sebab aku akan menyerap kembali seluruh kekuatan yang terlanjur kau serap! Hahahaha...akhirnya semua yang menjadi milikku tetap akan menjadi milikku!"