
Babak kualifikasi Piala Asia di Abu Dhabi hari ini Indonesia akan berhadapan dengan Kazakstan. Persiapan Nanta dan timnya agar berhasil menenangkan pertandingan, bukan main-main. Apalagi banyak yang disaksikan oleh keluarganya bukan hanya Nanta dan Doni saja, ada beberapa teman Nanta yang membawa kedua orang tuanya.
Penonton mulai berdatangan, meskipun ini bukan pertama kalinya mereka bertanding tetap saja ada rasa nervous. Apalagi pemain NBA tadi sempat mendatangi Nanta dan teman-temannya untuk memberikan semangat. Ada juga artis terkenal yang ikut menonton pertangingan atau mungkin sengaja diundang supaya lebih seru, Nanta juga kurang tahu.
Pertandingan dimulai, Nanta sudah tidak memikirkan lagi dimana istrinya duduk, ia dan teman-temannya hanya fokus bermain memberikan yang terbaik, ada sedikit kekhawatiran awalnya karena stadion penuh sekali, ternyata atunsias penonton disini luar biasa. Yang Nanta khawatirkan istrinya akan kepanasan atau bahkan sesak mengingat apa yang Papa bilang dulu, di Abu Dhabi suhu udara lebih panas dibanding di Jakarta. Tapi tadi Dania sudah membawa botol minum yang satu liter. Lebih baik beser ke toilet Dari pada dehidrasi.
Penonton bersorak ketika Nanta berhasil memasukkan bola ke ring lawan. Wajah Nanta terlihat jelas pada layar televisi yang ada dilapangan, juga gerakan lambat saat Nanta melompat hingga bola masuk, bahkan terlihat jelas Nanta bergelantungan di ring basket. Gerakan lambat diulang beberapa kali, penonton masih saja bertepuk tangan Dan bersorak sorai.
"Nanta I love you." teriak beberapa orang, entah suara siapa yang pasti bukan suara Dania istrinya. Mungkin Warga Negara Indonesia yang tinggal di Abu Dhabi. Bukan Nanta saja yang diteriaki begitu, siapapun yang memasukkan bola di ring lawan akan mendapatkan ucapan cinta dari penonton. Bikin tambah semangat saja.
Dania berdiri dari duduknya dengan wajah tegang saat melihat Nanta sedang dalam keadaan terdesak dikerubutin oleh lawan karena bola sedang ada ditangan Nanta. Saking panasnya mau tidak mau Dania membuka cardigannya, dipikir ini toh bukan Indonesia, suaminya juga sedang dilapangan pasti tidak terlihat. Jadilah Dania hanya menggunakan tanktop saja.
Apalah daya Dania yang polos ini lupa kalau kamera juga menyorot pada penonton, ia tertangkap kamera dan muncul pada layar besar. Penonton bersorak dan bersiul saat melihat Dania di layar, tentu saja Dania panik dan langsung meringis. Apalagi saat melihat suaminya menggelengkan kepalanya saat melihat layar besar. Entah apa yang dibahasnya pada temannya yang pasti setelah itu kepala Nanta tampak berkeliling mencari keberadaan istrinya.
"Aduh Mas Nanta marah deh." gumam Dania langsung menggunakan kembali cardigannya. Tidak lagi berani berdiri tapi duduk manis sambil kipas-kipas. Untung saja Nanta bawakan Dania kipas mainan Balen yang pakai baterai dari rumah. Tentu ijin dulu sama Balen. Dini tertawa geli melihat Dania yang sibuk sendiri merasa bersalah.
"Nanta tidak suka kamu pakai yang seksi-seksi ya?" tanya Dini pada Dania.
"Kalau di Jakarta sih iya, ini kan bukan Jakarta harusnya tidak marah ya." bisik Dania polos. Deni tertawa mendengarnya.
"Memang Nanta bisa marah?" tanya Deni pada Dania.
"Pernah sih waktu aku pakai rok pendek." jawab Dania menutup mulutnya.
"Ya sudah kamu berdiri lagi deh pakai cardigan, nanti disorot lagi kan, jadi Nanta bisa lihat." kata Dona pada Dania.
