I Love You Too

I Love You Too
Rejeki Istri



"Sayang ga usah diterima tawaran arumi ya." bujuk Reza saat sedang berduaan dengan Kiki di parkiran menunggu yang lain keluar dari Restauran. Arumi pemilik travel mengajukan keinginannya mengontrak Monik, Intan dan Kiki secara eksklusif dimana akan ada paket tertentu yang menghadirkan bintang idola dalam perjalanannya.


"Iya kan aku ga jawab tadi, aku mau tanya kak Eja dulu."


"Kamu fokus kuliah aja ya. Endors mulai kurang-kurangi. Penghasilan kamu berapa sih dari Endors setiap bulannya? Biar aku yang bayar, aku juga ga suka medsos kamu yang komen banyakan laki-laki." Reza mulai membatasi aktifitas Kiki, dikeluarkannya atm dari dompetnya diserahkannya pada Kiki.


"Kamu pegang nih, pakai sesuai kebutuhan kamu. Pinnya tanggal pertemuan kita." katanya lagi, membuat Kiki berfikir lebih keras, jujur saja ia lupa tanggal berapa pertemuannya dengan Reza.


"Susah amat sih, aku lupa tanggal berapa. Aku cuma ingat sehari sebelum ospek" sungut Kiki ketika tak berhasil mengingat tanggal ospeknya.


"Hmm ga berkesan ya pertemuan kita buat kamu."


"Ga.. yang berkesan ya pernikahan kita. Aku mana tau dulu kamu bakal jadi suamiku. Kenapa ga pakai tanggal pernikahan atau tanggal ulang tahun sih."


Reza mengacak poni istrinya, benar-benar polos dan apa adanya.


"Nanti kita ganti pin nya. Simpan dulu atmnya nanti tercecer."


Kiki menyimpan atm yang diberi Reza kedompetnya. Belum tau berapa isinya tapi Kiki senang saja menerima kartu atm dari suaminya. Berasa jadi istri kalau begini pikirnya sambil tersenyum simpul.


"Lu ingat tanggal ospek kita ga?" tanya Kiki ketika Intan dan Anto datang terlebih dulu menghampiri mereka. Intan dengan lancar memberitahu tanggal ospeknya. Baiklah Kiki sudah tau nomor pin atmnya.


"Ga usah diganti." katanya pada Reza sambil tertawa.


"Nanti kamu lupa lagi."


"Aku ingat." katanya dengan garis lengkung dibibirnya. Membuatnya bertambah manis.


"Lu mau Ki di kontrak?" tanya Intan. Kiki menggelengkan kepala sambil menunjuk Reza.


"Hmm sama gue juga udah larang Intan. Nanti dia sibuk, gue sibuk kapan ketemunya kita." kata Anto pada Reza yang rupanya juga tak setuju istrinya dikontrak eksklusif.


"Iya sih, tapi aku suka travel sayang. Enak kan travel gratis." Intan membujuk Anto.


"Nanti aku ajak kemanapun kamu mau, lebih enak travelnya kalau sama aku, kamu ga capek mikirin peserta lain yang kamu bawa. Walaupun kamu difasilitasi kamu harus interaksi sama orang baru sayang. Kamu harus menjaga image perusahaan. Salah ngomong aja, perusahaan yang kena imbas, sementara kamu ngomong kan ga pakai disaring."


"Monik juga ga terima kok Tan, tadi sudah ngomong sama Arumi, kita para suami sudah kode via chat tadi. Sebentar lagi juga Monik bikin pengumuman akan mundur dari dunia selebriti. Tinggal iklan dengan Unagroup aja kerjaannya Monik." Alex sudah ada diantara mereka. Ucapan Alex barusan membuat Intan dan yang lainnya kaget. Anto yang sudah tau sedari awal tampak santai saja. Reza menggaruk kepalanya yang tak gatal, untung saja Kiki sudah dibujuk dengan kartu ATM.


"Iya. Jadi Nyonya Alex aja gue. Fokus Kuliah dan jadi istri sholeha." Sambung Monik santai tanpa beban.


"To lu belum kasih ATM pasti ke istri lu, dia masih keberatan. Tuh Monik sama Kiki sudah kita bujuk pakai ATM." bisik Alex pada sepupunya sambil terkekeh.


