
Dewa kegelapan setelah mendapatkan tiga relik kuno segera membawanya melesat menuju puncak piramid yang menjulang tinggi.
Sesaat kemudian Suro dan Geho sama akhirnya berhasil lepas dari jurus Kunjara Bajrapati dan menyimpan senjata Brahmasta mereka. Setelah itu mereka berdua segera melesat menyusul Dewa Kegelapan.
Suro tidak membiarkan relik kuno yang susah payah dia dapatkan, telah direbut dengan cara licik oleh Dewa Kegelapan, dia hendak merebut kembali relik kuno ditangan musuhnya itu.
Dengan menggunakan langkah Maya, akhirnya Suro dapat menyusul Dewa Kegelapan yang sedang duduk dipuncak tertinggi gunung piramida.
Jdaaar!
Hantaman keras dari kuatnya pukulan Suro berhasil menyibakkan hawa kegelapan yang terus menyelimuti tubuh Dewa Kegelapan.
"Hahahahaha...!"
Hanya dengan satu tangan Dewa Kegelapan menahan pukulan Suro, dia justru tertawa keras setelah menerima pukulan keras Suro.
"Kau pikir aku yang sekarang, sama seperti saat terakhir kali kita bertarung?!"
Wuuus!
Buuuk!
Satu tendangan kuat dari Dewa Kegelapan menghantam keras kepala Suro. Tubuhnya terlempar cukup jauh, sehingga menghantam dinding goa.
Zraaat! Zraaat! Zraaat!
Meski setelah terkena tendangan dan menghantam keras dinding, kondisi itu tidak melemahkan tubuh Suro. Dia bergegas menggunakan kembali jurus Langkah Maya.
Dia kembali didepan Dewa Kegelapan lalu menyerang serentak bersama Geho sama kearah Dewa Kegelapan dengan jurus kedua Tapak Dewa Matahari dan juga kekuatan petir milik Geho sama.
Serangan sinar dari ujung telunjuknya menerjang ke arah Dewa Kegelapan. Tetapi serangan itu lenyap setelah masuk dalam kabut hitam yang menyelimuti tubuh Dewa Kegelapan.
Para manusia yang melihat Dewa Kegelapan diserang mereka berteriak kegirangan, sebab itu artinya mereka masih memiliki harapan hidup.
Melihat serangan jarak dekat miliknya tidak mampu menembus pelindung hawa kegelapan, akhirnya Suro kembali menyerang dari jarak dekat. Dia muncul tepat dibelakang Dewa Kegelapan dan langsung menghantamkan kekuatan miliknya.
Duuuum!
Ledakan kuat menyibakkan seluruh hawa kegelapan yang menyelubungi Dewa Kegelapan.
Setelah terlihat Dewa Kegelapan maka Geho sama segera menggunakan Langkah Maya dan muncul diatas Dewa Kegelapan, sebuah senjata bernama Bergawa atau Kapak Besar telah tergengam di tangannya.
Craass!
Tebasan kapak besar itu membelah menjadi dua tubuh Dewa Kegelapan. Setelah itu lenyap berubah menjadi asap hitam. Ternyata serangan yang dilakukan Suro maupun Geho sama hanya menyerang tubuh palsu Dewa Kegelapan.
"Sialan, kita di tipu bocah!"
"Benar, kemana Maesa Ulung(kebo hitam) tadi, menghilang?"
"Kita tidak boleh membiarkan pergi, karena dia membawa ketiga relik kuno!"
"Kurang ajar sepertinya kita telah dijebak dan masuk dalam sekenario Kebo hitam itu sejak awal Geho sama!"
Wujud Dewa Kegelapan yang tambun dan berwarna hitam dan juga memiliki tanduk dikepalanya, membuat Suro melihatnya persis seperti seekor kebo.
"Sepertinya kita telah meremehkan mata julingnya itu!"
"Jangan khawatir tuan Suro, lihatlah gunung hitam yang menjulang tinggi ini!" ujar Geho sama sambil menunjuk piramid hitam didekatnya.
Suro ikut mengarahkan pandangannya ke arah benda hitam yang menjulang tinggi. Dia segera menyadari sesuatu hal.
"Astaga, jadi disinilah kekuatan sejati si Kebo hitam itu disegel!"
Geho sama menganggukan kepala mengiyakan ucapan Suro yang begitu terkejut.
"Kita lihat beberapa sisi dari gunung ini, aku rasa Dewa kegelapan hendak membuka kunci segel ini dengan relik kuno yang baru saja dia dapatkan."
"Lalu bagaimana dengan mereka?" Suro menunjuk ke arah para manusia yang berada disegala pejuru tempat itu.
Meskipun sebelumnya Dewa Kegelapan secara terus menerus melahap tubuh manusia dengan cara menyerap seluruh hawa kehidupan dan juga jiwanya, namun dia belum menyerap seluruhnya. Karena memang jumlahnya puluhan ribu lebih atau mungkin justru ratusan ribu.
Padahal tempat itu seperti sebuah lembah luas. Sehingga tidak terlihat seperti sebuah goa, karena begitu besar dan luasnya tempat tersebut.
"Kita pikirkan nanti saja, lebih baik kita pikirkan bagaimana menghentikan Dewa Kegelapan mencoba membebaskan kekuatannya. Sebab jika dia berhasil membebaskan kekuatannya, maka semua orang itu juga akan tewas semua.
