Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 214. Feel It After Thousands of Years



“Uhm…”


Dia udah bangun, ya?


Haaaaah… Bosen banget gue harus nungguin dia bangun!


“Aku ada di mana—Urgh! Kepalaku masih pusing, kah?”


Ternyata dia masih agak pusing karena terlalu ma—


((Toxic Nullifier))


“*Tung…”


Eh? Kok ngetok kepalanya sendiri pake sihir?


“Aaaah, sepertinya aku sudah sadar sepenuhnya.”


Hah?! Ada juga sihir kayak gi—


“Ah tidak! Secara spontan aku membuat diriku tersadar! Alangkah baiknya jika aku pergi ke kedai dan memabukkan diriku!”


“…”


Di-Dia seniat itu untuk mabok, ya…


“*Krieeek…”


“Hey! Kamu udah bangun?!”


Velltrish tiba-tiba masuk ke dalem kamarnya Melchizedek.


“Ka-Kau adalah Mistyx?!”


“Ya! Emangnya kenapa?!”


“Ti-Tidak. Aku hanya terkejut karena ada Mistyx yang ramah sepertimu.”


Hah? Yang ramah?


Emangnya Mistyx nggak ada yang ramah?


“Ya! Untung aja kamu dibantu Mistyx yang baik kayak aku!”


“Di-Dibantu?”


“Bener! Kamu nggak tau ya kalo aku harus angkatin kamu dari tumpukan sampah di Novarak City, terus bawa kamu ke Mistyx Town?!”


“Ma-Maaf jika aku merepotkan—”


“Nggak! Aku nggak terima maaf kamu!”


Eh…?


“Kecuali!”


“Hm?”


“Kamu mau bantu aku selama beberapa satu minggu, sebelum Pangeran Krevorik balik ke Kronovik!”


Pangeran Krevorik? Itu nama pangerannya sekarang?


“Baiklah, Velltrish.”


“OK kalo gi… HAAAH?! KAMU TAU NAMA AKU?!”


Eh! Kok main sebut namanya aja?!


“Ma-Maafkan aku! Aku tidak bermaksud—”


“Oh, mungkin kamu sedikit sadar ya, waktu temen kamu dateng? Ahaha! Maafin aku yang terlalu kaget!”


Se-Serius dia mikir kayak gitu? Kenapa nggak ada tanda-tanda curiga?


“Yaudah! Ayo kita jalan!”


“Ya.”


Akhirnya Melchizedek pergi ngikutin Velltrish.


Tapi sebelum itu…


“Sssttt! Kita harus pelan-pelan keluarnya!”


“Ba-Baiklah.”


… kenapa mereka keluar dari Mistyx Town sambil ngumpet-ngumpet?


“Maafin aku karena kamu harus keluar dari tempat ini sembunyi-sembunyi.”


“Jika aku boleh tahu, mengapa kita harus sembunyi-sembunyi seperti ini?”


“Karena Klan Mistyx itu anggota intelegensi dari Kronovik! Kalo ada orang non-Mistyx atau non-pemerintah di kota ini, biasanya dicurigain sama personil Walikota di sini!”


Pantesan mereka harus ngumpet-ngumpet.


Berarti semalem Velltrish bawa Melchizedek kebanyakan belok-belok supaya nggak dicuragin warga kota ini ya?


……………


Abis mereka berdua keluar dari Mistyx Town, sekarang mereka ada di ibukota Kronovik yang namanya Krokaris


Capital.


“Oh ya, aku belom tau loh nama kamu siapa.”


“Hm?”


“Kan kamu udah tau nama aku! Masa aku nggak boleh tau nama kamu?! Ayo sebutin nama kamu!”


“Na-Namaku, Melchizedek…”


““!!!””


Woy! Jangan sebut nama asli lo!


Liat tuh orang-orang di sekitar juga pada kaget denger nama lo!


“A-A-Ahahaha! Kamu penggemar berat Melchizedek, ya?!”


Bahkan Velltrish sampe keringet dingin kayak gitu, saking kagetnya!


“Ah, sepertinya aku tidak boleh menyebutkan nama asliku, kah?”


““!!!””


Baca situasi, Melchizedek!


“Baiklah. Maafkan aku sebelumnya. Panggil saja aku… Melchi?”


“O-O-OK kalo gitu, Melchi! Ahahaha!”


““…””


Untung aja orang-orang di sekeliling mereka berdua nggak nanggepin dia serius!


Tapi kalo diliat baik-baik lagi, ternyata Kronovik itu tentram, ya.


Mau Manusia, Dragonewt, atau Mistyx, semuanya bisa hidup berdampingan.


“Halo, Bu Grecia!”


“Eh, Mbak Velltrish! Lagi sama siapa, nih?!”


“Oh! Dia ini… temen saya, bu!”


“Ah! Temen apa temen?! Bilang aja pacarnya!”


““!!!””


Mereka berdua kaget waktu dibilang kayak gitu.


Tapi kok… gue kayak nontonin rumpinya cewek-cewek, ya?


Eh, rumpinya cewek-cewek kayak gini nggak sih?


“Nih ya bayarannya, bu.”


“Makasih banyak ya, Mbak Velltrish! Kalo ketemu Pangeran Krevorik, salam buat dia ya!”


“Ahahaha! Ya, bu!”


Kalo ketemu?


“Fufu… Kamu penasaran, ya?”


“Tentu saja! Karena aku akan membantumu, maka aku harus mengenalimu lebih dalam lagi!”


“…”


Eh…


Kok mukanya Velltrish merah…?


“Aaaaah! Kamu bisa aja!”


“*Pak, pak, pak!”


