I Love You Too

I Love You Too
Video



Hari ini cukup melelahkan dan sangat menegangkan untuk Kiki, pengalaman pertamanya harus berakting didepan kamera disaksikan orang banyak. Entah berapa kali kesalahan yang ia buat, yang menyebabkan mereka mengulang adegan berkali-kali. Yang membuat Kiki grogi aksinya disaksikan oleh suami dan mertuanya. Padahal mereka sudah berencana hanya mengantar Kiki dan lanjut keliling Kota Bogor untuk kuliner, apalah daya, Mario datang terlambat, sehingga dijadikan Nina alasan untuk menunggu di lokasi shooting dari pada menunggu ditempat lain. Padahal Nina ingin merekam aksi Kiki dan mengirimnya pada Ririn besannya.


Kiki dan Intan hanya berakting menari dan bernyanyi mendampingi Monik lalu mereka mencuci muka bersama dengan sabun sambil tertawa riang, tetapi sutradara merasa tawa Kiki kurang lepas dan gerakannya kurang luwes. Membuat Kiki frustasi serasa ingin mengundurkan diri saja. Suatu waktu Monik berhasil membuat akting mereka menjadi natural ketika keisengannya muncul dengan menyipratkan sabun ke wajah Kiki dan Intan, keluarlah tingkah belatung nangka mereka yang ditangkap oleh kameramen saat mereka tertawa lepas dan kemudian membersihkan wajah mereka yang terkena sabun sambil saling mengolok.


Tak memakan waktu lama, shooting yang dimulai dari pukul enam pagi selesai tepat pukul 1 siang, Mario dan Regina pun belum juga datang. Namun Dwi, Reza dan Nina tak perlu takut kelaparan, karena Alex dan Anto datang membawa makanan yang super banyak, hingga bisa dinikmati oleh semua yang ada disana. Beragam jenis jajanan khas Bogor dibawanya. Sambil menunggu Mario, mereka ikut menikmati makanan yang ada.


"Good job." sambut Alex memeluk Monik lalu menyalami Intan juga Kiki.


"Kiki pucat amat." goda Anto sambil terkekeh.


"Ternyata susah ya, untung udah mau pensiun kita Nyo." sahut Intan menepuk pundak Kiki walaupun Intan tak banyak melakukan kesalahan tetap saja ada gugupnya. Kiki hanya tertawa sambil menyapu keringat didahi dengan tisu ditangannya.


"Pengalaman ya, pertama dan terakhir." kata Kiki sambil meneguk air mineral yang baru saja dikasih mama Nina.


Ada rasa bangga dan terharu dihati Nina, menantunya yang baru saja memulai karirnya, tapi dengan sukarela mau berhenti mengikuti keinginan suami agar fokus dengan kuliahnya juga fokus mengurus Reza dan anak mereka nanti.


Alex menghampiri Dwi lalu menyalaminya. "Pak Dwi di Jakarta sampai kapan?" tanya Alex yang baru sempat bergabung karena sedari datang langsung sibuk mengatur dan mengawasi jalannya shooting. Mereka saling mengenal karena Alex pernah beberapa kali menggunakan jasa perusahaan Dwi.


"Sepertinya sampai minggu depan. Gimana Pak Alex, lancar semua ya."


"Alhamdulillah lancar, panggil Alex aja Pak, sekarang saya kan sama Reza friend." Alex terkekeh sambil mengaitkan kedua telunjuknya, menunjukkan seberapa dekatnya ia dan Reza kini dan ia tak mau Dwi memanggilnya secara formil lagi.


"Mas Alex gimana cerita pertemuan mas Seno sama Ranti?" tanya Reza ingin tahu perkembangan masalah Ranti.


Pov. Alex


Setelah mencari informasi dan mengumpulkan bukti yang dibutuhkan mengenai hubungan Ranti dan Chandra, Anto meminta Chandra untuk menemuinya di Kantor, sebagai sahabat tentu Chandra dengan senang hati menemui Anto, apalagi mereka sudah cukup lama tak berjumpa.


"Lu ga pernah cerita sama gue tentang hubungan lu sama Ranti, Chan." kata Anto pada Chandra.


"Lu mau ketemu gue cuma mau bahas Ranti, sudah selesai To, apa yang mau lu tau?"


