
Hari ini ulang tahunku, aku senang sekali karena aku akan menerima banyak ucapan selamat dan doa dari teman-temanku, ya, aku sangat suka jika orang orang disekitarku mengucapkan selamat ulangtahun padaku, bukkannya aku mengharapkan hadiah, aku sama sekali tidak pernah mengharapkan hadiah dari siapapun, di doakan saja aku sangat bersyukur
Setibanya disekolah teman-teman mengucapkan selamat ulangtahun padaku. Aku senang semua orang disekitarku mengingat hari ulang tahunku, dan tentu saja kecuali rizal pacarku. Dia bahkan tidak tau hari ini adalah ulangtahunku, dia acuh, dia cuek, dia tidak pernah peduli denganku, tapi aku tidak apaapa dia menghargai perasaanku saja aku sangat senang, karena untuk urusan hati tidak ada yang bisa memaksa perasaan untuk mencintai orang, makanya aku tidak akan memaksa dia untuk mencintaiku.
* Tidak ada yang salah dengan orang yang jatuh cinta, karena si pemilik hati pun tidak bisa mengontrol hatinya untuk tidak mencintai*.
"selamat ulang tahun."
Dili memeluk ku dengan erat ketika aku sudah duduk di bangku ku, aku juga membalas pelukannya "makasih",
Dili tau kalau aku memang tidak sebahagia saat aku berstatus "jomblo". Seharusnya ketika punya pacar orang akan senang karena akan merayakan dengan pacarnya, tapi tidak denganku, aku hanya merayakan ulangtahunku dengan dili berdua sajaaa walaupun teman-temanku banyak tapi aku hanya merasa berdua saja dengan dili, dan dengan pacarku? Aku bahkan seakan sudah terbiasa dengan sikap acuhnya rizal padaku,
Saat bel pulang sekolah berbunyi, aku keluar dari kelas ku dan aku berpapasan dengan gian, aku tersenyum padanya dan..
byyyuuurrrrrrrrrr
"Aaaaakkkhhhhhhhhh",
aku mendapatkan kejutan dari teman-temanku, diguyur dengan air, terigu, telor, dan yang lainnya, mereka dengan sangat antusiasnya melemparkan itu semua ke arahku, karena emang itu yang biasa dilakukan oleh teman-temanku ketika ada yang berulang tahun.
Seketika pandanganku blurrrr, aku tidak bisa melihat siapapun di sekitarku, aku hanya mampu mendengar suara mereka yang tertawa keras untukku sembari mengucapkan selamat ulangtahun padaku , aku mendengar dili menertawaiku, lalu aku memanggil dili yang berada di sampingku "dili," kataku dengan suara kecil
Walaupun aku hanya mengeluarkan suara kecil dili seakan sekontak batin denganku dia paham, lalu dia mendekatiku
"kenapa"? Katanya
"tolong aku, papah aku ke toilet, aku tidak bisa melihat apa-apa," bisikku
Mendengar aku bicara seperti itu padanya dili mehalangi tubuhku dari teman-teman yang masih melemparkan terigu nya ke arahku, sehingga dia juga terkena lemparannya
"udah, stop ah, kita mau pulang nih" teriak dili ke teman-teman yang lain dan mereka juga menyudahi aksinya dan mengucapkan selamat ulangtahun padaku, aku ingin memeluk mereka dan memberikan terigu yang menempel dibajuku pada mereka, namun naas tidak ada yang mau, mereka semua langsung berlarian berpencar, hanya dili yang tanpa banyak kata dia memelukku, dia tidak memperdulikan dengan baju ku yang basah, kotor bahkan bau
"makasih dili", batinku
Lalu dili membantuku ke toilet, ditoilet dia membersihkan muka ku yang penuh dengan terigu dan telur itu, setelah selesai dili bilang " udah bisa liatkan?"
" udah dili, makasih",
" nyo pulang"
"jalan?", kataku
"yups",
" tapi.. "
Belum sempat aku bicara dili memotong perkataanku.
