I Love You Too

I Love You Too
Super Hero



"Titip untuk kesayangan gue." Ando menyerahkan buku yang dibelinya tadi pada Nanta saat mereka akan pulang.


"Buku? pasti nanti dirobek, jangan marah." kata Nanta menerima tentengan Dari Ando.


"Biar saja, yang penting dia tidak kecewa karena Aban hanya perhatikan Wulan." jawab Ando terkekeh.


"Matasih Aban Ando." Nanta menirukan gaya Balen, mereka berdua pun tertawa. Sementara Dania hanya cengengesan tak begitu mengerti.


"Kamu pulang naik apa?" tanya Ando pada Dania.


"Ojek Online." jawab Dania tersenyum.


"Kami antar." kata Nanta, Ando pun mengangguk.


"Aku juga mau bertemu Nek Pur."


"Oh tidak merepotkan kah antar aku pulang?" tanya Dania tak enak hati.


"Kalau merepotkan itu, sudah dari pertama bertemu kan?" Nanta terbahak.


"Ish Mas Nanta." Dania ikut terbahak tidak menyangkal apa yang Nanta katakan.


"Nanta..." sapa seorang gadis saat mereka berselisih jalan, ia tersenyum dengan sangat manisnya.


"Hai..." jawab Nanta melambaikan tangannya ikut tersenyum ramah sambil terus berjalan menuju parkiran. Ando acuh saja kembali mengajak Nanta dan Dania bicara.


"Aban..." sapa gadis lain mengintip dari dalam toko, ia melambaikan tangan pada Nanta sambil melompat senang saat Nanta membalas lambaian tangannya.


"Mas Nanta, apa kamu artis?" tanya Dania bingung.


"Bukan." jawab Nanta apa adanya.


"Banyak sekali yang menyapa." kata Dania lagi.


"Hanya dua orang itu." jawab Nanta santai.


"Nanta foto dong." kata gadis lain langsung saja mungulurkan handphonenya untuk berswa foto. Nanta ikut berpose bersama mereka.


"Dia bilang, dia bukan artis. Tapi kenapa mereka melihat Nanta seperti orang terkenal." dengus Dania sedikit kesal. Ando terbahak mendengarnya.


"Mungkin karena Nanta ganteng." jawab Ando masih terbahak.


"Banyak juga yang ganteng tapi tidak begini. Waktu di airport pun banyak yang melirik Nanta." kata Dania lagi.


"Ya begitulah, tapi dia bukan artis, jangan heran kalau sekali waktu ada fans nya yang menyapa." jawab Ando tersenyum lebar.


"Apa dia super hero? spiderman atau batman mungkin." kata Dania konyol, Ando kembali terbahak.


"Ya memang Nanta superhero, buktinya kamu terselamatkan saat di Bandara kemarin." kata Ando disela tawanya.


"Iya betul juga, gawat juga punya pacar baik hati seperti Mas Nanta, kasihan pacarnya nanti." kata Dania tertawa.


"Makanya yang jadi pacar Nanta nantinya harus pengertian. Eh tapi dia tidak boleh pacaran." kata Ando buka rahasia.


"Kenapa begitu?"


"Sudah keturunannya, mereka sekeluarga menikah tanpa pacaran." jawab Ando menaikkan alisnya. Dania mengangguk tanda mengerti.


"Kamu siap jadi istrinya Nanta?" tanya Ando sambil memperhatikan sahabatnya yang sedang diajak bicara oleh penggemarnya yang lain lagi.


"Kalau setiap jalan dicegat dan Nanta meladeni seperti ini, aku tak akan sanggup." jawab Dania tertawa.


"Cemburu?"


"Pasti cemburu kalau jadi pasangannya." jawab Dania pasti.


"Kuatkan diri dari sekarang." Ando terkekeh.


"Apa sih kakak Ando." Dania memukul bahu Ando, ia tampak memerah.


"Nia kamu sekarang jauh lebih kalem, dulu kan kamu tomboy." kata Ando memandang Dania.


"Karena rambutku saja mungkin, dulu bondol jadi kesannya tomboy." jawab Dania ikut memperhatikan Nanta yang sudah berjalan ke arah mereka.


"Mas Nanta tuh super hero ya? apa banyak gadis yang Mas Nanta tolong seperti aku dibandara kemarin?" tanya Dania terkesan posesif.


"Ada yang cemburu." bisik Ando jahil.


"Eh..." Nanta memandang Ando dan Dania bingung.


"Dania kira kamu artis, Mas Nanta." kata Ando terbahak.


"Makanya aku tanya, apa Mas Nanta super hero?"


"Kamu kira ini dunia Marvell." Nanta terkekeh.


"Suka menolong setiap gadis yang kesusahan seperti aku kemarin?" tanya Dania lagi. Nanta dan Ando jadi tertawa.


"Betul kan gue bilang dia cemburu." bisik Ando yang berjalan disebelah Nanta. Nanta mengernyitkan hidungnya pada Ando, baru juga tiga hari kenal, mana mungkin cemburu.


