SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Ch. 480 Agniyastra



Serangan Jendral Tian Bai yang dilambari tenik Perubahan petir yang cukup kuat, tetapi itu tidak membuat tubuh Jendral Ulagan tumbang. Justru membuat Jendral terkuat dari Khan Langit menjadi semakin murka.


"Aku akan menghancurkan kepalamu manusia sialan!" Gerakan tombak milik Jendral Ulagan kini penuh dengan aura sesat.


Jendral Zhou yang berusaha membantu akhirnya justru tertebas oleh ujung tombak musuh. Beruntung zirah perangnya mampu membantu menahan sedikit kekuatan musuh.


Tetapi serangan itu cukup membuat Jendral itu terkapar, sebab serangan itu selain mematikan, racun yang melumuri senjata Jendral Ulangan justru lebih menakutkan. Pasukan yang lain segera membantu menyelamatkan Jendral Zhou.


Pada saat bersamaan serangan gabungan telah menyerbu ke arah benteng dan berusaha mendobrak gerbang. Serangan itu hampir seperti tidak ada halangan sama sekali.


Meskipun hujan anak panah berusaha menghentikan langkah mereka. Tetapi serangan itu tidak cukup kuat untuk mampu menghentikan niat musuh yang berusaha menjebol gerbang.


Dua punggawa dari Kerajaan Goguryeo, yaitu Jendral Sejong dan Jendral Joseon yang bergabung dalam penyerangan itu terus mengamuk. Serangan itu memang membuat pertahanan pasukan kekaisaran yang berjaga diatas gerbang menjadi kacau balau.


Sehingga tidak ada bola-bola peledak yang terus menghujani pasukan gabungan, seperti yang dialami pasukan Khan Langit pada serangan sehari sebelumnya. Tentu saja kondisi itu sangat membantu pasukan gabungan yang berusaha menjebol gerbang.


Pasukan kekaisaran kini tinggal menunggu waktu saja, kemungkinan besar mereka tidak mampu mempertahankan benteng lebih lama.


Tetapi Jendral Tian Bai tidak membiarkan musuh mampu mengalahkan dan menghancurkan pasukan miliknya dengan mudah. Dia berusaha menghabisi terlebih dahulu Jendral Ulagan yang memimpin serangan ke atas benteng.


Jurus pedang yang dilambari kekuatan perubahan petir dia kerahkan dengan kekuatan berkali lipat. Serangan yang dia kerahkan kali ini adalah serangan terkuat yang mampu dia lakukan.


"Jurus Pedang Petir Awan Tanah!"


Jurus pedang kembar yang dilambari kekuatan petir kali ini berbeda dari sebelumnya. Petir yang muncul dan menyerang bukan saja menyerang dari atas, tetapi juga dari bawah.


Kekuatan perubahan petir yang melambari serangan Jendral Tian Bai memang berubah lebih kuat hampir dua kali lipat dari sebelumnya, tetapi itu tidak cukup kuat mampu menumbangkan Jendral Ulagan.


"Jurus petir sekecil ini hendak melawan penguatan tenaga jalan iblisku yang sudah terbuka gerbang ketiga, kau sepertinya belum bangun dari tidurmu!" ucap Jendral Ulagan tersenyum sinis.


Hantaman petir yang melambai serangan dua pedang kembar milik Jendral Tian Bai tidak membuat luka berarti. Walaupun memang, setiap tebasan pedang Jendral Tian Bai yang berhasil mengenai tubuh lawan akan membuatnya terbakar, tetapi luka itupun cepat kembali pulih seolah tidak pernah terjadi.


"Sekarang giliran ku yang hendak membangunkan mimpi siangmu! Kali ini aku akan memastikan dirimu berjumpa dengan Dewa Yama! Hahaha...!"


Wuuuss...


Wuuuss...


Duuuum...


Duuuum...


Craaaas...


Kali ini Jendral Ulangan mengamuk menyerang secara brutal. Bahkan dinding benteng besar itu berguncang dengan keras seakan gempa bumi.


Di saat hantaman tombak berhasil dihindari dan justru menghantam benteng, maka dalam sepersekian detik langkah Jendral Tian Bai menjadi tidak setabil. Kondisi itu langsung dimanfaatkan Jendral Ulagan untuk menyelesaikan serangannya.


Saat itulah tombak itu berhasil memotong leher lawannya. Perlawanan Jendral penjaga kota Bei Ping akhirnya berakhir. Tubuhnya langsung ambruk dengan bersimbah darah.


"Akan aku hancurkan kepalamu, agar kau tidak memiliki kepala ketika bereinkarnasi nanti! Hahaha...!"


Jendral Ulagan berjalan dengan tenang ke arah tubuh lawan. Pasukan Macan Hitam tidak berani mendekat, mereka menatap dengan rasa sedih melihat salah satu jendral mereka mati.


