
Sementara
itu, Gia yang berjalan bersama anak-anaknya dan Zorlyan.
Setelah
melewati rintangan dari beberapa Dragonkin, serta jasad-jasad dari Naga, mereka
menemukan seseorang yang tergeletak.
““Maha!!!””
Mereka
pun bersama-sama berlari menuju Mahadia yang perutnya berlubang dan hampir
tidak bernyawa.
“Cih!
Psikopat macem apa yang bikin orang sampe kayak gini?!”
Seru
Zorlyan yang kesal terhadap seseorang yang melukai Maha seperti itu.
“Ada
bekas tanah liat! Pasti pelakunya Morri!”
Jelas
Gia dengan wajah kesal!
“Mama…
Temen Mama nggak bisha kita shembuhin, Mama…”
“Na…Naga
aja nggak bisa, gimana gue?!”
Seru
Zorlyan yang kesal karena tidak bisa berbuat apa-apa.
“GIAAA!!!
ZORLYYYY!!!”
“Myllo!!!
Cepet ke sini!”
Teriak
Gia ketika ia mendengar dan melihat Myllo bersama dengan Royce dan pria yang
tidak dikenal.
“Itu
Myllo sama Royce. Tapi siapa yang satu lagi?”
“Nggak
tau. Tapi selama dia keliatan baik sama Myllo, pasti dia baik juga untuk kita!”
Jelas
Gia yang percaya dengan Göhran, yang bersama dengan Myllo dalam wujud
Manusia-nya.
Ketika
Myllo, Royce, dan Göhran tiba, mereka pun ikut terkejut dengan kondisi Mahadia.
Göhran
pun mendekatinya dan memeriksa keadaan Mahadia.
“Myllo,
siapa orang itu?”
“Namanya
Göhran! Dia itu Naga loh!”
““NA…NAGA?!””
“Ya!
Nggak itu doang, dia juga temen baiknya Kak Sylv! Hehe!”
Jelas
Myllo dengan tersenyum.
“Woy!
Bukan waktunya senyum!”
“Tenang!
Pasti aman di tangan Göhran! Ya kan, Göhran?!”
“Ya.
Untung saja Jiwa-nya belum menghilang. Memang tidak bisa diragukan Kaum Fratta! Jiwa-nya melekat dengan
sangat kuat, sehingga sulit bagi mereka untuk mati begitu saja!”
Jelas
Göhran terkait kondisi Mahadia.
Göhran
pun mulai merapal mantra untuk menyembuhkan Mahadia. Selama ia merapal mantra,
lubang di perut Mahadia pun perlahan-lahan kembali tertutup. Bahkan organ di
dalam perutnya pun pulih kembali.
“Gi…Gila! Ternyata ini yang namanya Dragon Tongue!”
Pikir
Zorlyan ketika menyaksikan keajaiban yang dibuat oleh Göhran terhadap Mahadia.
“Hafff!
Gue…Gue ada di mana?!”
“Oi!
Untung lo sembuh, Maha! Hehe!!!”
“My…Myllo!
Royce! Semuanya! Kenapa gue masih hidup?!”
“Hehe!
Bilang makasih sama temen gue ini!”
Balas
Myllo sambil menepuk pundak Göhran.
“Myllo,
kita tidak punya waktu! Lebih baik aku menjelaskan bencana apa yang akan kita
hadapi!”
“Oh
iya! Maaf lupa! Gue terlalu seneng ketemu temen-temen gue lagi!”
Balas
Myllo terhadap peringatan Göhran.
Myllo
pun menjelaskan tentang kemungkinan yang akan terjadi selama para Dragonewt
masih berada di dalam Hidden Dungeon.
“Artinya…”
“Ya.
Raja sudah tertidur selama 8 tahun semenjak kedatangan Sylv dan Party-nya.
Beliau sudah lelah untuk menjaga tempat ini dan hidup selama ribuan tahun yang lalu.”
““…””
“Maka
dari itu, kami sangat menghormati Sylv. Tidak hanya mengalahkan Raja saja,
beliau juga menghormati Raja dengan memberinya ‘ketenangan’ dengan cara
menyegel Jiwa Dragon King miliknya, hingga Roh-nya beristirahat dan terlelap.”
““…””
“Jika
seseorang yang lelah hidup selama puluhan ribu tahun mendapat ketenangan,
bahkan 1 tahun saja sudah cukup untuk mengantarkan kesadarannya ke Alam Baka.
Maka, jika ia dibangunkan dari ketenangannya, pasti yang akan datang bukanlah
Raja yang kami kenal, melainkan binatang
buas yang bahkan bisa melahap dunia!”
““!!!””
Mereka
pun begitu terkejut ketika mereka menyimak kesimpulan dari Göhran.
““Ma…Mama…””
“Maaf
ya, Mama…cukup takut dengernya…”
Jawab
Gia dengan gemetar, yang lalu dipeluk hangat oleh anak-anaknya.
“OK!
Kita nggak bisa habisin waktu lagi! Ayo kita ke sa—”
“Tunggu,
Myllo!”
“Hah?!
