
"Mbak Kiki...!!!
"Mbak Kiki... Bisa minta waktunya sebentar mbak?!!!
"Apa benar Monik dan Anto menikah mbak?"
"Mbak dijawab sebentar mbak."
"Lima menit mbak please.. jawab mbak lima menit."
Baru saja turun dari mobil, saat dilobby hotel Kiki sudah diserbu sekumpulan wartawan. Uppsss Kiki tak menyangka, akan menghadapi kilatan blitz dan kamera yang terus mengikutinya. Digenggamnya erat tangan suaminya. Mulai kena serangan panik Kiki, keringatnya mengalir deras.
"Kasih lewat dulu mas." kata Reza dengan senyum ramah, sibuk melindungi istrinya. Untung saja koper sudah dibawa oleh petugas hotel.
"Mbak Kiki jawab sedikit dong, benar ga Monik dan Anto menikah." tanya salah seorang wartawan.
"Iya mbak." jawab Kiki sambil terus melangkah berusaha menghindari kerumunan.
"Bukannya Monik punya pacar mbak? sudah putus atau bagaimana mbak?" tanya wartawan yang lain. Sepertinya mereka salah sangka. Kiki menghela nafas menghentikan langkahnya. Sepertinya percuma menghindari para wartawan yang langkahnya lebih besar dari langkah Kiki.
"Nanti Monik dan Anto yang akan menjelaskan ya mas, mbak. Mohon maaf memang acara tertutup hanya untuk keluarga dan sahabat dekat. Tapi nanti akan ada sesi wawancara, saya juga belum tahu jam berapa karena saya baru juga sampai. Sudah ya, saya mau masuk dulu sebentar lagi akad nikah akan dimulai." Kiki tersenyum ramah dan mulai meninggalkan kerumunan wartawan.
"Mbak Kiki satu lagi mbak." tahan seorang wartawan menghalangi langkah Kiki dan Reza, terpaksa mereka berhenti.
"Apa benar Anto merebut Monik dari kekasihnya?"
"Hah ngaco, ga ada rebut-rebut mas, Mereka menikah dengan kekasih masing-masing."
"Maksudnya bagaimana mbak Kiki?"
"Kii sudah mau mulai." teriak Andi membuat konsentrasi wartawan terpecah.
"Mas Andi minta waktunya mas Andi."
Hahaha sekarang Andi yang dikejar wartawan. Tapi Andi hanya melambaikan tangannya dengan senyum manisnya lalu menarik Kiki dan Reza masuk kedalam sebuah ruangan. Tampak bangku undangan sudah tersusun rapi, tiga perempat bangku sudah terisi. Keluarga mempelai sudah duduk dibangku depan. Pengantin Pria, penghulu, wali dan saksi sudah duduk dibangku yang sudah disiapkan.
"Kalau yang nikah dua pasang begini, penghulunya dua juga ya kak?" tanya Kiki pada suaminya.
"Mungkin pakai satu penghulu nanti bergantian ya waktunya. Mejanya cuma satu tuh dek, baru mas Alex aja yang duduk disitu." jawab Reza menduga-duga.
"Masuk infotainment nih lu Ki." Erwin menunjuk handphonenya menonton live salah satu infotainment yang meliput.
"Kok bisa tau ya wartawan, kayanya Monik bikin acaranya tertutup dan ga upload di medsos juga." Kiki tampak heran.
"Itulah artis Ki, pasti aja bocor infonya." sahut Mario.
"Kalau tau ada putra mahkota juga pasti diliput tuh." timpal Andi membuat Mario melengos tak ingin dibahas.
Benar saja dugaan Reza, Info yang didapat ketika MC mulai mengumumkan rangkaian acara sore ini, akad nikah diawal untuk pasangan Alex dan Monik, kemudian setelah itu dilanjutkan pasangan Anto dan Intan. Saat acara resepsi barulah mereka akan duduk dalam satu panggung.
"Dari minggu lalu ke acara nikahan terus yaa, berasa roadshow gue." kata Mario dengan mata fokus memandang kedepan.
"Berasa pengisi acara ya?" sungut Erwin kesal.
"Mau pamer dia." Andi ikutan kesal.
"Makanya nikah. Lu berdua doang loh yang jomblo." kata Mario sombong membuat Andi dan Erwin melengos pura-pura tak mendengar.
"Sah!!!" teriak para peserta disambut tepuk tangan yang lainnya. Selesai sudah ijab kabul Alex dan Monik. Kiki tersenyum bahagia. Seperti mimpi, baru saja seminggu yang lalu mereka hadir di acara pernikahan Kiki dan Reza, tiba-tiba saja minggu ini mereka yang menikah. Memang kalau Allah sudah berkehendak semua akan menjadi mudah. Tampak Anto sedang bersiap melangkah menuju meja dimana penghulu dan papa Intan sudah duduk disana.
"Ganteng." Kiki berbisik pada Regina tapi terdengar oleh Reza.
"Hmmm..." melirik Kiki kesal.
"Anto ganteng ya kak." kata Kiki dengan polosnya.
"Istighfar sayang, kamu mandangin suami kamu sendiri aja. Genit amat sih."
