
Aquilla telah berkumpul, namun mereka harus terpisah kembali di Chaos Island. Myllo membawa Garry untuk
mencari Zophiel, setelah mendengar ancaman dari Leonard. Sementara Djinn, Luvast, Gia, dan Machinno, sama-sama dipisahkan oleh Ryūhime hingga keluar Chaoseum.
Kembali ke tengah arena pertarungan yang berada di dalam Chaoseum.
““*Chring, chring, chring…””
““*Boom! Boom! Boom!””
Para Petualang sedang berusaha untuk bertahan dari serangan para penonton, yang terdiri dari beberapa Black
Guild dan anggota kerajaan lainnya, setelah kepala mereka semua diberi harga sebesar 500 emas oleh Leonard.
Walaupun jumlah mereka menjadi jauh lebih sedikit berkat kekuatan Djinn, nyatanya masih ada dari antara mereka
yang mampu menunjukkan kekuatannya.
Sementara itu, di lokasi yang sama, di mana Ryūtaro dan Tetsuo sedang berusaha untuk menenangkan Ryūhime yang masih berada di bawah kendali Zophiel.
“RUOAAAAAARRR—”
“*Krrrrttt…!”
Dalam Wujud Naga yang ia miliki, Ryūtaro hendak menahan gerakan Ryūhime dengan melilitkan Tubuh-nya. Akan tetapi Wujud Naga milik Ryūhime berukuran dua kali lebih besar darinya, sehingga Ryūtaro hanya mampu melilitkan sebagian Tubuh-nya.
“(R-Ryūhime-sama…! T-Tenanglah…! I-Ini aku pelayan-Mu… Ryūtaro…!)”
Seru Ryūtaro, sambil menahan Ryūhime dengan sekuat tenaga.
Hingga akhirnya Tetsuo memberikan sebuah peringatan kepadanya.
“Ryūtaro-kun! Lepaskan dirimu darinya!”
“*SWUSH!!!”
Karena peringatan dari Tetsuo, Ryūtaro melepaskan lilitannya pada Tubuh Ryūhime, sehingga ia selamat dari
ayunan cakar yang sangat kencang dari Wind Dragon Princess yang ia layani.
Walaupun Ryūtaro berhasil melepaskan dirinya…
“*BRUK!!!”
““Aaaaargh…””
…nyatanya angin kencang dari ayunan cakar Ryūhime berhasil menyentuh beberapa penonton yang berada
mengelilingi Chaoseum, sehingga sebagian besar dari mereka terluka karenanya.
Khususnya para pemimpin negara.
“Y-Yang Mulia…! B-Bertahanlah…!”
“*Ngungg…”
“K-Kami bisa menyembuhkan Anda, Yang Mulia!”
Seru beberapa orang yang melayani pemimpin negara mereka masing-masing, setelah mereka terluka karena Ryūhime.
“*Shrak! Shrak! Shrak!”
““Aaaargh!!!””
“S-Sialan…! M-Mereka kuat banget…! Kalo kita harus lawan mereka… kita bakalan mati secepetnya…!”
Seru salah seorang Petualang, setelah ia menyaksikan para Petualang lainnya yang dibunuh oleh beberapa orang
yang merupakan anggota kerajaan maupun anggota kekaisaran.
“Jumlah mereka hanya berkurang dari 65 menjadi 48! Ternyata dengan jumlah sebanyak 200,00 orang, kita hanya
mampu membunuh 17 dari antara mereka!”
“Tunggu! 48 Petualang yang ada di hadapan kita, belum termasuk Petualang yang dihempaskan keluar Chaoseum!”
“Jika tidak salah, ada sekitar 11 orang yang dihempaskan keluar oleh Naga itu!”
“B-Berarti kita hanya membunuh 6 dari antara mereka saja?!”
Seru beberapa anggota kerajaan maupun kekaisaran, yang terdiri dari 4 orang.
((Steel Magic: Rainswords))
““*Shruk, shruk, shruk…””
““Aaaargh…””
Salah seorang ksatria dari sebuah kerajaan berhasil mengalahkan 12 Petualang. Dengan menggunakan sihirnya,
ksatria itu menciptakan ratusan pedang yang keluar dari pedang yang saat ini ia genggam.
Ia bernama Watkin Bardason, dari Collecta Kingdom.
{Dancing Sword Art: Sweet Punisher}
“*Shrakshrakshrak…”
““Aaargh…””
Dengan teknik pedangnya yang terlihat seakan seperti sedang menari, seorang wanita berhasil membunuh
sebanyak 11 Petualang.