Ada apa lagi, Göhran?!”
“Biarkan
aku memanggil bala bantuan!”
Jelas
Göhran kepada Myllo.
“RUOAAAAAAARRRRR!!!”
Göhran
berteriak begitu keras, hingga semua yang ada di sana menutup telinganya.
Tidak
lama kemudian, terlihat 20 ekor Naga yang datang menghampiri mereka semua.
“Ada
apa, Göhran?”
“Rakhzar,
kita tidak punya waktu lagi! Raja ada dalam bahaya!”
“Baiklah,
waktunya kita terbang ke kediamannya!”
Semuanya
pun menaiki punggung Rakhzar dan terbang menuju kediaman Raja.
“Hey!
Kau tahu, tidak? Pria ini adiknya Sylv!”
“Adik
Sylv yang sering ia ceritakan 8 tahun lalu?!”
“Ya!
Ia adalah Myllo Olfret!”
Myllo
hanya tersenyum mendengar perbincangan Göhran dan Rakhzar.
“Lalu,
apakah pria berambut putih itu temanmu juga?!”
“Oh!
Lo ketemu Djinn?!”
“Ya!
Tidak kusangka orang yang datang dari semesta luar seperti Sylv juga sekuat
itu! Tidak, mungkin saja lebih kuat daripada Sylv!”
Tegas
Rakhzar.
“Hey!
Mana mungkin ada yang lebih kuat daripada Saint Dewa kita, Rakh—”
“Kalian
semua! Coba lihat itu!”
Seru
Rakhzar sambil memotong kata-kata Göhran karena menyaksikan jasad-jasad dari
beberapa Naga.
Mereka
pun sama-sama mendekati jasad-jasad Naga itu.
“Sial!
Ternyata ada lagi korbannya!”
“Apa
maksudmu, Rakhzar?!”
“Ada
banyak sekali pembunuhan yang terjadi pada kaum kita, Göhran!”
“Cih!
Mereka sudah bergerak, ya?!”
“Baiklah,
waktunya kita berjalan memasuki kediaman Raja!”
Tegas
Rakhzar sambil merubah wujudnya dalam bentuk Manusia.
Tidak
hanya Rakhzar, semua Naga yang mengikutinya juga berubah dalam wujud Manusia.
Sambil
berjalan menuju kediaman Raja, Myllo berpikir…
“Djinn, kalo lo ada di dalem sana, semoga lo baik-baik
aja!”
……………
Sedangkan
di dalam kediaman Raja…
“Hu…hu…huhu…”
Winona
gemetar ketika di depan matanya ada Erkstern, yang hampir membunuhnya, bersama
dengan Morri.
“Makasih
karena secara nggak langsung udah nuntun kita berdua ke tempat ini, Winona.”
“…”
“Kalo
masih mau hidup, tolong jawab pertanyaan gue.”
Kata
Erkstern dengan pedangnya yang ia arahkan ke leher Winona.
kemana Djinn?”
“Di…Di…Dia
ada di da…da…dalem sana…”
“OK.
Pertanyaan kedua, gimana cara Djinn bisa pintu ruangan ini tanpa adanya Naga?”
“Ng…Nggak
tau! Ka…Kalau kata Djinn, di…di…dia katanya ngeliat ada mural di dinding! A…A…Aku
juga nggak tau tentang itu!”
Jawab
Winona yang semakin gemetar dengan kencang.
“Pertanyaan
terakhir, kenapa kalian masih hidup?”
“U…U…Urlant!
Di…Dia masih hidup, ta…ta…tapi nggak bisa tolong Harrit la…la…lagi!”
“Oh…Urlant,
ya…”
Tidak
lama kemudian, Dragonewt misterius itu datang dari balik pintu masuk ruang
Raja.
“Morri,
ayo kita mulai sekarang! Waktu kita nggak lama lagi!”
“Kakak?”
Erkstern
merasa heran karena namanya tidak disebut oleh Dragonewt misterius itu.
Hingga
tiba-tiba…
“*Jlub!
(suara tertusuk)”
“Mo…Morri?!”
…Morri
menusuknya.
“Erkstern,
Erkstern, Erkstern…”
“Ka…Kakak!
Apa maksud ini semu—”
“Jujur
gue agak nyesel waktu minta lo jadi Petualang. Karena itu semua, lo jadi
bangga sebagai Petualang. Bahkan lo sendiri sampe lupa sama tujuan kita sebenernya.”
Jelas
Dragonewt misterius itu kepada Erkstern.
“Te…Terus—”
“Lo
ngerasa kasian sama temen-temen Petualang lo itu, kan? Hmph, maaf aja ya. Lo
kuat, tapi mental lo nggak ada apa-apanya. Makanya itu, yang paling berguna
dari lo cuma Jiwa lo aja!”
“Da…Dasar
kakak breng—”
“Dragon
Bullet…”
“*Dor!
(suara tembakan)”
Dengan
Sihir Naga miliknya, Dragonewt misterius membunuh Erkstern, adiknya.
“Kak,
cewek itu?”
“Nggak
tau. Dia keliatannya lemah. Jiwa-nya nggak terlalu berguna.”