" jangan malu, ada aku, aku aja gamalu,"
Katanya, seakan dili mampu membaca pikiranku, lalu mengiyakan dan kita pulang jalan kaki seperti biasa, sepanjang perjalanan semua orang menatapku, mereka mengucapkan selamat ulangtahun padaku, semua yang melihat bahkan orang yang berlalu lalang saja mengucapkan selamat ulangtahun padaku padahal aku gak kenal, aku melihat dili dia hanya tersenyum padaku, seakan dia tau yang ingin aku bicarakan
****
Setelah aku membersihkan badanku aku tiduran di kamar sambil asyik dengan sosmedku, membalas semua ucapan dan doa yang diberikan oleh teman-temanku
Tring //
Gian : Hai selamat ulang tahun
Aku : makasiihhhhhh a ( aku manggil gian dengan panggilan a atau aa , (a atau aa adalah Bahasa sunda yang artinya kakak kepada lakilaki)
Gian : Mau kado apa
Aku : Mobil (balasku singkat, dan asal saja padanya,)
Gian : Hahaa iya aku beliin Mobil-mobil an yaaaaa
Aku : haha boleh deh boleh
Setelah chat di sosmed itu aku dan gian jadi semakin dekat kita sering bertukar pesan setiap hari, menit bahkan detik yang sama, bahkan sebelumnya aku dan gian memang sering bertukar pesan semenjak pertemuan kita di labkom itu
, lama aku bertukar pesan dengan gian hingga malam dan aku pun tertidur karena ngantuk sekali, cape juga
Tring. //
Gian :
Untukmu yang selama ini bersamaku, terimakasih telah menemaniku hari-hariku dengan penuh warna, semakin aku mengenalmu semakin aku ingin masuk ke kehidupanmu.
Maukah kamu jadi pacarku?
Pagi harinya aku membuka ponselku, karena mendapati notifikasi aku membuka pesan itu,
Aku yang melihat pesan itu mengabaikan nya saja tidak membalasnya, karena aku hanya menggangapnya teman saja, karena aku masih punya pacar
Aku paling benci dengan orang yang mengutarakan perasaan nya lewat pesan, dan sebenarnya itu alasanku, dan aku akan langsung menolak orang yang mengutarakan perasaaannya lewat pesan.
Gian emang bukan orang yang banyak basa-basi, dia akan to the point, dan gian emang bukan orang yang pandai untuk basa-basi, dia selalu singkat padat dan jelas, dia juga tidak romantis sama sekali, cara dia mendekatiku benar-benar tidak mengindahkan hari-hariku
****
Disekolah aku bertemu dengan gian, keliatan bahwa dia sangat canggung bertemu denganku tapi tidak denganku aku biasa saja, karena aku hanya menggangap angin lalu saja
****
Hari ini adalah hari libur, aku bermain dengan reyna sahabat kecil ku, dia orang pertama yang berkenalan denganku tepat saat aku pertama kali menginjakan kaki ku di bandung, aku bermain kerumahnya, dia juga mengucapkan selamat ulangtahun padaku, lalu dia curhat tentangnya, yah dia selalu curhat tentang dia padaku, tapi aku tidak pernah menceritakan tentang diriku padanya, entahlah aku lebih nyaman bersahabat dengan dili yang aku kenal ketika memasuki SMP, maaf aku tidak bermaksud membandingkan ke dua sahabatku ini.
Aku duduk di sofa sambil menonton tv, aku masih berada di rumah reyna, reyna mendekatiku dia memainkan ponsel barunya ku kira, yah mungkin, karena aku baru melihatnya menggunakan ponsel itu
" Ini punya rizal", kata reyna dengan tiba-tiba seakan dia menjawab apa yang ada di pikiranku
Aku kaget, aku langsung mematung, aku tau rizal yang dia maksud adalah rizal pacarku karena rizal juga mengenal reyna
"apaapaan? Batinku.
