I Love You Too

I Love You Too
Kesal



Malam ini Kenan sedikit kesal pada Reza, setelah melewati pukul sepuluh malam, Reza baru mengajak Kenan pulang. Tentu saja ia tidak bisa bertemu dengan cowok ganteng yang Nona maksud.


"Lain kali jangan begini lah bang." kata Kenan dalam perjalanan pulang kerumah.


"Begini bagaimana? biasanya juga begini."


"Abang hari ini seperti audit, semua berkas diperiksa, memangnya aku melakukan penggelapan. Datang tidak konfirmasi juga, bikin kesal saja."


"Marah karena pekerjaan atau karena tidak bisa mengantar Nona pulang." Reza tembak langsung, biasanya diajak lembur semalam apapun Kenan tidak pernah marah.


"Bawa-bawa Nona lagi." Kenan membuang mukanya.


Reza tersenyum saja, kehadiran Reza hari ini karena melihat video-video yang dikirim Raymond ke group "Awasi Om Kenan", tentu saja Kenan tidak di ikut sertakan dalam group itu, untuk memastikan hubungan Kenan dengan Nona, Mama Nina meminta Reza dan Kiki untuk datang, terlebih Kenan memaksa Mama Nina untuk menerima Nona tinggal di paviliun kesayangan Kenan dan Reza. Tidak ada orang lain selain keluarga yang boleh memasuki wilayah itu oleh Kenan.


Yang menjadi pertanyaan Mama Nina, Nona yang bukanlah bagian dari keluarga kenapa malah disuruh tinggal disitu, bahkan Kenan meminta Mama Nina memperlakukan Nona secara istimewa, walaupun tanpa diminta pasti Mama Nina dengan senang hati akan melakukan itu. Terlepas dari Nona putrinya Baron yang sudah mendidik Kenan dan menitipkan Nona pada Kenan, itu bukankah suatu alasan untuk Kenan extra perhatian seperti sekarang.


Reza bertambah yakin Kenan ada hati dengan Nona setelah malam ini tampak galau, kesal dan sedikit marah pada Reza.


"Kalau cinta katakan saja, nanti keburu diambil orang." goda Reza pada adiknya.


"Apa sih Bang, aku kesal bukan karena Nona. Besok juga aku bisa bertemu Nona. Katakan pada Ray, tidak usah jemput aku besok karena aku bawa mobil Nona."


"Bukannya Mobil sudah diantar supir tadi sore?"


"Iya diantar kerumahku." Reza terkekeh tanpa berkata-kata lagi. Kenal sekali watak Kenan kalau dia sudah konsen dengan satu cewek.


Esok harinya pagi-pagi sekali Kenan sudah sampai dirumah Mama Nina.


"Mau sarapan disini?" tanya Mama Nina pada Kenan.


"Mau Ma, ada buah apa?" tanya Kenan pada Mama masih saja manja walau sudah setengah tua.


"Semangka, melon mau yang mana?"


"Semangka, Ma. Bilang Bibi bikinkan juga untuk Nona, kasih jus aja Nona kalau sarapan setiap hari, biar konsen. Kemarin pagi dia hampir saja menabrak pos satpam didepan."


"Oh ya? Nona tidak cerita. Memang kemarin saat berangkat Nona terlihat lesu, seperti ada masalah. Kamu tahu kenapa?" Kenan menggelengkan kepalanya.


"Kemarin sore Nona diantar siapa, Ma?" tanya Kenan ingin tahu.


"Kenapa memangnya?" Mama Nina malah balik bertanya.


"Kata Nona cowok ganteng." Kenan menghela nafas sesekali melihat ke arah pintu paviliun, tapi Nona belum muncul juga.


"Memang ganteng sih, Nona juga cantik kan?" Mama Nina sengaja tidak memberitahu siapa yang mengantar Nona pulang kemarin, padahal ia dan Nona tidak janjian. Tapi Reza sudah memberi info kalau Kenan semalam kesal dan sedikit marah.


"Mana Nona belum muncul?" Kenan tidak menjawab pertanyaan Mama, ia melirik ke arah pergelangan tangannya. Masih jam enam lewat, Kenan saja yang datang terlalu pagi, Papa pun belum keluar kamar.


