
"Assalamualaikum...." tanpa mengetuk Kiki masuk ke ruang kerja dengan senyum lebar. Menghampiri Reza dan ketiga sahabatnya yang sedang duduk di sofa sambil melihat kelayar laptop. Seperti sedang membahas sesuatu yang penting.
"Waalaikumusalaam, sini dek." Reza menepuk sofa meminta Kiki duduk disebelahnya. Kiki menurut duduk manis disebelah Reza. Semua mata tertuju pada Kiki, pembahasan mereka terhenti.
"Aku bertiga temanku dapat tawaran jadi model iklan, Mereka juga mau aku yang nyanyi jinglenya, Tadi Monik juga bilang punya teman yang hebat dimusik. Ternyata mereka pernah chat kak Andi tapi no respon, nah mau ga bantu buatin jinglenya?" Suara Kiki bergetar sedikit tak percaya diri. Tak ada yang menjawab, semua saling menunggu ada yang membuka suara.
"Produk apa?" Akhirnya Mario buka suara.
"Sabun muka dari Unagroup." jawab Kiki. Mario tersenyum tipis. Ketiga sahabatnya ikut tersenyum tanpa kasak kusuk, karena perusahaan yang Kiki sebut ternyata milik keluarga Mario. Seandainya Kiren tau bahwa putra mahkota dkk yang sedang Ia minta untuk membuat Jingle iklan.
"Gimana friends?" tanya Andi meminta persetujuan Mario.
"Dibelakang layar ok lah, " Mario memutuskan. Sekalian untuk membuktikan kepada keluarganya, bahwa hobby bermusik Mario ada manfaatnya untuk perusahaan. Sementara Kiki mengangguk senang.
"Mau ketemu ga? ngobrol langsung." tanya Kiki
"Andi aja dek, Ok kan Ndi? Kita lanjutin ini." Kata Reza sambil menunjuk laptop yg sedang di utak atik Erwin.
"Ga ada yang mau nemenin gue?" tanya Andi.
"Ada Kiki yang nemenin tuh wakilin Kak Eja?" goda Erwin meniru gaya Kiki saat memanggil Reza. Yang disebut namanya hanya mendelik malas.
"Yuuk Ki," Andi berjalan seolah olah ingin merangkul Kiki sambil menjulurkan lidahnya pada Reza. Kiki tak tahu karena sudah berjalan duluan didepan Andi. Reza menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil, disambut tawa rekannya yang lain.
Setibanya di ruang VIP, tampak Alex sedang berbicara dengan seorang pria. Monik pun memperkenalkan Andi pada Kiren, karena Alex masih sibuk melihat berkas yang dibawa Pria tersebut.
"Siapa?" tanya Kiki setengah berbisik
"Sekretaris baru mas Alex, masih saudaranya juga sih, ganteng." bisik Intan konyol. Sementara sambil menunggu Alex, Kiren menyampaikan konsep yang diinginkan pada Andi.
"Ya udah wis, kamu gabung aja disini biar tau." terdengar suara Alex mengajak pria tersebut bergabung.
"Wisnu!!!" spontan Andi memanggil, Wisnu yang ternyata teman sekolahnya dulu sama seperti Reza, Erwin dan Mario.
"Ya ampun Ndi, bisa ketemu lu disini. Mana yang lain?" tanya Wisnu, menanyakan ketiga sahabatnya.
"Ada didalam, ntar la yah kita ngobrol bareng." kata Andi semangat.
"Teman SMP gue nih bos." Wisnu menjelaskan pada bosnya yang juga abang angkatnya.
"Wah lebih enak kalau sudah saling kenal." Kata Alex senang, berharap pekerjaannya bertambah lancar.
Kemudian mereka melanjutkan pembahasan kerja sama yang akan dilakukan. Andi memastikan dalam satu minggu ini jingle akan selesai digarapnya.
"Makasih ya Ndi, sudah mau bantu." Alex berdiri menyalami Andi , lalu Kiren ikut menyalami Andi.
"Ren, Urusan selanjutnya biar wisnu yang atur ya." Kata alex lagi pada Kiren.
"By the way mas Alex, Kiki nih sudah mau nikah bulan depan, ga masalah kan?" Monik memastikan lagi
"Ga masalah, kalau kamu sudah siap juga kita bakal nikah." jawab Alex didepan semua orang di VIP Room. Monik menjulurkan lidahnya sesaat meledek Alex.