Wanita tersebut bernama Matila The Night. Ia merupakan salah seorang pembunuh yang bekerja secara langsung
kepada seorang raja dari Millimia Kingdom.
Selama di dalam kerajaan tersebut, ia selalu diberi tugas untuk membungkam orang-orang yang hendak
menyebarluaskan kebusukan raja yang ia layani.
((Water Cannon))
“*BWUSH!!!”
““Aaaargh!!!””
Sebanyak 13 Petualang berhasil dikalahkan oleh seorang Swordsmage, dengan bola air raksasa yang menghantam mereka semua.
Swordsmage tersebut adalah Ansel Margera. Ia merupakan seorang panglima perang dari Bouvent Empire.
{Spear Demon}
“*Shrukshrukshruk…”
““…””
Sementara 12 Petualang lainnya terbunuh dengan sekejap karena teknik tombak dari seorang pria yang merupakan
prajurit terkuat dari Moumain Empire.
Prajurit tersebut adalah Jak The Jackal. Sebelumnya ia adalah pembunuh berantai yang hidup di Moumain Empire.
Namun kaisar dari kekaisaran tersebut memalsukan hukuman matinya, agar ia dapat bekerja untuknya.
Karena mereka berempat, sebagian besar Petualang berhasil dikalahkan. Sehingga menyisakan Dalbert, Zorlyan,
Alethra, Ollie, Paul, Awva, serta Daphine dan kedua rekannya.
““…””
Ollie dan Zorlyan sama-sama menyaksikan para Petualang yang mereka kalahkan.
Sementara itu, masih ada sekitar 279 orang lainnya yang hendak membunuh atau menangkap mereka.
Namun Dalbert memahami apa yang mereka khawatirkan.
“Kalian semua lawan aja 4 orang itu.”
“Hah?! Lawan mereka?! Tapi lo—”
“Sekarang total mereka cuma sisa 279. Kalo kalian semua lawan mereka berempat, gue pasti menang lawan 275 bajingan lainnya.”
Jelas Dalbert kepada Ollie dan Zorlyan, walaupun ia belum sepenuhnya pulih.
“Haaaah…! Andai Myllo nggak bawa Keeper kalian, mungkin—”
“Tenang aja! Lawan mereka semua, gue nggak perlu sehat 100%!”
Seru Dalbert dengan maksud meyakinkan Zorlyan.
Namun Zorlyan, Ollie, bahkan Daphine, tidak sepenuhnya yakin dengan Dalbert.
“Alethra.”
“OK, Zorly! Biar gue bantuin dia!”
Balas Alethra kepada Zorlyan.
“Paul, lo ikut gue! Biar Awva aja yang bantuin dia!”
““OK, bos!””
Balas Paul dan Awva kepada Ollie.
“Daphine, terus kita harus gimana?”
“Biar gue yang lawan salah satu dari antara mereka. Kalian mending bantu Dalbert aja.”
Jawab Daphine kepada Kornell.
Karena itu, mereka mulai memisahkan diri untuk menghadapi lawan mereka masing-masing.
“Woy! Kan udah gue bilang—”
“*Shruk…”
“Jangan sok kuat deh! Mending lo sembuh dulu aja!”
Sahut Awva kepada Dalbert, setelah ia menusuknya dengan maksud untuk menyembuhkannya.
“Cih! Yaudah! Kalo gitu kita hajar mereka semua!”
““Ya!””
Sahut Alethra, Awva, Kornell, serta Garvanghar, sebelum mereka bersama-sama menyerang 275 orang yang ada di
hadapan mereka.
Sementara Zorlyan, Ollie, Paul, dan Daphine, sama-sama menyerang anggota kerajaan tersebut.
“Saya adalah Watkin Bardason! Saya akan—”
“*Swush!”
“Bawel. Emangnya gue pikirin siapa lo?”
Seru Ollie, sambil mengayunkan dua kapaknya, walaupun masih bisa dihindari oleh Watkin.
“Terimalah ini, Petualang! Sebelum anda menyusul kekaisaran anda!”
((Steel Magic: Rainsword))
““*Swush, swush, swush…””
“…”
Ollie hanya menatap serangan yang dilancarkan oleh Watkin, walaupun ia sebelumnya diprovokasi olehnya.
