Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 454. Sorrows Among The Festival



Pesta besar-besaran dimulai lagi. Tetsuo buat festival yang dia kasih nama Jiyū Matsuri, yang artinya Festival


Kebebasan.


Ngomong-ngomong, di Kumotochi sendiri ada sedikit perubahan.


Karena semua Kitsune yang dibunuh Leonard, sekarang cuma sisa 3 Kitsune aja. Ada Ayasaki, Miyako, sama Tetsuo.


Walaupun Ayasaki udah mau balik ke Kumotochi, tapi dia tetap serahin jabatan Shogun ke Tetsuo. Karena itu dia


sekarang jadi Leluhur Klan bareng Miyako.


“Haaaah…! Masa aku harus kawin sama mahluk lain sih, Ayasaki! Andai aja masih ada Kitsune dari klan lain yang


masih hidup…!”


“M-Miyako-nēsama. J-Jangan bertindak impulsif tanpa alasan yang kuat, nēsama.”


Bener juga ya.


Kalo dia nggak hasilin keturunan, bisa-bisa dia hidup terus-terusan, dong?


Oh ya, balik lagi ke festival ini—


“S-Semoga festival ini sama menariknya dengan yang diciptakan Warauneko Uchiyoshi-sama!”


“Tenang saja. Kau telah menggantikan Warauneko-dono. Seperti yang Warauneko-dono lakukan, fokus utama


darinya adalah kegembiraan semua yang ikut di festival ini, bukan kemegahan festival ini.”


Ternyata ini ya anggota Klan Warauneko yang gantiin Uchiyoshi.


Nggak cuma dari Klan Warauneko aja. Kepala Klan dari Klan Nagaimimi sama Klan Hiboshino juga udah ada yang


gantiin.


Bahkan Kepala Klan Ishisaru juga udah ada yang gantiin.


“Cie yang jadi Kepala Klan.”


“W-Woy, Djinn! Jangan gitu, dong! Gue masih agak malu nih kalo diledekin kayak gi—”


“Hey, Tsuruki! Hormatilah Djinn-sama!”


“Cih! Bawel! Dia ini temen gue!”


Ya. Sekarang Tsuruki jadi Kepala Klan Ishisaru. Karena itu dia juga jadi Kepala Komisi Investigasi.


Bapaknya (Yasukata) bilang kalo Tsuruki yang sekarang udah jauh lebih kuat dari biasanya, karena diajarin


langsung sama Ayasaki. Karena itu dia percayain semuanya ke dia.


“Wah! Kau sepertinya kuat, untuk Beastwoman yang berasal dari Dunia Bawah, Qolinc-dono!”


“Nggak sekuat yang lo kira, kok. Tapi gue nggak sangka, kalo gue bisa pergi ke Kumotochi yang selalu jadi tujuan


destinasi ayah gue.”


“Gyahahaha! Di lain waktu, marilah kita berlatih bertarung bersama, Qolinc-dono!”


“Boleh juga! Tapi anggota gue boleh ikut ya?!”


“Tentu saja!”


Mungkin karena sama-sama Beastfolk, jadinya Zorlyan selalu dikelilingin beberapa Kepala Komisi. Apalagi


dia juga temen dari murid-muridnya Nakatoki. Selain itu, secara nggak langsung dia bisa dibilang sebagai salah satu orang yang selamatin Tetsuo sama Bocil Naga dari Chaos Island.


“Unik-unik juga ya senjata di sini.”


“Keliatannya bagus nih bos pedangnya untuk gue!”


“Gue juga mau dong!”


““Gue juga!””


Beda sama kita-kita yang nikmatin festival di sini. Lynx Party justru malah liat-liat gudang senjata punya Klan


Tanzō.


“WUUAAAAAH!!! LO EKOR HIJAU?!?!”


Myllo juga udah ketemu Ayasaki yang wajahnya udah nggak ditutup kain.


