I Love You Too

I Love You Too
Tak jelek-jelek amat



Malam ini Kiki duduk ditaman bersama Reza dan Kenan. Melihat situasi, seakan ada yang mau dibicarakan Reza, Kenan segera beranjak meninggalkan mereka berdua.


"Ada yang mau dibahas?" tanya Reza


"Sheila." tegas Kiki tak mau berbasa basi. Matanya sedikit membesar terlihat kesal.


"Bukan pacar aku." jawab Reza singkat


"Tapi sering berdua. Kamu naksir Sheila atau sebaliknya?" tanya Kiki tak ingin menebak. Teringat kalimat Intan bahwa tidak ada persahabatan Cowok dengan Cewek, Salah satu pasti memendam rasa.


"Dulu waktu SMP aku yang naksir." Reza menjawab jujur.


"Berarti sampai sekarang masih naksir? Perasaan yang terpendam. Makanya berdua terus?" Cetus Kiki.


"Kalau masih naksir, aku pasti minta mama melamar Sheila. Bukan kamu" Reza mendengus kesal.


"Ya karena kalian tak terpisahkan. Kak Eja, aku tuh cemburuan loh. Sebelum memulai coba dipikir ulang. Nanti kamu menyesal." jawab Kiki sambil memberitahu salah satu sifatnya.


"Sudah tahu, bahkan sama Wina pun kamu cemburu." Reza mengingat saat Kiki menelpon Om Ryan tak terima ditinggal sendiri karena Papa ikut bersama Mama dan Wina.


"Iya itu. Nanti Kak Eja repot menghadapi aku. Walaupun sekarang belum, tapi nanti aku pasti cemburu kalau Kak Eja dekat dengan Sheila atau cewek manapun. Apalagi cintamu sama Sheila terpendam." tanpa ekspresi Kiki terus mengoceh.


"Ternyata kamu bawel juga ya." cetus Reza disambut bola mata Kiki yang membesar.


"Aku juga masih kecil, masih mau kuliah." lanjut Kiki.


"Setelah menikah masih bisa kuliah." Reza menaikan dahinya. Wajahnya terlihat semakin tampan. Ah reza kiki hilang konsentrasi jadinya.


"Aku tidak mau punya anak kalau masih kuliah." lagi Kiki mengajukan persyaratan.


"Lihat saja nanti." Reza tersenyum nakal. Kiki bingung, persyaratan apa lagi yang akan Ia ajukan supaya pernikahan tidak secepat ini.


"Jangan berfikir untuk mengundurkan pernikahan !!!" Reza seakan tahu Apa yang ada di otak Kiki. Tak ada bantahan. Kiki hanya diam sambil menatap Reza sesaat, menghela nafas, kemudian bertanya,


"Kenapa Kak Eja mau nikah sama aku?"


"Ya karena aku mau." Reza menjawab asal.


"Aku tidak cantik." kata Kiki sambil memegang pipinya. Reza menggeleng "Kamu tidak jelek-jelek amat." jawabannya menyebalkan.


"Berarti benar kan, aku tidak cantik. Cari saja yang cantik." Kiki mendengus kesal. Reza tertawa senang.


"Aku maunya sama yang tidak jelek-jelek amat seperti kamu." tegas Reza tersenyum lebar dengan wajah yang dimainkan menggoda Kiki. Kiki jadi salah tingkah.


"Kenapa Kak Eja terima perjodohan ini?" Kiki semakin Rewel. Membuat Reza gemas ingin mencubit pipinya. Tapi hanya sekedar ingin tidak dilakukan.


"Karena aku sayang sama mama papa aku, aku juga sayang sama..."


"Aku?" Kiki memotong percaya diri.


"sayang sama om Ryan dan Tante Ririn." Kembali Reza menggoda Kiki. Ah menyebalkan kiki memutar bola matanya malas.


"Kamu bisa kan tidak bawel? Nanti jangan bawel." Kata Reza lagi-lagi menyebalkan.


"Aku memang begini. Batalkan saja pernikahan ini." Kiki mulai kesal, sepertinya Kiki merajuk. Reza tersenyum tipis mengacak rambut Kiki. "Jangan pernah berfikir membatalkan atau mengundurkan pernikahan ini cantik." Reza mulai merayu Kiki. Satu kata saja sudah bikin senyum Kiki merekah.


"Aku belum tahu perasaanku sama Kak Eja. Baru suka saja." Kata Kiki jujur. Kembali Reza mengacak rambut Kiki gemas. Gadis polos.


