I Love You Too

I Love You Too
Jomblo Sesat



"Mas Nanta kok telat telephone aku?" tanya Dania pada suaminya, sama seperti Balen ia sudah rebahan di kasur memeluk guling, sementara Nanta bersiap ke lapangan Basket.


"Biasa dikerubutin cowok ganteng Balen, pada gabut jadi anak tiga tahun pun digoda. Terlalu lama ngobrolnya, kita sampai buru-buru sarapan tadi." lapor Nanta pada istrinya sambil tertawa kecil.


"Pada gemas ya sama si unyil."


"Iya, minta belajar berenang dia."


"Sama aku juga bilang kalau Abang pulang mau minta ajari berenang katanya." Dania terkekeh, Nanta pun ikut terkekeh.


"Kangen aku Dan..." kata Nanta kemudian.


"Balen memang selalu bikin kangen." jawab Dania bikin Nanta meringis, bukan itu maksudnya.


"Kangennya sama kamu, mau peluk." kata Nanta lagi membuat Dania tersenyum merekah.


"Aku lagi peluk guling, tidurnya pakai kaos Mas Nanta, pakai parfume Mas Nanta juga." Dania katanya miris, biar berasa peluk Nanta padahal peluk guling.


"Seksi dong?" Dasar Nanta langsung saja pikirannya kesana.


"Tau ah, Mas Nanta nanti ada yang dengar." sungut Dania membayangkan Larry, Mike Dan Doni disekitaran Nanta.


"Iya sih, ini Mike lagi nguping, bingung dia mau bilang kangen sama siapa." Nanta terkekeh.


"Dania aku kangen kamu." teriak Mike ikut-ikutan Nanta.


"Ish hajar nih." Nanta memiting leher Mike.


"Eh Nanta, help." Mike gelagapan yang lain terbahak.


"Memang tidak boleh bilang kangen sama sepupu sendiri ya?" tanya Mike mendelikkan matanya. Nanta jadi terkekeh,


"Boleh asal tidak modus." kata Nanta sambil mengecup Mike jarak jauh.


"Dania, suami kamu rada-rada nih, jangan terlalu lama di biarkan di luar negeri, takut belok." teriak Mike lagi. Nanta terbahak pura-pura mau menghajar Mike. Ada saja kelakuan mereka bikin yang lain geleng-geleng kepala, apapun dibikin seru sendiri."


"Hihi pasti sama Balen begini ya makanya lama." Dania ikut terbahak, habis sudah waktunya kangen-kangenan sama Nanta karena direcoki Mike, itu belum Doni dan Larry ikut bergabung, mereka lagi asik teleponan dengan pujaan hati masing-masing. Berhubung Mike yang single maka dia mengganggu Nanta dan Dania. Mike berani mengganggu Dania karena masih saudaranya sendiri.


"Sayang, aku latihan dulu ya." kata Nanta mengakhiri sambungan teleponnya, tidak pakai kiss karena nanti diganggu lagi oleh Mike.


"Pengen punya pacaaaarrrr." teriak Mike membuat semua anggota tim terbahak. Mike salah satu dari tiga orang anggota Tim yang jomblo. Larry juga sering mengaku jomblo karena sering berganti pacar, jadi dia hanya jomblo sesaat. Sama teman-temannya suka dibilang jomblo sesat, tidak pernah lebih dari dua minggu sudah dapat pacar baru dong, Larry gitu loh.


"Hihi Mike kenapa tuh Mas?" tanya Dania yang belum mematikan sambungan teleponnya.


"Galau dia, kita semua pada telepon pasangan, dia bingung mau telepon siapa." Nanta dan Dania terbahak. Nantapun mematikan sambungan teleponnya setelah kembali berpamitan pada Dania, setelah itu langsung fokus dilapangan semuanya langsung fokus dilapangan.



kurang lebih begini lah aktifitas para Tim Basket saat training camp.



Aktifitas berlangsung dari pagi hingga pukul sebelas setelah itu mereka istirahat, pukul setengah tiga dilanjut lagi hingga pukul setengah enam sore.


Sementara di Kota Malang, Kakek dan Nenek Dania sudah membaur dengan Bi Wasti sekeluarga, mereka punya kegiatan baru bercocok tanam di rooftop rumah Kenan. Tidak pernah keluar rumah kecuali Kakek ke Mesjid ditemani Opa Dwi.