"Waduh kecil kecil jadi manten dong ini mbak Kiki." Kata Kiren membuat yang lain tertawa.
"Sorry, mbak Kiki yang kemarin sama Reza kan ya?" tanya Wisnu memastikan karena sedari tadi ia ragu takut salah orang, ia berjalan pelan mengimbangi langkah Kiki.
"Iya kak. Makasih ya bajunya aku suka." jawab Kiki yang dari tadi sudah mengenal Wisnu, hanya dipikirnya Wisnu lupa jadi tak dibahasnya.
"Wah ada cerita apa nih?" tanya Intan dan Andi berbarengan. Ternyata tingkat kekepoan mereka sama, hehehe.
Wisnu menceritakan kronologis kejadian di cafe kemarin. Sekali lagi Ia meminta maaf pada Kiki.
"Kalau di novel bisa jadi jodoh tuh mas wisnu," Intan mulai halu.
"Sayangnya bukan lu yang ditabrak mas Wisnu, Tan," kata Monik mentertawakan Intan.
"Tau aja lu Nik hayalan gue begitu."jawab Intan asal. mereka tertawa bersama.
"Wis, jangan cari masalah sama Anto." Alex mengingatkan. Lalu berjalan menuju kasir. Wisnu tertawa mengingat Anto, meski tak tau cerita, Wisnu menebak sepertinya ada sesuatu antara Anto dan Intan.
"Mana Kiren? tanya Alex pada Wisnu yang sedang menunggunya bersama Andi. Sedangkan Kiki asik dengan Intan dan Monik, mereka selalu terlihat seru dengan dunia mereka sendiri, mengabaikan yang lain.
"Sudah pulang duluan." jawab Wisnu.
"O ya sudah langsung pulang aja Wis, gue juga ga kekantor lagi. Lu ga ke rumah sakit?" tanya Alex.
"Sebentar lagi gue jalan, gue ketemu temen yang lain dulu."
"Ok gue duluan, yuk Ndi nanti Wisnu yang urus semua, kalau dia ga beres, hajar aja." Alex yang sudah mulai akrab sudah tak lagi menjaga image. Andi hanya tertawa sambil mengangguk.
"Kak Andi, Kak Wisnu kita duluan." teriak Intan , Monik hanya melambaikan tangannya kemudian berjalan menuju Mobil Alex berpisah dengan Intan yang menuju mobilnya.
"Ada tamu nih." teriak Andi begitu masuk ke ruang kerjanya.
"Wiiih orang jauh, bisa juga main kesini." Mario menyambut Wisnu, tampak senang berjumpa teman kecilnya.
"Teman berantem lu nih win." kata Reza, sementara Erwin tertawa sambil memeluk Wisnu. "Kangen gue friend." katanya, tujuh tahun sudah mereka tak bertemu karena Wisnu melanjutkan sekolahnya di luar kota.
"Enak ya, masih pada kumpul dan akur dari dulu. Kerja bareng pula." Wisnu sedikit iri, karena hanya dia yang terpaksa menjauh dari sahabatnya.
"Ya sekarang kan kita bareng lagi friend." kata Mario. "Yup Alhamdulillah ketemu lagi." jawab Wisnu senang. Mengobrol sebentar melepas kangen, dan mengulang membahas hasil meeting di VIP Room, akhirnya Wisnu pamit ke rumah sakit.
"Kita ikut yuk besuk Tante." ajak Erwin pada sahabatnya.
"Gue antar Kiki pulang dulu ya, nanti gue nyusul."Jawab Reza memikirkan Kiki yang kemarin kelelahan butuh istirahat, jangan sampai besok kesiangan lagi. Kebetulan Rumah Sakit tempat Ibu Wisnu dirawat dekat rumah Kiki.
"Ga ikut Ki?" tanya Andi
"Ga usahlah, dia lagi ga fit." jawab Reza cepat sebelum Kiki menjawab. Kiki hanya mengangguk, memang sisa lelah kemarin masih sedikit terasa, tapi kalaupun ikut membesuk, Kiki masih kuat.
"Semoga cepat sembuh ibunya ya Kak." kata Kiki pada Wisnu, ketika ia dan Reza sudah duduk di mobil, sementara sahabat Reza masih berdiri di samping mobil seperti belum puas ingin ngobrol.
"Aamiin, makasih Ki." Jawab wisnu
"Ya sudah kita duluan ya, nanti ketemu disana." Kata Reza menyalakan mesin mobil dan berjalan perlahan meninggalkan sahabatnya yang masih diparkiran.