
Benar saja dugaan Reza, Kiki mulai merasa kelelahan, kedua tangannya penuh dengan paperbag dari berbagai toko, sementara Ririn dan Nina masih asik masuk dari toko yang satu ketoko yang lain. Setelah sholat magrib lanjut lagi keluar masuk toko. hingga akhirnya sekarang mereka terdampar di toko perhiasan.
"Ma, aku capek." Bisik Kiki pada Ririn yang masih sibuk memilih perhiasan.
"Sebentar nak, ini kamu pilih dulu mau yang ini atau yang ini."Ririn menunjuk set perhiasan dengan model yang berbeda.
"Aku kan ga suka pake perhiasan ma." jawab Kiki malas.
"Ki, kamu wajib punya paling ga satu set , sewaktu ada pesta nanti kan bisa dipakai." Nina ikut memaksa.
"Nin, habis ini kita masih mau muter atau sudah selesai?" tanya Ririn pada Nina.
"Masih rin, kita belum kelantai dua loh." jawab Nina santai sambil ikut memilihkan perhiasan untuk Kiki. Hiks Kiki menangis dalam hati. Bentuk mukanya sudah tak karuan.
"Aku boleh nunggu di cafe ga ma? sepertinya aku nyerah." Kata Kiki pada Nina.
"Duh ki, kamu pasti jarang olah raga deh, baru dua lantai sudah nyerah. Ya sudah nak, kamu telepon Reza biar jemput kamu sekalian bantuin bawa tentengan kamu tuh banyak sekali." Nina tak sadar bahwa tentengan yang banyak itu akibat ulahnya dan Ririn.
Kiki keluar toko perhiasan, duduk dibangku yang tersedia di atrium tepat didepan toko, lalu menelepon Reza.
"kenapa dek? Nyerah???" tebak Reza sambil tertawa.
"Iya, jemput aku kak. Bantu bawa tentengan." suara Kiki melemah. Setelah memberitahu posisinya, Kiki menutup telepon lalu melihat ke pergelangan tangannya, sudah jam tujuh lewat tiga puluh menit, tapi duo mama masih semangat berbelanja. Seperti menunggu tutup toko baru tergerak untuk pulang.
"Mama ga lapar?" tanya Kiki pada kedua calon besan yang baru saja keluar dari toko perhiasan.
"Tadi didalam disuguhi kukis, jadi kenyang." jawab Ririn.
"Mama kalau belanja ga ingat makan dek ." sahut Reza yang baru saja datang, dengan satu paperbag kecil dari toko buku ditangan kanannya. Dua sahabat ini memang setype, pantas saja akur sampai sekarang batin Reza.
"Pulang kita ma?" ajak Reza yg juga merasa lelah walau duduk lama di cafe.
"satu lagi ya nak, Kemeja Papa belum dapat." bujuk Nina meminta persetujuan Reza.
"Ya sudah, nanti kita nunggu dicafe yang dekat parkiran tadi ya ma." kata Reza pada Nina dan Ririn, sambil mengambil paperbag dikedua tangan Kiki. Mereka berjalan menuju cafe yang dimaksud. Setibanya di cafe, Kiki memilih duduk di meja yang dekat dinding kaca, supaya saat mama selesai belanja akan dengan mudah mencari mereka.
"Aku ke mobil ya dek, kamu pesan saja makanannya. Aku sudah kenyang, boleh pesankan minum untukku." kata Reza, kemudian segera bergegas meninggalkan Kiki.
sambil menunggu Reza, Kiki pun asik memilih menu makanan, namun tiba-tiba bajunya tersiram minuman, nyessss dingin sekali rasanya. Seseorang yang baru saja lewat, menabrak pelayan yang akan mengantarkan minuman untuk customer di meja dibelakang Kiki.
Sebenarnya Kiki mau marah tapi sudahlah, sudah terlanjur basah. "Maaf mbak, Aku ga sengaja." kata pria yang menyebabkan kecelakaan kecil itu. Pria yang menggunakan pakaian olah raga dengan tas besar dislempang, Ia memberikan saputangan handuknya pada Kiki, "Baju mbak basah, bisa keringkan pakai ini." katanya dengan tangan terulur.
"Saya minta maaf bu." kata pelayan menundukkan kepalanya takut.