((Steel Magic: Bending Axe))
“*Chringchringchring…”
Dengan sihirnya, Ollie membuat kedua kapaknya menjadi lebih besar dan melengkung, sehingga ia terlindungi dari
hujan pedang yang diciptakan Watkin.
“Hmph! Apakah anda pikir anda mampu melindungi diri anda terus seperti i—”
((Steel Magic: Long Axe))
“*Shrak!”
“…”
Ollie kembali menggunakan sihirnya, di mana kedua kapaknya menjadi baja yang sangat panjang, yang mampu
memenggal kepala Watkin dari jarak yang jauh.
“Hmph. Mungkin nenek moyang gue kehilangan kekaisarannya. Tapi gue belom kehilangan Party gue.”
“…”
“Haaaah… Percuma aja gue ngomong sama orang yang udah mati.”
Kata Ollie dengan nada yang pelan kepada jasad Watkin.
{Dancing Sword Art: Sweet Punisher}
“*Chringchringchring…”
Seru Matila, setelah ia gagal menyerang Zorlyan, yang melengkungkan Tubuh-nya dengan maksud bertahan dari serangan Matila.
Tetapi ketika mendengar apa yang dikatakan Matila, Zorlyan hanya tersenyum.
“Oi! Perhatiin tuh baik-baik lengan lo!”
“Hm? Maksud anda duri-duri anda ini? Haha! Apakah anda pikir saya terluka dengan duri-duri ini—”
((Needle Magic: Painful Feel, Maximum))
“Urgh…! Uaaaargh!!!”
Seketika Zorlyan menggunakan sihirnya, agar Matila merasakan sakit yang luar biasa dari duri yang tertancap
di lengannya.
“Urgh…! Urrggh…!”
“…”
Zorlyan hanya menyaksikan Matila yang kesulitan untuk melepaskan duri yang tertancap pada lengannya.
“Hmph! Bahkan lo nggak bisa lepas duri-duri gue!”
“Uaaaargh! Aaaargh!”
“Ya, ya, ya. Gue bukan psikopat yang nikmatin rasa sakit yang diderita orang. Lagian Keeper macem apa gue yang
nikmatin hal kayak gitu? Makanya itu…”
“*Shruk…”
“…mending lo mati aja kan, daripada harus ngerasain sakit kayak gitu?”
Kata Zorlyan, sambil menusuk kepala Matila menggunakan pedangnya sendiri.
“Duh, kasian juga lo ya. Karena harus mati sama senjatanya sendiri. Mungkin ini kali ya yang disebut senjata
makan tuan?”
Bisik Zorlyan, dengan maksud mencemooh Matila yang sudah tidak bernyawa.
((Water Cannon))
“*BWUSH!!!”
“Hmph! Anda berani menyerang saya seorang diri?! Anda pikir anda siapa?!”
Seru Ansel, setelah ia menyerang Daphine dengan sihirnya.
Akan tetapi…
“S-Serangan lo… nggak ada apa-apanya… dibanding Leonard…!”
“!!!”
…ia dikejutkan dengan Daphine yang masih bisa berdiri.
“Anda masih bisa berdiri kah? Baiklah. Saya akan lebih serius—”
“Lebih serius…? Kenapa nggak daritadi aja…?”
“Hm? Maksud anda—”
“Perhatiin baik-baik aja tuh… dada lo…!”
“!!!”
Ansel kembali dikejutkan dengan dadanya yang berlubang.
“B-Ba…”
“*Bruk…”
“B-Bagaimana… bisa…?!”
Tanya Ansel yang terjatuh dengan kesadarannya yang lambat laun menghilang.
“Kenapa bisa, lo tanya? Jawabannya simple, kok.”
“…”
“Lo lempar bola air raksasa itu ke gue. Sedangkan gue tembak lo pake senapan gue. Mungkin karena tembakan gue jauh lebih keras, jadinya peluru gue tembus bola air raksasa yang lo lempar i—Loh! Padahal minta penjelasan! Tapi udah mati duluan!”
Seru Daphine, setelah penjelasannya sia-sia karena Ansel yang sudah terbunuh di depannya.
Sedangkan Paul…
“*Shrukshrukshruk…”
…menerima luka di sekujur Tubuh-nya dari teknik tombak milik Jak.
“Gyehehe…!”
“Hm?!”
“Segitu aja… serangan lo…?!”
“Anda ingin merasakan yang lebih daripada itu?!”
“*Swush!”
“Baiklah! Terima ini!”
Seru Jak, dengan marah karena merasa diremehkan oleh Paul.