"Kamu kira aku cowok apakah? menolong setiap gadis. Kasihan Ando nanti kalau aku begitu." Nanta tertawa ingin sekali mencubit pipi Dania, tapi baru juga kenal nanti dikira apa lagi.


"Iya kasihan aku Nia, aku kan juga ingin menolong gadis cantik seperti kamu." jawab Ando membuat Nanta menjewer kuping Ando.


"Ish cemburu." kata Ando konyol.


"Jangan tebar pesona, mau Wilma tidak." bisik Nanta dengan tatapan mengancam.


"Hahaha iya ampun ndoro." jawab Ando tertawa puas.


"Senang sekali Kakak Ando tertawa." kata Dania jadi ketularan tertawa. Bertambah lagi temannya sekarang, dipikirnya ia tidak akan pernah bertemu Ando lagi sahabat kecilnya, kakak kelasnya sewaktu di sekolah dasar. Malah karena bertemu Ando, Dania jadi tahu kalau Papanya berteman baik dengan Papa Nanta, tapi Dania tidak tahu jika Papanya bekerja diperusahaan yang sama dengan Papa Nanta.


"Mereka sudah tiba diparkiran, Ando langsung saja duduk di bangku penumpang belakang, hingga dengan sendirinya Dania duduk didepan bersama Nanta. Mereka berdua terlihat serasi, pikir Ando. Ia senang sekali jika nantinya Nanta berjodoh dengan Dania.


"Nia, kapan-kapan main kerumahku, Mama pasti senang bertemu denganmu." kata Ando saat Nanta sudah melajukan kendaraannya keluar dari Mal.


"Iya, nanti ya atur waktunya dulu." jawab Dania menoleh pada Ando.


"Saat libur saja, kalau kamu dating sama Nanta, main kerumahku saja." kata Ando membuat Nanta terkekeh.


"Dating, apa itu dating kakak Ando?" tanya Nanta terbahak.


"Ish gue kasih tempat bukannya terima kasih. Kalau di Mal berdua, Oma lu lihat kan dinikahkan langsung kalian." kata Ando membuat Nanta menggelengkan kepalanya, temannya ini ember sekali, bercerita tentang Oma didepan Dania.


"Nanti kita kenalkan sama Wilma." kata Nanta pada Ando.


"Pacarnya Mas Nanta ya?" tanya Dania polos.


"Calon istriku." jawab Ando yakin.


"Wow sudah punya calon istri Kakak Ando." Dania tampak takjub.


"Aku yang mau dia jadi Istriku nanti." jawab Ando terkekeh.


"Sekarang biar saja Nanta yang menjaga Wilma, mengantar jemput. Menikahnya sama aku nanti." kata Ando konyol.


"Usaha dong, masa gue yang antar jemput." dengus Nanta tersenyum tipis.


"Yah, kamu kan searah Aban, kalau gue yang jemput itu putarnya jauh." jawab Ando yang memang malas menyetir, padahal Mamanya sudah membelikan mobil untuk dibawanya kekampus.


"Tidak ada pengorbanan untuk calon istri, nanti diambil orang loh." kata Dania pada Ando.


"Diambil orang sih tidak mungkin, takutnya diambil Nanta." kata Ando miris.


"Bicara jangan sembarangan On, itu bisa jadi doa." kata Nanta fokus menyetir.


"Ih jangan sampai, Nanta gue titip Wilma sebentar saja ya, sampai gue punya penghasilan.." kata Ando membuat Nanta dan Dania terkekeh.


"Kamu pasti suka sama Wilma, anaknya menyenangkan. Mama Ando saja kalau ada Wilma tidak berhenti tertawa. Bahagia sekali wajahnya." kata Nanta menjelaskan pada Dania.


"Wah jadi tidak sabar ingin berkenalan dengan Wilma." kata Dania tersenyum.


"Daddynya Wilma kenal juga sama Om Micko." kata Nanta membuat Dania mengkeret, kenapa semua jadi kenal sama Papanya.


"Ayo bertemu Om Micko." ajak Nanta lagi.


"Shalat dulu ya minta dikuatkan hati." kata Wilma pada Nanta.


"Boleh ya aku cerita sama keluargaku kalau kamu anak Om Micko." kata Nanta lagi.


"Tunggu dulu, betul tidak Papaku itu orang yang kamu maksud." kata Dania ragu.


"Kamu punya fotonya?" tanya Nanta.


"Memang Om Micko kok, kenapa jadi ragu sih." protes Ando. Dania mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan foto kecilnya bersama Papa yang selalu tersimpan di gallery handphonenya.


"Ini memang Om Micko." kata Nanta setelah melirik pada layar kaca handphone Dania dan kembali fokus menyetir.


"Ya sudah coba saja bahas sama keluarga Mas Nanta." kata Dania walau sedikit tidak percaya diri, apa Papa mau bertemu dengannya, selama ini kan tidak pernah mencari Dania. Padahal Papa tidak akan masalah dengan biaya yang akan dikeluarkannya. Apa Mama tidak mengijinkan Dania bertemu Papa ya? pikir Dania lagi.