
Diky π Diky π
Larry jahil langsung kirim pesan mencari Diky di group Tim Nas.
Diky hamilin anak orang lu?
ada salah satu teman yang menjawab pesan Larry.
Fitness!!!
Diky langsung muncul.
Japri Dik. *Larry
Oke. *Diky
Ikut. *Mike
Ikut. *Nanta
Ikut. *Doni
Diky di serbu geng kwartet lu. *Pak Jaya.
Bapak, ijinπ€£π€£π€£ *Nanta
Lanjut, selesaikan dengan damai. *Pak Jaya.
Satu persatu wajah bermunculan ketika Larry lakukan Video call bersama, mereka berlima sekarang.
"Beneran diserbu geng kwartet gue." Diky terbahak.
"Cerita lu." Larry tembak langsung, Nanta cengengesan, sedangkan Doni dan Mike bingung tidak tahu cerita, dari kemarin mereka sibuk sendiri.
"Rumi cerita apa?" tanya Diky kusut.
"Papi Mario yang cerita." jawab Nanta.
"Ampun deh, gue juga tidak sangka." Diky meringis.
"Jadi mundur ya, tidak jadi dekati Rumi." tembak Larry langsung.
"Tidak bisa maju, Nyokapnya Arine berteman baik dengan Maminya Rumi." Diky menghela nafas panjang. Pupus sudah harapannya dekati Rumi.
"Oke jadi menyerah saja, jangan cari masalah." kata Nanta akhirnya, bisa maklumi masalah Diky.
"Dengan sangat terpaksa." jawab Diky menghembus nafas kasar.
"Kalau bukan teman, gue tetap maju, ini tidak mungkin merusak hubungan Mami dengan temannya." kata Diky pada semuanya, ia merasakan betapa baiknya Mami Regina menyambut Diky, padahal baru kenal.
"Berteman saja. Fokus saja sama Arin atau siapa tuh?" tanya Larry.
"Arine." jawab Diky.
"Oke semoga lancar sama Arine ya." kata Larry terkekeh.
"Kenapa sih?" tanya Mike.
"Iya kenapa? gue jadi bingung." Doni garuk-garuk kepala.
"Bodo ah, chat gue tidak ada yang tanggapi, cuma Nanta saja." Larry meringis.
"Baru buka handphone gue sore ini. Gue baca group TimNas juga Karena ada π." kata Mike jujur.
"Nah elu kenapa Don?" tanya Nanta.
"Dona setelah kalian pulang tidak enak badan, sampai sore ini. Gue baru pulang dari dokter kandungan. Alhamdulillah sebentar lagi jadi Bapak juga gue." jawab Doni senang.
"Wah Don, selamat ya. Ikut senang." Nanta langsung selamati Doni.
"Beneran pada gendong bocah nih, selamat Doni, semoga hamilnya tidak rewel." Larry ikut selamati Doni.
"Iya Don, salam buat bu hamil. Semoga Seiqa menyusul." kata Mike mendoakan istrinya sendiri.
"Doakan gue dan Larry juga dong." kata Diky akhirnya.
"Elu kan tinggal nurut sama ortu, menikah terus hamili deh istri lu." kata Larry konyol.
"Nikah sama Arine?" tanya Diky mencibir.
"Kenapa begitu ekspresinya?" tanya Nanta.
"Bukan type." jawab Diky.
"Tidak masalah, nanti dandani biar jadi type." jawab Doni terkekeh.
"Mike juga bukan type Seiqa." kata Larry lagi.
"Sok tahu." jawab Mike tidak terima.
"Type Seiqa tuh gue." jawab Larry menggoda Mike.
"Rese..." Mike monyongkan bibirnya, semuanya terbahak.
"Jadi Rumi bagaimana tuh Leyi, elu sudah pilih Femi lagi." Diky kepikiran.
"Femi? sudah lupa tuh." jawab Nanta membuat Larry terbahak.
"Kenapa sih Femi, gue tidak tahu cerita nih." Doni penasaran, Mike juga menunggu Larry cerita, penasaran juga dia.
"Sok misterius deh." Mike jadi kesal.
"Kalau terlalu dibahas jadi bicarakan orang, gue malas." kata Larry.
"Ya sudah berarti tidak jadi sama Femi ya, Oke." Doni langsung ambil kesimpulan.
"Nah elu Dik, kenapa tiba-tiba sudah punya jodoh, kalau tahu dijodohkan jangan dekati Rumi dong." Mike langsung marahi Diky.
"Yah gue pikir kalau sudah dekat sama Rumi, bisa bilang nyokap kalau gue tidak mau dijodohkan sama Arine." jawab Diky jujur.