Tetapi langkah Jendral terhenti saat hendak mendekati kepala Jendral Tian Bai, sebab dari atas seberkas kekuatan mendekatinya dengan cepat.


"Tidak akan aku biarkan kau melakukan itu Ulagan sialan!"


"Tebasan Pedang Rembulan Merah!"


Jendral Xiao Long telah muncul dan langsung melancarkan serangan terkuatnya.


"Bagus akan aku habisi kalian semua saat ini juga!"


Melihat kedatangan Jendral Xiao Long yang datang dari atas, maka dua Jendral dari Kerajaan Goguryeo tidak tinggal diam mereka berdua segera bergerak ikut menyerang.


Dengan itu tiga kekuatan tingkat surga secara berbarengan menghantam ke arah Jendral Xiao Long. Kekuatan gabungan itu akhirnya membuat panglima sementara dari kekaisaran Yang Guang menyusul Jendral Tian Bai.


"Hahahaha! Dengan ini tidak akan ada penghalang bagi kita untuk menghancurkan seluruh pasukan kekaisaran di benteng ini!" Pandangan Jendral Ulagan menyapu ke arah pasukan Macan Hitam yang tidak mempercayai kejadian barusan.


Jendral Yuwen Shiji yang berada diketinggian tidak melihat kejadian barusan. Sebab dia sendiri sudah kewalahan menghadapi kepungan musuh. Bahkan semakin banyak pasukan yang bersamanya tewas berjatuhan. Kondisi pasukan yang bersama Jendral Yuwen Shiji tak kalah menghawatirkan.


Begitu juga kondisi di darat sekitar pintu gerbang. Hampir saja pasukan gabungan berhasil menjebol gerbang Utara. Tiadanya penghalang berarti yang mencoba menghalangi mereka, menjadikan serangan gabungan itu hampir saja berhasil dengan mulus.


Karena mendadak sebuah teriakan keras dibarengi serangan sangat kuat telah berhasi menghentikan langkah pasukan gabungan yang hendak menjebol gerbang.


"Agniyastra!"


Buuuuum!


Ledakan berkekuatan besar turun dari langit menghantam pasukan gabungan Khan Langit dan Kerajaan Goguryeo yang berusaha menjebol gerbang utara.


Ledakan itu begitu kuat sehingga mengguncang seluruh tempat itu. Termasuk benteng besar yang menjadi tempat perlindungan terakhir pasukan kekaisaran.


Goncangan itu bahkan menghentikan aksi Jendral Ulagan yang hendak meneruskan serangan ke arah pasukan Macan Hitam yang masih tidak memberi jalan bagi dirinya yang hendak membuka gerbang dari sisi dalam.


Mereka pasukan Macan Hitam tidak membiarkan musuh membuka gerbang Utara dengan mudah. Pertahanan terakhir mereka bentuk untuk mencegah musuh membuka gerbang dari sisi dalam.


Benteng itu menggunakan gerbang yang sedikit unik. Sebab untuk membuka gerbang itu harus diangkat ke atas. Tentu untuk mengangkat gerbang beribu-ribu kati itu tidak menggunakan kekuatan manusia begitu saja.


Di dalam pos yang sedang dipertahankan para Pasukan Macan Hitam ada semacam alat yang menggunakan rantai-rantaia bergigi yang membuat gerbang itu bisa dibuka dengan cara di tarik ke atas.


Kini pasukan Macan Hitam sedikit bernafas lega melihat pasukan musuh berhasil dihabisi oleh sebuah kekuatan besar. Mereka tidak mengetahui siapa yang telah mengerahkan serangan dahsyat barusan, tetapi mereka yakin jika penggunanya memihak kepada mereka.


Dentuman keras barusan mampu didengar seluruh orang yang berada di medan pertempuran. Bahkan lesatan serangannya sebelum meledak dapat dilihat dari jarak yang sangat jauh.


Sebab seakan serangan itu datang dari langit, persis sekali seperti sebuah meteor jatuh. Bahkan ukurannya cukup besar mendekati ukuran seekor gajah.


Kejadian itu juga disaksikan Khan Langit dan juga Raja dari Kerajaan Goguryeo dari kejauhan. Sebab dua pemimpin tertinggi dua pasukan itu berada cukup jauh dari garis terdepan pertempuran.


Serangan itu telah membuat pasukan yang ada di depan gerbang utara mati dalam keadaan terpanggang atau hancur remuk tak berbekas. Bahkan pasukan berkulit hitam yang tidak mampu dilukai dengan senjata tajam sekalipun, akhirnya mampu dihabisi oleh serangan barusan.


Ketakutan meliputi seluruh pasukan gabungan yang sedang menyerang sisi utara benteng kota He Bei. Mereka semua belum mengetahui siapa pelaku yang telah mengerahkan serangan begitu mematikan.