I Love You Too

I Love You Too
Ska



"Capek?" tanya Nanta pada Dania, ia menonton tanpa ekspresi, sementara yang lain bersorak senang dan ikut nyanyika lagi yang mereka sudah pernah dengar sebelumnya. Dania gelengkan kepalanya tersenyum pada Nanta.


"Tadi katanya ada siapa, yang Ayah bilang?" Nanta dekatkan telinganya pada bibir istrinya, ia lupa keberadaan Cyla, Jonathan dan Wari. Untung saja Dania ingatkan.


"Oh iya itu Cyla kepala Cabang Selatan sama staffnya Jonathan dan Wari. Aku kesana dulu ya, Kamu mau ikut?" kata Nanta pada istrinya. Dania kembali gelengkan kepalanya. Ia sedang malas bergerak kesana kemari, saat ini posisinya sudah sangat nyaman.


"Ada orang kantor Cabang Selatan, gue kesana dulu." ijin Nanta pada sahabatnya. Baru saja Nanta melangkah ia sudah dipanggil oleh penyanyi Antra as friend yang meminta Nanta naik ke atas panggung.


"Mau apa?" tanya Nanta dari bawah panggung.


"Pada setuju tidak kalau Nanta ikut nyanyi hari jumat nanti?" tanya penyanyi yang bernama Kuskus ini.


"Setuju." jawab yang lain, Nanta langsung tergelak dan gelengkan kepalanya.


"Jangan bikin pengunjung langsung minta pulang deh." kata Nanta mengepalkan tangannya pada Kuskus.


"Tidak seru kalau perwakilan TimNas tidak naik ke panggung." kata Kuskus pada semuanya.


"Pak Nanta Nyanyi, Nyanyi, Nyanyi." jiah Jonathan mulai mengompori audience.


"Hahaha Kuskus jangan aneh-aneh, gue tidak bisa nyanyi." Nanta terbahak. Dulu waktu dimalang sering melakukan aksi gila-gilaan bersama Kak Roma dan Mamon karaoke dirumah, itupun Nanta hanya penggembira. Nanta dengan tegas menolak, karena memang ia merasa suaranya pas-pasan.


"Ayo siapa dong perwakilan TimNas?" tanya Kuskus pada semua yang ada disana.


"Doni!!!" teriak Mike, Nanta langsung ikut meneriaki nama Doni. Karena memang Doni memiliki suara yang paling bagus diantara mereka.


"Oke Doni sini dong, kita nyanyi bersama." ajak Kuskus pada Doni.


"Musik Ska ya?" pinta Doni konyol.


"Apa yang lu mau gue ikutin deh." kata Kuskus. Semua tertawa, tertunda niat Nanta untuk hampiri Cyla, Wari dan Jonathan.


"Seru nih jumat besok." komentar Jonathan pada Wari.


"Gue yakin lebih ramai dari biasanya. Antisipasi apa bu kalau overload?" tanya Wari pada Cyla.


"Kalian seyakin itu bakal ramai?" tanya Cyla kurang yakin.


"Ini yang datang pasti kalangan anak muda, Bu." jawab Jonathan yakin.


"Cabang Utama artis terkenal loh." kata Cyla mengingatkan dua anak buahnya.


"Di Cabang kita memang belum artis terkenal, tapi mereka punya segment sendiri bu, kemanapun mereka manggung pasti banyak yang hadir. Fans loyal mereka banyak, belum lagi para pencinta Basket dan Pencinta Nanta." jawab Wari pada Cyla.


"Begitu ya?" Cyla mulai melunak, terbukti hari ini Nanta tidak ada di cabang selatan, beberapa pengunjung yang datang kecewa karena baru mendapat informasi jika Nanta tidak datang hari ini. Bahkan salah satu pegawai ada yang kena semprot penggemar Nanta karena tidak ada informasi Nanta ada dicabang mana.


Doni mulai naik kepanggung dan menyanyikan salah satu lagu ska terkenal, semua berjingkrakan menikmati aksi panggung Doni yang bukan kaleng-kaleng. Setelah selesai satu lagu Doni segera turun.


"Don, Tiga lagu lah." pinta Kuskus pada Doni.


"Honor bagi dua ya?" Doni bercandai Kuskus.


