SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Tunjukan Kehebatanmu Sosrobahu



Duuuuuum! Duuuuuum! Duuuuuum!


Ledakan lahar menggelegar beserta asap membumbung tinggi melingkupi seluruh puncak Gunung Mahameru. Tidak akan ada manusia biasa yang mampu mendekati wilayah itu.


Bukan hanya ancaman mutahan lahar yang teramat panas, namun juga gelombang awan panas telah memenuhi wilayah belasan kilometer dari wilayah puncak.


Namun seakan tidak memperdulikan dengan keadaan itu Suro terus melesat terbang mendekati puncak Gunung Mahameru dengan teramat cepat. Dia bahkan seakan tidak memperdulikan awan panas yang menerpanya.


Dibelakangnya Geho Sama mengerahkan tubuh ilusinya untuk menyingkirkan awan panas dan lahar yang menerjang. Namun seandainya dia tidak mengerahkan kemampuannya itu, energi miliknya sudah mampu melindungi dari paparan panas juga asap tebal yang menyelimuti.


Pandangan mata Geho Sama terbelalak menyaksikan mutahan lahar dan awan yang teramat gelap muncul dari dalam mutahan puncak gunung. "Bocah, aku tau sepertinya dimana Dewa Kegelapan!" seru Geho Sama mencoba menyusul Suro yang bergerak dengan sedemikian cepat.


Tubuh Suro memancar energi berwarna kehijauan dengan sedemikian kuat. Begitu kuatnya tekanan pancaran energi itu membuat awan hitam dan lahar menyembur ke arahnya tersisih.


Lebih dari lima belas meter disekitaran Suro begitu lapang dan itu jauh berbeda dengan Geho Sama yang hanya dapat melindungi dirinya dan menyingkirkan awan panas dan lahar sejauh satu atau dua meteran.


"Aku juga mengetahuinya, dia ada di dalam kawah gunung," terang Suro yang melihat pancaran energi kegelapan kini muncul dari pusat ledakan.


Geho Sama segera mengerti mengapa Suro langsung melesat sedemikian cepat, rupanya dia lebih dahulu merasakan pancaran kekuatan Dewa Kegelapan dibandingkan dirinya. Kini dia menatap mutahan lahar dari jarak yang tidak lebih dari seratus meter.


Geho Sama dan Suro terbang diatas udara dan dapat menyaksikan betapa dahsyatnya ledakan gunung berapi yang memutahkan isinya itu.


"Apakah kita masuk ke dalam lahar?" tanya Geho Sama saat mereka menyadari, jika Dewa Kegelapan tidak juga muncul.


"Benar, kita akan memasuki kawah itu. Jika tidak sanggup jangan memaksa," terang Suro.


"Sontoloyo setan alas! Kau meremehkan diriku!" seru Geho Sama kesal.


Suro hanya mengangkat bahunya sambil tertawa kecil, setelah itu dia melesat menerjang mutahan lahar. Geho Sama sambil menggerutu melesat mengikuti Suro dan berada di dekatnya, sebab dengan cara seperti itu dia jauh lebih aman dari ledakan lahar yang meletus keluar dari puncak kawah.


Suhu yang semakin tinggi membuat Geho Sama harus mengerahkan teknik perubahan es untuk melindungi tubuhnya. Keadaan itu membuat Suro tertawa dan kemudian menepuk bahunya.


Saat itulah Geho Sama seperti disiram kekuatan yang sebegitu besar dan membuat tubuhnya secara cepat mendingin. Setelah itu sebuah kejadian menajubkan membuat Geho Sama terperangah.


"Astaga Kapak Pembelah Semesta melindungi tubuhku!" seru Geho Sama saat menyaksikan senjata yang ada di tangannya berubah seperti air sebagian dan meluruh menjadi perisai tubuhnya.


Saat itulah dia merasakan tubuhnya tidak sepanas sebelumnya. Selain itu dia seperti dapat berbicara dengan Kapak Pembelah Semesta.


"Dirimu selalu saja membuatku kagum bocah!" ucap Geho Sama yang hanya disambut senyuman kecil.


Mereka terus menerjang masuk ke dalam semburan lahar dan terjun ke dalam kawah yang terus diiringi suara dentuman letusan dahsyat. Namun sesuatu yang tidak biasa muncul bersama letusan itu melesat sebuah kekuatan yang menyibakkan semua lahar yang menyembur dari puncak Gunung.