“Ya. Senang bertemu denganmu kembali, Myllo. Tetapi…”


“*Krrrttt…”


“Atatatata…!”


“Bukankah sudah kuingatkan kepadamu, agar kau memanggilku dengan Guru?”


“I-Iya! Maafin gue!”


““Hahahaha!””


Ngeliat Kapten satu ini yang dijewer kayak gitu, kita jadi ketawa sama-sama!


Yah, seenggaknya mereka udah bisa ketemu lagi, deh!


Intinya, festival di sini seru banget! Apalagi kita nikmatin festival ini sebagai satu Party!


Tapi… nggak semua bisa ikut festival ini.


Bukan Aquilla Party sih. Tapi rekan-rekan kita lainnya.


“Saint-sama, Shogun-sama mengundang kalian semua untuk—”


“Nanti kita nyusul ya! Kita mau jenguk temen-temen kita dulu!”


“Seperti itu, kah? Baiklah. Kapanpun kalain semua datang, Shogun-sama akan menunggu kalian.”


“Jika kalian tidak langsung pergi ke ruang perjamuan milik Tetsuo-kun, alangkah baiknya jika aku pergi ke sana


terlebih dahulu, Myllo.”


“OK, Ekor Hijau!”


“Lagi-lagi kau tidak memanggilku sebagai Guru!”


Ya, sesuai yang Myllo bilang. Kita sama-sama mau jenguk Royce, yang katanya baru aja sadar. Sedangkan Ayasaki


pergi duluan ke tempat Tetsuo, bareng Miyako.


“Royce!”


“Zorlyan…! Kalian semua…! Syukurlah kalian semua selamat—”


“Gimana kondisi lo, Royce?!”


“…”


Eh? Kok dia diem aja?


“R-Royce—”


“Maafkan saya, Zorlyan.”


“M-Maaf?! Kenapa lo minta maaf—”


“Jiwa saya… sudah hancur…”


““!!!””


Jiwa-nya hancur?!


Kalo yang dari gue denger sih, katanya Royce udah terlalu paksain diri dia sendiri waktu Gia sama yang lainnya


lawan Marwell. Padahal katanya dia udah Mana-Burnout, tapi dia tetep nekat untuk pake kekuatan dia untuk kalahin Executioner itu.


“O-Oleh karena itu, Zorlyan, maafkan saya karena tidak bisa—”


“K-Kalo lo masih mau petualangan bareng kita, pasti gue ijinin kok, Royce!”


“Tidak, Zorlyan. Waktu saya sudah berakhir. Tetapi saya akan selalu mengingat petualangan kita bersama, Zorlyan.”


“Hiks! Hiks! Hiks! A-Andai gue waktu itu… ada di samping lo… Royce…!”


“M-Maafin gue juga, Zorlyan…! Karena gue nggak bisa—”


“Jangan menyalahkan diri anda, Maha. Saya melakukan itu semua demi kalian. Oleh karena itu, saya tidak


menyesal. Karena saya sudah yakin semua akan terjadi seperti ini.”


Intinya, dia pensiun dini, ya?


““…””


Abis jenguk Royce bareng Andromeda Party, kita juga pergi ke tempatnya Bocil Naga, yang masih sedih karena kematian Ryūtaro. Di tempatnya itu, dia ditemenin beberapa Miko sama Ángroð.


“Hiks! Hiks! R-R-Ryūtaro-kun…! M-Maafkan Aku, Ryūtaro-kun! A-Andai saja Aku…”


““…””


Kedengerannya dia masih belom bisa terima kematian Ryūtaro. Bahkan dari balik tirai ini aja, kita bisa denger


dia yang nangis terus.


“Berarti lo mau temenin dia dulu, Ángroð?!”


“Ya. Gue tau. Gue sebagai anaknya, mau minta maaf—”


“Aku memaafkannya, Myllo. Bahkan dari sebelum aku terbebas dari kendalinya, aku sudah memaafkannya.”


