I Love You Too

I Love You Too
Tambah Cantik



"Aban tok bobo." Balen bangunkan Larry saat Nanta dan Mike sibuk menyambut kehadiran Doni dengan Es krimnya.


"Aban Leyi..." panggilnya lagi sambil menggoyangkan badan Larry.


"Hmm..." Larry membuka sedikit matanya, ia benar-benar pulas barusan, keringat mengalir disekujur tubuh dan lehernya.


"Balen sudah bangun, pakai dulu baju renangnya." kata Larry pada Balen kemudian kembali memejamkan matanya.


"Yah." Balen nurut saja langsung berteriak memanggil pengasuhnya minta dipakaikan baju berenang sementara Larry masih ngulet kesana kemari.


"Enak betul tidur, bangun woii." berisik sekali suara Doni saat melihat Larry yang tiduran sambil ngulet kanan Kiri.


"Tega, lagi enak tidur dibangunin." Nanta terkekeh.


"Sudah bangun kok, lagi tunggu Balen ganti baju." jawab Larry masih berbaring manja.


"Lagi patah hati dia." tunjuk Mike lagi pada Larry.


"Sue dari tadi bilang gue patah hati, mana ada cerita begitu." Larry langsung saja bangun ingin memiting leher Mike, tapi Mike sudah bisa membaca gerakan tubuh sahabatnya, jadilah ia menjauh sambil terkekeh.


"Es krim nih." Doni menawarkan pada Larry.


"Tidak ah, lemak." tolak Larry yang sedang menjaga tubuhnya supaya tidak melebar.


"Masukkan kulkas Nan." kata Doni pada Nanta. Nanta memberikannya pada asisten rumah tangga untuk dimasukkan ke kulkas.


"Kak Dini tambah cantik sejak menikah." lapor Mike pada Doni.


"Masa?" Doni terkekeh melihat Mike menaikkan alisnya.


"Mana orangnya?" tanya Doni.


"Dikamar, tadi keluar kamar teman lu kepo tanya-tanya terus, jadi masuk kamar lagi dia." kata Nanta terbahak.


"Yah gue kan cuma mau tanya kesan dan kesan saja." Larry tertawa mendengar Mike.


"Elu selalu mau tahu pengalaman orang, makanya bikin kisah sendiri dong. Jomblo terus sih."


"Rese, mending gue jomblo, nah elu baru bentar jadian sudah jomblo lagi, ibaratnya nih ya kaya orang mau bersin tapi tidak jadi."


"Sakit." Larry memegang hidung dan dadanya, mereka semua terbahak.


"Ayo Aban." ajak Balen yang sudah siap dengan baju berenangnya.


"Ngasuh dulu ya." kata Larry terbahak. Tidak lama Richi menyusul dibelakang Balen.


"Nah satu lagi nih minta diasuh." kata Mike mengulurkan tangannya pada Richi dan langsung menggendongnya. Nanta dan Doni mengikuti dari belakang.


"Nanti kalau sudah agak besar ikut club renang ya." kata Larry pada Balen.


"Siapa yang ajain?"


"Nanti ada pelatihnya." jawab Larry.


"Aban Leyi?"


"Bukan."


"Ndak ah, mau ajain aban Leyi aja." langsung saja Balen menolak, Larry jadi tertawa geli, ingat percakapan dimeja makan semalam.


Belajar berenang sore ini sukses, tidak ada komplen sama sekali, Nanta menghela nafas panjang, ia rasa tidak ada bedanya cara Larry dan Nanta mengajari Balen, dasar saja singkong Rebus lebih senang diajari Larry, jadi Nanta salah saja kemarin.


"Balen mau makan tidak?" tanya Nona pada Balen.


"Nanti aja." jawabnya belum mau makan. Tapi Nona tetap menyiapkan kentang goreng untuk cemilan Balen dan juga mengeluarkan rujak yang tadi dibikinnya untuk Nanta dan sahabatnya. Doni pun menghubungi Kakaknya agar bergabung di kolam renang sambil melihat Balen dan Richi belajar berenang.


"Bawa apa?" tanya Dini pada Doni.


"Es krim pengganti yang dihabiskan Mike dikulkas tadi." jawab Doni.


"Tidak bawa masakan mama?" tanya Dini lagi.


"Eh iya, ada di mobil lupa turunkan. Sini dong sister." ajak Doni lagi, rindu juga sama Kakaknya.


"Iya sebentar." Dini menutup sambungan. telepon adiknya. Sebenarnya malas keluar kamar, nanti ditanya kesan-kesannya lagi, apalagi teman-temannya Doni kalau sudah kumpul sama jahilnya. Bahkan Nanta yang kalem sekalipun.


Tidak lama Dini muncul bergabung dengan Doni Dan Nanta, sementara Mike dan Larry sibuk bersama muridnya.


