
"Istirahat ya, salam buat mama papa, sampaikan maaf karena aku ga mampir." Kata Reza ketika Kiki hendak turun dari mobil. Mereka sudah sampai beberapa menit yang lalu.
"Hati-hati kak." Kiki sudah berdiri disamping mobil sambil melambaikan tangannya.
"Hati-hati aja?" tanya Reza menggoda Kiki.
"Apalagi ya??? itu aja kak."
"Ya sudah sampai ketemu sampai hari H yaa." Kata Reza sambil tertawa melihat ekspresi Kiki yang hanya memandangnya tanpa berkata apapun, bibirnya mulai maju beberapa senti. Hmmm bukan gue aja yang bucin kan, pikir Reza.
"Besok aku kuliah jam sepuluh." kata Kiki memberitahukan jadwal kuliahnya. Seperti kode minta dijemput nih, Reza pura-pura tak tahu.
"Trus?" Reza acuh tak acuh
"Aku sekelas Rino." bola mata Kiki mengecil, masih belagak acuh kah? Hmmm tampak Reza sedikit berfikir, hening sejenak. Mungkin memikirkan jadwalnya esok hari.
"Besok aku jemput jam sembilan. Jangan kesiangan." Tegas Reza, Kiki tersenyum senang. Jebakannya berhasil.
"Tapi Kak Eja kan sibuk."
"Iya kamu kan minta dijemput." tembak Reza. Kiki menarik nafas ingin membantah, tapi memang iya sih. Kiki tak bisa bohong, tertawa malu.
"Kamu masuklah, aku jalan." Reza melajukan kendaraannya saat Kiki sudah masuk teras rumahnya. Lucu banget sih minta dijemput pakai sebut nama Rino, Reza tersenyum mengingat akal akalan Kiki. Tapi Reza senang, Kiki sudah mulai tak mau jauh darinya.
"Waduh anak papa, pulangnya kok lama." sambut Ryan saat Kiki menuju ruang keluarga.
"Kan aku tadi sudah bilang papa sama mama."
"Iya, mana Rezanya?" tanya Ririn
"Tadi titip salam, ga bisa mampir, mau besuk mama temannya di rumah sakit." Kiki menjelaskan.
"Jadi tadi kamu meeting apa?" Ririn ingin tahu, karena tadi Kiki hanya bilang pulang kuliah meeting dulu di Warung Elite.
"Kerjaan ma, mau shooting iklan aku, nyanyiin jinglenya juga." Kiki menjelaskan sambil mencuci tangannya diwastafel, kemudian duduk dimeja makan, sementara Ririn dan Ryan duduk di sofa.
"Kok berani?" tanya Ryan takjub, sambil tersenyum, sejak berteman dengan Monik dan Intan, kadar pemalu Kiki sudah mulai berkurang.
"Ga papa kan pa,ma aku terima iklannya?"
"Kamu sudah meeting baru tanya." Ririn tertawa menggoda Kiki.
" Hehehe iya sih, jadi gimana dong." Kiki bingung
"Ga papa sayang, yang penting ga mengganggu kuliah kamu, ingat juga kamu sudah mau jadi istri orang loh, jangan salah langkah, sudah siap belum kalau nanti terkenal?" Ryan mengingatkan.
"Iya pa, ma, doain aku ya. Aku ga mau terkenal, mau kerja aja."
"Pasti dong, doa untuk anak ga putus-putus." jawab Ririn mengharukan. Kiki jadi menitikan air mata, doanya untuk mama papa mungkin belum sebegitunya.
........
Pagi ini Kiki tak kesiangan, sebelum Reza datang Kiki sudah rapi. Dari habis shubuh sudah dandan cantik ala Kiki, menunggu Reza sambil membuat Video endors. Karena beberapa hari ini sibuk jadi seperti punya hutang. Lumayan hari ini bisa upload lima produk. Karena sambil sarapan pun Kiki lanjut bikin video.
Aku sebentar lagi sampai dek
Pesan dari Reza, Kiki segera bersiap mengambil tasnya dikamar dan menunggu Reza diteras, setelah berpamitan pada Bi Ati asisten rumah tangga. Sedangkan Papa dan Mama dari pagi sudah berangkat ke bandung karena ada undangan dari kerabat mama. Tak lama tampak mobil Reza sedang memutar arah, Kiki pun keluar pagar sambil tersenyum senang.
