
Pukul dua belas lewat sedikit kereta tiba di Kota semarang, Mobil jemputan sudah menanti di depan pintu stasiun.
"Tita teumah siapa nih Papon?" tanya Balen, pikirnya sama dengan di Malang dan Cirebon, mereka akan menginap dirumah keluarga. Mereka sudah berada di Mobil jemputan saat ini.
"Sekarang kita menginap di Hotel." jawab Kenan pada Balen.
"Ndak ada sodaana disini ya?" tanya Balen.
"Ada nih." tunjuk Mike pada dirinya.
"Ninap di umah Aban Maik aja ya." pinta Balen pada Mike yang Balen tahu memang masih saudaranya juga.
"Di Hotel sayang, Abang Mike tidak punya rumah disini." jawab Nanta pada adiknya.
"Yeaaai ninap di Oten." teriak Balen senang, sudah fixed menginap dihotel kalau Mike tidak punya rumah disini.
"Balen senang?" tanya Larry pada Balen.
"Yah." Balen menganggukkan kepalanya.
"Kenapa?" tanya Larry terkekeh.
"Bisa beenang tita di Oten." jawabnya membuat Larry tertawa. Tetap ya pikirannya hanya berenang, apalagi ada Larry dan Mike disini.
"Nanti sore kita latihan berenang ya." kata Larry membuat Balen kembali bersorak senang.
"Kiss dulu Aban." kata Larry pada Balen yang sedang duduk disebelahnya.
"Bawa tissue tidak?" teriak Mike sambil tertawa. Kenan dan Nona jadi ikut tertawa sudah trade mark Balen kalau mencium bisa sampai banjir pipi orang dibuatnya.
Ups terlambat pipi Larry sudah basah dibuat Balen. Larry tertawa saja gantian mencium Balen, gemas sekali dengan singkong cantik ini. Nanta memonyong bibirnya, tapi sudah tidak komplen biarkan saja adiknya menempel terus dengan Larry. Nona menyodorkan tissue pada Larry sambil tertawa geli. Ia bebas tugas anak-anak ada yang asuh, Richie bersama Kenan dan Balen bersama Larry sahabat Nanta.
"Tante boleh bawa pulang tidak ya, bikin rindu terus ini si unyil." kata Larry pada Nona.
"Hahaha bisa ribut ini Papon, dulu waktu Nanta belum menikah saja, kalau Balen tidur di kamar Abangnya, Papon kadang ikut tidur dikamar Abang." komentar Nona membuat Kenan nyengir lebar sambil tertawa. Memang begitu adanya tidak mungkin menyangkal.
"Adik aku laki-laki semua." Larry terkekeh.
"Suka tawuran lagi." komentar Mike, Nanta kembali tertawa.
"Sudah tidak Ma'ik." kata Larry memonyongkan bibirnya pada Mike. Nanta tertawakan keduanya.
"Kita makan siang di hotel saja ya." kata Kenan setelah di Mobil kembali hening, pikirnya lebih baik langsung ke hotel saja, nanti kalau setelah makan siang ada yang mau keliling semarang baru dipikirkan lagi.
"Iya Om, biar Balen dan Richi istirahat dulu sebelum berenang nanti sore." jawab Mike setuju. Balen berenang sudah pasti Richi berenang juga.
"Kalian tidak capek, harus ajari Balen dan Richi berenang? besok sudah pertandingan." tanya Kenan pada Larry dan Mike.
"Sudah biasa Om." jawab Larry terkekeh.
"Tidak latihan sebelum bertanding?" tanya Nona pada Larry.
"Hari ini bebas, lagi pula besok aku lawan Nanta dan Mike." Larry terkekeh.
"Kenapa harus di Semarang kalau begitu?" tanya Kenan pada Larry.
"Memang begitu Pa, pertandingan ini untuk menarik minat Basket anak-anak di daerah." Nanta menjelaskan. Kenan menganggukkan kepalanya mengerti. Tidak terasa mereka sudah tiba di lobby hotel langganan Kenan yang bersebelahan dengan Mal hingga mudah jika ingin mencari makanan.
"Baen bobona sama siapa?" tanya Balen pada Mamon.
"Bobo sama Papon, Mamon juga Ichie." jawab Nona pada anaknya.
"Ote." jawab Balen tidak rewel minta tidur bersama Abangnya.
"Aban Leyi, bobona sama siapa?" tanya Balen pikirkan Larry.