Lihatlah hawa kegelapan yang menyebar telah meracuni para manusia itu! Mereka sebentar lagi akan berubah menjadi bagian dari Shurala!"
Suro tidak segera bergerak dan menganggukkan kepala setuju dengan ucapan Geho sama.
"Sebaiknya kau kirim mereka menuju negeri tempat paman sakti berada. Suruh mereka untuk segera memberikan air Nirvilkalpa untuk menyembukan mereka. Agaknya mereka belum lama ditempat ini."
"Cepat lakukan itu Geho sama! Setelah tugas itu selesai kau boleh menyusulku untuk membantuku."
"Sendiko dawuh, hamba akan melaksanakan tian Suro." Segera setelah dia menjawab Geho sama menghilang dan mulai bergerak memindahkan para manusia yang masih ada.
Bahkan untuk mempercepat dia menggunakan gerbang gaib sekaligus mengerahkan sembilan tubuh ilusi miliknya agar secepatnya dapat menyelesaikan apa yang diperintahkan oleh Suro kepada dirinya.
Suro sendir kembali bergerak secara cepat memutari gunung piramid hitam itu untuk menemukan keberadaan Dewa Kegelapan.
Setelah beberapa kali dia memutari gunung piramida itu, dia tidak juga menemukannya.
"Kemana dia menghilang?"
"Sebaiknya aku gunakan saja Kaca Benggala untuk mencarinya, mungkin saja aku akan mengetahuinya lebih cepat."
"Benar juga, mengapa sedari tadi aku tidak melakukannya?" Suro segera mengambil pusaka miliknya dari balik bajunya.
Setelah bertanya kepada Kaca Benggala sesuatu segera terlihat.
"Ketemu, disana rupanya kau makhluk biadab!"
Suro segera melesat menuju tempat yang dituju. Tempat itu berada dibawah permukaan gunung piramid itu.
Braak!
Suro segera mengerahkan tehnik perubahan tanah untuk menuju ketempat dimana Dewa Kegelapan seperti yang ditunjukan Pusaka Kaca Benggala.
Melihat tempat yang baru saja dia masuki, Suro segera menyadari, mengapa Dewa Kegelapan tidak dapat dia temukan. Sebab dia sudah berada diruangan lain sejak tadi sebelum mereka menyadarinya.
Dia kemungkinan telah berada ditempat tersebut, setelah berhasil mendapatkan relik kuno. Namun untuk mengecoh, dia menciptakan tubuh palsu yang dia ciptakan dari hawa kegelapan.
Craaas!
Saat Suro baru saja hendak memasuki ruangan tersebut, sebuah serangan tebasan yang sangat kuat membuat Suro terpaksa menghentikan langkahnya.
"Ingat janjimu!"
"Jangan banyak berbicara habisi saja mereka berdua iblis kalipurusha, jangan khawatir mengenai apa yang kamu inginkan, aku pasti akan membantumu mewujudkannya. Itu adalah hal sangat mudah bagiku!"
"Jika seperti itu, anggap saja permintaanmu untuk menghabisi mereka telah aku lakukan!"
Craas!
Trang! Trang!
Suro segera menggunakan Pedang Kristal Dewa miliknya untuk menahan kuatnya tebasan yang dilakukan Iblis Kalipurusha dengan pedang raksasanya. Pedang itu begitu beratnya bahkan setara dengan berat tiga sapi dewasa atau setengah dari seekor gajah dewasa. Karena beratnya sekitar 3000 kati.
Buuuum!
Hantaman keras menghancurkan tempat yang sebelumnya Suro berdiri.
Dia segera menggunakan puluhan pedang miliknya untuk menyerang makhluk raksasa hitam itu.
Trang! Trang! Trang!
Puluhan pedang yang digunakan Suro terpental tidak mampu menembus tubuh Iblis Kalipurusha.
"Hahahaha...! Besi rongsokan seperti itu hendak melukai tubuh bajaku ini, jangan membuatku tertawa! Aku adalah Iblis Kali pur..!"
Duuuum!
Braaaak!
Belum selesai makhluk itu berbicara, Suro telah melesat menggunakan Langkah Maya dan menghantamkan pukulan tangan kosongnya. Seandainya tangannya itu milik manusia biasa, maka seluruh tulangnya itu pasti hancur.
Kerasnya kulit luar milik Iblis Kalipurusha membuat pukulan Suro seakan menghantam gerbang sebuah benteng kerajaan.
Namun tulang yang dimiliki Suro adalah tulang terkuat, bahkan melebihi kuatnya baja sekalipun. Hal itu terjadi setelah menyerap kekuatan yang berada didalam ruangan rahasia terbuat dari batu giok dewa milik gurunya.
Tubuh raksasa itu tersurut sampai menghantam dinding goa.
"Kurang ajar, manusia laknat!"
Iblis Kalipurusha segera bangun setelah tubuh raksasanya menghantam dinding ruangan dibawah piramida tempat Dewa Kegelapan melakukan ritual untuk membuka segel dewa yang mengurung kekuatan sejati miliknya.
"Buktikan mulut besarmu iblis Kalipurusha! Proses untuk menghancurkan segel dewa ini tidak bisa diganggu! Cepat habisi mereka!"
"Cerewet sekali, duduk manis saja dan lihat saja bagaimana aku membunuh para semut ini!"