"Iya gantengan kamu kok." kata Kiki sambil cengengesan menyadari kesalahannya. Kemudian menggandeng Reza sambil merebahkan kepalanya dibahu Reza dengan manja.
"Ish kak Erwin. Aku tuh bilang ganteng bukan karena naksir." sungut Kiki masih bersender dibahu Reza.
"Tuh lihat Intan juga cantik banget." Kata Reza melihat Intan berjalan menghampiri Anto.
"Tuh kan bener, mereka hari ini cantik sama ganteng. Tapi aku ga mikir Kak Eja genit tuh waktu bilang Intan cantik."
"Iya sayangku, duduk yang bener tuh sudah mulai." Kiki membenarkan posisi duduknya dan Reza membantu Kiki membereskan rambutnya yang sedikit acak-acakan karena bersender pada Reza.
"Sah!!!!" teriak para tamu undangan berbarengan. Ah sudah resmi ketiga sahabat geng belatung nangka menjadi Nyonya. Seperti janjian saja. Kiki lebar sekali senyumnya. Sedikit menitikkan air mata haru. Padahal Kiki sempat sedih ketika harus menikah disaat masih kuliah sementara sahabatnya masih bisa bebas. Ternyata pada akhirnya mereka mengambil jalan cerita yang sama. Senang sekali rasanya. Memang sudah janjian, hari ini Kiki memakai baju sewarna dengan Monik dan Intan. Saat Foto bersama ketiga sahabat dengan para suami memamerkan cincin kawinnya. Semua yang melihat tersenyum bahkan tertawa dibuatnya. Karena kalau sudah kumpul bertiga tetap saja jumpalitan, bergaya difoto ga ada kalem-kalemnya. Berbeda dengan para suami yang tampak cool ga banyak gaya.
"Asiiik honeymoon bareng yuuuk." ajak Monik saat difoto.
"Iya mauuu." teriak Intan senang.
"Sekalian iklan yang travel online aja Nik." usul Kiki.
"Oke." Monik langsung kegirangan memikirkan mereka akan bekerja sambil honeymoon.
"Kemana sayang?" tanya Alex
"Bali aja ya, budget temanku cuma sedikit."
"Kapan? Minggu depan aku wisuda." kata Reza yang sedari tadi menyimak.
"Setelah Wisuda aja Kak Eja." Intan memberi usul.
"Kelamaan, Senin aja kita berangkat mumpung masih cuti." kata Anto tak sabaran, selain itu memikirkan jadwal kerjanya yang padat setelah cuti. Mereka pun setuju. Kemudian Monik memanggil Erwin, Andi, Mario dan Regina untuk berfoto bersama.
"Re selamat ya." teriak Monik menyambut Regina.
"Kamu juga ya Nik, Tan. Kenapa bisa begini cerita kita, menikah bisa berdekatan, nanti anniversary bisa rayakan bersama." Regina tampak bersemangat. Sekarang Regina sudah punya teman walau baru seminggu di Jakarta.
"Kak Mario kita mau honeymoon bareng senin, kamu mau ikut ga." ajak Intan bersemangat.
"Kemana?" tanya Mario
"Bali let's go." Monik tak kalah bersemangat. Mario menatap Regina mengangkat dahinya seakan meminta persetujuan. Regina mempersilahkan Mario untuk mengambil keputusan.
"Oke." katanya kemudian.
"Yeaaayyyy!!!!" langsung saja geng belatung nangka berteriak kesenangan membuat hadirin yang lain terkejut dan memandang kearah mereka. Tapi dasar mereka tak perduli, sibuk dengan dunianya sendiri masih berteriak kegirangan. Sementara Regina dan para suami hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Mas Presscon sudah siap." bisik Wedding Organizer pada Anto.
"Yuuk." Ajak Anto pada Monik dan Alex sambil merangkul Intan mengikuti langkahnya menuju ruangan dimana para wartawan sudah berkumpul menunggu keterang mereka.
"Tinggal dulu ya." kata Alex menepuk bahu Reza. Sementara kedua pasang pengantin menghadapi wartawan, Reza dan Mario mengajak sang istri kembali ke kamar untuk istirahat.
"Kiki dikamar sama Regina aja ya Yo, kita berempat dulu. Tanggung kalau buka kamar lagi sementara Erwin ga mau nginap. Gimana?" tanya Reza pada Mario.
"Iya gitu aja. kalian nginap lah, kita berempat aja dikamar." ajak Mario.
"Lah lu ga belah duren Yo?" tanya Erwin konyol.
"Ya ga mesti malam ini juga kali." jawab Mario santai.
Sementara Reza tersenyum simpul memandang Kiki, mengingat ketidak sabarannya memulai malam pertama disore hari, teringat celutukan polos Kiki ketika mereka selesai beraktifitas "ah ini sih namanya sore pertama ya bukan malam pertama." Kembali Reza tertawa memandang Istrinya.
"Ingat belah duren lu?" tanya Erwin Melihat Reza yang sedang tertawa menatap Kiki.
"Sok tahu."
"Mata mesum lu ga bisa bohong."
"Rese." Reza memiting leher Erwin membuat yang lain tertawa bersama.