
"Cantik banget sih istri aku." Kata Reza sambil memainkan jarinya dipipi Kiki. Mencubit tak henti-henti. Sedari tadi berjalan menuju tempat papa mama dan mertuanya duduk tak kunjung sampai, karena ada saja yang menyapa dan mengajak ngobrol.
"Beneran? tumben bilang cantik banget. Biasanya ga jelek-jelek amat."
"Hmm.. dipuji malah mancing keributan."
"Hehehe jangan dong kak, aku ga mau berantem sama kak Eja."
"Dikasur aja ya nanti malam." bisik Reza takut terdengar oleh tamu yang lain.
"Ih..." Kiki langsung mencubit perut Reza dan mereka tertawa bersama. Reza yang kesakitan mengusap perutnya, setelah itu kembali merangkul Kiki.
"Duh penganten baru, sampai lupa sama papa mama ya." sambut Ryan saat Reza dan Kiki mendekat. Kiki memonyongkan bibirnya tanpa berkata apapun mendekat dan memeluk papanya erat.
"Ih, sudah punya suami masih kaya gitu." Ririn memukul pundak putri bungsunya.
"Huhu mama aku kan kangen, kapan lagi bisa peluk begini setiap hari." Kiki lalu melepas pelukannya pada Ryan dan beralih memeluk Ririn.
"Manja gini ja, siap-siap aja." kata mama pada Reza sambil membalas pelukan anaknya. Reza terkekeh dibuatnya.
"Sekarang yang tiap hari lu peluk, Eja lah Ki." Kata Wina dengan perutnya yang sudah tampak membesar.
"Nah ntar blendung kaya Wina kalau dipeluk Reza." celutuk Herman konyol membuat yang lain tergelak.
"Mas Herman sehat aja nih. Berarti udah bisa dilepas mama sama papa dong." kata Kiki.
"Enak aja. Sampai Wina melahirkan mama papa sama kita."
"Aih mama anak bontot mama sekarang mas Herman ya." sungut Kiki.
"Hahaha maaf ya ki, mama lebih sayang mas herman tuh, buktinya kamu dikawinin buru-buru. Biar mama bebas." Wina menggoda adiknya.
"Iya ma?" tanya Kiki
"Mama sayang semuanya." jawab mama menenangkan tak mau anaknya menangis. Kiki cemberut saja memandang kakaknya. matanya berkaca-kaca. Merasa mama direbut Herman. Reza yang melihat langsung menarik tangan Kiki dan memeluknya. "Jangan cengeng, cuma bercanda aja kok." katanya sambil mengusap kepala Kiki.
"Ki, lagian kamu ada mama Nina sama Papa Dwi disini. Biarin aja mamamu menemani Wina." Nina ikut menenangkan.
"Mama kan mau kemalang." jawab Kiki masih sedikit mewek.
"Oh iya mama lupa. Ya sudah Ja, kamu kalau pada kangen tinggal nyusul kemalang atau ke S'pore."
"Hmm nanti ya ma, anggap aja kita yang ditinggal berdua ini lagi honeymoon ditempat." jawab Reza konyol.
"Huh sudah ga sabar ya kamu Ja." Dwi menggoda anaknya.
"Papa tinggal sebut aja, mau cucu berapa?" tantang Reza. Lagi-lagi Kiki mencubit pinggang Reza. Yang lain tertawa dibuatnya. Kontras sekali Kiki yang malu-malu, Reza yang bicara apa adanya.
"Delapan aja, kaya tangga nada." jawab Ryan konyol.
"Ih papa apaan sih." wajah Kiki kembali bersemu merah.
"Ya sudah hayo kita bersiap sholat jumat." ajak Dwi, menarik tangan Kenan yang sedari tadi diam saja tak ikut bicara. Tumben amat si Kenan.
"Kenapa lu ken?" tanya Reza.
"Abis dapat shock terapy dari mamanya Sheila." celutuk Wina membuat Reza terbahak. "Tenang Ken, jodoh ga kemana, doa terus." Reza menepuk bahu adiknya. Kenan hanya mencebikan bibirnya.
"Sholat Jumat friend." Reza mengirim pesan di groupnya. Mengajak sahabatnya Sholat jumat.
