Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 388. Hunting Down The Eagles and The Bulls



Leonard telah memasuki Hidden Dungeon bersama anggota Leo Guild. Walaupun mereka semua terpisah, Leonard telah mempersiapkan anggotanya dengan Orb Call. Oleh karena itu, perburuan Aquilla Party akan dimulai.


Sementara itu, di lokasi lain yang berada di Hidden Dungeon, di mana Sonda telah menemukan Slasher, yang dikalahkan oleh Djinn.


“*Tung!”


“Woy! Kok lo pukul kepala gue—”


“Bego banget sih! Kan kita harusnya minta bantuan mereka! Kenapa lo malah berantem sama Wakil Kapten


mereka?!”


Tanya Sonda dengan kesal, setelah ia menemukan Slasher, yang berada cukup jauh dari awan di mana Djinn dan teman-temannya berada.


“Untung aja Kapten mereka baik! Jadinya—”


“Gue nggak akan maafin orang yang ngatain gue anjing! Gue nggak akan peduli sama tujuan ini-itu! Tapi kalo ada orang yang ngatain gue—”


“*Phak!”


Sonda tiba-tiba menamparnya. Ia merasakan kekecewaan yang begitu mendalam di hatinya.


“Nggak akan peduli, lo bilang?”


“…”


“Asal lo tau ya, Slasher. Nyawa Kapten gue lagi nggak aman.”


“A-Apa maksud lo, Sonda?! Kapten lo juga Kapten gu—”


“Jangan anggap Tarruc Kapten lo, kalo lo lebih pikirin harga diri lo daripada nyawanya!”


“*Boink!”


“Sonda! Tunggu!”


“…”


Sonda pun meninggalkan Slasher, dengan melompat tinggi dari awan yang menggumpal, untuk menyusul Myllo dan anggotanya.


“…”


Melihat kepergian rekannya, Slasher mengepal tangan dengan sekeras-kerasnya, dengan perasaan menyesal.


“Kapten, andai lo denger gue, gue mau minta maaf karena secara nggak langsung udah bahayain nyawa lo!”


Pikir Slasher sebelum menyusul Sonda.


Tetapi ketika ia hendak melompat untuk menyusul Sonda…


“*Boink—”


“*Shruk…”


“!!!”


…tiba-tiba ia tertusuk oleh sebuah panah, yang menancap di kakinya.


“*Boink, boink, boink…”


“Urgh…! Sialan! Siapa yang berani-beraninya tembak gue?!”


Seru Slasher dengan kesal, sambil terlontar di atas awan yang empuk.


“*Boink, boink, boink…”


“!!!”


Dari awan yang berada di belakangnya, ia dikejutkan dengan kedatangan beberapa anggota Leo Guild, yang hendak menghampirinya.


“Itu Slasher dari Taurus Party!”


“Keliatannya dia kepisah dari rekan-rekannya!”


“Yaudah! Kita serang aja!”


Seru beberapa anggota Leo Guild yang hendak menghampirinya.


Jumlah mereka terdiri dari 5 orang, yang terdiri dari 1 Striker Kasta Kuning, 1 Frontliner Kasta Kuning, 1 Observer Kasta Kuning, serta 2 Keeper, yang terdiri dari Kasta Kuning dan Kasta Jingga.


“Cih! Ternyata ada Kasta Jingga dari antara mereka?!”


Seru Slasher dengan kesal, sebelum menghadapi mereka.


“Cepet serang dia, mumpung lo lagi gue tingkatin kekuatan lo pake sihir gue!”


“OK!”


Jawab seorang Striker kepada Keeper Kasta Jingga itu.


“*Swush!”


Striker tersebut bergerak cepat untuk menghampiri Slasher dengan pedangnya.


“*Swush, swush, swush…”


Ia mengayunkan pedangnya dengan maksud melukainya, tanpa membunuhnya.


“Harusnya lo nggak boleh khianatin Leonard, Slasher!”


“*Swush, swush, swush…”


Slasher terus menghindari ayunan pedang Striker tersebut, sembari mendengar kalimatnya.


“Dasar bego! Padahal kalo kalian nggak khianatin dia, mungkin nyawa Kapten lo masih aman—”


“Jangan sebut-sebut Kapten gue!”


“*Prang…”


“Cih!”