"Tak apa jalani saja." Kata Reza santai. Ekspresinya sangat menenangkan Kiki.


"Ada lagi? kalau tidak ada kita gabung ke depan yuk." Ajak Reza ingin tahu hasil diskusi para papa dan mama. Tanpa menjawab Kiki beranjak meninggalkan Reza yang masih menunggu jawabannya. Dasar Kiki, Reza pun segera menyusul mengiringi langkah Kiki memghampiri Kenan yang sudah ikut nimbrung mendengarkan orang tua berdiskusi.


"Ngobrolin apa?" tanya mama Ririn kepo


"Ada deh." sahut Kiki menggoda Mama.


"Eh, Ja, habis kamu sembur apa nih dibelakang, tadi saja kening masih berkerut." Mama balas menggoda Kiki membuat yang lain tertawa.


"Sudah lega Ma, unek-uneknya sudah keluar." spontan Reza memanggil Ririn mama tanpa diminta.


"Eh itu kan Mama aku." Kiki mulai posesif.


"Bakal jadi Mama aku juga kan." Reza tak mau kalah.


"Iya Ki, kamu juga mulai sekarang panggil Mama dan Papa ya." Nina menyentuh dadanya pelan dan juga menepuk pundak Papa.


"Iya Ma," jawab Kiki malu-malu.


"Jadi kapan pastinya, Ma? tanya Reza penasaran.


"Sesuai rencana, seminggu sebelum kamu wisuda. Sederhana saja ya. Lebih baik uangnya untuk menambah renovasi rumah kamu tuh." Mama menjelaskan. Reza setuju mengingat setelah menikah Ia ingin segera pindah dari rumah utama. Dibantu Papa, Reza yang sedang merintis usaha, membeli rumah tak jauh dari komplek tempat tinggalnya saat ini. Ditengah, diantara rumah orang tuanya dan orang tua Kiki. Hal yang membanggakan buat Nina dan Dwi karena anak sulungnya sudah mulai mandiri.


"Pestanya dirumah saja ma." Pinta Kiki.


"Iya tamu undangan juga tidak banyak. Kiki paling temannya 4 orang." Mama Ririn sok tahu. Dulu memang teman Kiki sedikit, tapi dikampus Kiki sudah mulai bisa berinteraksi dengan banyak orang.


"Teman aku sekarang banyak loh Ma." protes Kiki.


"Iya kamu sortir saja jadi empat, teman mama banyak soalnya." tetap mama Ririn kembali semena-mena manja dengan putri bungsunya.


"Nambah dikit lagi Ma 15 deh." Kiki bernegosiasi. Papa Ryan hanya menggelengkan kepalanya sambil berdecak melihat Istri dan anaknya.


Drrrtt...drrrtt handphone Kiki berdering. Video call dari Intan. Kiki menggeser tombol hijau tanpa merubah posisi.


"Halooo..." Suara Monik dan Intan rusuh.


"Wah sudah malam masih beredar." Kiki tak terima, meski sudah diajak dan menolak, Kiki tetap komplen.


"Tadi siang lihat sheila sama cowok." Intan melapor.


"Sama siapa?" tanya Kiki sambil melirik Reza. Yang dilirik santai saja seakan tak tahu.


"Kacamata, mesra. Belum pernah lihat." Kata Monik ikut nimbrung. Reza melihat Kenan yang sedang cengar cengir. Menggeser hp Kiki agar mengarah ke Kenan.


"Iya itu dia." teriak Intan kaget karena tiba-tiba muncul wajah pria yang dilihatnya tadi siang.


"Siapa tuh Ki?" tanya Intan Kepo.


"Namanya Kenan, adiknya Kak Eja." Jelas Kiki.


"Oo Sheila lendotan sama dia tuh Ki." Intan tetap melanjutkan laporannya tanpa mempedulikan Kenan yang sedang menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ketahuan deh sudah turun pesawat dari pagi, baru sampai rumah jam lima sore.


Reza mengangguk-anggukan kepalanya sambil memegang dagunya. Adiknya sudah gerak cepat tanpa setahu Reza. Pasti karena Erwin.


"Ternyata pacaran sama adiknya Kak Eja ya." ceplos Monik sambil tertawa.


"Eh sudah ya. Jangan gosipin gue." kata Kenan mendekatkan wajahnya ke kamera sehingga wajahnya membesar. Ish Intan kaget dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.