I Love You Too

I Love You Too
4 hands



"Kami bertiga rapat dulu sebentar ya." pamit Reza pada Alex dan Monik.


"Kalau begitu kami pulang saja." kata Alex pada Reza.


"Roma ikut Mami ya, Nona biar kami antar pulang, dirumah ada Kiki kan?" tanya Monik pada Reza.


"Ada, bagaimana Non, mau tunggu Kenan atau pulang?" tanya Reza pada Nona. Nona memandang Kenan meminta persetujuan.


"Pulang saja, biar Nona istirahat." kata Kenan pada semuanya.


"Aku mau disini tunggu Raymond, Mi." rengek Roma pada Mami.


"Ck... tidak ada rindunya sama Mami dan Papi ya." omel Monik pada Roma.


"Aku mau ajak Kak Nona main alat musik disini." bujuk Roma pada Mami.


"Rapatnya hanya sebentar, tidak apa lah Nik, biar Roma dan Nona menunggu disini, kalian pulang saja." Reza ikut membujuk sahabat sekaligus besannya.


"Ya sudah Mas, nanti saja pulangnya. Aku mau lihat Roma mau atraksi apa sih." kata Monik pada suaminya. Alex menuruti saja keinginan istri dan anaknya. Mereka tidak jadi pulang, tapi ikut menemani Roma dan Nona di ruang VIP 2.


Roma mulai memainkan piano sementara Nona duduk disebelahnya. Dengan lihai Roma bermain lagu "first love" dari nikka Costa, yang sangat terkenal dijamannya. Nona tampak menikmati, sesekali tangannya ikut menekan tuts tanpa mengganggu nada yang Roma mainkan.


"Kak Nona bisa four hands ya, ayo Kak." ajak Roma semangat bermain empat tangan dalam satu piano. Sementara Alex dan Monik menjadi penonton setia.


"Ayo." jawab Nona tak kalah semangat. Roma mulai mencari sheet lagu yang ada didepan matanya. Pilihan pada lagu River flow in you. Mereka sangat menikmati permainannya sambil tertawa-tawa berdua, sementara Alex tampak menikmati alunan musik yang ada, kadang ikut tertawa karena keduanya tampak kompak bermain piano. Monik jadi terkagum-kagum melihat keduanya, bahkan mulai request lagu.


"Jangan yang susah, Mi." kata Roma pada Mami Monik.


"Lagu Mami sama Papi, ayo mainkan." kata Monik semangat, mendekat pada keduanya, ikut duduk menarik kursi kedekat piano.


"Lagu apa?" tanya Roma.


"Duh lagu apa deh Pi? Mami lupa tuh." Monik jadi panik sendiri.


"Begadang haji Roma." Alex terkekeh menggoda istrinya.


"Ish itu sih lagunya Roma untuk Raymond waktu sempat putus dulu." Monik ikut terkekeh.


"Mami ih jangan bawa masa lalu deh, ayo mau lagu apa?" tantang Roma pada Maminya.


"Apa saja lah Mami malah lupa judul-judulnya. Benyamin S juga boleh kalau kalian bisa." kata Monik akhirnya pasrah. Roma mulai mencari-cari nada lagu hujan gerimis, lalu Nona pun mengikuti. Mereka tertawa ketika nada yang dimainkan salah, kemudian sama-sama saling mengoreksi. Sampai akhirnya mereka memainkannya dengan sempurna. Monik senyum saja terus menyaksikan permainan keduanya, sedang Alex sibuk merekam dengan kamera handphonenya.


"Perfect." Monik bertepuk tangan heboh sendiri, seperti sedang menyaksikan pertunjukan disuatu konser.


"Kalian keren, mau Papi undang di variaty show?" Alex menawarkan.


"Tidak usah, Pi. Ini kan kita mau pisah kota, lagi pula sama seperti Mami dulu, Kak Nona tidak dikasih kerja sama Om Kenan." Roma menjelaskan.


"Kalau kamu?" tanya Monik pada putrinya sambil tertawa kecil.


"Kalau aku memang tidak mau kerja hahaha." Roma jadi terbahak sendiri.


"Ayo main lagi." kata Alex pada keduanya.


"Papi, Kak Nona bisa main Biola juga loh." kata Roma pada Papi Alex.


"Roma coba mainkan lagu can you feel the love tonight. Nona bisa juga kan?" pinta Monik setelah mengingat judul.lagu yang diinginkannya.