"Biasa baru kesini jam tujuh kurang, mungkin masih mandi. Nona tahu kamu kesini?"


"Belum, aku belum bilang mau jemput." jawab Kenan tersenyum pada Mama.


"Morning..." sapa Nona yang tampak fresh pagi ini.


"Morning sayang, ada yang cari kamu tuh cowok ganteng lagi." Mama Nina menyambut Nona dengan wajah sumringah.


"Dimana Tante cowok gantengnya? Mas Kenan ya?" tanya Nona sedikit tertawa.


"Ganteng lah." jawab Nona polos.


"Sama yang semalam gantengan mana?" tanya Kenan yang baru saja keluar dari toilet.


"Eh Mas Kenan, sudah datang. Gantengan yang semalam Mas." jawab Nona terbahak.


"Seganteng apa sih, jadi penasaran." tanya Kenan lagi serius.


"Seganteng apa ya Tante?" Nona bertanya pada Mama Nina.


"Luar biasa lah pokoknya." jawab Mama Nina bertambah jahil, lalu kompak tertawa bersama Nona. Kenan memutar bola matanya malas. Kenapa main rahasia-rahasia bikin kesal saja, batin Kenan.


"Eja tidak kesini Ken?" tanya Mama pada Kenan.


"Nanti juga kesini, katanya hari ini mau quality time sama Papa dan Mama."


"Loh ada Bang Eja ya?" tanya Nona baru tahu.


"Iya, makanya semalam saya lembur tidak jelas." jawab Kenan masih merasa kesal.


"Nanti lembur lagi?" tanya Nona ingin tahu apakah nanti ia akan pulang bersama Kenan.


"Harusnya sih tidak kecuali Bang Eja bikin ulah lagi seperti semalam." dengus Kenan, rasanya kesalnya entah kenapa belum hilang juga, padahal Nona sudah didepan mata saat ini.


"Hari ini Mama jamin tidak, Eja hari ini tidak Mama ijin kan ke kantor." kata Mama pada Kenan.


"Syukurlah, semalam kerjaan juga dicari-cari, yang sudah rapi dibongkar dan diperiksa ulang."


"Hahaha sabar." Mama Nina tertawa puas, upaya Reza menahan Kenan dikantor agar tidak mengetahui percakapan rahasia Baron dan Papa Dwi berhasil. Sekarang tinggal bergerak dan melihat hasilnya, Mama Nina tampak menyeringai.


Jus sudah di meja makan, Kenan mulai menyesap sedikit demi sedikit. Satu gelas lagi diberikannya pada Nona.


"Mulai sekarang sarapan pagi kamu hanya boleh Jus." katanya pada Nona.


"Terima kasih." Nona tersenyum dan ikut menyesap minumannya. Ia tak terlalu masalah mau sarapan apa, tidak sarapan pun tidak apa-apa. Tapi pagi ini Nona senang sekali karena Kenan sudah datang menjemputnya, bahkan menyiapkan sarapan pagi untuk Nona.


"Non, nanti pulangnya sama saya." kata Kenan setelah jus digelas sudah habis.


"Belum juga berangkat sudah sebut pulang." kekeh Mama Nina bahagia.


"Kalau tidak bilang Dari sekarang Nona bisa pulang sama cowok ganteng lagi, Ma." dengus Kenan mengambil kunci Mobil lalu menyalami Mama kemudian memeluk Mama sesaat. Nona iri sekali melihatnya, andai masih punya Mama, pikirnya. Nona menghampiri Mama Nina, menyalaminya, tanpa diduga Mama Nina yang memeluk Nona. Tentu saja Nona jadi senang sekali.


"Terima kasih Tante, Nona jadi kangen Mama." suara Nona terdengar lirih.


"Panggil Mama saja mulai sekarang ya, anggap saja Mama kamu juga." jawab Nina menggandeng Nona menuju Mobil, Kenan sudah lebih dulu berada disana.


"Ok Mama." kekeh Nona senang diijinkan memanggil Mama pada Mama Nina.


"Ma Nona berangkat dulu, see you Mama." teriak Nona saat sudah berada dimobil.


"Mama? sejak kapan?" tanya Kenan heran.


"Sejak pagi ini kan aku anak Mama juga." jawab Nona percaya diri. Kenan mencebikkan bibirnya.