
Suasana semakin malam semakin ramai. Tapi seperti kampus pindah kesini, batin Kiki.
"Sudah keluar malam ketemunya dia lagi dia lagi. Iya kan?" oceh Intan meminta persetujuan. Kiki tertawa "Gue juga mikir begitu Kampus pindah ini sih." jawab Kiki. Monik tertawa mendengar ocehan Sahabatnya. Walaupun sedari tadi Monik ngobrol sama Sheila tapi tetap tak mau kehilangan moment bersama Kiki dan Intan. "Sebentar lagi ada orang baru." sambung Monik sambil senyum jahil.
"Siapa?" tanya Sheila , Intan dan Kiki bersamaan.
"Anto dan Alex sudah mau sampai disini." Jawab Monik. Intan dan Kiki mengangguk. "Pacar aku Alex datang bersama Anto sepupunya kak." sambung Monik lagi menjelaskan pada Sheila yang duduk disebelahnya. Sheila pun mengangguk tanda mengerti.
Tak lama seorang Pria tampan dengan pakaian kerjanya menepuk pelan pundak Monik. Monik pun tersenyum senang karena Alex tiba lebih cepat.
"Mana Anto? tanya Monik.
" Ke Toilet." jawab Alex sambil menarik bangku dan duduk di sebelah Monik. Intanpun berdiri pindah duduk disebelah Sheila, mengosongkan bangkunya untuk Anto nanti.
"Ini loh yang namanya Kiki, Ini Sheila senior kami." Monik mengulang mengenalkan Kiki pada Alex. Kiki hanya tersenyum dengan mata menyipit sambil mengangguk. Sheila mengulurkan tangannya menyalami Alex. Tak lama Anto pun muncul, sebelum duduk menyalami semua yang ada dimeja satu persatu, kecuali Alex.
"Nyusul juga lu." Anto mengomentari Intan.
"Ga boleh ...??? gue balik nih." jawab Intan sok judes dengan wajah tengil memandang Anto yang tepat dihadapannya.
"Mulai drama Tom & Jerry." Alex tertawa menggelengkan Kepalanya. Anto paling senang menggoda Intan Karena tingkahnya yang kocak. Ada saja keributan yang mereka bikin.
"Ki, kenapa diam saja," Monik membuyarkan lamunan Kiki. Entah apa yang Kiki pikirkan.
"Ngantuk." jawab Kiki Asal
"Sebentar lagi mulai nih musiknya , tidak akan mengantuk deh kamu, Ki." Sahut Sheila
"Nah iya Ki, apalagi nanti lu lihat si Andi dipanggung. Dijamin melek deh tuh mata." Intan mulai bersemangat.
"Masaaa..." Anto mulai menggoda Intan.
Ish.." Intan bersungut memonyongkan bibirnya. Semua pun tertawa melihatnya.
"Kayanya si Reza dipaksa manggung deh tuh." Ujar Sheila sambil tertawa saat melihat Reza mulai memegang gitar. Sementara Andi Memegang Saxophone, Mario dengan pianonya. Erwin sudah berdiri didepan dengan trombon ditangannya.
"Wah asiiik Andi main saxophone." Intan semakin semangat. Kiki hanya terpaku memandang ke arah panggung. Walaupun belum mulai bermain musik tapi aura bintang mereka sudah muncul. Entahlah sebenarnya mereka ingin menjadi musisi atau pengusaha.
"Tan, gue juga lagi kursus saxophone loh." kata Anto pamer.
" Masaaa.." Intan membalas Anto. "Suling kali." sambungnya lagi sambil melewek. Gantian Anto yang memonyongkan bibirnya.
Andi memulai atraksinya dengan memainkan lagu Pick up a pieces. Suasana tambah meriah. Semua pun bergoyang menikmati musik. Tak ketinggalan Kiki yang larut dengan Instrument menghentak dari Reza dan kawan-kawan. Setelah habis satu lagu Andi pun menyapa pengunjung yang hadir.
"Apa kabar semuanyaaa." teriak Andi lantang.
"Terima kasih sudah datang yaaa.. kalau tadi suasana menghentak, sekarang kita mainkan yang slow ya. Setujuuuu?" Teriak Andi lagi.
"Setujuuuu." Teriak para pengunjung berbarengan. Tak semua yang datang duduk di meja. Ada yang berdiri maju merekam dengan hanphonenya. Ada juga yang maju karena ingin melihat dari dekat. Sungguh kasian pengunjung yang tak berdiri tapi duduk dibelakang. Terpaksa menikmati aksi panggung dari layar yang sudah disediakan.