"Mami sama Papi dulu pacarannya nonton film Lion King ya." Roma terkekeh, Nona pun ikutan terkekeh. Kemudian mereka mulai memainkan lagu yang diinginkan Monik, setelah sebelumnya menebak-nebak nada dan saling mengoreksi, hingga akhirnya kembali bermain dengan sempurna. Permainan yang santai penuh canda diantara keduanya membuat yang menyaksikan sangat terhibur, lagi-lagi Alex merekam permainan keduanya. Tidak menyangka Roma mendapatkan partner bermain Piano yang menarik.


"Sayang teman Papi ada yang minta kunci nada lagu hujan gerimis barusan, mereka mau murid sekolah musik ikut memainkannya." kata Alex pada Roma.


"Wah aku mesti ingat dulu ya, Pi. Papi rekam tangan aku dan Kak Nona, nanti aku bikinkan." kata Roma pada Papi Alex.


"Ayo Kak Nona." ajak Roma dan mulai memainkan jemarinya pada tuts piano, Nona pun mengimbangi permainan Roma. Kali ini mereka tidak lagi sambil bercanda, sesekali saja saling memandang dan tertawa kecil. Sementara Reza, Raymond dan Kenan yang baru saja selesai rapat, ikut menyaksikan permainan keduanya. Kenan tersenyum lebar, senang sekali melihat kepintaran istrinya.


"Istrimu, boleh juga." Alex mengacungkan jempolnya pada Kenan. Kenan jadi tertawa senang dibuatnya, ikut bangga. Sementara Monik atas permintaan Alex merekam tangan keduanya saat bermain piano.


"Istriku juga kan, Pi." Raymond tidak mau kalah minta istrinya dipuji juga.


"Itu sih sudah pasti." jawab Alex mengacungkan dua jempol pada Raymond, sekarang semuanya terbahak dibuatnya.


"Keren Roma, Nona." Reza bertepuk tangan diikuti Kenan dan Raymond. Alex mengangguk bangga dengan kelima jari kanannya diletakkan didagu, sementara tangan Kiri menopang tangan kanannya.


"Hadiahnya ya ayah jangan lupa." kata Roma membercandai Reza.


"Tinggal sebut mau apa." Kenan memprovokasi, Raymond ikut menyokong senang sekali.


"Jangan minta Apartment." teriak Raymond lagi, membuat Roma bersungut sambil tersenyum.


"Minta saja sama suamimu, sebentar lagi jadi Bos besar di Malang." kata Reza pada Roma sambil tertawa.


"Aku maunya dari Ayah." kata Roma terkikik geli.


"Ayo ayah, mau kasih apa?" tantang Raymond pada ayahnya.


"Gaji suami naik tiga kali lipat." jawab Roma membuat semua terbahak.


"Nah iya betul itu, ayo sayang mainkan lagi lagu yang lain, biar jadi empat kali lipat." kata Raymond, lagi-lagi semua tertawa.


"Ayo bubar, sudah sore." ajak Kenan mengingatkan, karena kalau sudah keasikan bisa pulang malam, padahal Kenan ingin mempersiapkan diri untuk esok hari, agar tetap bugar saat menyaksikan Nanta bertanding.


"Wah padahal aku baru mau undang yang lain untuk datang menyaksikan hiburan dari Nona dan Roma." kata Reza memasukkan handphonenya ke saku celana.


"Besok saja atau lusa, Besok Nanta bertanding, aku mau tidur cepat. Biar fresh." kata Kenan pada Abangnya.


"Kalau sudah berdua dikamar apa iya bisa tidur cepat?" goda Alex pada Kenan. Kenan tersenyum saja dengan hidung kembang kempis menahan tawa, tidak mau Nona salah tingkah.


"Kita boleh melihat Nanta di asrama tidak?" tanya Nona pada Kenan, ingin mengunjungi Nanta malam ini.


"Jangan, nanti konsentrasinya terganggu. Nanti kita video call saja." kata Kenan pada istrinya.


"Aku juga sudah Kirim video Kak Nona dan Roma duet piano barusan pada Nanta, semoga terhibur." kata Raymond pada Nona.


"Wah Ray kamu tuh selalu sigap cepat sekali sampai ke Nanta." Nona tertawa.


"Anaknya dari tadi tanya kita sedang apa. Kangen sekali dia ingin kumpul dengan kita." kata Raymond tertawa, membuat Nona tidak sabar ingin menemui Nanta esok hari.


Terimakasih All untuk semua bentuk dukungannya, aku padamu 💕 luvluv