"Eh iya betul juga." Dania terkekeh dan kembali berdiri saat bola ada ditangan suami.
"Mas Nanta I Love You." teriak Dania membuat penonton yang lain bersorak sorai menyebut nama Nanta berulang kali, kamera kembali mengarah pada Dania, dengan gaya sok selebs Dania membentuk hati pada kedua tangannya sambil kembali berteriak "Mas Nanta I Love you."
Tampak Nanta tertawa melihat kelakuan istrinya dilayar, bisa-bisanya Dania menarik perhatian hingga beberapa kali masuk ke layar, bergantian saja dengan selebriti terkenal di Abu Dhabi Dan juga bintang NBA yang ikut menyaksikan pertandingan secara langsung. Hanya tempat duduk mereka di VIP sementara Dania dan rombongannya entah dibarisan keberapa.
Pertandingan dimenangkan oleh Indonesia, bertambah sorak sorai saja penonton Indonesia. Pertandingan ini juga ditayangkan langsung disalah satu stasiun televisi Indonesia. Terlihat beberapa crew memakai bendera Indonesia ditangannya.
Nanta dan temannya masih melayani wawancara singkat dari stasiun televisi setempat dan juga beberapa wartawan melakukan foto beberapa kali untuk Nanta dan teman-temannya. Mereka jadi bintang karena memenangkan pertandingan. Nanta dan Tim juga berfoto bersama dengan pemain senior NBA.
Deni langsung saja mengajak rombongannya kembali Ke hotel karena tidak tahu apakah Nanta dan Tim ada acara lain, lagi pula memang sudah dibilang dari awal mereka tidak bergabung dengan para Atlit. Mereka akan bikin acara sendiri.
Handphone Dania berdering saat akan meninggalkan lapangan.
"Tidak mau foto sama aku?" tanya Nanta pada istrinya.
"Boleh, ayo sini."
"Om, Mas Nanta ajak foto bersama." kata Dania pada Om Deni.
"Loh iya dong, masa kita tidak foto dengan mereka sih." kata Dini semangat. Keempatnya pun turun menghampiri Nanta dan rombongannya yang masih dilapangan.
"Nakal." cubit Nanta pada pipi Dania saat istrinya sudah mendekat.
"Sakit." rengek Dania sambil mengusap pipinya.
"Siapa suruh lepas cardigan. Jadi seperti selebs kamu tadi disiul-siuli." omel Nanta pada Dania.
"Ini kan bukan Indonesia."
"Dimanapun tidak boleh tampil seksi." masih melanjutkan marahnya sambil mencium pipi yang bekas dicubitnya tadi.
"Loh, pacarnya Nanta ya. Wawancara dong." kata salah satu wartawan yang masih berada dilapangan.
"Istri aku." jawab Nanta polos.
"Wah apalagi istri, wawancara ya?" pinta wartawan itu lagi. Dania menatap Nanta bingung.
"Wawancara apa? bukan selebs kok. Tidak usah ya." Nanta terkekeh.
"Ngobrol santai saja deh, foto berdua deh." pinta wartawan itu lagi.
"Doni sama Dona saja."
"Sudah duluan." jawab wartawan itu.
"Don?"
"Iya sudah foto tadi." jawab Doni.
"Ya sudah ini foto saja." Nanta akhirnya pasrah. Mereka diwawancarai berdua tapi Dania lebih banyak diam, biarkan suaminya yang menjawab. Ia hanya bilang iya atau tidak saja. Kadang tertawa saja kalau bingung harus jawab apa.
Beberapa menit kemudian langsung beredar foto Dania dan Nanta, bahkan foto Dania saat tertangkap kamera di layar lebar tadi. Dania langsung berdecak saat melihat notifikasi dihandponenya, ah Mas Nanta bisa cubit pipi lagi kalau begini, pikir Dania.
"Kita duluan ke hotel ya." pamit Deni setelah mereka foto bersama.
"Iya Om, kita masih briefing dulu." jawab Nanta pada Om Deni. Lagipula Nanta dan rombongannya menggunakan bus khusus Atlit, sedangkan Deni menyewa Mobil sendiri, jadi mereka pun sudah ditunggu oleh supir lokal di parkiran.