I Love You Too

I Love You Too
Pria Idaman



Teti Arumi teman kecil Monik yang sekarang sedang menjalankan usahanya dibidang Tour and Travel. Hobbynya ia teruskan menjadi usaha yang menghasilkan uang. Sama seperti Kiki dan Intan, Arumi pun mendapatkan keuntungan saat Monik mengupload sedikit video perjalanannya di Bali, hari ini travelnya kebanjiran order. Terlebih yang berangkat hari ini artis terkenal dan yang lain terkenal didunia media sosial, kecuali Regina tentunya. Alex, Mario dan Reza walaupun cukup dikenal tapi tak aktif menggunakan media sosial, walaupun jika ada yang mention mereka akan membacanya itupun kalau mereka sedang senggang.


Siang ini Kiki, Intan dan Anto ikut mengupload perjalanannya di media sosial milik mereka. Bertambah banyak saja follower travel milik Arumi.


"Enam bulan kedepan open trip kemana saja tet?" tanya Monik pada Arumi yang ia panggil Teti.


"Malang, Bali, Belitung, Lombok, Thailand, S'pore dan Kuala Lumpur."


"Kamu ikut dampingi semua perjalanan itu Rum?" tanya Regina kagum melihat Arumi yang tampak energik, Arumi mengangguk sambil tersenyum tipis.


"Suami kamu sering ditinggal, tidak marahkah?" tanya Regina tak percaya. Arumi terkekeh mendengarnya.


"Aku belum menikah. Kalian saja yang masih pada muda sudah menikah." Arumi masih terkekeh menjawab pertanyaan Regina.


"Kamu harus cari suami yang juga hobby travel Rum." kata Intan sok serius.


"Kamu ga hobby balap sayang, dapat suaminya hobby balap." sahut Anto membelai rambut istrinya.


"Iya juga ya. Tapi maksud aku supaya Arumi bisa bekerja sama dengan suaminya sayang." Intan menyenderkan kepalanya dibahu Anto yang duduk disebelahnya.


"Semoga ya Tan, biar aku dapat jodoh yang bisa backup karir aku. Tapi kalau suaminya mapan seperti bapak-bapak disini ya aku juga mau jadi Nyonya boss."


"Hmmm tau-tauan mereka mapan." dengus Intan.


"Kamu sadar ga sih kalau mereka cukup terkenal di media sosial. Mereka idaman para wanita loh."


"O ya???" Mario, Anto, Reza dan Alex kompak mendelikkan matanya tak percaya.


"Biasa aja dong, ga usah sok kaget." kata Intan dengan gaya judesnya.


"Ya kita kagetlah, gue sama Mario ga aktif di media sosial, kalau mas Alex dan Anto gue percaya lah." Reza menjelaskan, Mario mengiyakan.


"Gue juga kaget Ja, gue juga ga begitu aktif di Media Sosial." sahut Alex


"Tapi Mas Alex cukup terkenal. Anto apalagi."


"Anto tuh yang sok kaget banget." kata Monik menunjuk Anto dengan dagunya. Anto menjulurkan lidahnya pada Monik.


"Gue ga merasa jadi idaman para wanita sih karena gue cuma mau jadi idamannya Intan, Nik." Anto merayu istrinya didepan khalayak ramai yang hanya seisi mobil, Intan cengengesan dibuatnya, sementara suasana jadi riuh menggoda Intan dan Anto.


"Mas Reza sama Mas Mario tuh terkenal karena usahanya sedang berkembang, walaupun belum menusantara tapi anak muda Jakarta yang aktif di Media Sosial pasti kenal dengan geng ganteng. Mereka sebut kalian begitu." Arumi kembali menjelaskan.


"Loh geng ganteng bukannya cuma julukan dikampus aja ya. Kok kamu tau Rum?" tanya Intan heran.


"Itulah kekuatan Media Sosial, jadi yang diluar kampus juga tau julukan itu."


"Geng ganteng itu apa?" tanya Regina pada Mario.


"Kumpulan pria tampan. Jadi Mario, Reza, Erwin dan Andi di kampus dijuluki geng ganteng." Monik menjelaskan, sementara Mario hanya tertawa pada istrinya. Regina tersenyum sambil menatap Mario, mungkin memastikan kadar ketampanan suaminya.


