I Love You Too

I Love You Too
Leboy



Nanta dan rombongan tiba paling belakangan rupanya, saat mereka memasuki restaurant tampak Mario, Regina, Andi dan Pipit sudah tiba lebih dulu. Keempatnya sedang asik meladeni ocehan Selin dan Balen. Balen ikut Mobil Steve tadi karena ada Selin disana. Rumi dan Aditia juga sudah ada disana, disebelah Rumi sudah duduk manis Seiqa yang dirindukan Mike.


"Ada Seiqa, Mike." bisik Larry pada sahabatnya.


"Cuwiwit..." Mike langsung meniru gaya Richie tapi tidak berani sekeras Richie tadi. Kwartet langsung heboh sendiri.


"Baban, ndak syedih ladi deh." Richie seperti yang mengerti saja langsung kasih komentar begitu.


"Ish sok tahu kamu, Dek." Mike mencium Richie yang sedang digendongnya.


"Mutana ndak syedih ladi." jawab Richie tergelak.


"Nan, adik lu cenayang ya? bisa baca ekspresi muka gue" kata Mike membuat Nona mencubit bahunya.


"Jangan bicara sembarangan." kata Nona sok galak membuat semuanya tertawa.


"Tambah-tambahin pikiran Mamon saja kamu, Mike." Kenan menggoda istrinya, kemudian merangkul kesayangannya itu berjalan lebih dulu. Mike langsung terbahak dibuatnya.


"Dimaahin Mamon hahahaha." Richie malah tertawakan Mike.


"Gara-gara kamu leboy." bisik Mike takut kedengaran Nona.


"Enak ajah eboi, atu Ichie Baban." komplen Richie tidak terima namanya diganti-ganti.


"Iya Ichie Leboy." kata Mike, Nanta yang mendengarnya langsung menoyor kepala sahabatnya.


"Enak ajah, atu Ichie Sahputa, sih." Richie menjelaskan nama lengkapnya.


"Kenapa Ichie?" tanya Kenan pada bungsunya yang terlihat merengut namanya diganti Mike.


"Atu tan Ichie Sahputa ya Papa?" minta dukungan Papanya sambil memandangi Mike.


"Iya, betul." jawab Kenan tersenyum.


"Baban Maik biang atu Ichie eboi." lapor Richie pada Kenan, Mike sudah cengengesan saja,


"Dicubit lagi nih gue." gumamnya sudah siap menerima cubitan Nona lagi. Nanta jadi ikut mesem-mesem. Sementara Larry dan Doni terlihat asik nimbrung ngobrol bersama Dona dan Dania. Entah apa yang dibahas.


"Oh Richie memang tidak mau dipanggil Boy, Mike." kata Kenan pada Mike, Dipikirnya Mike menyebut Ichie Boy, langsung saja Mike menarik nafas lega, Kenan tidak menangkap apa yang dimaksud Richie.


"Selamat kan lu dari cubitan Mamon." bisik Nanta sambil tertawakan Mike. Richie juga ikut tertawakan Mike kesayangannya, malah diciuminya pipi Mike gemas.


"Ih sayang betul Ichie sama gue." kata Mike bangga.


"Terang saja, elu ajari dia godain cewek sih." Malah Nanta yang mencubit Mike wakili Mamon.


"Sue, bebas dari emaknya, Abangnya yang cubit." gerutu Mike sambil meringis. Richie kembali tertawakan Mike.


"Atu tuun ajah." bisik Richie pada Mike minta diturunkan, belum sempat Mike melepas Richie,


"Sein." panggil Richie saat melihat Selin yang tadi pisah Mobil dengannya. Langsung saja si Leboy cilik memanggil Selin. Steve tertawa teringat Richie yang dari siang menggoda Selin. Mike yang terpaku memandangi Seiqa lupa menurunkan Richie yang sedang berontak ingin duduk disebelah Selin.


"Ichie, kenapa di gendong, masih mengantuk ya?" tanya Selin pada Richie.


"Ah Baban atu tuun don." pinta Richie tapi Mike abai.


"Sein, atu ladi temenin Baban, dia syedih." kata Richie lancar sekali, Mike jadi tertawa mencubit pipi Richie yang kemudian diturunkannya setelah Doni menepuk bahunya.


"Kenapa Baban Mike sedih?" pancing Larry, jahil.


"Mikiin cewekna sih dia." jawab Richie konyol membuat semua terbahak.


"Eit ya, si Leboy bicaranya tidak disaring." protes Mike membuat Nona mendelikkan matanya.


"Hadeh, kenapa anak gue jadi Leboy, Mike?" tanya Nona sok garang, semua tertawakan Mike dan Nona. Sementara si Leboy sudah ambil posisi duduk disebelah Selin yang masih kosong.


