Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 194. Beside You



“…”


Myllo masih penasaran dengan sesosok mahluk yang mengakui dirinya sebagai Machinno.


Karena penasaran, ia mencoba menggendong Machinno kecil.


“Humph!”


“…”


“HUMPH!”


“???”


Myllo berhasil menggendong Machinno yang sangat berat, walaupun tubuhnya tidak lebih besar daripada anak batita. Sedangkan Machinno merasa heran dengan Myllo yang menggendongnya.


“Woy! Lo itu… beneran Machinno?! Kok tiba-tiba jadi kecil? Eh, tapi berat lo masih sama, sih.”


Tanya Myllo.


“Itu karena…”


“…”


“…”


“???”


“…”


“Lo mau jawab atau nggak sih?!”


“Ah, Machinno tidak tahu, Myllo.”


“HAH?!”


Teriak Myllo dengan kesal.


“Woy! Kok lama banget sih jawabnya?! Bilang aja nggak tau!”


“Oh, gitu kah, Myllo?”


“Ya!”


“Kalo jawabnya lama seperti itu, artinya Machinno itu…”


“…”


Lagi, Myllo menunggu lanjutan kalimat dari Machinno, dengan harapan bahwa mahluk tersebut menjelaskan kepadanya.


Akan tetapi…


“…”


“…salah, ya?”


“LAGI-LAGI KELAMAAN NGOMONGNYA!!!”


…ekspektasi Myllo berlebihan.


“Ah, iya! Machinno! Ayo kita lari dari sini! Kita bawa juga Mistyx yang ditahan!”


“…”


Machinno tidak memberikan respon apa-apa.


Akan tetapi, Myllo langsung bergegas membebaskan para Mistyx yang tertahan.


“Woy! Kalian masih pada hidup, kan?!”


“Uhuk, uhuk, uhuk! I-Iya, kita semua masih—”


“Ayo kita pergi sekarang!”


Seru Myllo kepada semua Mistyx.


“A-Apa artinya kita semua udah bebas?!”


“Kita… masih bisa hidup, ya?”


Bisik beberapa Mistyx.


Melihat reaksi mereka yang telah dibebaskan membuat Myllo jengkel.


“Mikir apaan kalian?! Ayo kita pergi!”


Seru Myllo kepada Mistyx yang masih ragu.


Tidak hanya Myllo saja.


“Woy! Kita berjuang mati-matian demi kalian!”


“Sekarang kita udah bebas! Kenapa kalian malah takut?!”


Beberapa Mistyx yang menyerang Gazomatron dan tertangkap oleh Chemia juga berpikiran yang sama dengan Myllo.


Karena terdorong oleh aksi mereka, semua Mistyx yang menjadi tahanan Chemia pun hendak pergi keluar dari ruang itu, dengan…


“Biar gue yang pimpin kalian keluar! Hehehe!”


““Ya!””


…Myllo sebagai pemimpinnya.


Itu semua bukan tanpa alasan.


“Woy, lo liat kan tadi?”


“Ya! Kalo nggak karena dia, mungkin kita udah mati nggak bernyawa!”


“Walaupun caranya agak jijik, tapi dia udah bebasin kita!”


“Bahkan sampe sekarang pun, gue nggak tau dia itu sengaja atau nggak…”


“…”


Myllo mendengar bisikan mereka, termasuk Zegin.


“Myllo, apa itu semua rencana lo?”


Tanya Zegin dari dalam pikirannya.


“Hah? Apanya yang sengaja? Gue cuma pengen minum doang, kok.”


“…”


Tidak ada respon dari Zegin, karena ia telah mengetahui jawaban yang ambigu dari Saint pilihannya.


Bersama-sama, mereka menuju keluar Chemia Guild dari ruang bawah tanah yang begitu dalam, yang diciptakan oleh Ghibr sendiri.


Namun, bukan berarti mereka bisa keluar dengan selamat.


((Transmutation: Living Wall))


“*Brrrrkkk…”


““!!!””


Mereka semua dikejutkan dengan dinding yang bergerak dan berubah bentuk menjadi tangan dari seluruh sisi ruangan.


“Cih!”


“Kita telat!”


Seru beberapa Mistyx yang dibawa lari oleh Myllo, setelah mereka menyaksikan Ghibr yang bangun dari reruntuhan.