"Enak juga punya pelatih renang suka rela." komentar Dini membuat Nanta tertawa.


"Dengan senang hati mereka sih." kata Doni ikut tertawa.


"Sudah." jawab Dini tersenyum.


"Cepat sekali, Mas Deni sudah?"


"Sudah dong, kita tidak bawa barang banyak, kalau mendesak beli saja disana." jawab Dini terkekeh.


"Wih kita." Doni menggelengkan kepalanya sambil mengangkat alisnya pada Nanta.


"Sama saja ya kalian, undang aku kesini hanya untuk digoda."


"Kata Mike wajah Kak Dini lebih cantik setelah menikah." lapor Nanta pada Dini.


"Oh iya dong bahagia." jawab Dini terkekeh.


"Kak Dini nanti di Abu Dhabi aku titip Dania ya." kata Nanta tersenyum manis pada Dini.


"Jadi aku sama Mas Deni jaga istri kalian ya." Dini terkekeh. Nanta dan Doni cengar-cengir.


"Tuh Suami kamu pulang." tunjuk Doni pada Kakaknya.


"Oke bye." Dini langsung meninggalkan keduanya menghampiri Deni yang baru saja pulang seminar.


"Mereka kok seperti tidak dijodohkan ya. Dekat sekali." komentar Doni pada Nanta.


"Iya, bingung ya. Tapi namanya saja jodoh. Alhamdulillah senang lihatnya." timpal Nanta ikut mengomentari Om dan istrinya.


"Kita nih jadi geng gosip sejak Om Deni sama Kak Dini menikah." Nanta tiba-tiba menepuk dahinya.


"Iya ya, hahaha stop ya mulai sekarang." jawab Doni terbahak.


"Iya lah stop, yang penting sudah lihat mereka bahagia." kata Nanta ikut tertawa.


"Hei kalian tertawakan apa?" tanya Mike Kepo.


"Ish mau tahu saja. Sudah selesai berenangnya? kalau belum lanjutkan." kata Doni menjulurkan lidahnya.


"Pasti bahas Kak Dini kan?" teriak Mike lagi.


"Suara pakai toa tuh, nanti orangnya dengar lagi." omel Nanta pada Mike.


"Makanya jangan suka ghibah, kaya gue dong tanya langsung." Mike bangga diri.


"Mau diceburin sudah di kolam." Larry tertawa melihat Mike yang suka ketengilan.


"Sudah selesai berenangnya, Om bawa Es krim nih." kata Deni pada keponakannya.


"Loh dikulkas masih banyak Om." kata Nanta.


"Tadi kata Dini sudah habis makanya Om beli lagi." rupanya begitu masuk kamar Dini langsung lapor suaminya jika stok es krim di kulkas habis.


"Sudah aku belikan lagi sih Mas, ya sudah berarti kita pesta es krim ya." kata Doni senang.


"Bawa apa ladi om?" tanya Balen.


"Bawa kue ulang tahun nih." tunjuk Deni pada satu slice cake yang dibawanya khusus untuk Balen, penggemar cake rasa apapun.


"Apa adi Oum?" Richi ikut-ikutan.


"Apa ya, ini kentang goreng bikinan Mamon." jawab Deni membuat Richi bersorak senang. Tidak peduli dari siapa yang penting ada cemilan kesukaannya.


"Ayo sudahi saja berenangnya, sudah Dari tadi kan." kata Om Deni pada Larry dan Mike.


"Sepuluh menit lagi ya Om." ijin Larry pada Om Deni.


"Oke, Om ganti baju dulu kalau begitu." pamit Deni pada semuanya.


"Oum." Mike menggoda Richi mengikuti cara bicaranya. Richi terkekeh, tahu kalau sedang digoda.


"Ayo naik kita istirahat dulu lalu pendinginan." ajak Larry pada Balen juga Richi. Kedua unyil ini menurut saja langsung memanjat naik dan duduk santai di pinggir kolam. Nanta menutupi punggung keduanya dengan handuk agar tidak masuk angin.


"Jangan merengek minta belajar berenang lagi ya sama Abang." kata Nanta pada kedua adiknya.


"Ote." jawab keduanya kompak, Nanta jadi tertawa tidak tahu mau bilang apa lagi. Terlebih setelah beristirahat Larry mengajak keduanya melakukan pendinginan, menurut sekali mereka meniru gerakan Larry dan Mike.


"Om Deni kembali bergabung setelah berganti pakaian, ia membawakan makanan dan juga es krim untuk semua yang ada tanpa terkecuali.


"Aku baru tahu Kak Dini suka es krim." kata Doni jujur.


"Cuma suka yang ini." jawab Deni yang terkesan lebih tahu Dini dibanding Doni.