"Untuk mbak saja, buat tutupi baju mbak yang basah. Saya benar-benar minta maaf. Boleh tunggu sebentar saya belikan baju pengganti supaya ga masuk angin." kata Pria tersebut.
"Kenapa dek? tanya Reza yang baru kembali dari parkiran heran melihat Kiki dengan handuk tersangkut di pundak kanan menutupi bajunya dan dadanya. Kiki dan Pria tersebut menoleh. Baru saja Kiki hendak menjelaskan,
"Reza!!! apa kabar bro?" kata Pria tersebut pada Reza. Reza segera mengalihkan pandangannya.
"Ya Allah wisnu. Kok ada disini lu?" Reza tak menyangka akan bertemu dengan sahabat kecilnya. Langsung memeluk wisnu, melupakan Kiki sesaat. Wisnu sahabat Reza sewaktu SMP.
"Sorry tadi kesiram minuman, ga sengaja gue nabrak pelayan yang bawa minuman trus tumpah kebadan. Tunggu sebentar Ja, gue ke toko seberang" Wisnu segera meninggalkan Reza dan Kiki.
"Kamu dingin? kita beli baju yuk." ajak Reza sambil membenarkan handuk yang menutupi badan Kiki, badannya tampak gemetar menahan dingin.
"Teman kak Eja lagi beliin aku baju." jawab Kiki.
"Mbak tolong air putih hangat ya." pinta Reza pada pelayan yang sedang mengepel lantai yang basah akibat tumpahan air. Pelayan yang sudah selesai mengepel langsung bergegas membawa peralatannya dan tak lama pelayan yang lain datang membawa air hangat untuk Kiki.
"Minum dulu dek, tadi kamu jadi pesan makanan? tanya Reza.
Belum sempat kak, sudah terlanjur basah." Kiki menyeruput air hangat perlahan sambil tertawa kecil, mentertawakan nasibnya hari ini, yang kelelahan melayani duo mama dan tersiram air pula. Ada aja ya kejadian.
"Sorry lama, ini bajunya semoga cocok." Wisnu menyerahkan sebuah paperbag pada Kiki sambil mengatur nafasnya. Kiki pun mengambil paperbag tersebut berlalu menuju toilet.
"Duh jadi ga enak gue." wisnu menghela nafasnya.
"Berapa bro bajunya biar gue ganti." Reza mengeluarkan dompetnya tak lupa memanggil pelayan memesan makanan untuk Kiki.
"Ga usah. Sorry banget ya sampaikan. Gue buru-buru nih, Gue baru dapat kabar nyokap gue dirawat. Nanti gue telpon bro kita meet up." Kata Wisnu dan merekapun berpamitan setelah saling bertukar nomor telepon. Makanan Kiki sudah datang saat Kiki tiba dari toilet dengan baju barunya. Wajahnya tampak sumringah
"Kak ada hikmahnya aku kesiram minuman, ini baju yang aku pengen banget." katanya girang, lalu duduk dan mulai makan dengan lahapnya. Reza tertawa melihat ekspresi Kiki yang lucu. Bocah banget sih calon istri gue, kaya habis dikasih permen, pikirnya.
Sebelum habis makanannya, Ririn dan Nina pun muncul dengan paperbag yang lebih dari satu. Bukannya tadi bilang satu lagi ya hihi.
"Mama makan ya, biar aku pesan." kata Reza sambil memanggil pelayan. Yang katanya sudah kenyang makan kukis dan menolak dipesankan makanan, karena dipaksa Reza akhirnya pun mengiyakan pasrah. Tapi habis loh licin, bersih tak bersisa.
"Dapat pahala kamu nak, kasih makan orang kelaparan." oceh Nina sambil meneguk mineral water. Ternyata Nina dan Ririn kelaparan tapi berhubung terlalu asik berbelanja lupa dengan rasa lapar.
"Ga boleh gitu ma, kalau mau belanja ingat jam makan, nanti kalau mama sakit kan aku sedih." Kata Reza pada Nina.
"Tuh Rin, anak kecil udah bisa nasehatin kita." Kata Nina sambil tertawa, mereka pun tertawa bersama. Ini salah satu cara bikin senang orang tua ala Reza dan Kiki. Semangat !!!