"Maksud lu apa Chan?" Anto memperlihatkan sebuah video pada Chandra, membuat Chandra terbelalak. Tampak disitu Chandra menuangkan sesuatu pada minuman Mocca saat ditinggal ketoilet, sementara Seno asik ngobrol dengan Alex dan Anto.


"Ranti yang minta gue tuangin alkohol ke minuman Mocca, To."


"Untuk apa?"


"Image Mocca sempurna banget dimata Seno, Ranti cemburu. Kalau Seno lihat Mocca mabok, kesan itu pasti hilang. Tapi kita salah prediksi, Seno menghabiskan minuman dari gelas Mocca."


"Lu pacaran sama Ranti?"


"No, Kita cuma having fun, suka sama suka. Gue punya istri To."


"Gokil, lu kan tau Ranti pacarnya Seno, sohib abang gue."


"Otak lu ga beres Chan, kucing gue kalo sudah kenyang disodorin daging juga ga dimakan. Lu tau efeknya Mocca jadi hamil dan hubungan Ranti sama Seno rusak bukan karena itu, tapi kalian kepergok Seno."


"Iya Ranti depresi karena ulah dia sendiri, kalau dia ga bikin ulah, Mocca ga akan hamil sama bosnya, dia frustasi karena itu dan pelampiasannya ke gue, gue senang-senang aja men."


"Lu ga mikirin anak bini lu Chan." Anto menggelengkan kepalanya.


"Lu mesti jelasin sama Seno. Ranti bikin ulah lagi diresepsi gue kemarin."


"Lu udah nikah? ga undang gue."


"Lu ngilang nyong, no handphone lu ganti, rumah lu pindah. Gue mesti bayar orang buat cari lu dimana tau ga?" Anto mendengus kesal, Chandra tertawa dibuatnya.


"Ranti nekat To, dia samperin bini gue. Hampir pisah gue waktu itu. Terpaksa gue pindah rumah dan ganti nomor handphone. Gue kan ga punya kantor. Jadi dia ga bisa lacak gue. Bikin ulah apa dia?"


"Dia lagi suka sama cowok namanya Reza, temen gue juga. Istrinya Kiki sohib bini gue. Cowoknya ga ganjen kaya lu nyong, jadi Ranti dicuekin. Nah di pesta Ranti mungkin kaget, lihat Kiki mirip banget sama Mocca. Kumat dia, berasa Reza pacar dia kali, Kiki disamperin di toilet, dia minta Kiki jauhi Reza."


"Gokil, jambak-jambakan disana mereka?"


"Kiki ga begitu, dia menghindar, tapi Ranti ngocol. Disiramlah Ranti sama temannya Kiki pakai air segayung." Anto terkekeh membayangkan kejadian sabtu lalu.


"Kocak, pulang dong malu." Chandra ikut tertawa.


"Itu sih yang waras. Kalau Ranti malah samperin lagi si Kiki di VIP Room. Ada Burhan Komarudin Men disana, dibawa pengawal dia keluar gedung."


"Yang nyiram anaknya Burhan gue rasa."


"Kok lu tau?"


"Pernah juga dia belain temannya begitu juga, ribut sampai guling-guling dijalan mereka. Dia ribut sama adik gue." Chandra menepuk jidatnya.


"To, Kiki itu siapa? Kenapa Seno turun tangan?" tanya Chandra heran segitunya Seno membela Kiki.


"Kiki sepupu Mocca, selain itu Ranti juga mulai neror Mocca via chat. Seno mau meluruskan supaya Ranti ga ganggu mereka lagi. Makanya lu bantu, itu akibat ulah lu juga, mau aja disuruh Ranti."


"Dosa masa lalu To, Mocca juga cakep kan, gue udah mikir Mocca bakal gue antar pulang. Ternyata salah kaprah."


"Niat lu pada jahat sih, kalau Ranti masih bikin ulah, video kalian bakal Seno sebar."


"Video apa To?"


"Video mesum kalian lah, Seno udah punya, gue juga belum lihat. Konyol juga lu ya, ngapain lagi begituan pakai direkam. Mateng ga lu kalau sampai kesebar."


"Bukan gue yang rekam To, parah nih si Ranti." Chandra tampak pucat dan langsung mengajak Anto menemui Seno yang sudah menunggu di ruangan Alex.