Raymond dan Roma jadi berasa punya Kakek dan Nenek baru. Maya tidak pernah lagi menghubungi orang tuanya ataupun anaknya. Ia tidak mau nomor mereka terlacak lokasinya oleh Peter. Telepon Peter juga sudah tidak pernah Maya angkat. Untungnya Peter sedang kesulitan keuangan karena Maya tidak lagi meminta pada Micko jatah untuk Dania yang ia Kirim untuk Peter. Pikirnya Dania sudah menikah, sudah tidak peduli urusan Peter lagi karena Dania sudah ada yang melindungi.


"Tante apa kabar?" tanya Nanta saat Maya menghubunginya siang ini.


"Alhamdulillah, bagaimana di Amerika Nanta?"


"Alhamdulillah kangen Dania." jawab Nanta terkekeh, Maya ikut terkekeh.


"Nanta, Tante baik-baik saja, untuk sementara belum bisa menerima telepon ataupun menelepon, tolong sampaikan ya jika ada yang tanya." pesan Maya pada menantunya.


"Iya Tante, benar ya Tante baik-baik saja."


"Iya benar, hanya sedang menghindar dari masalah saja." jawab Maya lirih.


"Tante sabar ya, semua baik-baik saja kok." kata Nanta memberi kode jika Kakek dan Nenek baik-baik saja.


"Syukurlah kalau begitu, sudah dulu ya Nanta. Jangan lupa kalau shopping ingat Tante." Maya mengingatkan menantunya.


"Hahaha Tante siap. Tas branded ya kemarin itu?" tanya Nanta terkekeh.


"Tidak harus tas sih, apa saja yang American brand gitu loh." katanya sambil terkekeh.


"Padahal Europe brand oke juga tuh Tante."


"Ah tapi rasanya beda kalau yang belikan Menantu sendiri." katanya Konyol, Nanta terbahak, kalau gratis sih dibelikan siapa juga rasanya beda. Dasar Tante Maya.


"Tante, apalagi yang harus aku sampaikan?" tanya Nanta pada Tante Maya.


"Tidak ada, itu saja cukup. Terima kasih ya, Nak." duh Tante Maya bisa juga keibuan begini.


"Sehat-sehat ya Tante."


"Iya kamu juga jaga kesehatan." kata Tante Maya lagi, manis sekali. kemudian mereka mengakhiri sambungan teleponnya.


"Siapa?" tanya Mike sudah seperti polisi, mau tahu saja Nanta bicara dengan siapa.


"Mau tahu saja sih." dengus Nanta membuat Mike kesal.


"Aku kan harus menjaga kamu supaya tidak nakal." kata Mike konyol.


"Tuh temen kita Larry tuh yang harus dijaga." kata Nanta menunjuk Larry yang sedang bermesraan ditelepon entah dengan siapa.


"Pacar baru dia." decak Mike kesal, Nanta terkekeh.


"Larry, selingkuh lu ya, gue bilang Balen loh." teriak Mike konyol. Tidak lama tampak Larry panik karena lawan bicaranya langsung mematikan sambungan telepon. Termakan omongan Mike kalau Larry punya pacar namanya Balen. Semua tertawa mendengar ocehan Larry pada Mike yang penuh sumpah serapah.


"Makanya kalau sama pasangan itu terbuka, cerita dong Balen itu siapa." kata Mike yang malah tidak mau disalahkan.


"Gue kan belum sempat cerita, Maiiikkk. Lagi pedekate ini." omel Larry pada Mike. Semua lagi-lagi tertawa, gara-gara Balen pacar Larry merajuk. Sekarang Larry sibuk hubungi pacarnya kembali tapi tidak diangkat, telepon Larry diacuhkan.


"Duh masa jadi jomblo lagi gue." kata Larry bersungut.


"Kalau dia tidak mau dengar penjelasan elu, ya berarti bukan jodoh, gampang lah cari lagi." kata Mike kaya dia gampang saja punya pacar.


"Iya-iya duh Balen, kecil-kecil bikin Abang Larry calon jomblo nih." kata Larry menggelengkan kepalanya, disambut tawa ketiga sahabatnya.