Lagu kedua Mario menyanyikan lagu "Lucky Man" dari Dave koz. Semua menikmati dan sebagian ikut menyanyikan lagunya seakan menonton konser. Begitupun Alex dan Anto ikut bersenandung.
"Keren." Komentar Monik mengagumi aksi panggung seniornya.
"Lu baru lihat Nik? tanya Intan bangga. Monik mengangguk.
"Tidak usah." potong Alex cepat. Sepertinya Alex cemburu jika Monik follow IG cowok lain. Alex lebih senang kalau Monik tak bermain IG ataupun medsos lainnya. Tapi mana bisa, Monik seorang publik figur. Atas keinginan Alex medsos Monik sekarang dikelola oleh admin dan dipantau oleh Monik dan managernya. Intan tertawa melihat reaksi Alex.
"Gimana senang???" tanya Andi atas panggung.
"Lagu tadi buat kalian cowok-cowok yang merasa beruntung." Ujar Mario.
"Kaya gue dong." Jawab Reza dipanggung sambil tertawa.
"Yaa gue tau lu lagi merasa beruntung men." Sahut Erwin lagi
Sheila pun ikut tertawa. Kiki mengira Reza merasa beruntung karena ada Sheila yang selalu disisinya kemanapun. Kiki ikut tertawa senang sambil bertepuk tangan.
"Abang lu beruntung kenapa? tanya Intan sedikit berteriak pada Kiki karena jarak mereka berjauhan
"Karena kak sheila kali." Jawab Kiki sambil menunjuk Sheila.
"Kok gue..?? tanya Sheila bingung. Kiki tersenyum tanpa menjawab. Lima lagu sudah dimainkan. Hingga akhirnya..
"Lagu terakhir nih dari Kita. Tapi gue mau ada yang maju deh bantu gue." Kata Andi sambil mengatur nafasnya.
"Kiki help me please." Mata andi mengarah kebangku memandang Kiki yang sedang terbengong karena tiba-tiba namanya disebut.
"Intan saja." tawar Kiki.
"Enak saja." Intan tak rela namanya disebut.
"Kiki..kiki..kiki.." Intan langsung rusuh berteriak menyebut nama Kiki sambil menepuk tangan kepahanya diikuti oleh pengunjung yang lain. Kikipun maju menuju kepanggung.
"Rusuh." teriak anto berdiri meletakkan tangannya di kepala Intan.
"Apaan sih." Intan langsung menggoyang kepalanya sambil melotot.
"Gitu nih kalau ketemu ribut terus." Monik menjelaskan pada sheila. Sheila ikut tertawa.
" Biar anteng." jawab Anto kemudian duduk kembali. Alex tertawa dengan suara beratnya. Tangannya terus menggenggam tangan monik. Sesekali menempelkan kepipinya. Intan dan Anto yang sudah terbiasa melihat kebucinan Alex cuma cengar cengir.
"Ada yang sudah liat feed IG terbaru gue sore ini???" tanya Andi ke penonton.
"Adaaa...." sahut pengunjung walau tak semua. "suka??? tanya Andi lagi.
"sukaaa..." jawab pengunjung kompak. "Itu belum maksimal ya karena pakai harmonika. Sekarang kita ulang lebih serius mauuu??? tanya Andi meminta persetujuan.
"Mauuuu...." jawab mereka lagi.
Andi pun menarik Kiki yang tak mengerti ke tengah panggung sambil menyodorkan standing mic ke arah Kiki lalu mengatur agar sesuai dengan tinggi badan Kiki.
"Help me ya Ki.. nyanyi lagu yang kemarin dilapangan." Andi tersenyum nakal dan mulai memainkan saxophonenya. Kiki merasa dijebak tapi tak bisa menolak. Akhirnya Ia pun mulai menyanyikan lagu seperti dilapangan kemarin. Karena suasana meriah dan semua menikmati. Kikipun menyanyikan dengan santai ikut bergoyang. Apalagi ditengah lagu Mario ikut berduet pecah suara. Mereka seperti artis papan atas walaupun nyatanya mereka musisi tanpa nama.
"Kerennya maksimaaalllll" teriak Intan sambil mengacungkan jempolnya. Semua yang ada dimeja ikut mensupport Kiki sambil mengacungkan jempol. Membuat panik Kiki hilang dan bernyanyi dengan santai.
"Thank you Kikiiiii.... Thank you teman-teman yang sudah hadir." teriak Andi saat Kiki meninggalkan panggung diiringi tepuk tangan para pengunjung.
Pengalaman pertama Kiki harus bernyanyi diatas panggung. Biasanya Kiki hanya bernyanyi saat karaoke bersama keluarga. Benyanyi dikamar mandi sudah lama tidak Kiki lakukan setelah mendengar ceramah salah satu ustadz favoritnya.