"Sama Abang Mike." jawab Larry tersenyum manis.
"Ote." jawabnya balas tersenyum manis.
"Janan upa soe beenangna." katanya lagi ingatkan Larry.
"Iya singkong rebus." jawab Nanta terkekeh, adiknya bikin sahabatnya sibuk saja.
"Jangan lupa bilang terima kasih sama Abang Larry dan Abang Mike tuh." Nanta ingatkan adiknya.
"Balen mau bobo sama Kakak Dania tidak?" Dania menawarkan.
"Ndak, sama Papon aja ya Tania." jawabnya tahu diri kalau menginap di hotel lebih baik mendekat pada Papon dan Mamon.
"Papa mau makan dikamar atau kita makan sama-sama, aku sepertinya mau makan di Mal sebelah." kata Nanta pada Papa.
"Kita di kamar saja, Mas. Biar duo bocah ini tidur siang." kata Nona pada Kenan.
"Tuh Nan, Mamon mau dikamar. Kalian saja yang makan di sebelah." kata Kenan pada Nanta.
"Baen matan di emol don Papon." pinta Balen pada Papon.
"Nanti sore mau berenang tidak? kalau mau berenang makan dikamar saja." kata Kenan pada Balen.
"Papon mah ditu." kecewa tapi tidak menangis.
"Kalau mau ikut Abang, ikut saja tapi pasti nanti tidak jadi berenang karena kamu mengantuk." kata Nona pada Balen.
"Iya Mamon, janan maah don." kata Balen membuat Nona mengernyitkan dahinya, siapa juga yang marah. Yang lain tertawa melihat Balen.
Setelah mendapatkan kunci mereka langsung menuju kekamar masing-masing yang masih berada di lantai yang sama.
"Papon dendong." pinta Balen pada Kenan saat berada di lift. Kalau sudah begini Kenan serahkan Richie pada Nona, gantian menggendong Balen. Kalau ditolak Balen bisa rewel, Richie menurut saja karena sudah puas juga digendong Papanya.
"Kenapa minta gendong Papon?" tanya Kenan terkekeh.
"Tasian Aban Leyi, dendong Baen teus." katanya sok bijaksana.
"Kenapa tidak minta gendong Abang?" tanya Nanta pada adiknya.
"Aban tan jadain Tania." jawabnya kembali sok bijaksana. Dania jadi senyum lebar mendengar jawaban Balen.
"Gendong Abang Mike saja." kata Mike menggoda Balen.
"Nanti aja dantian." jawab Balen membuat semuanya tertawa.
"Dapat giliran berarti." kata Nona tertawa.
"Papon, Om Mito mana?" tanya Balen lagi, sudah dihotel belum bertemu Micko Papa Dania.
"Nanti malam kita bertemu, sekarang Om Micko sedang ajak Abang Lucky Dan Abang Winner keliling semarang." jawab Kenan pada gadis kecilnya.
"Oh..." jawabnya setelah dapat penjelasan dari Papon.
"Kamu sudah hubungi Papamu, Dan?" tanya Kenan pada Dania.
"Papa lagi di lawang sewu, Pa." jawab Dania yang sudah mendapat chat dari Papanya.
"Kamu mau ke lawang sewu?" tanya Kenan pada Nona. Nona menggelengkan kepalanya, ia pikirkan Balen dan Richie mau berenang.
"Balen kamu beneran mau berenang?" tanya Nona pada Balen. Kalau Balen jawab tidak nanti sore bisa keliling.
"Yah." jawab Balen yakin.
"Gampanglah Mas, besok pagi bisa, Nanta kan pertandingannya besok jam sepuluh juga." jawab Nona.
"Larry sama Mike tidak mau keliling semarang?" tanya Nona takut mengganggu aktifitas sahabat Nanta ini.
"Sudah sering Tante." jawab Larry terkekeh.
"Iya sudah sering kesini." jawab Mike.
"Aku belum pernah." Dania tertawa.
"Kamu mau ke Lawang Sewu?" tanya Nanta pada Dania.
"Mau." jawab Dania.
"Kalau hari ini hanya bisa ke Lawang Sewu, Sam Pho Kong, kota tua dan alun-alun. Lain kali kita kesini lagi khusus jalan-jalan." janji Nanta pada Dania.
"Ikuut." Larry dan Mike tidak mau ketinggalan, Kenan dan Nona jadi tertawa, mereka ini kompak sekali.