I Love You Too

I Love You Too
Semarang



Jumat ini Kiki dan Reza bersiap menuju stasiun gambir, mereka berencana menggunakan kereta menuju Semarang, sebenarnya Reza sudah mengajak Kiki menggunakan pesawat, tapi dasarnya Kiki yang takut naik pesawat lebih memilih kereta api luxury dan kembali ke Jakarta keesokannya menggunakan pesawat karena mengejar waktu agar bisa menghadiri pernikahan kedua sahabatnya. Andi dan Erwin pun akhirnya mengikuti. Mereka juga akan hadir diacara resepsi Monik dan Intan. Mario pun diundang tapi entahlah bisa datang atau tidak.


Pukul enam pagi Kiki dan Reza sudah tiba di stasiun Gambir, tadi diantar oleh Pak Min. Sambil menunggu sahabatnya, Reza mengajak Kiki menunggu di salah satu restaurant disana.


"Kamu makan apa dek?" tanya Reza sambil membuka buku menu. Sebenarnya belum lapar karena masih terlalu pagi, tapi rasanya perut perlu diisi untuk menambah energi.


"Jus aja ya kak, nanti kan dikereta dapat makan."


"Ok sayang." Reza pun memesan jus sesuai permintaan Kiki untuk mereka berdua eh untuk berempat karena Erwin dan Andi sudah memberi tahu bahwa mereka sudah memasuki area parkir.


Benar saja tak lama kedua anak muda yang kata Reza perjaka ting ting pun tiba dengan senyum konyolnya. Mata tampak memerah sepertinya habis begadang.


"Ga tidur lu ya?" tebak Reza melihat Erwin sesekali menguap.


"Nih sohib lu, ngajakin gue nginep rumahnya malah nemenin dia pacaran." sungut Erwin.


"Hmmm... online sampai pagi kah? sama Cindy kak Andi?" tanya Kiki berharap perjodohan mereka berhasil.


"Siapa lagi Ki, mana mau dia sama cewek lain begitu." sahut Erwin. Reza hanya cengar-cengir saja melihat Andi yang berlagak cuek jadi bahan pembicaraan.


"Udah jadian?" tanya Kiki ingin tau.


"Belum lah sayang, buru-buru amat, diajakin begadang dulu belum pakai nembak itu." jawab Reza sambil merangkul Kiki yang duduk disebelahnya.


"Gue ga main tembak deh Ki, langsung lamar aja nanti. Tapi gue mesti cari info dulu tentang ortunya, ga kaya nyokap Sheila kan Ki?" Andi membangkitkan luka lama eh belum lama deh baru berapa hari yang lalu.


"Hihi ga lah kak, cuma satu yang kaya gitu." jawab Kiki tertawa mengingat kejadian di mal dua hari lalu. Merekapun terbahak dibuatnya.


"Kalau lu liat muka Reza, Ki. Waktu dikabarin Intan langsung lari aja, gue takut kenapa-napa dijalan panik gitu. Makanya kita ikut, ya ga Ndi." Andi mengangguk menyetujui ucapan Erwin.


"Panik gue friend, Kiki tuh cengeng banget jadi gue kebayang deh mukanya kaya gimana." Kiki langsung mencubit pinggang Reza, tak terima cengengnya dibahas dimuka umum. Sambil tertawa, Reza hanya mengusap pinggangnya.


"Intan kaya jagoan ya." Erwin mengingat video di mal yang sempat beredar tapi tak jadi viral itu. Kok bisa, ya bisalah kalau Mario sudah turun tangan. Entah bagaimana caranya.


"Hahaha iya sih orang gila dia lawan juga." Andi terbahak mengingat Intan.


"Ish kak Andi, udah ah ga usah dibahas, aku jadi gimana gitu ngebayangin Kak Sheila. Kasian."


"Iya sih, semoga kuat deh tuh anak."


"Yuuk kayanya kereta kita udah mau datang nih." ajak Reza, mereka pun segera beranjak.


Mereka menikmati lima jam perjalanan didalam kereta, dengan melihat pemandangan, makanan yang baru sebentar jalan, sudah datang, gratis karena fasilitas dari kereta luxury yang mereka dapat, bahkan ada snack juga yang mereka nikmati. Pukul satu siang pun mereka sudah tiba di Kota semarang, disambut dengan instrument kr. gambang semarang. Kiki senang sekali. "Lagunya enak." katanya sedikit norak. Reza tertawa sambil mengacak poni kesayangannya.