"Si Boy, Tante." ralat Mike membuat semuanya kembali tertawa.


"Leboy tuh Larry." Mike cari aman menunjuk Larry.


"Sue, gue kalem begini dibilang Leboy." Larry terkekeh menoyor kepala sahabatnya.


"Sudah insaf tapi Rum." kata Mike langsung menunjuk Rumi.


"Cuwiwit Leyiii." sorak Steve ikut menggoda Larry, semuanya tertawakan Larry yang mati kutu di goda Rumi, tapi ia ikut duduk disebelah Rumi sambil cengengesan. Sementara didepannya Mario bersama Regina tertawa geli.


"Kamu lihat Larry seperti saya muda ya?" kata Mario pada Regina yang terus pandangi Larry.


"Saya lihat Nanta dan temannya, ingat kalian berempat dulu. Tapi mereka lebih rusuh, honey." kata Regina sambil tertawa.


"Iya mereka lebih rusuh." Pipit ikut komentar.


"Aban..." panggil Balen pada Larry.


"Iya sayang." Larry langsung fokus pada Balen yang duduk disebelah Mario.


"Ini Papi yan puna sawat temaen." Balen langsung kenalkan Larry pada Mario, padahal keduanya sudah bertemu sebelumnya.


"Aban sudah bertemu Papi, singkong." kata Nanta pada adiknya.


"Tapan?" tanyanya posesif.


"Itu yang malam diwarung Elite, kamu kan telephone Aban Leyi." Nanta menjelaskan.


"Oh Iya, sawat Papi badus tan?" Balen pamer lagi, padahal bukan punya Balen pesawatnya.


"Iya, Bagus sekali." jawab Larry acungkan jempolnya.


"Mesti Nabung kamu sayang, Balen mau pesawat seperti itu." bisik Dania pada Nanta.


"Balen yang mau apa kamu? kenapa aku yang disuruh Nabung." Nanta menggoda istrinya. Dania langsung terkekeh cubiti perut suaminya. Keduanya heboh sendiri.


"Ish kenapa ini berdua umbar kemesraan." kata Pipit menggoda Nanta dan Dania.


"Aku disuruh nabung untuk belikan Balen pesawat seperti Papi, padahal Dania juga mau." jawab Nanta, tambah dicubit saja Nanta oleh Dania.


"Kamu mau Dan?" tanya Micko pada anaknya sulungnya, yah Papa Micko malah tanggapi serius.


"Tidak Papa, untuk apa? Mas Nanta cuma goda aku." jawab Dania apa adanya.


"Baen mau don Papa Mito." Si unyil malah sodorkan diri. Semua tertawakan Balen jadinya.


"Pesawat itu bukan punya Papi kok." kata Mario pada Balen.


"Puna sapa don?" tanya Balen penasaran.


"Punya Unagroup perusahaan Opa Santoso." jawab Mario terkekeh.


"Mana Opana?" tanya Balen konyol.


"Opa lagi ada acara, besok pagi baru temui Balen yang bawel ini." jawab Ayu gemas dari tadi ingin cubiti Balen. Balen langsung monyongkan bibirnya dibilang bawel.


"Minta Papa tuh belikan pesawat, Papa banyak uangnya." Andi tunjuki Kenan yang cengengesan saja.


"Papon sih biangna suuh nabung ajah Baen. Janan bei Oten ama sawat sekaang." celutuk Richie sok tahu. Semuanya terbahak mendengar komentar Richie.


"Siapa yang disuruh nabung?" tanya Steve pada Richie sambil tertawa. Selalu saja ingin tertawakan Richie jika bocah satu ini sudah bersuara.


"Baen, tan teja dia, puna uang itu di tabung duu. Beum cutup uangna Baen bei Oten ama sawat." celoteh Richie pada Steve.


"Kamu tadi kenapa tidak mau kerja?" tanya Steve pada Richie.


"Atu tan bobo Om." jawabnya membuat Steve terbahak.


"Abang, bukan Om." ralat Steve pada Richie.


"Om don, tan Papana Sein." jawab Richie tetap pada pendiriannya.


"Hahaha biar saja panggil Om, dia sedang pedekate sama anakmu itu." Mario terbahak mendengar ocehan Richie dan Steve.


"Tuh Mamon masih kecil sudah pedekate si Boyle." kata Mike pada Nona yang terkikik geli.


"Boy le boy, maksudnya?" tanya Kenan pada Mike membuat Nona mencubiti perut suaminya. Sama saja mertua sama menantu rupanya, suka cubiti perut suami.