I Love You Too

I Love You Too
Tanpa kalimat



Kiki melamun sepeninggalan Reza dan keluarganya. Memikirkan Sheila??? tentu tidak, kan sudah jelas Sheila bukan lagi jadi bebannya. Sebulan lagi jadi istri tapi tidak bisa masak gimana nih batin Kiki membayangkan hari-harinya setelah menjadi istri. Tenang kan bisa delivery dari Warung Kak Eja. Seperti mendapat ide briliant, Kiki tersenyum merasa tenang dengan hayalannya. Setelah puas melamun dan menghayal, Kiki tertidur pulas tanpa beban.


.......


Senin pagi, keluar dari kamarnya Kiki sudah rapi karena hari ini jadwal kuliah pagi. Tak lupa memakai baju hasil endors, Tunik Biru lengan pendek dipadu dengan celana jeans 7/8 warna putih. Rencananya nanti di kampus Kiki akan meminta Intan untuk membantu membuat Videonya. Intan sangat kreatif hasil videonya selalu menarik untuk dilihat. Sepertinya Kiki perlu belajar supaya tidak terus-terusan mengganggu Intan.


"Aku bareng papa ya?" kata Kiki begitu melihat papa yang sedang sarapan di meja makan.


"Tapi pulang sendiri ya, Nak. Papa pulang malam hari ini." Jawab Ryan sambil menghabiskan potongan apel di ujung garpunya.


"Iya Pa, nanti aku nebeng Monik atau Intan." Kiki menggandeng tangan Ryan yang sudah beranjak dari meja makan.


"Kamu ke boutique Kemang pulang kuliah ya Ki, nanti ketemu Mama disana. Kita pilih baju untuk acara kamu bulan depan" Perintah Ririn pada putri bungsunya. Mama yang selalu ingin tampak sempurna mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan.


"Iya Ma. Kiki jalan dulu, Assalamualaikum." jawab Kiki sambil mengulurkan tangannya menyalami Ririn.


"Waalaikumsalaam." Sambil membalas uluran tangan Kiki, Ririn mencium pipi anaknya berulang ulang.


"Maaaa....." teriak Kiki karena ciuman mama tak kunjung selesai.


"Gemas." kata mama menyudahi ciumannya sambil tertawa senang.


"Tadi cium papa tidak begitu sih ma?" Ryan menggoda istrinya, masih tergelak Ririn memeluk Ryan manja. "Hati-hati dijalan." katanya kemudian mengecup pipi suaminya.


"Pa, aku ngantuk." lapor Kiki pada Ryan saat dalam perjalanan menuju Kampus.


"Ya sudah tidur dulu, lumayan lima belas menit. Semalam kamu begadang memikirkan Reza ya?" tanya Ryan jahil. Suka sekali menggoda anak dan istrinya.


"Tidak kok, aku tidak begadang, Bangunnya kepagian kali, Pa." jawab Kiki jujur, memang benar semalam sempat sedikit memikirkan Reza. Tapi setelah itu tertidur pulas.


"Coba kamu olah raga Nak, biar fit tidak gampang ngantuk. Tadi kamu belum sarapan juga kan? Nanti langsung ke kantin, pesan jus saja ya, jangan makan berat biar fresh dikelasnya." Ryan menasehati Kiki yang memejamkan matanya sambil tidur ayam.


"Iya papaku sayang." jawab Kiki masih dengan mata terpejam, Kemudian terlelap. Benar saja lima belas menit kemudian mereka tiba dikampus. Merasa mobil sudah berhenti Kiki pun terbangun.


"Assalamualaikum, Pa." setelah menyalami Ryan, Kiki turun dari mobil dan berjalan cepat sambil bersenandung, menuju kantin mengikuti nasehat Papa, pesan jus biar segar. "Happy banget sih." sapa Mario yang berjalan dibelakang Kiki.


"Eh kak Rio kaget aku. Kakak mau bimbingan?" tanya Kiki tersenyum senang. Sudah lama Ia tak melihat Mario dikampus, makin tampan saja nih bule, batin Kiki.


"Iya" jawab Mario singkat tanpa ekspresi. "Loh kamu mau kemana Ki, bukannya ke kelas? tanya Mario heran karena Kiki mengikuti langkahnya menuju kantin.


"Mau pesan jus Kak, biar tidak ngantuk." jawab Kiki sesekali membenarkan tas slempangnya yg kadang melorot. Eh tas itu juga hasil Endors loh. Beruntung sekali Kiki yang sekarang jadi jarang shooping.