“Dasar sialan anda, Myllo Olfret!”


“Hah! Kok lo udah bangun?!”


Tanya Myllo dengan kesal kepada Ghibr.


“Hmph! Kalopun kalian berhasil bebas dari eksperimen, jangan anda pikir saya nggak antisipasi kalian yang mau kabur dari tempat ini!”


Seru Ghibr kepada mereka semua.


“Myllo…”


“Ada apa, Machinno?!”


“Machinno…”


“Haaaah?! Jawab buru—”


“…takut.”


Kata Machinno, sambil berusaha bersembunyi di antara kaki Myllo.


Melihat Ghibr yang hendak menghampiri mereka dengan berlumuran darah, hampir semua Mistyx kembali diselimuti oleh rasa putus asa.


Namun, ada bantuan yang kedatangannya tidak mereka duga.


“Kalian semua itu nggak lebih dari bahan eksperimen saya!”


“*Brrrkkk!”


Ghibr menggunakan sihir dari dinding miliknya untuk menangkap mereka semua.


“NGGAK AKAN SAYA BIARIN EKSPERIMEN SAYA KALI INI GA—”


((Kinetic Crush))


“*Brrrkk!”


““!!!””


Mereka semua dikejutkan dengan tangan dari dinding yang seketika hancur.


Itu semua terjadi…


“HAAAAAHH?! LO BUKANNYA ANGGOTA DIA?!?!”


“Mihonc?! Apa-apaan maksud anda?!”


…Mihonc dengan kemampuan sihirnya.


“Mihonc? Kau pikir aku ini adalah klon dari Mihonc yang kau bunuh dan kau lipat gandakan itu? Kau salah besar, Ghibr!”


“Tu-Tunggu! Anda itu…”


“Ya! Kau menginginkanku, bukan?! Inilah aku, Eìmgrotr, pria yang kau inginkan, yang tanpa kau sadari selalu berada di sisimu, Ghibr Doldrah!”


Jelas Eìmgrotr, yang membuka kedok miliknya.


“Hey, Myllo Olfret.”


“Hah?!”


“Tangkap ini!”


“*Tap!”


“!!!”


Myllo benar-benar terkejut ketika Eìmgrotr memberikan tongkat miliknya.


“Terima kasih telah membuka kesempatan bagiku! Sekarang, pergilah! Selamatkan Klan Mistyx! Bawalah mereka kembali dari Gazomatron!”


“Ya!”


Seru Myllo sambil memimpin keluar para Mistyx bersama dengan Machinno.


“Kau hampir saja membuka penyamaranku, Myllo Olfret! Namun aku bersyukur karena kedatanganmu yang membantuku!”


Pikir Eìmgrotr akan Myllo.


“Heh?! Emangnya saya bia—”


((Lightning Thrust))


“*Jgrum!”


“!!!”


“Kau mau ke mana, Ghibr?! Tidakkah kau ingat bahwa aku sedang menghadapimu?!”


“Eìmgrotr…! EÌMGROTR!!!”


Teriak Ghibr dengan kesal dan putus asa karena harus kehilangan bahan eksperimen yang sangat ia butuhkan.


Dengan gelisah, ia mengeluarkan Orb Call yang terhubung dengan seluruh isi ruangan di dalam Chemia Guild.


“Dengerin saya baik-baik! Chemia Guild diserang dari bawah tanah! Mau gimana pun, kalian semua harus tangkap mere—”


((Kinetic Dart))


“*Chrangg…”


Eìmgrotr langsung menghancurkan Orb Call yang Ghibr gunakan.


“Diserang dari bawah tanah?! Hey, Ghibr! Tidakkah kau malu harus menipu anggota Chemia seperti itu?!”


Tanya Eìmgrotr dengan kesal.


“Sudah kuduga, anggota lain tidak mengetahui kebusukanmu! Kau hanya bekerja sama dengan beberapa anggota yang percaya kepadamu, yang juga memiliki cita-cita yang sama najisnya denganmu!”


“Maksudku?! Selama lebih dari 5 tahun, aku sudah mengetahui tentang—”


“Nggak, nggak, nggak. Anda salah besar, Eìmgrotr.”


Potong Ghibr dengan singkat.


“Bekerja sama? Saya nggak ngerasa kayak gitu, kok!”


