
"Nanti pulang sendiri ya dek, Sorry aku ga bisa jemput. Setelah antar Kenan ke bengkel, aku langsung ke warung." Kata Reza begitu sampai di parkiran kampus.
"Iya kak, aku bisa bareng Monik atau Intan." jawab Kiki sambil merapikan rambutnya yang tadi di acak-acak Reza.
"Nanti bareng aku aja kakak ipar, habis dari bengkel aku langsung jemput Sheila." Kata Kenan, langsung dilirik Reza agak keberatan karena Kenan selalu banyak ide.
"Kiki capek Ken, Biar dia langsung pulang."
"Iya nanti aku antar bang."
"Ga pakai mampir...!!!" tegas Reza
"Paling ke toko buku ya shei?" Kenan meminta persetujuan Sheila.
Sheila mengangguk dibarengi dengan gelengan Kiki.
"Ga usah Ken, aku sendiri aja." Jawab Kiki
"Ya sudah.." Kenan tak memaksa, Kiki dan Sheila pun turun dari mobil. Tak lama,
"Kiiii..." tampak Rino baru turun dari mobil. Kiki menoleh dan melambaikan tangan pada Rino sambil tersenyum ramah. Reza menghela nafas panjang.
"Mending pulang bareng aku atau bareng tuh cowok bang?" tanya Kenan sambil mencibir.
"Deeek...." teriak reza dari dalam mobil dengan jendela terbuka. Kiki menoleh dan kembali menghampiri Reza meninggalkan Rino, sementara Sheila sudah berjalan duluan menuju kelasnya.
"Nanti pulang sama Kenan aja ya," Kata Reza ketika Kiki mendekat. Kiki mengernyitkan keningnya bingung.
"Nanti kamu susul aku ke warung diantar Kenan." Reza seakan mengerti ekspresi wajah Kiki yang penuh dengan tanda tanya.
"Ok, aku kekelas ya." pamit Kiki. Rino masih menunggu Kiki dari jarak 100 meter.
"Kamu sekelas Rino?" tanya Reza, Kiki mengangguk .
"Kikiiiiii..." panggil Intan yang baru saja datang. Nah Reza menarik nafas lega karena Kiki tak hanya berdua dengan Rino.
"Ya sudah aku jalan ya, sampai nanti." Kata Reza, menjalankan mobilnya perlahan. Melambaikan tangan pada Kiki dan Intan yang berjalan mendekati Kiki sambil tertawa pada Reza.
"Handphone lu kenapa? error? tanya Intan setelah Reza berlalu.
"Dari kemaren ga pegang handphone." jawab Kiki, mereka berjalan bersama menghampiri Rino.
"Sibuk bener sampai ga pegang handphone.Duit nih duit." Intan menggesekan jari telunjuk dan jempolnya.
"Kenapa?" tanya Kiki tak mengerti.
"Buka dong chat gue , Monik juga ada chatnya tuh. Nanti aja kita bahas." Jawab Intan malas, karena ada Rino diantara mereka. Belum merasa akrab dengan Rino, jadi Intan merasa tak nyaman membahas pekerjaan didekat Rino.
"Baru sampai juga Rin?" tanya Intan pada Rino berbasa-basi.
"Dari tadi sih, tapi nungguin Kiki." jawab Rino
"Ga usah ditungguin, dia bisa jalan sendiri." ketus Intan. Kiki memonyongkan bibirnya, Intan menggerakkan kedua bahunya seakan geli melihat ekspresi wajah Kiki, kemudian berlari meninggalkan Kiki dan Rino.
"Intaaan..." Kiki pun ikut berlari mengejar Intan dan meninggalkan Rino yang sudah tak heran dengan gaya bercanda Kiki dan dua sahabatnya. Begitu berhasil menangkap Intan, Kiki merangkul Intan sambil bergaya seolah sedang memiting kepala Intan.
"Ngapain lari?" tanya Kiki sambil tertawa.
"Ga kuat lihat muka jelek lu." jawab Intan sambil mengatur nafasnya. Kiki ikut mengatur nafasnya sambil tertawa geli. Intan membuatnya bertambah lelah.
"Monik mana ya?" tanya Intan, matanya menyapu seisi kelas, belum ada tanda-tanda Monik sudah dikelas. Sibuk mencari Monik, Intan tak sadar kalau Monik sedang asik ngobrol dengan Kiki dan Rino dibelakangnya.
