
"Pecaaahhhh..." teriak Intan sambil memeluk Kiki, saat Kiki sudah kembali ke mejanya. Kiki hanya bisa nyengir dengan perasaan tak karuan. Tak percaya dia berhasil bernyanyi didepan puluhan bahkan mungkin ratusan orang. Sementara yang lain menyalami Kiki termasuk Anto dan Alex.
"Keren, Ki." Monik mengacungkan jempolnya. Kiki mengusap dadanya menenangkan rasa gugupnya yang baru muncul. Karena sekarang lebih banyak mata tertuju padanya.
"Malu.." kata Kiki sambil menutup wajahnya. Anto tertawa melihat ekspresi Kiki.
"Sering main sama Intan juga nanti tidak akan ada malunya Ki." katanya sambil melirik Intan. Membuat yang lain tergelak. Sementara dari seberang Intan hanya mengacungkan tinjunya kearah Anto sambil melotot.
"Lama-lama naksir nih berdua." celutuk Sheila.
"Sudaaah..." jawab Monik dan Alex bersamaan.
"Noooo..." Anto dan Kiki pun kompak menjawab.
"Memang jodoh. Bisa bareng begitu." celutuk Kiki polos.
"Kalau mau sudah dari dulu, Ki." jawab Anto lagi.
"Iya dari dulu gue tolak, Ki." Intan tak mau kalah. Merekapun tertawa bersama.
"Thank you ya Ki, ternyata suara lu unik, gue suka." kata Andi yang baru saja bergabung disusul Reza, Erwin dan Mario menghampiri Kiki merekapun duduk dimeja yang sama.
"Jebakan batman." Celutuk Reza. Andi tergelak sambil berkata santai "Lu juga kena jebak ya Ja hari ini."
"Sudah kuduga." sahut Sheila yang tahu Reza paling susah kalau disuruh manggung.
Monik mengenalkan para senior yang baru bergabung pada Alex dan Anto. Keluarga Alex memiliki saham di salah satu TV swasta. Maka Ia pun menawarkan Andi dan sahabatnya berikut Kiki untuk tampil di salah satu acara yang Ia produseri. Andi menyerahkan keputusan pada yang lain. Mario menggeleng mengingat perjanjian dengan keluarganya yang mengijinkan Ia tetap tinggal di Indonesia jika Mario menutupi identitasnya. Tak ada yang tahu jika Mario anak salah satu Crazy Rich Indonesia kecuali Reza, Erwin dan Andi. Sheila yang selalu bersama Reza pun tak tahu. Karena Mario selalu berpenampilan seperti orang biasa. Mobilnya pun hanya Pajero Sport.
"Sepertinya tidak mungkin deh bang." jawab Andi menanggapi tawaran Alex.
"Kalau masuk TV takut terkenal bang." Erwin ikut bersuara.
"Bukannya bagus?" tanya Alex bingung.
"Masalahnya disitu kami tak mau terkenal." kekeh Mario. Reza sedari tadi tak berkomentar karena memang tak suka tampil. Tadi karena diancam perjodohannya akan dibocorkan pada Kiki saja makanya Reza bersedia naik kepanggung.
"Ya sudah kalau berubah pikiran, hubungi saya." Alex menyerahkan kartu namanya pada Andi. Kemudian saling berpamitan karena hari sudah malam dan Warung pun sudah tampak sepi walaupun masih ada beberapa meja yang terisi.
"Ayo, Ki." ajak Monik yang sudah berjanji mengantar Kiki pulang.
"Kiki aku antar. Bentar lagi ya Ki" jawab Reza cepat.
"Ok aku duluan ya." Karena berpikir Reza adalah abang Kiki, maka Monik pun setuju. Kiki terbengong dibuatnya lalu kembali duduk pasrah.
Sementara diparkiran "Gue nebeng, Tan." Anto langsung duduk disamping pengemudi tanpa meminta persetujuan Intan. Ia sudah merencanakan pulang bersama Intan dan menyuruh supir Alex membawa pulang mobilnya sejak sore tadi.
"Mau gue setirin?" tawarnya lagi. Intan mendengus kesal.
"Kangen kan lu pengen dekat gue terus." sungutnya. Anto hanya melewek sambil mencubit pipi Intan dengan kedua tangannya. Aktifitas terhenti karena Alex yang parkir didepan mobil Intan menyalakan lampu dim berulang sambil tertawa hingga Anto dan Intan kesilauan.
Sementara didalam warung, "Masih ada yang mau diobrolin?" Tanya Reza pada sahabatnya. Ia melihat Kiki sudah tampak gelisah dan tak nyaman.