"Elu sudah kasih harapan sama Rumi lagi, sementara dia kan lagi terapi perbaiki diri. Kalau elu bikin patah hati begini, gue khawatir dia minum lagi." Mike lanjut marahi Diky. Jujur Mike khawatir Rumi terapinya gagal, kasihan sama Papi Mario dan Mami Regina, kasihan juga sama Rumi.
"Rumi tidak patah hati kok Mike, dia kan santai betul anaknya. Malah dia suruh gue antar Arine pulang kemarin. Karena Nyokapnya Arine masih mau ngobrol banyak sama Maminya Rumi." Diky menjelaskan.
"Tadi pagi masih tanya kabar gue sama Arine." jelas Diky lagi.
"Iya Rumi memang santai." Doni anggukan kepalanya.
"Tapi asal kalian tahu, dia bakal patah hati kalau Leyi jadi sama Femi tuh." kata Diky lagi, sempat ngobrol banyak sama Rumi, cuma Larry yang ada diotaknya.
"Sok tahu, dia kemarin bilang tidak harus Larry kok jodohnya." Larry ulangi kalimat Rumi.
"Iya sih, tapi berharap Larry." jawab Nanta tertawa. Larry dan yang lain jadi ikut tertawa.
"Besok Rumi terapi bagaimana dong, gue kan janji mau temani padahal, tapi situasi tidak memungkinkan." Diky kepikiran janjinya sama Rumi.
"Elu sudah tidak mungkin kan?" tanya Larry memastikan
"Iya, tidak mungkin." jawab Diky apa adanya. Memang tidak mungkin karena sudah dapat peringatkan keras dari Mamanya tadi pagi. Calon besan bercerita bertemu Diky lagi dirumah teman wanitanya. Habis sudah Diky kena semprot, dianggap tidak bisa menjaga nama baik keluarga.
"Ya sudah gue saja yang temani." jawab Larry, langsung ketiga sahabatnya bersorak.
"Biasa saja dong." Larry mencibir.
"Muka lu tuh sok biasa." Mike terbahak.
"Maksud lu?" tanya Larry.
"Kalau suka bilang suka, jangan ditahan-tahan nanti jadi bisul lu." Kata Mike ngajak ribut. Semua tertawakan Larry.
"Ini gue sehatkan dulu." jawab Larry.
"Sudah seperti anak ayam disehatkan dulu dibikin gemuk setelah besar dipotong." Mike tertawa.
"Gue tidak bilang begitu, Rumi harus sehat." kata Larry pada sahabatnya.
"Memang dia sehat kan." Doni tertawa.
"Kata bokap gue, kalau pecandu itu organ tubuhnya suka ada yang rusak. Kasihan Rumi kalau organ tubuhnya rusak." Larry tampak khawatir.
"Fixed perhatian." Diky terbahak.
"Cemburu?" Mike menggoda Diky, mereka saling mentertawakan.
"Dik, no hard feeling ya." kata Larry pada Diky.
"Tenang Leyi, memang sudah jalannya." jawab Diky tertawa.
"Jadi bagaimana Leyi?" tanya Nanta.
"Fokus kesehatan Rumi dulu." jawab Larry.
"Konsultasi sama dokter Femi lah." Mike menggoda Larry, semua tertawakan Larry jadinya.
"Cuma Femi ya dokternya?" tanya Larry disela tawanya.
"Lebih cocok dan dijamin cepat sehat." Doni tertawa. Larry cengar-cengir saja jadinya.
"Dik kenalin lah sama Arine." kata Nanta pada Diky.
"Gue mohon petunjuk dulu." kata Diky tertawa.
"Jangan terlalu lama, niatnya untuk bahagiakan orang tua." Kata Doni.
"Itu ilmu yang lu pakai untuk Kak Dini ya?" tanya Nanta.
"Iya, terbukti sekarang dia bahagia kan." Doni terbahak.
"Iya benar, Kak Dini tampak bahagia sekarang." jawab Mike.
"Menikahnya sama Om siapa dulu dong." kata Nanta bangga.
"Ok Dik, semangat." Nanta semangati Diky.
"Nanta juga dijodohkan kok." kata Mike pada Diky.
"Iya Nan?" Diky cari teman.
"Iya." jawab Nanta cengengesan, kasusnya beda dengan Diky walau pun mereka sama-sama dijodohkan.
"Gue maunya sama Rumi." kata Diky lagi.
"Rumi maunya sama Larry." jawab Mike membuat semuanya terbahak.
"Iye Arine maunya sama gue." sahut Diky lagi.
"Nah lucu deh tuh kalau kalian bikin foto judulnya saling kejar deh, siapa mengejar siapa." jawab Mike kembali tertawakan Larry dan Diky.