Ketus Slasher dengan kesal, karena Striker tersebut berhasil dilindungi oleh seorang Frontliner yang datang bersamanya.


“Minggir lo, brengsek—”


“Humph!”


“*Bhung…”


“Keuk…!”


Frontliner tersebut memukul Slasher dengan perisainya, hingga ia terpental jauh.


“Semuanya! Hati-hati sama Beastman itu!”


“Emangnya ada apa?!”


“Dia belom pake senjatanya! Dari yang pernah gue denger, senjata yang dia pake itu bahaya banget!”


Jelas Observer dari Leo kepada rekan-rekannya.


“Yaudah! Kalo dia kuat cuma karena senjatanya aja, gue pasti bisa tahan serangannya! Kalian nggak perlu


takut—”


“*Swush!”


“Bahkan gue nggak perlu senjata gue untuk hajar kalian!”


Seru Slasher, yang melaju dengan cepat untuk menyerang Frontliner tersebut.


“Cih! Cepet juga lo, Slasher! Tapi lo cukup nekat untuk serang gue dari jarak deket!”


“*Swush!”


“!!!”


Frontliner tersebut mengayunkan perisainya untuk menyerang Slasher, yang ada di depannya. Tetapi Slasher melompat dengan tinggi untuk menghindari ayunan perisainya.


((Yarō Kizu))


“*Chrak!”


“Akh…!”


Slasher kemudian mencakar leher Frontliner itu, hingga ia kesulitan bernafas.


“S-Sial! Dia bisa—”


“Tenang aja!”


“*Ngunggg…”


“Gue bisa sembuhin dia!”


Seru Keeper Kasta Jingga, yang langsung menyembuhkan Frontliner tersebut.


“Cih! Ternyata nyusahin juga Keeper itu!”


Seru Slasher, yang berlari menghampiri Keeper Kasta Jingga itu.


“Jangan lupain gue, brengsek!”


“*Bhung…”


Frontliner tersebut memukul Slasher dengan perisainya, setelah dirinya telah pulih kembali.


“*Swush…”


““!!!””


Tetapi Slasher tidak memperdulikannya, karena target utamanya ialah Keeper Kasta Jingga itu.


“Mau ke mana lo?!”


Sahut Striker tersebut, yang kemudian…


“*Shrak!”


“…”


Tetapi ia tetap tidak memperdulikannya. Ia tetap berniat untuk menghampiri Keeper Kasta Jingga itu.


“*Syut, syut, syut…”


“*Shruk, shruk, shruk…”


“Cih! Gila nih orang!”


Seru seorang Observer, karena Slasher terus berlari menuju Keeper Kasta Jingga itu, walaupun telah tertusuk oleh beberapa pisau yang ia lempar.


“Semuanya! Cepet kejar dia! Karena gue udah tambahin kekuatan untuk kalian!”


““Ya!””


Striker, Frontliner, dan Observer tersebut mulai mengejar Slasher dengan cepat, setelah Keeper Kasta Kuning telah meningkatkan kecepatan mereka.


Akan tetapi…


“Hmph! Lo pikir Beastman gila yang udah sekarat itu bisa serang gue?!”


…sebagai Petualang Kasta Jingga, Keeper tersebut mampu menghadapinya.


((Glacial Strike))


“*Shrrrkk…”


“…”


Dengan sihirnya, Keeper tersebut mampu membunuh Slasher dengan kekuatan sihir yang disalurkan melalui tongkat sihirnya.


Sihirnya tersebut berupa beberapa es tajam yang menusuk kepala, jantung, dan kaki kiri Slasher.


“Hmph! Dasar tolol! Berani-beraninya Striker Kasta Kuning macem-macem sama gue!”


Seru Keeper Kasta Jingga itu, sambil menyaksikan Slasher yang ia bunuh.


Mungkin itu yang ia kira.


Hingga akhirnya…


“(Rrrrrr!!!)”


“Hieekh!”


…Keeper Kasta Jingga itu ditakutkan dengan Slasher yang berubah wujud menjadi seekor serigala berambut


putih.


“Haurp!”


“*Crat…”


““!!!””


Seluruh anggota Leo yang Slasher hadapi dikejutkan dengan rekan mereka, yang seorang Keeper Kasta Jingga, mati karena kepalanya yang diterkam olehnya.


“D-Dasar monster sialan!”


“*Swush!”