“Kamu ngomong kayak kita pacaran beneran deh, Melchi! Ahahaha!”


“!!!”


Loh…


Kok sekarang Melchizedek yang mukanya merah…?


……………


Mereka berdua pergi dari pasar yang ada di Krokaris.


Nggak taunya, abis dari sana, mereka sekarang ada di…


“Selamat datang, Velltrish!”


“Halo!”


…dalem istana di negara ini!


“Velltrish, apakah kau salah satu personil dari Pangeran Krevorik?”


“Ya bisa dibilang gitu, sih. Tapi tugas aku itu cuma jadi juru masak aja, kok.”


“Ah, seperti itu, kah…”


Cewek ini Chef?! Pantes aja daritadi dia beli bahan makanan!


“Melchi, kamu bisa masak, nggak?”


“Me-Memasak?”


“Ya! Kalo nggak bisa masak, kamu bantu aku ambilin bahan-bahan aja!”


“Hmmm… Apakah aku bisa memasak?”


Eh, kok dia ngomongnya sambil senyum-senyum gitu?


“Hooo… Kayaknya aku harus uji masakan kamu, nih! Berani nggak kalo kamu aku tantang masak?!”


“Baiklah! Izinkan aku menciptakan hidangan yang sangat lezat kepadamu, Nyonya Mistyx…”


Karena ditantangin Velltrish, Melchizedek langsung masak.


Waktu udah jadi…


“MA-MAKANAN MACEM APA INI?!?!”


“Ah… Apakah tidak sesuai dengan—”


“ENAK BANGET, MELCHI!!!”


…makanannya keliatan enak banget!


Duuuuh! Jadi laper sendiri gue liatnya!


“Haha! Kalo kayak gini, aku jadi bisa bikin makanan kamu jadi lebih cepet, sebelum pasukan Kronovik dateng!”


“Kau juga akan menyiapkan hidangan untuk semua pasukan Kronovik?”


“Iya nih! Dari laporan yang aku terima, total mereka ada sekitar 5,796 anggota, termasuk Pangeran Krevorik,


Pangeran Kravo, sama Pangeran Krovo! Kamu bisa bantuin aku kan, Melchi!”


“Tentu saja, Velltrish!”


Buset…


Mereka harus buat makanan sebanyak itu?!


Bikin Sate Madura untuk 13 orang[1] aja gue sebenernya udah males banget! Gimana untuk lebih dari 5,000 orang?!


……………


Walaupun sebanyak itu, tapi mereka nggak butuh lebih dari sehari untuk siapin semua makanan itu. Selesai


mereka masak, makanan-makanan itu dimasukin ke semacam alat yang udah dipasang pake sihir supaya nggak cepet busuk.


“Haaaaah! Selesai juga, ya! Untung ada kamu! Tapi aku masih nggak nyangka bisa secepet itu, ya?!”


“Hahaha! Itu semua berkat keahlianmu dalam membuat masakan lezat seperti ini!”


“…”


Keliatannya Melchizedek bahagia banget. Ngeliat dia kayak gini, gue jadi inget dia yang periang selama, waktu dia bareng Alfgorth ada di bawah laut. Pelan-pelan, ekspresi depresi dia yang gue liat awal-awal di Kronovik jadi hilang.


“Melchi, abis ini kita ke kedai, yuk!”


“Baiklah, Velltrish!”


“Tapi sebelum kita pergi, tungguin aku dulu, ya! Aku ke toilet dulu.”


“Ya.”


Velltrish pergi ke toilet, sementara Melchizedek nungguin di dapur i—


“Pria Terjanji. Apakah kau melihat ini?”


Li-Liat, kok…


Kenapa dia tiba-tiba jadi ngomong ke gue?


“Ribuan tahun aku hidup di dunia ini. Mungkin ini bukan pertama kalinya jantungku berdegup kencang seperti ini.”


Ma-Maksudnya…?


“Biasanya, jantungku berdegup kencang karena rasa khawatir, khususnya ketika aku berada di hadapan para


dewa.”


Pasti sih.


Gimana nggak deg-degan kalo ketemu langsung 7 dewa itu?


“Namun, entah mengapa, kali ini jantungku berdegup kencang bukan karena rasa khawatir, melainkan rasa bahagia.”


Bahagia, ya?


Artinya—


“Apakah aku hidup ribuan tahun, dengan tanggung jawab berat sebagai Pahlawan Pertama, hingga baru sekarang ini, aku merasakan apa yang disebut dengan cinta?”


Ya, baru gue mau ngomong.


“Padahal dulu aku sangat mengagumi dan menaati Amoreal. Karenanya, aku mencintai seluruh mahluk hidup di dunia ini, tanpa memandang bulu. Namun… sepertinya… rasa cinta yang kurasakan ini… sangatlah berbeda dari rasa cinta yang kuketahui!”


K-Kayaknya beda konteks deh soal “cinta” yang lo maksud…


Intinya dia suka sama Velltrish, ya?


“…”


Tapi denger pertanyaan terakhirnya, gue jadi agak kasian.


Mungkin gue nggak ngerti cinta-cintaan, tapi gue kasian sama dia yang hidup selama itu dan baru ngerasain hal itu.


“Alfgorth, Syllia, jika kalian melihat ini, apakah mungkin ini yang kalian rasakan ketika kalian saling jatuh cinta?”


Melchizedek…


Ternyata dia nggak bisa lupa sama temen-temennya, ya…


Tapi waktu dia sebut nama Alfgorth, kok bawaannya gue masih penasaran sama nasibnya leluhur gue itu ya?


_______________


[1]Ketika Djinn membuat sate untuk sebagian besar anggota Joint Party (Chapter 68).