Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 209. Grudges



Djinn telah memasuki Chamber of Ancient Armament, sementara rekan-rekannya sedang berhadapan dengan Nemesia dan seluruh prajurit Siren di Dungeon of Whisper.


Namun kali ini adalah beberapa saat sebelum Myllo memimpin rekan-rekannya ketika menghadapi prajurit Mahluk Abadi tersebut.


……………


“Serang mereka!”


““Hraaaagh!””


Seluruh prajurit Siren yang berada di Laguna Empire mulai menyerang Myllo dan rekan-rekannya.


Namun sebelum seluruh pasukan tersebut menghampiri mereka semua…


““*Drapdrapdrap…””


…mereka semua mendengar adanya langkah kaki yang sangat banyak, yang suaranya semakin dekat dengan mereka.


““Raaaawrr!””


““!!!””


Mereka semua terkejut dengan adanya Land Shark yang sangat banyak yang hendak menghampiri mereka. Namun dari antara mereka semua, Myllo memberikan respon yang berbeda.


“Wah! Mereka kan rekan-rekan kita!”


Sahut Myllo ketika melihat adanya Dalbert yang datang terlambat bersama Machinno, Kailinophe, dan Nautina.


Sambil menghampiri mereka semua, Dalbert pun melompat dari Land Shark yang ia tunggangi. Karena aksinya, beberapa rekannya melakukan hal yang sama.


Ketika mereka berhasil melompat…


“Raaawr!”


“Cih! Mengapa ada sangat banyak Land Shark yang datang kemari?!”


…seluruh Land Shark yang datang bersama mereka langsung menyerang seluruh prajurit Siren.


“Myllo! Sorry kalo kita berempat datengnya te—”


“Hehe! Kebetulan banget!”


“Hah? Kebetulan?”


Tanya Dalbert dengan heran.


“Dalbert! Gia! Garry! Styx! Tolong cari Delolliah sekarang juga!”


““OK!””


Seru Dalbert, Gia, dan Garry secara bersamaan.


Sementara Styx…


“Cih! Lagi-lagi dia nyuruh-nyuruh gue!”


…merasa gusar ketika mendengar perintah sahabat masa kecilnya.


“Jenna!”


“Baiklah! Aku usahakan agar mereka sembuh!”


Seru Jennania yang mengerti maksud Myllo dan langsung menyembuhkan Angela dan Zhivreeg.


Sementara yang lainnya…


““Hm!””


…mengangguk dan langsung berlari menuju Laguna Castle, sambil memanfaatkan Land Shark yang mengalihkan para prajurit Siren.


Sambil berlari melewati pertarungan antara Land Shark melawan para prajurit Siren, Myllo mengambil inisiatif untuk menyerang.


“*Tuk, tuk, tuk!”


Myllo mengayunkan tongkatnya dan menyerang prajurit tempur tersebut.


((Kinetic Shot))


““Aaargh!””


Eìmgrotr menembak para Siren dengan kekuatan pikirannya.


“Haha! Akhirnya kita bertarung sama-sama ya, Mihonc!”


“Hey! Namaku Eìmgrotr! Kala itu aku hanya menyamar saja!”


“Oh gitu? Maaf gue lupa, Mihonc!”


“Mengapa kau ulang kembali?!”


Tanya Eìmgrotr dengan kesal kepada Myllo yang membahas kejadian yang berada di Guildbase milik Chemia.


“Serang para pengkhianat itu! Mereka berlima tidak akan bisa melukai kita semua!”


““Ya!””


Seru beberapa prajurit Siren yang hendak menyerang Virgo.


Akan tetapi, semua tidak sesuai yang mereka harapkan.


“*Swung!”


““Aaargh!””


Dengan ayunan pedang besarnya, Aegaly menghempaskan beberapa prajurit Siren.


“Terima ini!”


“*Shrak, shrak, shrak!”


Nautina dengan agresif menyerang beberapa Siren dengan kedua pedangnya.


“Hmph! Mereka pikir kita tidak akan bisa melukai mereka?!”


“Mereka mungkin bangga dengan sihir yang digunakan oleh Nyonya Nemesia untuk menghadapi kita!”


“Akan tetapi kita bertiga lebih dari sekedar sihir saja, bukan?!”


Seru Aegaly, Nautina, dan Kailinophe secara bergiliran.


“Jangan biarkan mereka menyerang Nyonya Jennania!”