"Sama gue juga mau kesana, ada Reza tuh dikantin." Bisik Mario pada Kiki, sengaja berbisik ingin menggoda sahabatnya karena saat ini, Reza sedang memandang ke arah Mario dan Kiki dengan tatapan tajam. Kiki yang tak mengerti hanya mengangguk dengan matanya fokus ke arah counter jus yang tak antri dan karena takut di dahului orang, Ia segera berlari menuju kesana. Tak peduli pada bisikan Mario.


"Bisikin apa tadi? tanya Reza ketika Mario sudah duduk manis dihadapannya.


"Cuma bilang i love you." jawab Mario jahil.


"Rese." Reza tertawa geli karena Ia paham betul jika Mario sedang menggodanya. Mario ikut tertawa melihat ekspresi sahabatnya yang cengengesan.


"Kak aku ke kelas ya." Kata Kiki yang sudah berdiri disamping Reza sambil menyeruput jus yang baru saja dibelinya.


"Sudah habis." Kiki menunjukkan gelas jus nya.


"Nanti selesai kuliah jam berapa?" tanya Reza sambil mengambil tissue di meja dan memberikan pada Kiki, membuat Kiki heran.


"Lipstiknya kemerahan." bisiknya menjelaskan. Hmmm sepertinya Kiki harus mengganti nomor lipstik yang tingkat kewajarannya sesuai menurut Reza. Mario tersenyum lebar melihat sibucin Reza.


"Jam 12, tapi setelah itu mau ke boutique Kemang, mama menunggu disana." Kiki menjawab pertanyaan Reza sambil mencetak bentuk bibirnya ditissue agar warna lipstiknya memudar.


"Tissuenya lu balikin ke Reza jangan dibuang, biar dibingkai tuh cap bibir." Ceplos Mario sambil tertawa.


"Sini.." Reza mengadahkan tangannya menanggapi ocehan Mario lalu tertawa bersama.


"Ish Kak Eja apaan sih. Ya sudah aku ke kelas" Kiki tersipu malu, sambil meremas tissue dan melemparnya ketempat sampah.


"Nanti aku yang antar ke boutique, Kabari aku kalau sudah selesai." kata Reza pada Kiki yang sedang bergegas menuju kelasnya. Kiki menganggukkan kepalanya dan berlalu.


"Yuk Ja, dosen pembimbing sudah diruangan." Kata Mario setelah membaca pesan yang masuk ke handphonenya. Reza pun berdiri dari bangkunya diikuti Mario.


Sesampainya dikelas, Kiki menyapu ruangan dengan matanya, mencari keberadaan Intan dan Monik. Mereka tampak duduk di bangku tengah, sedang bersenda gurau. Entah apa yang dibahas. Kelas masih terlihat sepi, Kiki segera menghampiri kedua sahabatnya lalu duduk di sebelah Monik.


"Lagi bahas apa?" tanya Kiki kepo, membuat percakapan sahabatnya terhenti.


"Temen gue buka travel online bantuin yuk kita liburan pakai travel dia." kata Monik Menjawab pertanyaan Kiki.


"Boleh, kapan?" tanya Kiki


"Tiga minggu lagi." sahut Intan sambil melihat kalender di layar HP nya.


"Hmmm gue mau nikah seminggu kemudian, setelah itu saja." jawab Kiki membuat sahabatnya terperanjat.


"Nikaaah???" tanya Monik dan Intan berbarengan. Seketika Kiki menutup mulut kedua sahabatnya. Badannya condong kedepan menabrak Monik supaya bisa menggapai Mulut Intan.


"Jangan berisik.. pssst." katanya panik setengah berbisik.


"Sama siapa?" tanya Intan setelah tenang lalu ikut berbisik. Keningnya sedikit berkerut.


"Dijodohin, Reza???" tanya Monik sedikit menebak. Kiki menganggukkan kepalanya.


"Sudah kuduga." sambil tersenyum miring Monik mencubit pipi Kiki. Membuat Kiki menggerakkan kepalanya menghindar.


"Ya sudah travelnya setelah itu atau mau dipercepat berapa hari kedepan?" Monik meminta pendapat.


"Terserah." Intan menyerahkan pada Kiki.


"Kalau mau dipercepat, gue ijin nyokap bokap dulu ya." jawab Kiki meminta persetujuan.


"Jangan lupa ijin Reza juga, jangan sampai kirim pesannya pakai tanda seru semua, tidak ada kalimatnya." Kata Monik mengingat kelakuan Reza beberapa hari yang lalu. Ketiga sahabat itu pun tertawa cekikikan.