"Baru gue mau kasih tau Kiki, kalau lu ga ada dikelas." kata Intan sambil tertawa kecil.
"Ga bisa diam sih." celutuk Kiki kembali memonyongkan bibirnya. Intan kembali menggerakkan kedua bahunya. Tapi tak lari karena sudah merasa lelah.
"Ntar ngobrol yuk bisnis nih, dimana yang enak?" tanya Monik setelah mereka berada di dalam kelas.
"Di Warung Elite aja yuuk." ajak Kiki mengingat Ia diminta Reza sepulang kuliah menyusul ke warung.
"Ok." jawab Intan cepat. Monik pun setuju lalu mereka masuk ke kelas karena dosen sudah datang dan quiz segera dimulai.
Siang hari setelah jam kuliah selesai,
"Dijemput Ki? kalau ga dijemput bareng gue aja." ajak Rino sementara Kiki masih membereskan alat tulisnya.
"Duluan aja Rin, gue dijemput." kata Kiki tanpa melihat, masih sibuk beberes.
"Ok gue duluan ya, yuk Tan,Nik." pamit Rino meninggalkan tiga serangkai yang masih saling menunggu. Monik dan Intan melambaikan tangannya pada Rino.
"Sudah bilang Kenan, lu ikut kita?" tanya Monik memastikan.
"Gue udah bilang Kak Eja, nanti dia yang kasih tau Kenan." Jawab Kiki beranjak dari bangkunya mengikuti Intan dan Monik, mereka berjalan menuju mobil Intan.
"Bisnis apa sih?" tanya Kiki yang belum mengerti secara detail walaupun sudah membaca pesan dari Intan dan Monik. Mereka sudah dalam perjalanan menuju Warung Elite.
"clientnya Alex mau bikin iklan, mereka minta kita jadi modelnya dan minta lu yang nyanyiin jingle iklannya." Monik mengedipkan sebelah matanya.
"Gimana? kerja bertiga nih seru. Bayarannya juga lumayan banget." Intan menyemangati.
"Kerjanya juga ga lama, Ok lah terima." bujuk Monik.
"Kapan?" tanya Kiki
"Gue udah minta dia nyusul ke Warung Elite." Kata Monik
"Ya sud.. gue sih yang penting kebersamaan." jawab Kiki so sweet.
Mereka pun tiba di Warung Elite, Alex dan clientnya sudah datang lebih dulu. Sementara Monik dan Intan menghampiri Alex di VIP Room, Kiki mengintip Reza diruang kerjanya. Tampak Reza sedang bersama ketiga sahabatnya. Entah membahas apa. Kiki tak masuk keruangan hanya melambaikan tangan memberi kode pada Reza bahwa dia sudah sampai di sana, kemudian menghampiri sahabatnya, calon partner kerjanya.
"Nah ini Kiki." kata Alex memperkenalkan Kiki pada seorang wanita yang tampak keren dengan blazer dan rok sedikit dibawah lutut. Kiki suka melihat stylenya.
"Kiren.." katanya sambil mengulurkan tangan pada Kiki, disambut senyum hangat menyambut uluran tangan Kiren.
"Nanti yang bikin jingle siapa mbak Kiren? Kita punya teman keren loh main musicnya."
"Siapa sayang?" tanya Alex pada Monik.
"Andi, itu loh yang kemarin jebak Kiki perform." jawab Monik menjelaskan.
"Ada tuh mereka di ruang kerja." Kiki memberitahu keberadaan andi.
"Boleh tuh Nik, kalau mereka minat, saya pernah lihat tampilannya di medsos. Pernah coba hubungi juga sih tawarin kerjasama tapi ga minat kayanya ya. No respon." jawab Kiren.
"Mereka cuma hobby sih. Tapi kalau bantu Kiki mau kayanya" sahut Intan asal ceplos.
"Ayo mbak Kiki coba dibujuk. Saya tau mereka ga pernah mau tampil selain disini. Kami ga minta mereka tampil, hanya minta mereka yang membuat Jingle iklan ini." Kata Kiren semangat karena tau gaya musik Andi dkk disukai anak muda jaman now.
"Sebentar saya minta mereka kesini ya mbak Kiren." Kiki pamit meninggalkan tempat meetingnya, menuju ruang kerja.