““Ya!””


Seru anggota Virgo kepada Pielloda.


Akan tetapi, ada yang berhasil menembus dan akan menyerang Jennania.


“Matilah kau, pengkhianat!”


Seru Siren tersebut yang hendak menyerang Jennania yang sedang fokus menyembuhkan Angela dan Zhivreeg.


Namun…


“*Bwung!”


…seketika terlihat sebuah penghadang yang menjaga Jennania, Angela, serta Zhivreeg.


“Barrier Magic?! Siapa kira-kira yang menggunakan sihir ini?!”


Seru Siren tersebut dengan kesal.


“Lihat! Mahluk itulah yang merapal sihir tersebut.”


“Serang mahluk itu!”


Seru salah seorang prajurit Siren dan akan menyerang Machinno bersama prajurit yang lain.


Karena hal itu, anggota Virgo tidak tinggal diam.


““Hraaaagh!””


““*Swung! Boom! Shrak!””


Mereka berlima menyerang para Siren secara bersamaan.


“Keterlaluan!”


“Berani-beraninya kalian menyerang mahluk imut ini?!”


“Di manakah hati nurani kalian!”


“Kalian benar-benar jahat!”


Seru Aegaly, Pielloda, Kailinophe, serta Nautina secara bergantian.


Sementara Jennania…


“Machinno! Apakah engkau baik-baik sa—”


“Hiieeekh!”


“Ma-Machinno…?”


“Oh. Machinno baik-baik saja. Ehe.”


…langsung menghampiri Machinno dengan khawatir.


“Oi, Jenna… Angela sama Zhivreeg masih belom sembuh total, loh…”


Sahut Myllo yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


“Myllo, sepertinya jalan sudah semakin terbuka.”


“OK! Semuanya! Ayo kita ke kastil itu!”


““Ya!””


Bersama-sama, mereka pergi ke arah suara ledakan itu.


Namun, jalan mereka semakin sulit.


“Se-Semuanya… Ayo kita gunakan kekuatan asli kita…!”


““Baik!””


Karena seruan tersebut, maka beberapa prajurir Siren yang masih sanggup menghentikan mereka mulai berubah wujud. Dengan wujudnya tersebut, mereka berhasil membunuh seluruh Land Shark yang berusaha menghadang jalan mereka.


““!!!””


Myllo beserta rekan-rekannya mulai terkejut ketika melihat perubahan mereka, dengan warna kulit berubah menjadi warna biru yang mengkilap, serta ukuran yang lebih besar.


“Hiks…”


…merasa sedih atas kematian seluruh Land Shark yang datang membantunya.


“Nyo-Nyonya Jennania… Itu adalah…”


“Grand Form.”


“Grand Form…?”


Tanya Myllo dengan penasaran.


“Dengan wujud tersebut, mereka akan mengorbankan sebagian besar Mana mereka untuk meningkatkan kekuatan fisik yang berlipat ganda. Dan wujud inilah…”


“Hm?”


“Wujud inilah yang membuat Kakak Delolliah mengamuk dan hampir menghancurkan Laguna Empire.”


Jelas Jennania kepada Myllo dengan sedikit teringat akan masa lalunya.


“Nyonya Jennania! Biarkan kami yang menghadang mereka! Lebih baik Engkau pergi ke kastil bersama dengan Myllo!”


Saran Pielloda kepada Jennania.


“Baiklah!”


“OK! Machinno! Lo ikut gue!”


“…”


“Machi—”


“Ya. Myllo.”


Bersama-sama, mereka bertiga hendak menyusul Djinn.


“Izinkan…kami membantu kalian, wahai para Siren…”


“Angela? Apakah kau bisa—”


“Tenang saja, Eìmgrotr. Lagipula… kita masih punya Lephta, bukan…?”


“Hiieeekkhh! Ja-Jangan bawa-bawa nama aku!”


Seru Lephta dengan takut.


“Baiklah! Mari kita cegah mereka!”


““Ya!””


Seru mereka semua atas ajakan Eìmgrotr, yang memimpin melawan para prajurit Siren yang hendak mengejar Jennania.


………….


Sementara itu…


“*Swung! Swung!”


“*Swush! Swush! Swush!”


Tiga anggota Aquilla beserta Styx masih mencari Delolliah.


“Dalbert! Udah ketemu, belom?!”


