
Tepat pukul tujuh malam, keenam pasang suami istri sudah duduk manis di Ballroom. Siap menanti kehadiran dan aksi panggung dari Artis International kesayangan Andi. Penyanyi yang sangat diidolakannya sedari dulu. Yang Andi heran tak tampak panitia disitu, bahkan tak ada meja penyambut tamu untuk registrasi ulang. Padahal Andi sudah siap untuk menunjukkan buku nikahnya.
"Hanya enam pasang, mana yang empat pasang lagi?" tanya Andi pada Mario. Seingatnya dibrosur tertulis pendaftaran untuk 10 pasang pasutri.
"Ini private untuk kita saja." jawab Mario menyeringai. Andi menganggukkan kepalanya, pikirnya mungkin memang tak ada yang mendaftar selain mereka. Padahal memang brosur tersebut tak pernah di sebar ke masyarakat umum.
Panggung yang megah sudah disetting untuk pertunjukan malam itu. Hanya Gala Dinner panggungnya semegah itu, pikir Andi. Tapi mungkin saja karena yang hadir seorang penyanyi papan atas.
"Mau bikin vlog, friend?" tanya Reza pada Andi.
"Tidak, hanya ingin menikmat, foto bersama dan ngobrol lebih dekat, itu saja." jawab Andi tersenyum pada sahabatnya.
Lampu ruangan tiba-tiba dipadamkan, berganti dengan lilin yang menyala dimeja juga disepanjang panggung. Lagu pembuka "Haven't met you yet" dinyanyikan dengan begitu bagusnya, suaranya benar-benar jernih membuat Andi terkesima, benar-benar seperti mimpi menyaksikan Artis idolanya bernyanyi dengan jarak yang sangat dekat. Hanya beberapa meter saja. Panggung nan megah dibuat tidak terlalu tinggi. Semua bertepuk tangan setelah lagu perdana dinyanyikan.
"Terimakasih, thank you. Hello Everybody and especially for Andi and Pipit, Hoping You two have a beautiful life and an endless love story. Congrats on your wedding day (Berharap kalian berdua memiliki kehidupan yang indah dan kisah cinta yang tak ada habisnya. Selamat atas pernikahanmu!)." Ucapan sang Bintang membuat Andi dan Pipit berdiri dari bangkunya dan memberikan bow pada sang Bintang.
"Thank you so much." jawab Andi sambil mengalungkan tangannya dileher Pipit dari belakang.
Selanjutnya lagu "Crazy Love" membuat mereka semakin larut dan semua mulai berdansa. Kiki dan Reza tetap diam ditempat, hanya Reza merapatkan kursinya dan duduk sambil memeluk Kiki mereka menikmati lagu demi lagu.
"Hi Men, You’re wife's pregnant? Wow! I can’t believe that you are going to have a baby soon. Well! Now it’s time for more rest and relaxes because a baby is on the way soon. Congratulations! Hai teman-teman, Istri kalian sedang hamil? Wow aku tak percaya kalian akan segera memiliki anak. Baiklah, sekarang waktunya beristirahat dan rileks karena bayinya sedang dalam perjalanan. Selamat."
Lagu terakhir You Will Never Find, semua ikut bernyanyi, kecuali Pipit yang memang tak hoby bernyanyi, ia hanya mendengarkan sambil berdansa dengan suaminya.
You'll never find another love like mine
Someone who needs you like I do
You'll never see what you've found in me
You'll keep searching and searching your whole life through
Andi menyanyikan sambil membisikan liriknya pada Pipit, seakan sedang berkata lewat lagu.
"Itu isi hati kamu, bunch." tanya Pipit sambil menyandarkan kepalanya dibahu Andi.
"Hmm.." jawab andi sambil tersenyum dan lanjut berbisik lewat lagu.
Setelah bernyanyi dan berdansa mereka makan malam bersama sang Bintang sambil berbincang akrab, seperti tak ada jarak.
"Panas sekali disini, sepertinya aku harus membeli AC." kata Sang Bintang membuat semua tertawa. Padahal AC ruangan sudah disetel dengan suhu yang paling rendah.