"Ok." *Andi *Erwin
"Gue ngawasin Cindy sama Regina." *Mario
"Gue kekamar dulu." *Reza
"Rese, gue ganti baju. Masa pakai beskap gini sih." *Reza
"Yo, mending lu ngomong dari hati kehati deh sama Regina. Biar enak suasananya. Ga enak banget kita senang-senang, lu anggap Regina ga ada." *Andi
"Iya nanti kalau Cindy udah ada yang temani." *Mario
Reza memberikan handphonenya pada Kiki, menyuruh membaca pesan groupnya. Kiki pun mengangguk tanda mengerti, saat Reza sholat jumat nanti, Kiki akan mengajak Cindy bergabung dengan Monik dan Intan, supaya Regina bisa ngobrol dengan Mario. Semoga diberi jalan keluar terbaik, doa Kiki untuk sahabat suaminya.
"Yuk dek kita ganti baju." ajak Reza.
"Ma aku kekamar dulu." Kiki pamit pada Ririn dan Nina.
"Jangan Sekarang Ki, Ntar malam aja." goda Herman.
"Ish mas Herman jail deh kalau lagi ga ngidam." sungut Kiki. Herman tertawa lepas. Memang setiba dijakarta Herman tak ada keluhan. Sehat dan senang saja. Berkumpul bersama Mertuanya dan Papanya. Om Kirno yang tak banyak cakap sedari tadi duduk manis disebelah Dwi. Hanya mendengarkan dan ikut tertawa jika ada yang lucu.
Reza menarik Kiki segera menuju kekamar, segera mengganti pakaiannya, jangan sampai terlambat sholat jumat.
"Siapin baju koko aku dek." kata Reza sambil meraih handuk menuju kekamar mandi. Kiki mengeluarkan baju Koko Reza dari dalam kopernya. Lalu membuka kebayanya, buru-buru mengganti pakaiannya mumpung Reza didalam kamar mandi. Saat Reza keluar , Kiki sudah berganti pakaian dan sibuk merapikan rambutnya yang habis disanggul.
"Sudah dek?" tanya Reza sambil mengancingkan baju Kokonya. "Sebentar bersihin make up dulu kak."
"Ga usah gitu aja, nanti aku telat."
"Oh ok," Kiki meletakkan kapas yang tadi dipegangnya dan segera beranjak dari depan kaca.
"Sini peluk dulu." Reza menarik tangan Kiki dan memeluknya erat. Mencium kening Kiki, hidung, pipi kiri kanan dan terakhir mengecup bibirnya. "Sudah halal." katanya dan kembali mengecup dahi Kiki yang tak bisa menolak hanya mengerjap malu sambil menikmati pacu jantungnya yg sedikit lebih cepat.
"I love you dek" kata Reza sambil melepas pelukannya dan kembali menuju ke kamar mandi.
"Kak Eja ngapain?" tanya Kiki. Reza menoleh dan berhenti didepan pintu kamar mandi.
"Ambil wudhu. tadi belum kan mau peluk sama sun kamu dulu." Katanya lalu melanjutkan aktifitasnya. Kikipun duduk disofa menunggu suaminya mengambil wudhu. Selesai berwudhu Reza segera berkaca dan menyisir rambutnya.
"Yuk sayang." ajaknya. Aih panggil sayang.Kiki tambah berdebar dan segera berjalan mendului Reza yang mengunci pintu dan menyerahkan keycard pada Kiki.
"Nanti Regina ditemani ya dek, kasian. Nanti aku juga kasih tau Mario biar mau buka hati."
"Kenapa Mario ga mau sama Regina kak?"
"Belum mau, mungkin ada alasannya. Nanti juga mau."
"Sok tau ah kak Eja."
"Tau dong sayang, aku kan kenal mereka ga sehari dua hari."
Reza dan Kiki segera menghampiri sahabatnya. Tampak Monik dan Intan sudah duduk didekat Regina dan Cindy.
"Mas Alex sama Anto mana?" tanya Kiki.
"Lagi wudhu." jawab Intan sambil memandang Kiki tersenyum dengan manisnya.
"Gimana jadi istri enak ga? tanya Monik saat Reza sudah berjalan bersama sahabatnya menuju kemesjid.
"Baru juga berapa jam Nik." jawab Kiki sambil tertawa, kemudian menoleh kearah Regina dan Cindy.
"Sudah pada makan?" tanya Kiki.
"Gue udah, Rere nih belum." jawab Cindy.
"Kak Mario, Regina belum makan loh, Kakak juga belum makan pasti. Kita duduk dan makan dulu disitu yuk kak." Kiki menunjuk Ruang Vip yang sedari tadi penuh dengan keluarganya, sekarang sudah tampak kosong karena sebagian sudah pada pulang, Sholat jumat dan kembali ke Kamar.