"Buat lu semua deh." Kuskus balas bercandai Doni. Semua terbahak mendengarnya. Kembali Nanta mulai melangkah kearah Cyla dan staffnya tapi terhenti karena mendengar langkah sepatu berderap, Nanta menoleh kearah pintu, Para petinggi Warung Elite diikuti Papa dan Papa Micko juga Rumi, Eh dibelakang Rumi muncul Dona dan Seiqa. Mike langsung saja wajahnya sumringah.


"Tadi saya dengar ada yang nyanyi lagu SKA?" tanya Andi pada Kuskus.


"Iya Pak, Doni tadi saya minta untuk ikut bernyanyi perwakilan dari Tim Nasional Basket Ball Indonesia."


"Bagus loh tadi, seru pasti banyak yang joget penontonnya. Berapa lagu Don?" tanya Andi pada Doni.


"Oke Tiga Don, honor dari gue pribadi." kata Andi dengan gayanya yang santai pada Doni.


"Ska?" tanya Doni berjalan maju kearah panggung.


"Iya." jawab Andi sambil melipat tangannya didada.


"Oke mainkan." kembali Antra as friend mainkan lagu yang Doni bisikkan pada mereka tadi.


"Buang-buang uang saja." dengus Cyla gelengkan kepalanya.


"Yah, uang pribadi Pak Andi kok." Jonathan tertawakan Cyla yang terus saja protes dari tadi. Wari hanya menghela nafas saja, Cyla selalu menebar aura negative, kemarin tidak terlalu nyata sebelum Nanta hadir. Sejak Nanta hadir jadi bertambah-tambah.


"Kok baru datang?" tanya Larry pada Dona.


"Dari tadi, tapi Om Kenan suruh kita makan dulu." jawab Dona terkekeh. Nanta tampak sedang asik ngobrol bersama Papa dan mertuanya.


"Pa itu Rumi mau dijodohkan dengan Larry." tunjuk Nanta pada Rumi.


"Eh keponakan Papi itu." kata Kenan pada Nanta.


"Iya Papi sudah tahu kok. Iya kan Pi?" Nanta minta persetujuan Mario.


"Bolehlah kalau cocok. Rumi agak unik sih orangnya." Mario terkekeh agak ragu Larry berhasil dekati Rumi apa tidak.


"Sepele itu Pi." kata Nanta membuat Mario tersenyum.


"Waduh patah hati nanti si Balen." Kenan tertawa ingat anak gadisnya.


"Kenapa?" tanya Micko, Mario dan Reza pun fokus ingin tahu.


"Tadi pagi waktu telepon Larry dia bilang mau jadi istri Larry kalau sudah gede." Semua langsung terbahak mendengar cerita Kenan. Nanta juga ikut terkikik geli.


"Karena itu kamu sibuk jodohkan Larry dengan Rumi?" tanya Mario pada Nanta.


"Tidak, masa karena Balen bilang begitu kita langsung panik sih, itu si unyil kan memang suka ajaib." Nanta tertawa lagi ingat adiknya.


"Papi kira begitu."


"Larry lagi jomblo sih, berapa kali pacaran tidak ada yang serius, sekarang sudah mau serius dia tapi tidak mau terburu-buru juga, makanya jadi sibuk ladeni Balen deh." Nanta menjelaskan. Mario anggukan kepalanya mengerti.


"Hidup nih mereka gaya panggungnya." komentar Reza menunjuk Doni feat Antra as friend.


"Keren kan Yah? seperti yang aku bilang." kata Nanta bangga.


"Iya betul yang kamu bilang." Reza acungkan jempolnya pada Nanta. Micko tersenyum menepuk bahu menantunya.


"Kamu sudah ngobrol sama Cyla?" tanya Reza pada Nanta.


"Baru mau aku datangi tadi Kuskus minta aku ke panggung, selesai urusan Kuskus aku mau datangi Ayah dan rombongan datang, aku lupa lagi deh." Nanta terkekeh.


"Tambah sewot saja dia lihat kamu." Reza ikut terkekeh, ia perhatikan dari tadi Cyla memandang sinis pada Nanta.


"Sabar Boy, biasa itu dalam dunia bekerja." kata Mario tertawakan Nanta.


"Tapi ini sih lucu Yo, anak kita kemaren disuruh ke bagian dapur, belajar masak." kata Reza sedikit kesal. Baru sampaikan kekesalannya pada Mario.


"Tidak beres itu Cyla, nanti gue panggil deh. Dia harus tahu tempatkan diri kalau Nanta ini yang akan gantikan kita." kata Mario jadi ikut kesal sendiri.