“*Shrukshrukshruk…”
Paul berusaha menghindari serangan Jak. Namun gerakan Jak sangatlah cepat, sehingga ia harus menerima
banyak tusukan darinya.
Hingga akhirnya…
“*Tap!”
…Paul mampu menangkap tombak yang digunakan Jak.
“*Krak!”
“!!!”
Ia kemudian mematahkan tombak tersebut, sehingga Jak terkejut.
“Ayo! Serangan apa lagi yang bisa lo pake untuk gue?!”
“…”
Jak hanya menatap Paul dengan gemetar.
Karena itu…
“Woy! Mau ke mana lo?!”
“Cih! Saya tidak ada niatan untuk melawan orang gila seperti anda!”
…ia melarikan diri.
Walaupun ia menyadari, bahwa melarikan diri dari Paul adalah sesuatu yang mustahil.
“*SWUSH!!!”
“Gyeaaaaargh!”
“*Shrak!”
“…”
Paul langsung melompat dan membunuh Jak, dengan mengayunkan kapaknya secara vertikal. Sehingga Tubuh Jak terbelah menjadi dua.
“Kalian udah pada selesai?”
“Ya. Kita udah berhasil hajar mereka semua.”
“Yaudah. Kalo gitu kita bantu mereka yang—”
“Oh, ternyata udah selesai ya? Padahal mau gue bantu.”
““!!!””
Zorlyan, Ollie, Paul, dan Daphine, sama-sama terkejut ketika melihat adanya ratusan tumpukan mayat di belakang Dalbert, Alethra, Awva, serta Kornell dan Gravanghar.
Akan tetapi, sama seperti mereka…
““…””
…Alethra, Awva, Kornell, dan Gravanghar sama-sama menatap Dalbert dengan heran.
“G-Gila nih orang…!”
“Bahkan tanpa kita… dia berhasil bantai 275 orang itu sendirian?!”
“Terus ngapain juga kita di sini?!”
Pikir Awva, Kornell, serta Gravanghar, sambil menatap Dalbert dengan heran.
““…””
Semua penonton yang tersisa, baik beberapa anggota dari setiap Black Guild, para pemimpin Black Guild, mantan
bangsawan, serta para pemimpin negara, menyaksikan semua anggota maupun rekan mereka yang terkalahkan oleh para Petualang yang tersisa.
Karena itu…
“Hieeekh!”
“C-Cepat! Kita pergi dari sini!”
“Keterlaluan pria bernama Leonard itu! Ini sama saja seperti menjebak kita!”
“Bodo amat deh sama hadiah! Mending pikirin nyawa aja dulu!”
Seru mereka semua, sambil berusaha untuk melarikan diri dari Chaoseum.
“*Chrang!”
“Sana pergi!”
Seru Zorlyan, setelah membebaskan Alduist Michaelson, setelah melepaskan rantai yang mengikatnya.
Walaupun, ia harus direpotkan dengan warga pusat pemerintahan dunia itu.
“K-Keterlaluan! Kalian seharusnya menjaga saya! Bagaimana jika saya terluka—”
“*Shringgg…”
“BURUAN PERGI, MUMPUNG LO BISA NGUMPET!!! KECUALI LO MAU MATI DI TEMPAT INI!!! ”
“Hieeekh!”
Takut akan teriakan Zorlyan, Alduist pun berlari dan menyembunyikan dirinya.
“Bos! Ayo kita kejar mereka!”
Ajak Paul kepada Ollie untuk mengejar para penonton yang melarikan diri.
“Ya! Gue juga mau hajar mereka semua—”
““RUOOAAAAAARRRR!!!””
““…””
Ollie dan Paul tiba-tiba menatap raungan Ryūhime dan Ryūtaro, yang sama-sama sedang bertarung dengan Wujud Naga mereka.
“Kayaknya mereka nggak perlu dikejar, Paul.”
“Bos?”
“Mending kita sama-sama cari cara untuk kalahin Wind Dragon itu. Tambah lagi, Giant itu juga masih bisa berdiri.”
““…””
Ollie, Paul, serta Dalbert dan Petualang lainnya, juga menyaksikan Tetsuo yang sedang menghadapi Giant yang
berada di bawah kendali Zophiel.
“Semuanya!”
“Ayo kita kalahin dua Mahluk Abadi itu!”
““Ya!””
Jawab seluruh Petualang kepada Ollie dan Zorlyan, sebelum mereka menghadapi dua Mahluk Abadi tersebut.