Anto mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya dan memberikan pada Intan.


"Pegang nih sayang, nanti kamu mau shopping kan beli baju ganti." kata Anto yang tau istri dan sahabatnya sudah janjian akan belanja di Bali, karena itu mereka tak bawa baju ganti.


"Pinnya?" tanya Intan cepat.


"kissing pertama kita." bisik Anto membuat Intan merah merona. Tau saja Anto, Intan tak pernah melupakan kejadian itu, bahkan hari dan jam berapa pun Intan mengingatnya.


"Yo ngapain aja didalam lama banget?" tanya Reza saat melihat Mario dan Regina mendekat. Arumi berjalan dibelakang mereka.


"Re minum dulu nih." Kiki menyerahkan botol air mineral di tangannya. Terlihat Regina sedikit pucat. Regina meminumnya kemudian memberikan pada Mario.


"Tadi gue ditoilet yang sama kan, gue keluar lu masuk Re, ga macet tuh pintunya." kata Intan pada Regina.


"Iya betul, aku takut sekali tadi, lampunya juga mati jadi gelap."


"Aneh, ada yang kunciin ga tuh." Intan menebak-nebak.


"Regina ga punya musuh Tan." kata Monik menepis kecurigaan Intan.


"Kiki juga ga punya musuh Nik, di jambak tuh di Mal, terus di labrak tuh di toilet hotel. Siapa yang nyangka coba?" jawab Intan menjelaskan kecurigaannya.


"Tapi tadi ga ada siapa-siapa sih, Mbak Arumi tadi dimana?" tanya Mario pada Arumi yang berdiri dibelakangnya.


"Saya lagi ke kasir bayar makannya mas. Nanti kita cari tau penyebab Regina terkunci di toilet."


"Kalau macet sih masuk akal ya, lampu kok pakai mati, tadi ga mati lampu kan? Terus lu buka pintunya gimana Yo?" tanya Anto mulai yakin dengan kecurigaan istrinya.


"Gue dobrak pintunya, tapi pas gue mau ganti biaya kerusakan pemiliknya ga mau. Malah dia minta maaf."


"Tadi lu ga nelpon gue. Panik sendiri tadi ya."


"Iya gue udah ga fokus mau nelpon, gue khawatir karena Regina takut gelap."


"Ya sudah yuk naik kemobil kita lanjut destinasi berikutnya." ajak Arumi mengingat waktu sudah menjelang sore.


"Nanti malam makan dijimbaran ya?" tanya Monik pada Arumi.


"Iya di seafood kesukaan kamu Nik. Jadi beneran nih pada ga mau dikontrak?" tanya Arumi lagi.


"Ga Rum, nih gue mau mundur dari dunia seleb, gue mau jadi nyonya boss aja."


"Ya sudah ga papa. Terima kasih ya masih dibantu untuk promo. Dapat bonus pesertanya calon hot daddy lagi. Beneran keren sih videonya tadi aku lihat. Nanti fee untuk daddy ditransfer ke Nyonya aja ya." kata Arumi tersenyum bahagia meskipun tawarannya sudah ditolak.


"Wah kok dapat fee juga, kita memang mau honeymoon kok." jawab Alex setengah menolak.


"Ga papa berarti rejeki istri." Arumi bersikeras dengan keputusannya.


"Nah kalau ngomongin rejeki itu ga boleh ditolak ya berarti. Ya sudah transfer ke istri aja." Intan dengan cepat menyetujui. Anto langsung saja mengacak rambut istrinya.


"Nomor Rekening Regina belum ada, nanti kasih aku ya. Lewat Monik ga papa." kata Arumi pada Regina.


"Wah ga usah mbak Arum, kita ikut gabung karena mau honeymoon." jawab Mario keberatan.


"Ga papa mas. Tadi baru upload video sedikit aja paket travel aku sudah full sampai enam bulan kedepan, dan mereka sudah bayar. Makanya aku berani tawarkan kontrak eksklusif karena banyak yang tanya juga paket liburan bareng kalian." Arumi menjelaskan.


"Jadi ini juga rejeki istrimu kak Rio, jangan ditolak." sahut Kiki konyol, yang lain tertawa dibuatnya.