SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Ch. 466 Peperangan Wilayah Utara



Sebelum kedatangan pasukan yang dipimpin Jendral Yuwen Huaji pasukan dari Khan Langit telah berhasil merebut Bei Ping. Wilayah itu sebenarnya cukup jauh dari wilayah kekuasaan Khan Langit.


Daerah itu berada disebelah utara dari wilayah He Bei.


Bahkan wilayah itu juga berada dibelakang bangunan terkenal yang berjuluk tembok seribu li. Tembok itu membentang dari timur di tepi Hushan sampai ke barat Jiayuguan membentengi seluruh wilayah yang berada disebelah selatan tembok termasuk Bei Ping.


Dibangun sekitar abad kelima sebelum masehi dan selesai dibangun pada pemerintahan Kaisar Qing Shi Huangdi. pertahanan yang sengaja dibangun untuk melindungi serangan dari suku Tartar.


Tetapi kali ini pasukan dari bangsa Tartar berhasil menembus pertahanan tembok besar itu. Kekuatan pasukan terdepan milik mereka yang menjadikan serangan kali ini mampu menembus pertahanan kekaisaran Shui.


Setelah menerobos tembok besar itu beberapa wilayah berhasil mereka mereka kuasai. Salah satunya adalah Bei Ping.


Pasukan penjaga wilayah Bei Ping tidak mampu menahan serangan pasukan Khan Langit. Mereka bergerak seperti air bah menerjang dan menguasai setiap wilayah yang dilewati, semua itu berlangsung dengan cepat tidak butuh waktu satu purnama beberapa wilayah telah jatuh ditangan musuh.


Wilayah Bei Ping sendiri akhirnya takluk dibawah pasukan Khan Langit pada hari kedua puluh sejak dimulainya serangan oleh Khan Langit. Dengan itu Khan Langit telah menguasai tiga kota termasuk wilayah Bei Ping.


Pada hari kedua puluh enam pasukan Khan Langit hendak memasuki perbatasan kota He Bei. Beruntung pasukan Kekaisaran yang dipimpin Jendral Yuwen Huaji telah tiba wilayah Bei Ping. Mereka segera menghadang laju pergerakan pasukan Khan Langit.


Selagi pasukan Jendral Yuwen Huaji sedang menghadang pasukan Khan Langit, maka disebelah timur pasukan Goguryeo juga telah berhasil menguasai wilayah Liaoning dan Jiling.


Kini pasukan dari Kerajaan Goguryeo telah sampai di wilayah Jin Zhou. Di wilayah kota itulah pasukan kekaisaran yang dipimpin Jendral Yuwen Shiji datang untuk menghadang gelombang serangan dari Kerajaan Goguryeo.


Jendral Yuwen Shiji sendiri adalah adik dari Jendral Yuwen Huaji. Walaupun kedatangan Jendral Yuwen Shiji berhasil menghadang di daerah Jin Zhou, namun kehancuran sudah terjadi pada setiap wilayah yang berhasil dikuasai musuh.


Bahkan laporan para telik sandi yang diterima para jendral sebelum mereka sampai di medan pertempuran, sempat menyebutkan jika para pasukan penjaga dari wilayah yang berhasil ditaklukan kabarnya yang menyerah maupun yang ditangkap semua telah dihabisi.


Walaupun kabar itu simpang siur, tetapi semua berubah menjadi semakin membingungkan ketika para pasukan bantuan dari kekaisaran datang dan berhadapan dengan pasukan musuh di medan pertempuran.


Jendral Yuwen Huaji juga dibuat tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Sebab kabar simpang siur itu selain tidak benar, kini mereka justru menyaksikan pasukan yang ditawan itu ternyata masih hidup sehat wal afiat.


Namun ada yang aneh, sebab mereka semua kini berdiri dibarisan pasukan musuh. Mereka seakan tidak menutup-nutupi atas pembelotan yang mereka lakukan secara terang-terangan itu.


