I Love You Too

I Love You Too
Gian



Beberapa hari telah berlalu aku tiduran di kamar sembari memainkan ponselku,



Tring”,



Aku melihat ada pesan masuk, ku buka



+62886……


Hai



Siapa sih, batinku.



Aku : siapa?



+62886 : Gian



Aku : Oh



Dia adalah gian, kakak kelasku yang mengajari sewaktu dilabkom hari itu aku tau namanya dari teman-temanku karena setelah praktikum hari itu aku bertanya pada temanku siapa namanya dan mereka menjawab namanya gian, mereka bahkan tau banyak tentang nya, aku diam karena hanya aku yang tidak tau tentang dia, ternyata dia cukup populer dikelas ku, aku merasa hanya aku yang tidak tau apa apa tentangnya,



Setelah pesan hari itu dia sering mengirimi ku pesan, dan akupun membalas pesannya, sebenarnya semenjak pertama aku masuk SMK banyak sekali kakak kelas ataupun teman seangkatan ku yang mendekatiku namun aku mengabaikan mereka, karena aku juga udah punya pacar namanya rizal, rizal adalah pacarku, saat itu aku pacaran dengannya dan itu hanya status agar aku tidak menyandang status jomblo aja sih sebenernya,



Rizal adalah orang yang aku sukai selama bertahun-tahun, aku menyukainya bahkan sangat-sangat menyukainya entah apa alasan aku menyukainya aku juga tidak tau.



Saat dia menyatakan perasaanya padaku aku senang sekali, bayangkan orang yang disukai sekian lama dan ternyata menyukaiku juga, namun pikirku salah, dia tidak menyukaiku dia hanya menghargai perasaanku bahwa aku menyukainya, ketika bersama nya sudah kubilang aku dan dia pacaran hanya untuk status, jika kita bertemu, dia dan aku layaknya seorang teman biasa, terlalu banyak wanita disampingnya, dan aku seringkali diberitahu oleh heri temannya setiap gadis yang bersamanya adalah pacarnya di sekolahnya, aku kaget sebenernya, tapi aku jadi tau, ternyata itu alasannya mengapa status kita harus backstreet, karena dia punya pacar lain, dan entah aku yang keberapa, dan jika kebanyakan orang akan marah karena diselingkuhi oleh pacarnya, tapi tidak denganku, karena kurasa dengan statusku sekarang adalah pacarnya itu sudah cukup untukku, itu sudah membuatku merasa senang, jika ditanya apakah aku tidak keberatan di selingkuhi? Sangat amat keberatan, siapa sih orang yang mau diselingkuhi? namun aku bisa berbuat apa, dia bahagia maka aku bahagia.



****



Disekolah aku bersama dengan teman sebangku ku dili, dikantin aku makan dengannya



“lo sekarang sama siapa sih” Tanya dili temanku



“lo kan tau cil” (Acil adalah nama panggilankku ke dili)



Acil adalah satusatunya sahabatku yang tau hubungan aku dengan rizal karena aku menceritakan semua tentangkku padanya, begitupun dia.



“kayaknya lo cinta bgt ya  sama dia, ampe hati lu kekunci buat orang lain”



“ya kali” jawabku cuek



“hey sayangku, lo liat dong di sekitar lo itu banyak laki-laki yang suka sama lo, yang mau jadi pacar lo, jangan bego kaya gitu deh”



“berisik lo”



“lo yakin sama dia?, gue tuh gak kasian sama lo, tapi gue kasian sama hati lo yang terus disia-sia in masih banyak ko diluar sana yang lebih baik dari dia, emang dia punya apa ci?” Tanya nya


sambil memutar bola matanya malas.



Tiap hari dia nyeramahin aku entah itu di kelas, pas maen ke rumah, atau di ponsel dengan tukar pesan, yang dibahas tuh ga jauh-jauh dari rizal pacarku. Tapi aku ga ngerasa risih kalo dia yang bahas karena juga gatau sih, mungkin karena aku udah nganggap dia keluarga jadi serempong apapun dia aku iya in aja biar cepet.