"Pulang saja yuk kasihan Kiki." sahut Sheila.
Selama perjalanan hening tak ada percakapan. Reza menunggu Kiki bersuara, tapi sudah 10 menit perjalanan Kiki tetap diam sesekali memandang ke jendela. Waktu menunjukkan pukul 11 malam wib.
"Ngantuk?" tanya Reza memecahkan keheningan malam . Kiki menganggukan kepalanya. Reza pun lalu menghidupkan radio supaya tak sepi. Terdengar instrument "You're Magic" dari Brian Culbertson.
"Suka?" tanya Reza
"Suka, tapi aku lebih suka phil denny." jawab Kiki.
"Wah selera musik kita sama." Reza. tersenyum senang. Karena kebanyakan teman-temannya sekarang lebih suka K-Pop dan Reza tak terlalu mengikuti.
Sebenarnya Kiki ingin membahas rasa tak enak hatinya karena Sheila harus pulang bersama Erwin. Tapi Kiki bingung harus mulai dari mana. Kembali saling diam tak ada percakapan. Kiki larut dalam lamunannya. Reza mengira Kiki tertidur. Jadi tak lagi membuka percakapan takut mengganggu Kiki.
"Candy dulfer juga keren nih kak." Kata Kiki tiba-tiba ketika mendengar "pick up a pieces" sedang dimainkan.
"Aku kira kamu tidur." jawab Reza kaget mendengar suara Kiki, Ia tersenyum melihat ekspresi Reza. membuat Reza meleleh.
"Makasih ya Kak, sampaikan maafku ke Kak Sheila. karena Kak Eja harus mengantar aku pulang." kata Kiki polos ketika mereka sudah tiba didepan rumah. Reza mengernyitkan dahinya bingung.
"Kenapa?" tanyanya lagi. Tapi Kiki tak menjawab karena sudah keburu turun dari mobil masuk kedalam rumah.
Kiki tak menawarkan Reza untuk turun karena hari sudah malam. Walaupun besok weekend tetap saja tidak etis menerima tamu semalam itu. Reza masih melamun memandang kerumah Kiki yang sudah menghilang dibalik pintu setelah melambaikan tangannya pada Reza.
Reza menggaruk kepalanya yang tak gatal, tak habis pikir kenapa harus meminta maaf pada sheila karena Reza mengantar gadis mungil itu pulang. Apa Kiki salah sangka seperti kebanyakan orang dikampus ya pikir Reza.
Akhirnya Reza pun bergegas pulang. Sepanjang perjalanan sibuk memikirkan ucapan Kiki. Terus melamun sepanjang jalan sampai tiba dirumahnya. Kasian Reza hihi.
"Bagaimana hari ini senang?" tanya mama Ririn yang masih duduk disofa bersama Wina saat melihat Kiki masuk.
"Seru." jawab Kiki dengan mata berbinar.
"Mana Reza?" tanya Wina.
"Sudah pulang. Kok tahu aku diantar Kak Eja? Memangnya Kenal?" tanya Kiki bingung. Ia belum merasa melapor pada Mama atau kakaknya jika Monik tak jadi mengantarnya pulang.
Mama diam tak menjawab seakan acuh. Wina yang merasa keceplosan pun memutar otak harus menjawab apa.
"Lihat dari kuku." jawab Wina asal sambil meninggalkan Kiki masuk kekamarnya. Mama ikut bergegas masuk ke kamar. Takut ada pertanyaan lanjutan dari Kiki sedang mereka tak mau niat mama dan papa diketahui Kiki.
Handphone Kiki berdering, rupanya Monik yang menelpon.
"Buka IG lu ki.. Cieee follower bertambah banyak nih." Kata Monik saat telepon sudah tersambung.
"Calon artis ya anda." ledek Monik lagi.
"Sebentar." kata Kiki sambil menyalakan model loudspeaker dan membuka halaman IG nya.
Benar saja temannya yang Awalnya hanya 100an, kini meningkat jadi 500an. Buat yang banyak teman mungkin follower segitu hal yang biasa. Tapi buat Kiki dan sahabatnya itu luar biasa. Memang IG kiki tidak di private karena Kiki jarang upload foto. "Kok bisa?" tanya Kiki bingung.
"Ya bisa lah, kan atraksi panggung kalian gue upload. Namamu pun tadi ku mention." Jawab Monik senang.
Kiki segera menutup telepon karena tak sabar ingin melihat IG Monik. setelah melihat Kiki ternganga tak percaya bahwa yang tampil itu "Kiki Junita" dirinya sendiri.