
Malam ini Reza dan sahabatnya ikut jamuan makan malam keluarga besar Mario, sepertinya rencana Kiki untuk ke simpang lima sedikit terlambat atau mungkin saja tak jadi. Selesai makan malam tiba-tiba saja papi Mario meminta waktu Reza, untuk berbicara empat mata, terkait pekerjaan yang ada di perusahaan papa Dwi. Rupanya barang yang dikirim Burhan Company ke canada ditujukan untuk anak perusahaan milik Una Group.
"Pi, kenapa ga hari senin aja, Reza ke kantor pusat Unagroup, masa malam begini bahas pekerjaan sih." Mario komplain pada papi nya.
"Kamu ga usah ikut campur Yo, kamu mau perusahaan papa teman kamu kolabs karena masalah ini? kalau dibahas sekarang Reza bisa mengerahkan staff di perusahaannya untuk lembur sabtu dan minggu."
Mario akhirnya pun menyerah. Masuk akal juga apa yang Papi katakan.
"Ga papa ya friend." bisiknya pada Reza tak enak hati. Reza tersenyum sambil menepuk bahu Mario. "Santai friend." katanya meninggalkan Mario mengikuti langkah Papi Mario.
"Sayang kamu sama Regina dulu ya." katanya ketika melewati Kiki yang sedang berdiri memandangnya.
"Aku ikut kak Andi jemput Cindy ya kak?"
"Kamu tanya Andi dulu, mau ditemani atau sendiri."
"Oh iya ok Kak Eja." Kiki segera merapatkan kakinya dan meletakkan pinggiran jempolnya didahi seakan bersikap hormat. Membuat Reza gemas dan mengacak poninya. Segera Reza berlari menyamakan langkah agar tak ketinggalan jauh dengan Papi Mario yang sedang mendorong pintu Private Room.
"Duduk Ja, santai aja ya." kata papi ramah. Reza duduk dibangku yang sudah ditunjuk, tepat disebelah papi. Diluar ruangan pengawal papi sudah berjejer rapi berjaga-jaga supaya tak ada yang masuk ke dalam Private Room. Apanya yang santai batin Reza.
"Papa kamu sehat ja?" tanya papi
"Sehat Om, Alhamdulillah. Sekarang base nya di Malang om."
"Oh iya, kamu yang pegang di Jakarta ya."
"Ga sih om, aku cuma bantu, masih belajar om."
"Kamu bisa belajar dari Misha, Ja. Nanti Kenan belajar sama Dwi di Malang. Begitulah Ja kalau punya usaha kalau sudah tua, anak lah yang diharap meneruskan."
"Iya om."
"Sebenarnya om panggil kamu bukan masalah pengiriman ke Canada Ja. Itu sudah beres, kemarin papa kamu sudah ketemu Om dan Pak Burhan. Tapi kamu ga usah cerita lagi sama teman-temanmu, terutama Mario. Om mau minta tolong sama kamu bisa?"
"Alhamdulillah sudah beres ya om. Minta tolong apa om? Selama Eja bisa bantu, pasti Eja bantu."
"Kamu tahu om selalu ribut sama Mario. Entah kenapa om kalau lihat Mario langsung aja spaneng, Mario juga gitu hahaha. Mungkin Mario kesal karena dijodohkan ya. Padahal om mau yang terbaik untuk Mario. Om ga mau Mario salah memilih istri. Setiap di S'pore Mario dipepet sama Model disana, teman sd nya. Tapi om sudah selidiki dia punya niat ga bagus. Mungkin cara penyampaian om salah, jadi Mario emosi waktu om usir itu cewek dari rumah."
"Mario ga pernah cerita om punya teman dekat cewe disana."
"Mereka baru ketemu beberapa bulan ini, mungkin pusing, ribut terus sama om jadi ga sempat cerita. Om sudah kasih uang untuk itu cewek supaya jauhi Mario. Dia terima, karena memang tujuannya dekati Mario itu uang. Cewe ga benar itu."