Jelas
Dragonewt misterius itu kepada Morri yang menanyakan tentang Winona.
“…”
Dragonewt
misterius itu pun mengambil Jiwa milik Erkstern dengan Soul Devourer.
“Morri,
kasih gue Soul Devourer yang lo pake untuk ambil Jiwa Naga.”
“Nih,
kak.”
Jawab
Morri sambil melempar Soul Devourer yang ia gunakan.
“OK.
Gue mulai ritualnya!”
Tegas
Dragonewt misterius itu.
“Sini
lo ikut gue!”
“Argh!”
Morri
pun menyeret Winona dengan menjambak rambutnya.
“Urgh!”
“Kenapa?!
Sakit?!”
Tanya
Morri setelah ia melempar Winona lewat jambakannya.
“Kamu…
Kenapa kamu bahkan tega bunuh abang kamu sendiri?!”
“Karena
dia terlalu lembut sama orang lain. Mental kayak gitu bahaya untuk tujuan mulia
kita sebagai Dragonewt.”
“Tujuan
mulia ini! Tujuan mulia itu! Sebenernya apa tujuan kalian para Dragonewt?!”
Tanya
Winona kepada Morri.
“Ribuan
tahun yang lalu, sebenernya Erviga itu wilayah kekuasaan Dragonewt. Kalo nggak
karena yang namanya Centra Geoterra, kita semua udah hidup damai!”
“*Bhuk!
(suara memukul)”
“Argh!”
Sambil
menjelaskan sesuatu, emosi Morri tiba-tiba tak terkendali hingga ia memukul
Winona.
“Karena
Kerajaan Dragonewt yang tau kebusukan Centra Geoterra dan kita yang nolak untuk
gabung bareng mereka, tiba-tiba beberapa Kaum Manusia dateng untuk bantai
kerajaan ras gue! Bahkan di tanah kelahirannya sendiri, kita harus hidup
sembunyi-sembunyi!”
“…”
“Argh!
Sakit—”
“Dan
lo tau, siapa dalang-dalang di balik pembantaian Dragonewt, khusus nya keluarga
gue?!”
“Urgh!”
“HOUSE OF WATERS!!!”
“!!!”
“*Brak!
(suara membanting)”
“Urgh!”
Jelas
Morri, sambil menjambak dan membanting Winona.
“Makanya
itu, gue juga benci sama orang dari Keluarga Waters kayak lo!”
“Ta…Tapi…
Bahkan keluarga aku aja udah keluar dari lingkar bangsawan 50 tahun yang la—”
“*Dhuk!
(suara tendangan)”
“Argh!
Duh, sakit!”
“DIAM!
BUKAN WAKTUNYA LO UNTUK BICARA, PELACUR!!!”
Teriak
Morri dengan ekspresi ingin membunuh.
“190
tahun gue hidup lari sana-sini karena takut pembantaian Waters ke Dragonewt!
Bahkan sisa gue sama kakak gue doang Keturunan Raja Dragonewt yang masih
hidup di dunia ini!”
“Uhok!”
Winona
begitu kesakitan. Ia bahkan batuk berdarah karena siksaan dari Morri.
“A…Aku
nggak tau apa-apa soal keluarga aku… Tapi kalo cerita kamu benar, artinya
keluarga aku keluar dari lingkaran bangsawan karena capek udah kotorin tangan
mereka!”
“Apa?!
Lo masih berani—”
“Aku
nggak tau apapun sejarah keluarga aku! Tapi…kalo kamu merasa tindakan kamu
benar, aku pun rela—”
“*Dhuk!
(suara menendang)”
“Ughuok!”
“Jangan
sok baik lo di depan gue, Pelacur!”
“…”
Kesadaran
Winona hampir pudar ketika Morri menendangnya untuk terakhir kalinya.
“Urgh!”
“Jangan
lo pikir lo bisa mati tanpa seizin gue, Pelacur…”
“…”
“Gue
mau lo jadi saksi kehancuran Erviga dari rencana yang disusun dari zaman nenek
moyang gue.”
Jelas
Morri, sambil menjambak kembali rambut Winona, yang bertujuan untuk
memperlihatkan ritual kakaknya yang hampir berhasil.
“…za Ta í Makãxa la zouqal…”
Dragonewt
misterius itu terus merapal mantra panjang dengan Dragon Tongue.
“…”
Seketika,
semua Jiwa dari Soul Devourer bergerak secara perlahan menuju Raja yang
tertidur di singgasana kerajaan.
“Ya…Yang
Mulia! Tidak!”
““!!!””
Teriak
Göhran yang datang memasuki singgasana bersama dengan Myllo dan yang lainnya.
Melihat
mereka, Morri dan Winona pun terkejut.
“Ti…Tidak…”
“Ada
apa, Göhran?!”
“Kita
terlambat—”
“Ya,
lo semua terlambat! Karena Fire Dragon
King Tarzyn udah mau bangun untuk bantai semuanya!”
Jelas Dragonewt misterius itu, sambil
menyaksikan Dragon King Tarzyn yang membuka
matanya.