
Hai Kisah Larry dan Rumi sudah tayang ya. Semoga ga kalah seru dengan cerita Nanta dan Dania. Mohon maaf aku ga terusin disini karena disini Kisah cinta Nanta, Papon dan Ayah, jadi berasa ga nyambung kalau Larry dan Rumi ikut diceritain di sini. Sambil kita nunggu Balen gede ya, cerita Balen mungkin gabung sama Larry aja deh karena Balen kan maunya dekat Aban Leyi aja, udah gitu mau ikut Ke Hio ama Aban Daniel lagi, larinya kalau ga ke Daniel ya ke Redi seperti maunya Larry hehehe. Eh jadinya ama siapa Balen nanti sama-sama kita tunggu ya.
By the way aku mau bilang Terima kasih banget buat semua Kakak-kakak yang udah baca novel ini sampai selesai, kasih vote, kasih hadiah, kasih like Dan kasih komentar, Thank You so Much. Seneng banget aku sampai 516 episode semua tetap ikutin dan ga pake bosen. Semoga cerita Larry juga ga bikin bosen ya, bisa menghibur dan tetap seenteng cerita Ayah, Papon dan Nanta. Tidak pakai konflik yang jelimet, karena aku memang tidak suka konflik, jadi bikin yang senang-senang aja di dunia haluππ
Terima kasih juga buat Novel Toon, karena novel ini sempat bertengger di level 10 selama beberapa bulan. Juga cover kerennya, dari semua cover yang aku dapat dari Novel Toon, di judul ini yang paling aku suka.
Ini dia sekelumit Kisah Leyi dan Yumi ya, yuk temani mereka dan semangati aku lagi hehehe yopiuuuu allππ
"Leyi, ini kok seperti mimpi ya?" Rumi seperti tidak percaya saja, jika Larry akan setuju menjadi pasangannya. Walaupun memang belum ada pernyataan dari Larry untuk melamarnya, tapi mereka sudah daftarkan diri untuk cek kesehatan besok. Itu saja sudah lebih dari cukup bagi Rumi. Larry tidak pernah kasih harapan pada Rumi selama ini.
Mereka dalam perjalanan mengantar Rumi pulang saat ini. Rumi sudah kirimkan pesan pada Mami tadi jika ia pulang terlambat, selain terapi, kunjungi Nanta dan Dania ke rumah sakit.
"Leyi ini nyatakan? bukan mimpi?" Rumi kembali bertanya pada Larry.
"Aku masih tidak percaya, kamu akhirnya pilih aku." Larry tertawa dengar ocehan Rumi. Masih saja tidak percaya padahal tadi Larry sudah sebut Papanya setuju asal Rumi sehat.
"Jangan menyesal ya karena sudah pilih aku." kata Rumi lagi, seperti mengancam tapi malah terkesan lucu.
"Berisik." kata Larry sambil fokus menyetir, Rumi mencibirkan bibirnya.
"Leyi, cium nih." Larry kembali terbahak pandangi sekilas ekspresi wajah Rumi yang mengancam akan menciuminya. Harusnya kan terbalik, Larry yang bilang begitu. Tapi sama Rumi dari awal saja sudah terbalik kok. Rumi yang terang-terangan mengejar Larry bahkan nyatakan cintanya pada Larry, tidak peduli diabaikan terus saja bilang kalau ia mau jadi pasangan Larry.
"Yumi, mulai malam ini sampai besok pagi puasa loh ya." Larry ingatkan Rumi.
"Hu uh." anggukan kepalanya. Tadi pegawai rumah sakit sudah ingatkan Larry dan Rumi.
Segini aja cuplikannya ya, mau komplit langsung baca aja di novelnya "Because I Love You."