“Woy! Tunggu—”


“Nggak akan gue biarin lo hidup!”


Seru Striker tersebut, tanpa memperdulikan Observer yang mengingatkannya.


“*Chrang…”


“P-Pedang gue—”


“*CHRAK!!!”


“…”


Striker tersebut menyerang Slasher dengan pedangnya. Tetapi ia justru mendapati pedangnya yang patah,


ketika ia mengayunkan pedangnya pada kepala Slasher. Karena hal tersebut, Slasher langsung memanfaatkan keadaan untuk mencakar Tubuh Striker itu, hingga terbelah menjadi tiga.


“Cih! Dasar tolol tuh orang!”


“T-Terus kita harus gimana—”


“Tingkatin daya serang gue! Karena dari antara kita bertiga, cuma  gue yang punya daya serang yang paling kuat!”


Seru Observer itu kepada Keeper Kasta Kuning.


((Multiplying Magic: Thousands Knives))


“*Syut!”


Observer tersebut melempar sebuah pisau kepada Slasher. Tetapi ketika melaju menuju Slasher, seketika pisaunya berlipat ganda menjadi ribuan.


“*Shrukshrukshruk…”


“(Rrrrr!!!)”


Ribuan pisau itu berhasil menusuk Slasher. Tetapi ia belum terkalahkan olehnya.


“(Raaur!)”


“*SWUSH!!!”


“*Chrak!”


“…”


Dari jarak yang cukup jauh, Slasher mengayunkan cakarnya, dengan adanya aliran kekuatan angin. Seketika Observer tersebut terbelah karenanya.


“S-Si-Sialan…!”


Seru Keeper Kasta Kuning itu.


Sementara Frontliner yang sebelumnya menghadapinya…


“Huaaargh!”


…melarikan diri karena takut dengannya.


“W-Woy! Kan lo Frontliner! Kok lo—”


“G-Gue nggak pernah ada niatan untuk lawan binatang buas kayak gitu! Mending gue ketemu yang lain aja du—”


“*SWUSH!!!”


“*CHRAK!!!”


Ketika Frontliner itu hendak melarikan diri, Slasher berlari dengan sangat kencang dan mencakarnya dari belakang, hingga ia mati terbunuh olehnya.


“(Rrrrrr!)”


“Hieeekh!”


Keeper Kasta Kuning itu ketakutan ketika Slasher menatap dirinya.


“(Rrrrr…)”


Perlahan-lahan Slasher menghampiri dirinya, yang gemetar ketakutan.


Namun Keeper Kasta Kuning itu mendapati sesuatu yang unik dari penampilan Slasher, yang sedang berada dalam Beast Form.


“G-Gue kira dia itu Beastman biasa…! Tapi dia masih bisa berubah dalam bentuk Beast Form…?! H-Harusnya dia bukan Were-Type, kan…?! A-Apalagi ekornya yang tebel itu…! G-Gue yakin… kalo ekornya ada—”


“*CHRAK!!!”


“…”


Ketika sedang menganalisa Slasher, Keeper Kasta Kuning itu dibunuh olehnya.


“*Shruk…”


“Rrrrr!!!”


Setelah membunuhnya, Slasher tiba-tiba menusuk jantungnya.


“…”


Perlahan-lahan ia kembali dalam wujud aslinya, setelah ia menancapkan cakarnya pada jantungnya.


“H-Hampir aja… gue sepenuhnya jadi binatang buas…! Andai ayah atau Kapten Tarruc tau ini… mungkin gue


nggak akan dimaafin mereka…!”


Bisik Slasher dengan terbatah-batah karena lelah, setelah ia berubah kembali.


“…”


Kuping Slasher tiba-tiba bergerak-gerak, karena ia mendengar sesuatu dari jauh.


“Ayo kita cari Aquilla!”


“Jangan lupa juga cari Taurus! Sekarang mereka udah berkhianat!”


“!!!”


Slasher seketika terkejut setelah mendengar nama Party-nya disebut oleh beberapa orang dari jarak jauh.


“Sial! Temen-temen gue!”


“*Boink…”


Karena mendengar seruan anggota Leo yang mencari Party-nya, Slasher pun bergegas secepatnya.


“Sonda! Kritach! Kalian semua! Semoga kalian baik-baik aja!”


Pikirnya dengan gelisah, sambil mengejar teman-temannya.