"Iya om, Eja ga pernah dengar Mario ngobrol ditelepon sama itu cewe sih."
"Regina itu siapa om?"
"Anak sahabat om, kasihan orang tuanya sudah meninggal dari dia kecil, Adik papinya yang rawat dia, tapi ga punya pekerjaan tetap, akhirnya om bukakan usaha, syukurlah usahanya maju, biasa kuliahkan Regina dan anak-anaknya. Mario juga ga tahu itu."
"Kenapa ga cerita om?"
"Susah mau cerita, baru bilang mau dijodohkan sudah ngamuk."
"Tapi om berhasil, Mario mau menikah."
"Karena om ancam mau bikin kolaps restaurant kalian."
Reza terbelalak kaget, Mario ga pernah cerita. Sementara Papi Mario terkekeh.
"Om cuma ancam, ga mungkin om hancurkan kalian. Tapi Mario kepikiran tuh hahaha."
"Om bisa aja, pasti panik Mario tuh om"
"Hahaha iya. Regina juga punya pacar mau dijodohkan menolak dan melawan sama om nya. Setelah kita bikin cerita om nya punya hutang sama Unagroup, tak sanggup bayar, syarat hutang lunas Regina menikah sama Mario. Baru menyerah dan memutuskan pacarnya. Hahaha anak kecil begitu disuruh mikirin hutang Triliunan pasti nyerah lah hahaha." Papi terbahak, mau tak mau Reza juga ikut tertawa.
"Kasian Mario sama Regina om."
"Biar mereka belajar mencintai, pacar Regina juga pacarnya banyak. Putus sama Regina sudah berderet yang antri."
"Om tau aja sih."
"Cari tahu lah Ja, bayar orang. Nanti kamu kalau punya anak juga begitu. Selalu cari cara untuk lindungi anak kamu."
"Iya om. Jadi om ajak Eja kesini cuma mau cerita itu? tanya Reza ingin tau apa yang Papi mau.
"Kamu kan juga dijodohin, om mau kamu kawal Mario sampai dia benar-benar mencintai Regina. Om ga mau mereka menikah tapi dibelakang pacaran sama orang lain. Kamu nasehati terus sahabatmu. Satu lagi Ja, om mau Mario juga seperti kamu, mulai terjun di Unagroup, walaupun fokusnya diwarung Elite. Bagaimanapun Unagroup butuh Mario. Om ga mau orang lain nanti yang menggantikan om, Mario satu-satunya harapan om." Papi Mario menatap Reza penuh harap. Papi tau Reza salah satu role mode Mario selain kedua sahabat lainnya. Reza menganggukan kepalanya.
"In syaa Allah om, semaksimal mungkin Eja usahakan membujuk Mario. Tapi ga bisa cepat ya om, Mario ga bisa di push om. Tapi dia cepat ngerti kok om. Makanya kami cocok berteman dari SMP."
"Terima kasih ya Ja, kamu lebih tahu lah cara menghadapi sahabatmu itu.
"Iya om." Pembicaraan selesai sampai disitu. Reza kembali berkumpul dengan sahabatnya yang setia menunggu di luar, dibangku tempat mereka duduk tadi, hanya Andi dan Kiki yang tak tampak. Rupanya Kiki ikut menjemput Cindy di bandara. Cindy tak sendiri tapi bersama Ema sepupu Regina, makanya Andi minta Kiki menemani, supaya nanti tak bingung kalau Cindy sibuk ngobrol sama Ema.
"Gimana friend, beres?" tanya Mario tampak khawatir.
"Aman, nanti diurus tante Misha. Gini deh Yo kalau mulai belajar urus usaha papa. Lu juga bakal gini kan nanti urusin Unagroup. Ketemu lagi aja kita diperusahaan yang berbeda." Reza tergelak mulai menyisipkan Unagroup ditelinga sahabatnya. Mario hanya menganggukkan kepala, karena pada waktunya nanti pasti Mario terjun di Unagroup karena ia pewaris tunggal.