Mereka sebelumnya adalah para penjaga kota dari wilayah Bei Ping dan wilayah lain yang berhasil ditangkap dan ditawan oleh pasukan Khan Langit.


Walaupun secara nyata dengan mata kepala sendiri kini mereka telah bergabung dengan pasukan musuh. Tetapi kenyataan itu tidak mudah diterima begitu saja, ada beberapa hal yang membuat mereka bertanya-tanya.


Kebingungan melanda pasukan yang dipimpin Jendral Yuwen Huaji. Terutama bagi mereka para sisa pasukan penjaga wilayah yang berhasil menyelamatkan diri, setelah kalah dengan Khan Langit.


Mereka yang berhasil selamat ataupun melarikan diri dari pembunuhan brutal yang dilakukan para pasukan Khan Langit kini bergabung dengan pasukan Jendral Yuwen Huaji.


Merekalah yang paling merasakan kebingungan. Sebab para pasukan yang sebelumnya ditawan atau ditangkap oleh Khan Langit dan kini bergabung dengan pasukan musuh tidak lagi mengenali mereka.


Keadaan seperti itu juga yang terjadi di wilayah Jin Zhou dimana pasukan yang dipimpin Jendral Yuwen Shiji yang sedang menghadapi pasukan Kerajaan Goguryeo. Mereka menemukan bekas pasukan penjaga dari kota Liaoning dan Jiling kini telah bergabung dengan pasukan Kerajaan Goguryeo.


Mereka tidak memahami bagaimana mereka membelot dan mau menjadi pasukan musuh. Semua itu terasa janggal, apalagi setelah peperangan kembali dimulai maka mereka menyerang tanpa pandang bulu.


Bahkan mantan rekan-rekan mereka sendiri juga ikut diserang tanpa ampun. Wajah mereka penuh kebengisan, tetapi yang anehnya tatapan mereka kosong layaknya mayat hidup.


Sebelum mereka mengetahui penyebab pasukan penjaga wilayah itu membelot dan bergabung dengan pasukan musuh, kini mereka harus memusatkan pikiran untuk mengatasi serangan pasukan lain yang baru saja berdatangan di garis terdepan.


Pasukan yang baru datang itu membuat seluruh perhatian pasukan yang dipimpin Jendral Yuwen Huaji tertuju kepadanya. Hal itu karena pasukan yang baru muncul benar-benar memperkuat serangan pasukan Khan Langit di garis terdepan.


Jumlah mereka hanya sekitar belasan. Namun kekuatan mereka satunya setara dengan seribu prajurit kelas tinggi. Selain itu mereka memiliki perbedaan fisik yang mencolok dibandingkan prajurit lainnya.


Karena satu hal, yaitu mereka memiliki kulitnya yang sangat berbeda sekali dengan kulit orang Tartar kebanyakan. Kulit mereka benar-benar hitam, bahkan berkilat mirip sisik ular kobra hitam.


Serangan yang mereka lancarkan membuat pasukan kekaisaran kalang kabut. Jurus yang mereka gunakan kemungkinan besar adalah Jurus Tombak Sang Talaka.


Kelebat tombak yang menggempur pasukan kekaisaran dipenuhi kekuatan tingkat langit. Hasilnya dengan serangan itu barisan pasukan kekaisaran langsung terbuka, sehingga membuka peluang bagi pasukan Khan Langit lainnya untuk terus maju dengan mudah.


Serangan demi serangan pasukan Khan Langit yang didukung belasan orang dengan kulit yang hitam gelap berhasil meruntuhkan pertahanan pasukan kekaisaran. Mereka tidak mampu lagi mempertahankan barisannya.


Energi tebasan tombak yang dikerahkan musuh begitu mengerikan. Energi tebasan sekuat itu tentu tidak mampu ditanggung oleh pasukan yang masih ditingkat bawah, menengah, atau pun tingkat tinggi.