" Ko bisa? " tanya ku dengan tenang
Reyna memang sahabat kecilku tapi dia tidak mengetahui hubunganku dengan rizal, karena kesepakatan kami backstreet itu, berbeda dengan dili, aku memberi taunya karena dia tidak kenal dekat dengan rizal, dia hanya tau saja
" Rizal menembakku kemarin," katanya
Apaaaaaaaa. ( dan tentu saja ini batinku, aku tidak bicara sekeras itu pada reyna, walaupun aku kaget bukan kepalang, sungguh mendengar penuturan seperti itu darinya membuat kepala ku pusing seketika
" Oya?", kataku berusaha tersenyum sambil tenang, padahal hatiku sungguh hancur pada saat itu, aku ingin menangis sekencang-kencangnya aku ingin.. Entahlah tubuhku lemas.
" iya, aku tidak mencintai dia, tapi dia telah berkalikali menembakku, dia bersungguh sungguh padaku, akhirnya aku menerimanya."
" aku hanya menghargai perasaannya, setelah dia bosan denganku, dia juga akan memutuskanku," lanjutnya
"ko gitu? Dia bersungguh-sungguh loh, kamu harus mencintainya rey,"
" kamu kan tau ci, aku punya orang yang aku cintai, orang yang aku sayangi, pacarku ilham,"
Yah, akutau reyna memang telah mempunyai pacar ilham namanya, meski baru beberapa bulan dengan ilham aku tau bahwa reynaku ini telah mencintai pria itu, tapi aku kasih tau ya reyna juga sebenarnya pemain laki-laki, playgirl dan rizal playboy, sangat cocok bukan?
" lalu dia memberiku hp ini, untukku katanya agar aku bisa membalas pesannya dengan cepat, " lanjutnya
"aku mendukung apapun keputusanmu rey, tolong jangan sakiti hati rizal rey, kasian tau anak orang,"
"kayaknya rizal lebih cocok disandingkan denganmu ci, aku mendukungmu jika kamu jadian dengan rizal, bagaimana jika aku comblangkan kalian," kata reyna
Udah pacaran rey, udah, kamu gatau aja aku ini pacarnya. Batinku kesal
" Ah engga, mana mungkin aku akan berpacaran dengan mantan pacar sahabatku nantinya, " kataku
Tenang ci, tenang
Yah, aku bukan selingkuhan nya, dia selingkuhan nya dia bukan aku. Batinku yang udah tak karuan
Lalu rey dengan iseng ingin tau siapa nama kontaknya itu di hp rizal ini, dan namanya kontaknya adalah" sayangku"
Jleeeebbbbbbb
Berasa ada sakit sekali di dalam tubuhku, hati lebih tepatnya, namun aku berusaha tenang di hadapan reyna aku menunjukan senyumku dan bahkan bercanda tawa dengannya seakan tidak terjadi apa-apa
Ketika reyna kedapur, hp nya rizal dititipkan padaku, " oke, kataku," seketika aku juga penasaran dengan nama kontakku di hp rizal pada saat itu, dan aku melihat nama kontakku berada paling atas dengan nama " Letnan" katanya, aku bingung entah apa maksudnya dengan menamaiku seperti itu. Lalu aku meminta izin pada rey untuk membuka pesan, dan rey pun mengizinkan aku untuk membaca semua pesannya, rey tidak menyembunyikan apapun padaku, aku yang banyak menyembunyikan tentangku pada rey, termasuk perasaanku, banyak sekali pesaan antara rey dengan rizal pacarku,
Oh gini, aku ga pernah di bales, jadi dia chatting dengan rey ya. Batinku
Apa yang aku lakukan salah? Dengan tidak memberi tahu pada rey?
Apa aku salah tidak terbuka pada rey?
Aku emang orang yang tertutup
Aku tidak bisa memberitahu rey bahwa aku juga pacar rizal, karena aku takut persahabatan kita hancur, dan aku tidak mau itu
Tuhan, inikah kisah cintaku? Inikah jalan hidupku?
D e n g a n s e g a l a k e r e n d a h a n h a t i
m o h o n m a a f a t a s s e g a l a
k e k u r a n g a n d a l a m t u l i s a n i n i ,
s e m o g a k a l i a n d a p a t m e n g a m b i l
h i k m a h n y a
S e l a m a t m e m b a c a 😊