“Ma-Maksudmu—”


“Mereka nggak lebih dari bahan eksperimen saya juga.”


“!!!”


Eìmgrotr begitu kesal mendengar kata-kata yang diucapkan Ghibr.


“Mereka percaya sama saya? Buat apa saya peduli? Mereka punya cita-cita yang sama kayak saya? Ya bagus, sih. Tapi, saya juga nggak peduli.”


“Ghibr!”


Bisik Eìmgrotr yang begitu kesal dengan Ghibr.


““…””


Mereka hanya saling bertatapan, sebelum menyerang satu sama lain.


((Transmutation Magic: Living Wall))


“*Brrrkkk…”


Ghibr kembali menggerakkan dinding ruangan untuk menyerang Eìmgrotr.


((Kinetic Crush))


“*Brrrkk!”


Eìmgrotr juga menggunakan sihir yang ia gunakan sebelumnya untuk menghancurkan tangan-tangan dinding itu.


“*Crattt…”


Ghibr menumpahkan darahnya ke tanah yang ia pijak, lalu ia melukis tanah itu untuk menggunakan sihirnya.


((Transmutation Magic: Blood-Rock Serpent))


“Sssss!”


Dengan sihirinya, Ghibr menciptakan ular yang besar, yang terbentuk dari darah dan tanah yang ia pijak.


((Tungsten Thrust))


 “*Brrrk!”


“Ssss…”


Untuk menghadapi sihir yang diciptakan oleh Ghibr, Eìmgrotr menciptakan logam yang sangat keras, yang melaju dengan cepat dan menghancurkan ular besar itu.


Namun, Ghibr tidak tinggal diam saja.


“Serang sekarang!”


“*Crat…”


“Keuk…”


Ia secara diam-diam memanggil Chimera ciptaannya, yang mengigit leher Eìmgrotr.


Karena Chimera itu, Eìmgrotr tidak bisa bergerak.


Namun, aksi Ghibr tidak hanya sampai di situ saja.


((Needle Magic: Puncture Point))


““*Jlub…””


Dengan jarum-jarum itu, Ghibr benar-benar melumpuhkan Eìmgrotr.


“Aaaahh… Akhirnya saya dapetin bahan yang bener-bener saya pengen! Gyeeehahahaha!”


“…”


Tidak ada respon dari Eìmgrotr.


“…”


Ghibr duduk tepat di atas tubuh Eìmgrotr yang lumpuh total, sebelum ia berbicara panjang lebar.


“Eìmgrotr, anda itu sebenernya… Giant, kan?!”


“!!!”


Walaupun lumpuh, namun Eìmgrotr sadar sepenuhnya dan mendengar Ghibr. Maka dari itu, ia benar-benar terkejut dengan pertanyaannya.


“Anda tau nggak kenapa saya butuh anda?”


“…”


“Anda itu sebenernya bahan utama untuk buat Melchizedek yang baru.”


“…”


“Ya, ya, ya. Sebenernya ada juga Giant dari Perseus, kelompok dari Pahlawan Pertama. Tapi kalo kita liat dari segi evolusi, Manusia itu evolusi dari Giant, kan?”


“…”


“Saya pun nggak bisa jamin sih kalo Giant itu bisa penuhin kriteria untuk buat Melchizedek. Eh, tapi kan produk saya tadi sebenernya juga udah hampir berhasil, ya? Oh iya! Persetan sama Melchizedek! Saya kan mau buat yang lebih kuat dari Melchizedek untuk jadi Wadah Demon Lord, ya?! Gyeeehahaha!”


“…”


Eìmgrotr tidak mengeluarkan respon sama sekali selama Ghibr berbicara panjang lebar.


Namun, bukan artinya ia diam saja.


“…”


Matanya terus menatap Ghibr dengan tajam.


“Hey, Eìmgrotr. Anda dendam sama saya? Kalo dendam, anda bisa a—”


((…))


“Kugh…!”


Ghibr seketika diam dan tidak bisa bergerak.


Sementara Eìmgrotr…


“*Tring, ting, ting…”


…berhasil terbebas dari duri-duri yang menusuknya, sehingga ia bisa bergerak kembali.