Kekuatan energi tebasan itu bukan hanya memutus senjata maupun membelah perisai mereka, tetapi juga membelah pemiliknya. Amukan pasukan Khan Langit itu bergerak semakin brutal. Teriakan suara menyayat dari prajurit kekaisaran yang merenggang nyawa mengiringi setiap serangan mereka.


Melihat kondisi itu Jendral Yuwen Huaji segera bertindak cepat. Demi mengatasi pasukan musuh yang begitu kuat, dia terpaksa mengeluarkan kekuatan simpanan.


"Perintahkan para Pasukan Macan Hitam untuk menghadapi musuh digaris terdepan, terutama menghabisi mereka yang memiliki kulit hitam pekat itu!"


"Siap Jendral Yuwen Huaji, kami akan segera bergerak!" Lelaki yang barusan menyahut adalah pemimpin Pasukan Macan Hitam.


Pangkat lelaki itu setara dengan seorang kolonel. Nama lelaki itu adalah Xian Hua.


Mereka yang barusan disebut Jendral yuwen huaji adalah pasukan elit miliknya. Setelah perintah Jendral Yuwen Huaji turun maka berlesatan dari arah belakang Pasukan macan Hitam langsung menuju garis terdepan.


Pasukan Macan Hitam selama ini selalu menjadi andalan bagi Jendral Yuwen Huaji untuk melaksanakan tugas penting. Terutama dalam menghadapi segala pemberontakan. Mereka juga kadang kala bertugas menghadapi perusuh termasuk para kelompok penyamun yang meresahkan rakyat.


Pada awalnya Jendral yuwen Huwaji dengan percaya diri mengira pasukan elit miliknya yang bernama pasukan Macan Hitam itu akan mampu menghentikan langkah musuh.


Pasukan Macan Hitam itu memiliki ciri khas tertentu yang berbeda dibandingkan para prajurit lainnya. Mereka menggunakan zirah berlapis baja berwarna hitam. Hampir keseluruhan pakaian mereka juga hitam, bahkan pelindung kepala mereka juga berwarna sama.


Seluruh anggota pasukan Macan Hitam yang diperintahkan menghadapi pasukan Khan Langit itu sudah mencapai kekuatan tingkat shakti.


"Formasi Pedang Penggempur Langit!"


Gempuran yang dilakukan Pasukan macan Hitam menerjang pasukan musuh dengan sedemikian hebatnya. Serangan mereka sangat rapat dan terarah.


Pasukan Khan Langit yang berkekuatan biasa yang terjebak dalam pertarungan melawan para musuh berkekuatan langit harus berakhir tragis mati tanpa ada kesempatan melarikan diri.


Walaupun sebenarnya serangan itu sebenarnya tidak ditujukan kepada mereka, tetapi mereka memang sedang sial. Lawan utama mereka adalah yang memiliki kulit hitam.


Tetapi lawan mereka sedikitpun tidak terlihat gentar, meski setiap satu dari mereka dikeroyok beberapa pasukan Macan Hitam. Serangan Formasi Pedang Penggempur Langit belum juga membuat lawan roboh.


"Apa yang terjadi? Mengapa Pasukan Macan Hitam tidak juga mampu merobohkan mereka?" Jendral Yuwen Huaji tidak puas dengan jalannya pertempuran, meski di garis terdepan kini sudah didukung pasukan elit miliknya.


Bukan hanya Jendral yuwen Huaji, bahkan Pasukan Macan Hitam yang sedang menghadapi musuh juga terkejut setelah berhadapan langsung. Kekuatan lawan tidak seperti yang mereka perkirakan.


Tanpa diketahui oleh Jendral Yuwen Huaji, maupun pasukan elitnya yang bernama pasukan Macan Hitam, lawan yang mereka hadapi adalah prajurit Khan Langit yang telah diperkuat dengan benih iblis.