"Puas banget nih penganten baru honeymoon ya, dari S'pore lanjut semarang." kata Andi dalam perjalanan menuju Hotel.


"Ho'oh" kata Reza tersenyum pahit. Kiki tertawa dibuatnya, untuk yang satu ini Reza tak mau membahas pada sahabatnya. Bisa-bisa jadi bulan-bulanan dia menggantikan Erwin.


"Nanti kita ke simpang lima ya." ajak Kiki semangat.


"Ada apa disana?" tanya Erwin yang perdana menginjak Kota Semarang.


"Kuliner Win, travel ama Kiki gue diajak ketempat makan terus. Ga ngajak ngemal dia." jawab Reza mengusap bahu Kiki.


"Aku bingung mau belanja apa lagi, dapat kiriman terus Alhamdulillah."


"Hihi iya videoin aku terus. Nanti mau ke kota lama ga?" Kiki balik bertanya.


"Kita lewat nih non, mau mampir sebentar?" sahut pak supir yang menjemput mereka. Kiki menatap suaminya meminta persetujuan.


"Boleh pak mampir sebentar ya, setelah itu kita ke Hotel." jawab Reza.


"Iya sekalian makan siang lah Ja." celutuk Erwin yang mulai lapar, walaupun dikereta perutnya terisi penuh.


"Ga makan dihotel aja?" tanya Andi.


"Ga friend gue pengen cobain menu khas daerah sini, makan dimana yang enak pak kalau siang begini?"


"Ada mas, mau makan dulu atau ke Kota lama dulu?" tanya pak supir


"Kota lama dulu aja pak, setelah itu cari makan baru ke Hotel." jawab Erwin pasti.


Setibanya di Kota lama, Reza mulai membantu istrinya membuat Video endors. Karena view yang menarik, Andi, Reza dan Erwin pun ikut mengabadikan moment keberadaan mereka disana. Bergaya ala turis lokal. Tak lama disana hanya sekitar setengah jam lewat sedikit, mereka mulai menuju ke tempat Kuliner yang dimaksud oleh pak supir.


"Makan apa disini yang enak pak?" tanya Erwin. Karena banyak beberapa pilihan restauran didalam kawasan tersebut, membuat Erwin bingung mau masuk kemana.


"Ada soto, nasi ayam , sebelah sana seafood mas." jawab pak supir. Akhirnya mereka pun memilih nasi soto. Setelah menikmati kuliner khas semarang, mereka segera ke Hotel milik keluarga Mario.


"Lama amat dari stasiun, biasanya juga lima belas menitan." gerutu Mario yang sedari tadi menunggu, tapi tamunya tak kunjung datang, sudah ditelpon tapi satupun dengan sengaja tak mau menjawab.


"Kangen bener sama kita?" tanya Erwin konyol.


"Sumpek gue friend, mau ngobrol sama siapa?"


"Sama Regina lah, mana orangnya?" tanya Andi.


"Tadi sih nungguin kalian juga, tapi gue suruh nunggu dikamar aja. Lu mau tidur sama istri lu apa sama kita friend?" tanya Mario pada Reza.


"Kiki sendiri kasian dong." jawab Reza beralasan tak mau dipisah.


"Kiki sama Regina lah, lu sama kita."


"Gimana sayang?" tanya Reza meminta persetujuan Kiki.


"Aku sama Regina aja."


"Kamu ga mau tidur sama aku?" protes Reza mendengar jawaban Kiki.


"Kan kak Eja mau kumpul melepas bujangnya kak Mario."


"Iya Ja, lu ga mau ajarin Mario malam pertama?" celutuk Erwin membuat Kiki panik takut Reza bercerita yang aneh-aneh.


"Boleh dek diceritain?" tanya Reza menggoda Kiki.


"Aku tidur sama kak Eja aja." jawab Kiki kemudian, Reza tersenyum senang.


"Friend sorry, bini gue kalau ga dipeluk ga bisa tidur." katanya konyol.


"Sombong amat." sungut Erwin kesal. Yang lain tertawa dibuatnya. Mario memberikan kunci kamar untuk pasutri tersebut, "Kalau berubah fikiran, kekamar kita aja friend." katanya menepuk pundak Reza.