“((Mind Magic: Fear Usurption)). Dengan sihirku ini… aku bisa mengendalikanmu, yang takut denganku… Ghibr…”


“…”


Kali ini, Ghibr yang tidak bisa


merespon apa-apa dari Eìmgrotr.


“Kau… telah merusak… citra dari Guild yang dibentuk oleh Berius! Kau… telah menghancurkan… mimpi para orang-orang cerdas… yang bergabung dengan Chemia…!”


Kata Eìmgrotr, yang merasakan tubuhnya sangat berat dan susah digerakkan, sehingga ia berbicara secara terbatah-batah.


“Kau menginginkanku… sebagai bahan eksperimen, bukan…?”


“…”


“Aku juga menginginkanmu. Tidak. Lebih tepatnya…”


“*Tap…”


Eìmgrotr memegang kepala Ghibr.


Lalu…


“…aku menginginkan… nyawamu.”


“*Crat!”


…ia meledakkan kepala Ghibr dengan sihir miliknya.


Dengan begitu, ia berhasil mengalahkan Ghibr.


Akan tetapi, ia sadar bahwa pertarungan belum berakhir.


“Sudah kuduga… bahwa aku… hanya melawan… Homon… cu…”


“*Bruk…”


Eìmgrotr pun jatuh tergeletak karena tidak sanggup menahan rasa sakitnya.


……………


Sementara itu, di suatu tempat yang tidak dikenal di sekitar Postriard Island.


“*Brak!”


“Dasar brengsek! Eìmgrotr!”


Teriak Ghibr Doldrah yang asli, yang merupakan seorang Dark Elf.


“Sialan! Ternyata dia masih bisa hancurin Homonculus saya! Padahal bikinnya aja udah pake 5 Manusia! Emang Mahluk Abadi kayak dia nggak bisa diremehin!”


Kembali teriak Ghibr dengan kesal.


“Ghibr, jadinya kita gimana?”


“…”


Ghibr memandang empat orang yang berada di belakangnya.


“Wickerd, Thelial, Kwajoe, Brandt.”


Kata Ghibr kepada keempat orang yang ia percayai, dengan wujud asli mereka.


Selain Wickerd yang berwujud sama seperti yang Dalbert hadapi, nyatanya berbeda dengan Thelial, Kwajoe, dan Brandt.


Thelial merupakan seorang Harpy, Kwajoe merupakan seorang Beastman berbentuk badak, dan Brandt merupakan seorang Dwarf.


“Terus, gimana soal Children of Purgatory?”


“Urusan itu gampang! Mendingan kalian jalanin aja perintah saya!”


“OK kalo gitu, Ghibr.”


Sahut Wickerd kepada Ghibr, sambil hendak pergi bersama rekan-rekan lainnya.


Namun, Ghibr berusaha mengingat segala aksi dari semua Homonculus yang ia ciptakan.


“Homonculus Wickerd bisa dihancurin begitu aja, walaupun udah ada campuran genetik Hydra. Kalo punya saya sendiri sih wajar aja bisa dibunuh Giant kayak Eìmgrotr.


Artinya…


Djinn Dracorion itu yang paling bahaya ya dari antara mereka semua?


Tapi kalo mau lanjutin projek Machinno, saya lebih butuh Myllo Olfret ketimbang Djinn Dracorion.


Kalo gitu—”


“Oi, Ghibr! Ayo!”


Sahut Wickerd ketika ia sedang berpikir.


“Nanti kalo udah di sana, kita harus ngapain?”


“…”


Ghibr hanya memandang ke atas langit, tanpa memperdulikan pertanyaan Wickerd.


“Oi, Ghibr! Nanti kita—”


“Wickerd, anda pergi duluan, sekarang juga. Nggak. Kalo bisa secepetnya. Nanti tunggu perintah saya selanjutnya.”


“Hm? Ada apa emangnya?”


“Ada yang awasin kita.”


““!!!””


Mereka terkejut.


Namun mereka tetap melanjutkan perjalanan tanpa Ghibr. Sementara mereka berpisah, ada seseorang yang mengawasi mereka dari lokasi yang sangat jauh.


Lalu, ia melaporkannya kepada seseorang lewat telepatinya.


“Sepertinya mereka pergi tanpa Ghibr, Snake.”


Mendengar laporan itu…


“Hmm…”


…Snake hanya tersenyum.