Gala Dinner sudah berakhir, sang Bintang pun sudah kembali kekamar. Ke enam pasang masih belum juga beranjak, mereka sengaja menahan Andi, karena bagaimanapun mereka tak mau ada kebohongan. Mereka ingin berterus terang pada Andi, bahwa acara itu dibuat supaya Andi segera menikah.
"Suka acaranya?" tanya Alex pada Andi.
"Sangat, gue bakal menyesal kalau tak hadir di acara ini." jawab Andi.
"Maksudnya, kalian sengaja mengundang idola gue malam ini?" tanya Andi tak percaya. Mario menganggukkan kepalanya.
"Siapa panitianya?" tanya Andi
"Kami." jawab mereka bersamaan.
"Brosur itu apa maksudnya?" tanya Andi tak percaya.
"Itu salah satu syarat dari kami, supaya kamu segera menikah secepatnya." jawab Reza tanpa merasa menyesal. Andi menggelengkan kepalanya sambil tertawa.
"Gokil kalian harus bayar mahal untuk ini. Thank you and I Love You, friends." teriaknya sambil tertawa. Lalu memeluk sahabatnya tak terkecuali Alex dan Anto karena mereka juga sudah menjadi sahabat Andi.
"I love you too." jawab mereka seperti paduan suara. Para Istri hanya tertawa haru melihat kelakuan para suami. Tak peduli suami mereka telah merogoh kocek yang tak sedikit untuk mengundang Artis International khusus untuk sahabatnya. Persahabatan tanpa menghitung untung rugi, apapun dilakukan demi kebahagiaan sahabat yang selalu mengisi relung hati mereka.
"Elu menyesal karena acara ini jadi harus menikah cepat?" tanya Erwin pada Andi.
"Tidak, aku malah sangat berterima kasih, kalau tidak karena ini, pasti aku masih santai saja dan pasti selalu gigit jari kalau kalian lagi slow response." jawab Andi terkekeh. Erwin ikut terkekeh dibuatnya.
Pesta sudah usai, mereka kembali ke kamar masing-masing.
"Seru sekali acara tadi, Kak. Aku suka." kata Kiki pada Reza, malam ini. benar-benar tak ada keluhan.
"Keren ya, aku juga suka. Sayang terima kasih sudah menjadi istri aku dan hamil anak aku." Reza memeluk Kiki dan mengecup pipinya bertubi-tubi.
"Anak kita, kak. Bukan anak kamu." Kiki setengah protes.
"Iya, anak kita." jawab Reza membenarkan kalimatnya tadi.
"Kak Eja, aku bahagia sekali jadi istri Kak Eja. Cuma yang aku sedih, aku jadi punya musuh." kata Kiki menyandarkan kepalanya di dada Reza.
"Musuh? siapa musuh kamu?" tanya Reza mengingat-ingat.
"Bu Retno, Sheila dan Ranti. Mereka membenciku " sungut Kiki menitikkan air mata yang membasahi baju Reza.
"Mereka bukan musuh kamu. Jangan pikirkan mereka. Yang penting aku dan anak kita akan selalu mencintai kamu. Aku akan mencintai kamu dan anak kita sampai akhir hidupku." kata Reza sungguh-sungguh. Kiki tersenyum menatap dalam suaminya.
"I Love you, Kak Eja. I Love you so much." ini pertama kalinya Reza mendengar Kiki menyatakan cinta padanya. Rasanya membuat Reza melayang. Dikecupnya seluruh wajah Kiki mulai dari atas hingga bibir mereka bertemu, setelah beberapa lama Reza menghentikan aksinya dan menatap wajah istri yang sangat dicintainya.
"I love you too, sayang. I Love you More." jawab Reza dan kembali melanjutkan aksinya, membaringkan istrinya di tempat tidur, berolahraga dengan penuh cinta hingga mereka tertidur dengan pulasnya.
TAMAT
Hai all terima kasih sudah setia membaca tulisan ini, semoga bisa menghibur kalian semua. Pelan-pelan Novel ini akan aku revisi tanpa merubah ceritanya. Mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan. Selanjutnya aku fokus di Dear Angela, baca ya all.