Perjalanan hari ini sangat menyenangkan untuk mereka berdelapan, walaupun cukup melelahkan. Shooping pun sudah ditunaikan, terlihat siapa saja ratu belanja disini, Regina dan Kiki berbelanja sesuai kebutuhan, sedangkan Intan dan Monik apa saja ingin dibeli entah memang butuh atau sekedar ingin, jika tak mau dibilang nafsu.


"Lusa mau jalan kemana biar kita antar sebelum ke bandara." kata Arumi saat di Lobby hotel.


"Belum tau, besok kita kabari Tet, ada yang antar kok, fokus urus tamu yang lain aja, kita gampang."


"Ya sudah jangan beli oleh-oleh ya, sudah kusiapkan paket oleh-oleh khas Bali untuk kalian berempat."


Mereka saling bersalaman dengan Arumi, Seharian keliling Bali cukup membuat mereka terkesan. Apalagi jalan bersama seperti ini senang sekali rasanya. Setelah berpamitan mereka masuk ke kamar masing-masing. Alex tak lagi komplen, sudah mulai bisa beradaptasi. Terlebih melihat Reza dan Mario apalagi Anto yang tampak santai saja dan menikmati meskipun istri mereka sibuk sekali hari ini.


"Kangen, hari ini istriku sibuk sekali." Reza memeluk Kiki ketika sampai dikamarnya.


"Kak, kita bau nih belum mandi, lengket banget rasanya." Kiki membalas pelukan Reza dengan rasa tak percaya diri.


"Wangi kok kata siapa bau. Wangi keringat gini." jawab Reza sambil mencium istrinya lalu mengernyitkan hidungnya seperti orang kebauan sesuatu dan menutup hidungnya.


"Ih..." Kiki menepuk pundak Reza kesal. Reza tergelak dibuatnya.


"Mandi yuk." ajak Reza menarik tangan istrinya.


"Kak Eja duluan atau aku duluan."


"Ga mau bareng aja." Reza sok polos gitu. Kiki menggelengkan kepalanya cepat dan segera meninggalkan Reza masuk kedalam kamar mandi, Reza tergelak dibuatnya, terlebih Kiki lupa membawa baju gantinya. Pasti sebentar lagi akan teriak memanggil Reza.


Lima menit... sepuluh menit... lima belas menit... dua pu....


"Kak Ejaaaaa." Kiki melongok dari balik pintu.


"Hmmm...." Reza acuh tak acuh.


"Baju ganti aku ambilin dong." pinta Kiki cengengesan. Reza memajukan mulutnya beberapa centi menggoda istrinya.


"Ambil sendiri sini..!!! kan ada handuknya."


"Kak Ejaaaa.... aku malu." Rengek Kiki.


"Kalau aku yang ambilin nanti aku masuk loh. Kamu mau mandi lagi? Sini cepat keluar gantian aku mau mandi."


"Ish ga mau bantuin istrinya." Kiki bersungut keluar dari kamar mandi dengan badan yang hanya berbalut handuk.


"Aku ga tau kamu mau pakai yang mana. Lagian tadi kamu sombong tinggalin aku, ga mau bareng." Reza meninggalkan Kiki masuk kekamar mandi. Membuat Kiki menarik nafas panjang merasa bersalah.


Kiki mulai mendekati pintu kamar mandi dan mengetuknya pelan.


"Kak Eja." tak ada jawaban.


"Kaaaak!!!" masih tak ada jawaban. Tak lama Reza keluar, "Kenapa? tadi aku lagi sikat gigi."


"Jangan marah." kiki memeluk Reza dengan wajah memelas. Hmm marah?? siapa yang marah, tadi kan aku cuma pura-pura kesal, lanjutin ga ya kasihan juga, pikir Reza.


"Aku ga marah." kata Reza tak tega untuk lanjut pura-pura kesal, ia mengeratkan pelukannya laluuu menggendong istrinya masuk ke kamar mandi, yaps Kiki pun mandi lagi dibuatnya.