Tanya Gia kepada Dalbert yang masih menggunakan elangnya untuk mencari lokasi Delolliah yang menghilang.


“Belom! Elang gue masih—Urgh!”


“Dalbert! Lo kenapa?!”


“A-Ada yang serang elang gue!”


Jawab Dalbert dengan kesakitan kepada Styx.


“Di mana lokasi elang lo?!”


“Di-Di sana!”


“…”


Styx langsung melihat lokasi yang ditunjuk Dalbert menggunakan sihirnya. Dengan sihirnya itu, ia bisa melihat lokasi Jiwa dan Mana seseorang.


“Ada dua orang?!”


Pikir Styx setelah melihat adanya dua Jiwa dengan matanya.


“Ayo kita ke sana! Gue bisa liat ada dua orang?!”


“Dua orang?! Artinya bukan cuma Delolliah, dong?!”


“Ya. Bisa jadi yang satu lagi tuh orang yang bawa dia dari Angela sama Zhivreeg!”


Balas Styx, sambil mereka bersama-sama pergi ke lokasi tersebut.


Sedangkan di lokasi tersebut…


“*Bhuk!”


“Urgh…”


…Delolliah sedang menerima siksaan berat dari Iadolis.


“Apakah kau tahu, bahwa aku menantikan momen ini, Delolliah?!”


Seru Iadolis kepada Delolliah.


“Karena dirimu, Laguna Empire menjadi hancur karena amarahmu yang tidak terkendali!”


“…”


Delolliah hanya tertunduk dengan menyesal atas aksinya tersebut.


“Mungkin Permaisuri Nemesia memberi perintah untuk membunuhmu sekarang juga. Namun, aku berpikir jika aku yang harus membunuhmu secara peralahan-lahan! Oleh karena itu, aku membawamu di sini, agar aku bisa menyiksamu, Delolliah!”


Jelas Iadolis akan alasannya membawa Delolliah pergi.


Karena hal tersebut, Delolliah siap bertanggung jawab akan aksinya tersebut.


Akan tetapi…


“Ubahlah wujudmu menjadi Grand Form!”


“…”


…karena permintaan tersebut, Delolliah merubah pikirannya.


“Iadolis. Jika kau hendak membunuhku, maka aku siap. Akan tetapi…”


“Hm?!”


“…aku berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik! Maka aku tidak akan merubah wujudku!”


Seru Delolliah, yang menolak untuk berubah wujud.


“Cih! Memang aku pantas menyiksamu, agar kau beru—”


“*BRUK!”


““!!!””


Mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan Aquilla dan Styx yang merubuhkan koral di mana mereka berada.


“Teh Delolliah! Teteh teh nggak apa-apa, kan?!”


“Garry! Dalbert! Gia! Styx!”


Seru Delolliah yang melihat adanya bala bantuan yang datang menjemputnya.


“Keterlaluan—”


“*Prang!”


“Keuk!”


Iadolis yang hendak menyerang dengan tombaknya seketika ditahan oleh Gia.


“Ce-Cepet bawa Delo—”


“Tidak akan kubiarkan kalian mengganggu—”


“*Swush!”


“Cih! Refleksnya cepet juga dia!”


Seru Styx setelah ayunan pisaunya dihindari oleh Iadolis.


“Semuanya! Waspadalah dengan wanita itu!”


“Ke-Kenapa kita—”


“Bahkan dibandingkan Kakak Euphonia, ia adalah Siren tertua di antara kami, para Siren! Ia adalah kaki tangan dari kakak sulung kami, Syllia Laguna!”


Jelas Delolliah tentang Iadolis kepada mereka semua.


……………


Di tempat lain, di tengah-tengah Dungeon of Whisper, yang jauh dari Laguna Empire.


“Grrrr—”


“*Shrak!”


Kaswar baru saja membunuh seekor Teddy Fish dengan pedang besar yang ia gunakan. Di hadapannya, terdapat suatu kristal yang bercahaya dengan sangat terang.


“Ah, ini dia nih yang gue cari!”


Serunya, sambil berjalan ke arah kristal tersebut.


“Bagus! Selama gue punya ini, gue bisa ancam Nemesia!”


“…”


Kaswar pun mengambil kristal tersebut.


“Antara dia serahin Wavebringer atau mau liat Hidden Dungeon ini hancur, pasti dia lebih pilih serahin Wavebringer, kan?!”


Bisik Kaswar dengan senyum sinisnya.