I Love You Too

I Love You Too
Tom and Jerry



"Oma ikut ke Malang." pinta Oma Misha pada Nanta dan Dania, sudah lama tidak jalan-jalan karena tidak ada yang menemani.


"Ayo Oma." ajak Nanta senang.


"Pesankan tiketnya, Ko." perintah Oma Misha pada anaknya, Micko terkekeh, masih saja bergaya seperti Bos walaupun sudah lama pensiun.


"Samakan saja pesawatnya dengan Nanta dan Dania." perintah Oma Misha lagi.


"Mau apa sih ke Malang, di Jakarta sajalah." kata Micko pada Mamanya.


"Mama mau refreshing." kata Oma Misha pada Micko.


"Ikut ke Pulau Seribu saja, Micko bergabung sama Reza dan Kenan." kata Micko pada Mamanya.


"No, Mama mau jumpa teman Mama di Malang, ke Pulau Seribu bertemunya kalian lagi, bosan." Micko terbahak mendengar ucapan Mama.


"Mau ajak Kakek Kris Ke Malang?" tanya Micko.


"Tidak, kasihan Nanta harus mengasuh Ibu hamil dan Oma-Oma, kamu tambah lagi Kakek Kris." Oma Misha terbahak, Nanta senyum saja mendengarnya, baginya tidak masalah mau mengajak siapapun, Nanti di Bandara Nanta tinggal minta kursi roda untuk para orang tua jadi tidak begitu merepotkan.


"Kalau sudah punya mau, susah sekali dialihkan ke yang lain." Micko menggelengkan kepalanya.


"Sama saja, kamupun begitu." celutuk Lulu, langsung saja semua tertawakan Micko.


"Benar kita ke Pulau Seribu ya? kalau tidak aku mau ikut Oma nih." kata Lucky memastikan Papanya.


"Iya benar." jawab Micko yakin.


"Jangan berubah ya." pintanya lagi.


"In syaa Allah tidak berubah, doakan dong jadi semua berjalan sesuai rencana." kata Micko pada anaknya.


"Iya, cuma kan Papa suka dapat tugas dadakan." kata Lucky lagi, Winner menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Lucky.


"Kalau Om Kenan sudah memutuskan bisa berangkat sabtu berarti urusan kantor aman." kata Micko pada anaknya


"Lagi pula, Tomson dan Ando bisa diandalkan." kata Micko lagi.


"Tiket Oma aku saja yang pesan." kata Nanta pada mertuanya.


"Ah untung kamu ingatkan Boy, Papa hampir saja lupa." Micko menepuk dahinya.


"Makanya kalau orang tua pesan itu langsung dikerjakan." Omel Misha pada Micko.


"Hahaha iya Mama." Micko terbahak sambil merangkul Mamanya yang hendak berjalan menuju kamar.


"Sudah tua masih tetap dimarahi, resiko jadi anak." kata Micko tertawa pada anak-anaknya. Mereka semua tertawakan Micko. Nanta langsung memesankan tiket untuk Oma Misha. Ia tidak mau kena omel juga seperti mertuanya.


"Oma nanti menginap di rumah Oma Nina kan? aku nanti ada menginap dirumah Mamaku juga, Oma mau ikut menginap dirumah Mama juga atau tetap dirumah Oma Nina?" tanya Nanta pada Oma Misha.


"Menginap dirumah Oma Nina saja, kamu menginap saja dirumah Mamamu malam pertama, besoknya dirumah Oma Nina." kata Oma Misha mengatur jadwal Nanta.


"Terserah Nanta mau menginap dimana duluan Ma, kenapa jadi Mama yang atur." kata Micko pada Mamanya.


"Duh Mama kebiasaan, itu tandanya kamu sudah jadi cucu Oma juga Nanta, jadi Oma ikut atur." kata Oma Misha membuat Nanta tertawa.


"Duh mending jangan dekat-dekat Oma deh Bang, aturannya baku dan sulit untuk dibantah." kata Winner kemudian menjauh sebelum dicubit Oma gemas.


"Dasar cucu, sudah besar saja sudah bisa bully Oma." sungut Oma.


"Oma, kalau langsung menginap dirumah Mama Tari nanti kita pisah di Bandara dong karena kami pasti langsung kesana." kata Dania pada Oma.