“oke deh, gue nyerah, susah ngomong sama lo terserah lo deh” lanjut dili, sambil meninggalkan ku



****



Sepulang sekolah aku bertemu dengan rizal dan heri temannya, seperti biasa rizal bersama dengan perempuannya dan aku dengan heri hanya memperhatikan dari jarak yang cukup jauh sambil pesen makan di warung



“aku mau ngmng sama kamu” kata heri sambil narik tanganku ke tempat yang aku juga gatau tempat apa, yang pasti itu tempat kosong dan sempit, dan gaada siapa-siapa.



“apaan sih, jangan Tarik-tarik gitu dong, gabisa apa ngomong baik-baik” kataku




Aku hanya diam, aku gak kaget dengan pernyataan aku harus mutusin rizal, karena emang bukan hanya satu atau dua orang yang menyuruhku untuk memutuskan hubunganku dengan rizal,



“dia gak sayang sama kamu” lanjutnya“



"kamu cantik, tinggi , putih , ci kamu gak kekurangan apapun kamu sempurna, apa yang kamu cari di diri rizal hah, udahlah ci  kamu gausah nyakitin hati kamu, ci liat aku, tatap aku ci, banyak ko laki-laki yang mau sama kamu ci, plis putusin dia, lupain dia, aku gabisa liat kamu terus-terusan kayak gini ci” lanjut heri sambil meggang bahu ku.



Hening



“tapi aku sayang dia” jawabku menatap heri



“aku harus apa biar kamu bisa lupain dia, aku harus gimana biar kamu ga suka sama dia, kamu tau?, kamu sekarang kayak apa? Kayak orang yang di guna-guna tau ga, plis sadar ci , sadar”



Aku diam, lalu aku pergi meninggalkannya



****



Hari libur ku adalah hari aku berdiam diri seharian dikamar, tanpa ada yang ganggu aku, karena aku gamau di ganggu, akutuh orang nya mood mood an gtu, kalo mood ku lagi bagus ya aku jadi diri aku yang ceria, seperti biasanya namun entah kenapa hari ini aku hnya merebahkan diri di kasur sembari memainkan ponselku



Tring "//



Gian : "hey lagi apa?"



Aku menatap ponselku, aku diam sejenak, bingung harus bales gimana,



Aku : "diem"



Gian : "sama siapa?"



Entahlah aku sebenarnya males, tapi ya karena aku juga emang lagi free kan ga ngapa-ngapain jadi aku memutuskan untuk terus membalas pesannya walaupun yang aku kirim selalu singkat tapi dia selalu membalas pesanku dengan cepat dan gak ngebosenin gitu,



Setelah hari itu aku juga jadi sering memberi kabar padanya, dia yang aku maksud adalah gian, bukan rizal pacarku karena walaupun aku dengan dia pacaran, tapi kita jarang atau bahkan hampir tidak untuk komunikasi lewat ponsel.



Aku jadi banyak bertanya kepada gian, gimana cara ini, cara itu, pokoknya semua yang berhubungan dengan praktikum ku, aku selalu menanyakan hal yang aku gak bisa, entah hal itu penting atau enggak, bahkan kadang kita kayak jadi gaje gitu



Eh apa tadi kataku? Kita? Ko pipiku merah gini siihhhh, bilang kita antara aku dan gian, hhehe Uppss sorry gaiisss ralat yaaaa aku dan dia, bukan kita hihi,



****



Aku main sosmed karena, sosmed bagiku kayak ganja, bikin aku candu, ketika aku buka sosmedku aku lihat ada yang mengajukan pertemanan padaku, ku lihat lah "gian" batinku. Ya udah aku terima aja pertemanan nya toh dia orang yang aku kenal juga, aku juga bahkan gamau tau, dia tau dari mana nama sosmedku, ko bisa nyantol ke sosmedku dan meminta pertemanan denganku.



Setelah pertemanan di sosmedku waktu itu, halaman pemberitahuan ku jadi sering penuh, ya penuh dengan bom like yang gian berikan padaku, dia selalu nglike apapun yang aku post tapi dia ngga nginbox atau komen atau apalah, hanya like like an doanggg, aku hanya ketawa



"dasar tukang stalking" batinku.




D e n g a n s e g a l a k e r e n d a h a n h a t i


m o h o n m a a f a t a s s e g a l a


k e k u r a n g a n d a l a m t u l i s a n i n i ,


s e m o g a k a l i a n d a p a t m e n g a m b i l


h i k m a h n y a



S e l a m a t m e m b a c a 😊