Kemungkinan itu semacam gerbang gaib, namun sesuatu hal yang sangat berbeda. Pancaran cahaya menerjang dengan sangat menyilaukan keluar dari gerbang gaib yang baru saja muncul tersebut.


Bersama munculnya gerbang gaib secara ajaib letusan di puncak Gunung Mahameru mendadak berhenti. Seluruh alam seakan menjadi senyap dalam beberapa saat sebelum sebuah ledakan keras muncul dari kawah yang membara.


"Akhirnya aku berhasil menggunakan Pusaka Kunci Langit!" teriak sesosok yang diliputi semacam awan hitam teramat pekat.


"Matilah kau Dewa Kegelapan!" teriak Suro dan langsung menyerang ke arah lelaki yang baru saja muncul dari dalam kawah.


Serangan itu menyadarkan Dewa Kegelapan dari keberadaan musuhnya. Matanya sempat mencari keberadaan Batara Karang dan Batara Sarawita.


Namun pandangan matanya tidak menemukan satupun anak buahnya. Namun dia tidak terkejut dengan kejadian tersebut. Dewa Kegelapan justru terkekeh-kekeh.


"Apakah kau tahu, jika kalian telah membantuku membuka Kunci Langit?" ucap Dewa Kegelapan yang dengan entengnya menghempaskan dua bola energi yang sebelumnya dikerahkan Suro.


Seketika bola energi itu langsung terlempar menghantam sisi utara Gunung Mahameru. Meskipun itu bukanlah kekuatan puncak milik Suro, namun itu cukup dahsyat dan bahkan mampu menghancurkan sebuah bukit besar.


"Aku tidak perlu tahu! Sekarang matilah!" teriak Suro bersama Geho Sama menerjang ke arah Dewa Kegelapan.


Bersama lesatan tubuh Suro sebentuk makhluk muncul dari dalam kawah menghadang lesatan keduanya yang hendak menyerang Dewa Kegelapan.


Setelah itu suara dentuman menghantam bersama makhluk yang baru muncul. Bentuk makhluk itu menyerupai gurita dengan tangannya yang menyerupai tentakelnya berebut hendak melilit tubuh Suro dan Geho Sama.


"Bersama matinya seluruh pasukanku, kau hanya akan membangkitkan hewan peliharaanku yang dahulu berhasil menghancurkan seluruh Khayangan!" seru Dewa Kegelapan yang segera hendak masuk ke dalam gerbang gaib.


Suro tentu saja tidak akan membiarkan tubuh Dewa Kegelapan dapat lolos. Dia segera menghentikan langkah musuh besarnya itu dengan menggunakan jurus Langkah Kilat.


Sedangkan makhluk raksasa yang tubuhnya terbuat dari batu dan kahar dengan bentuk menyerupai gurita dihadapi Geho Sama. Entah seberapa besar tubuh makhluk mengerikan itu sebab sebagian besar tubuhnya itu kini masih ada di dalam kawah.


Rupanya berhentinya Ledakan Gunung Mahameru adalah karena kemunculan makhluk yang tidak diketahui jenisnya itu. Suro cukup peracaya, jika Kapak Pembelah Semesta yang ada ditangan Geho Sama sanggup membelah tubuh raksasa tersebut.


Karena itulah dia meninggalkan Geho Sama sendirian melawan makhluk raksasa tersebut dan memilih memusatkan serangan kepada Dewa Kegelapan.


"Memang semudah itu kau mampu kabur dariku! seru Suro yang langsung muncul dihadapan lawannya dan menghantamkan pukulan penghancur Gunung.


Duuuuuuuum!


Tubuh Dewa Kegelapan langsung terbang terlempar sedemikian jauh. Memang Suro menggunakan serangan dengan kekuatan penuhnya.


Sengaja Suro melakukan itu untuk menjauhkan musuh besarnya itu dari Gerbang Gaib. Suro segera mengerahkan pedang Akar Dewa.


Seketika itu juga pedang itu langsung berubah memanjang dan bercabang sedemikian banyaknya.


"Kau pikir hanya kau saja yang memiliki senjata!" seru Dewa Kegelapan yang tubuhnya segera meledakkan kekuatan hitam dengan begitu pekatnya. Seketika awan itu mengeras dan menangkis cabang dari Pedang Akar Dewa.


Trang! Trang!


Namun Suro masih memiliki senjata lainnya, yaitu Pedang Pelahap Sukma. Dia segera melesatkan senjata miliknya dan menerjang cepat ke arah Dewa Kegelapan.


"Tunjukkan kehebatanmu Sosrobahu!"