"Masalahnya dimana kalau kalian langsung dan kita pisah di Bandara?"


"Kami harus memastikan Oma tiba dirumah dengan selamat, selain itu Mas Nanta mau menemui Oma Nina dulu, dia kangen berat. Jadi jumat kami menginap di rumah Oma Nina dulu, sabtunya baru kami menginap dirumah Mama Tari." kata Dania menyampaikan rencana yang sudah disusun suaminya.


"Ya terserah kalian kalau maunya begitu." kata Oma Misha sambil tersenyum manis.


"Kalian saja yang suka prasangka buruk sama Oma." sungut Oma lagi lalu kembali fokus pada Nanta dan Dania.


"Besok kita belanja keperluan bayi kamu yuk." ajak Lulu pada Dania.


"Hahaha masih kecil adek bayinya sudah diajak shopping." Dania terbahak.


"Eh belum bisa ya, duh kok pikiranku mau ajak Dania belanja saja sih Mas." Lulu langsung terkikik geli.


"Dasarnya saja diotak kamu cuma ada Mal, Mal dan Mal terus."


"Kan suami cari uang istri yang belanja, begitu kan Ma?" Lulu mencari suaka.


"Iya betul itu, jangan seperti Mama, cari uang sendiri belanjakan sendiri. Kurang seru."


"Apa sih Ma kasih contoh yang tidak baik pada dua generasi ini."


"Justru contoh yang baik biar duo bujangmu itu semangat cari duitnya."


"Aku sekarang masih semangat habiskan duit Oma." jawab Lucky menggoda Omanya.


"Awas saja kalau sampai besar begitu." Oma mengepalkan tangannya seperti orang mau menonjok.


"Tidak dong Oma, nanti kalau sudah jago main piano uangku akan banyak, aku akan jadi seperti Richard Clayderman."


"Siapa itu?" tanya Winner.


"Ah kamu mana tahu, dia pemain piano terkenal coba saja cari diinternet, Oma saja tahu."


"Iya tahu pasti itu kan angkatan Oma." jawab Winner asal.


"Yang angkatan kamu memangnya kamu tahu?" tanya Oma pada Winner.


"Mana ku tahu Oma, aku kan tidak main piano." jawab Winner terkekeh.


"Jadi apa sih yang kamu tahu?" tanya Oma lagi pada cucunya.


"Yang aku tahu tuh, kakakku menikah dengan atlet nasional yang bernama Nanta." jawab Winner membuat semuanya tertawa.


"Anak kamu nih, minta dijewer." kata Oma pada Lulu.


"Jewer saja Oma, apalagi kalau nakal." jawab Lulu terkekeh.


"Aku tidak nakal saja suka dicubit Oma.' sungut Winner.


"Itu karena Oma gemas sama kamu, selalu saja menjawab kalau dikasih tahu."


"Kalau aku diam Oma bilang aku melawan." kata Winner lagi.


"Itu karena kamu merajuk, jadi diamkan Oma. Kurang ajar kan?" kata Oma pada Nanta.


"Tuh salah terus aku Bang." adu Winner pada Abang Iparnya. Nanta terkikik geli.


Terus saja begitu, Oma ribut terus sama cucunya yang kadang memang suka jahili Oma. Tapi sekarang malah berbalik, Winner manja sekali saat melihat Oma asik menikmati rujak serutnya.


"Enak sekali sih Oma, ada lagi tidak?' tanya Winner pada Oma yang malam hari makan rujak serut.


"Ini sisa kemarin yang Oma beli. Nih untuk kamu saja." Oma menyodorkan wadah rujak serutnya pada Winner.


"Tidak mau semua, suapi saja Oma." pintanya pada Oma. Oma Misha langsung suapi cucunya dengan penuh kasih sayang.


"Tom and Jerry lagi akur." bisik Lucky pada Nanta. Langsung tawa mereka meledak.


"Eh kalian tertawakan kami?" tanya Oma dengan mata melotot.


"Aku cuma bilang Tom and Jerry lagi akur." jawab Lucky terbahak dan segera berlari masuk kamarnya takut kena cubit Oma. Semua tertawa geli jadinya. Ada saja yang membuat tertawa.