"Iya, nanti jam sepuluh sudah harus kumpul, kalau jemput kamu jam sembilan, terlambat aku. Ga papa kan kamu dikampus lebih pagi?"
"Ga papa kan bisa ngobrol dulu sama teman kelas."
"Nanti aku ga jemput ya dek, Mungkin sampai malam kerjanya. Kamu pulang jam berapa?"
"Hari ini sampai sore, cuma dua kelas, jam sepuluh sama jam empat sore. Jadi aku keluar kampus jam enam sore nanti. Ga papa nanti aku minta jemput pak Min."
"Dari jam dua belas sampai jam empat kamu ngapain?"
"Belum tau, biasanya ke mal, ga tau idenya suka dadakan gitu kak. Kalau ga ada acara paling cari tempat bikin video bareng Intan." Kiki tertawa menjelaskan. Reza tersenyum dibuatnya.
"Sibuk sekali kamu dek. Belajarnya keganggu ga tuh?" tanya Reza, ia khawatir karena endors Kiki jadi tak konsen belajar. Sementara Reza tau niat Kiki kuliah sampai S3. Lihat aja nanti kalau sudah nikah, masih sama ga niatnya.
"Insyaa Allah ga kak, Nilai aku masih lumayan sih, ga jelek jelek amat." ups seketika Kiki jadi ingat kalimat Reza yang menurutnya menyebalkan.
"Kaya kamu dong dek ga jel.."
Kiki memukulkan boneka bantal dipangkuannya kepundak Reza. Sudah kesal dengan kalimat itu malah dipertegas. Reza terbahak dibuatnya.
"Galak juga ternyata." katanya masih sambil tertawa. Kiki cemberut berusaha menahan tawanya. Kalau ikut ketawa nanti Reza tak berhenti meledeknya.
"Kak, pada ngajak nonton habis makan siang nih." Kiki menunjukan pesan dari Monik di group khusus bertiga. Reza mengangguk tak melarang.
"Kak Eja ga bisa ikut kan? Ditanyain nih Soalnya si Anto mau ikut nonton." tanya Kiki sambil membaca pesan di handphonenya.
"Iya ga bisa, salam aja ya. Kamu jangan capek capek dek, biar fresh nanti saat acara." Reza mengingatkan. Kiki mengangguk.
"Kamu kapan perawatan?" tanya Reza lagi. Detail sekali kak Eja nih. Walaupun terkadang acuh tapi sangat perhatian.
"Kalau ga salah lusa deh kak, Nanti aku telepon Mama Nina lagi memastikan." kata Kiki, mengingat semalam saat makan malam Kiki mendengar Mama dan Mama Nina saling telepon membahas perawatan ini. Kiki tinggal diangkut lah, terima beres kalau mama mama sudah bergerak.
drrrttt... drrrtt... handphone Kiki berbunyi. Mama menelponnya pasti mau kasih tau sudah sampai.
"Assalamualaikum ma.."
"Sayangku kita sudah sampai ya nak, tapi sepertinya ga bisa pulang dulu nak, banyak ritual acaranya ternyata."
Kiki menarik nafas, berarti berdua saja sama Bi Ati malam ini.
"Ya sudah." jawab Kiki pasrah
"Nanti pulang kuliah kamu dijemput mama Nina ya nak, kamu nginap disana aja. Daripada cerewet telepon terus nanti. Mama Nina yang mau kamu nginap dirumahnya."
"Mama yang benar aja sih." Kiki tampak keberatan, pasti malu lah harus menginap dirumah keluarga Reza.
"Aku sama Bi Ati aja ma."
"Bi Ati sudah mama kasih libur dua hari nak, Rumah kosong sekarang."
Bola mata Kiki membesar, mama memang suka seenaknya dan papa mendukung lagi.
"Kenapa dek?" tanya Reza ketika Kiki menutup teleponnya.
"Nanti pulang kuliah aku dijemput Mama Nina, karena mama papa ga pulang, Bi Ati dikasih libur. Banyak ide banget mama mama nih." Kiki menutup wajahnya, sementara Reza tersenyum bahagia. Benar kan, kalau mama mama sudah bergerak, Kiki terima beres.