Untungnya ada Ángroð yang mau temenin Bocil Naga. Seenggaknya dia nggak kesepian.


““…””


Sehabis jenguk Ryūhime, kita sama-sama jenguk Luvast yang masih disembuhin Shinikichi.


“Maafkan saya, Saint-san. Ternyata bekas luka bakar di lengan Luvast-san tidak bisa saya sembuhkan.”


“L-Luvast—”


“Tenang saja, Myllo. Seperti yang kukatakan sebelumnya. Setidaknya lenganku masih bisa bergerak dengan normal. Oleh karena itu, kalian semua tidak perlu khawatir. Justru, alangkah baiknya jika aku ikut bersama kalian menikmati festival di tempat ini!”


“Hehe! Untung aja lo nggak minder karena luka di lengan lo!”


“Tentu saja tidak, Kapten!”


“OK, semuanya! Kita keliling festival lagi, sebelum ke tempat Tetsuo!”


““Siap, Kapten!””


Sesuai yang dibilang Myllo, akhirnya kita sama-sama balik lagi ke festival, sebelum pergi ke tempatnya Tetsuo.


……………


Kita sama-sama kelilingin semua


yang ada di festival ini.


“Machinno… suka permen apel.”


“Hihi! Kamu cantik deh pake yukata itu, Luvast! Walaupun dada kamu… cih!”


“A-Apa yang salah dengan dadaku—Tunggu! Kita sebagai wanita tidak boleh berbicara secara vulgar seperti itu, Gia!”


“Muehehehe! Teh Luvast sama Teh Gia teh­—”


““JANGAN MESUM!!!””


Sehabis kita keliling-keliling semua yang ada di desa ini, kita sama-sama pergi ke tempatnya Tetsuo.


“Eh iya! Kok gue nggak liat Hakuya, ya?!”


“Bener juga! Padahal tadi aku liat Sonda bareng Molly sama Awva! Tapi Hakuya belom keliatan!”


Hakuya?


“Siapa Hakuya?”


“Itu adalah nama asli dari Slasher, saudaraku.”


G-Gue baru tau kalo nama aslinya itu Hakuya…


Oh iya. Ngomong-ngomong soal Slash—Hakuya, kira-kira gimana ya—


“Selamat datang, Saint-san!”


“Hehe! Maafin kita karena kelamaan, Tetsuo!”


“Tenang saja, Saint-san. Aku baru saja menghabiskan waktu-Ku dengan Miyako-san dan Oba-sama.”


“…”


Di sini baru ada Ayasaki, Tetsuo, Miyako, sama beberapa Kepala Komisi, ya?


Eh iya. Kan ada yang mau gue tanya ke Ayasaki.


“Saki…”


“Hm? Ada apa, Djinn?”


“Tentang anak lo…”


“Saat ini ia sedang bersama Kepala Komisi dari Klan Tanzō. Ia diundang olehnya, karena Kepala Komisi tersebut


hendak meminta maaf kepadanya terkait semua yang telah diperbuat kepadanya.”


“Terus lo sendiri gimana? Bukan gue paksa lo, ya. Cuma gue khawatir aja sama lo. Lagian kan itu bukan hal yang


gampang—”


“Tenang saja. Aku sudah siap untuk memperkenalkan diriku kepadanya. Apapun yang akan terjadi… aku siap


menerima konsekuensinya.”


Ya. Gue tau itu bukan hal yang gampang. Makanya itu gue khawatir sama dia. Tapi selama dia siap, gue cuma bisa


berharap yang terbaik aja deh untuk dia.


“P-Permisi…”


“Hm? Engkau adalah…”


“N-Nama saya adalah Luvast Vamulran! Saya adalah pengagum Perseus! S-Senang berkenalan dengan anda, Nyonya Kazedori!”


“Ahaha…! Perseus, kah? Kapan terakhir aku mendengar nama itu? Seketika kenangan manis bersama


sahabat-sahabatku teringat kembali setelah mendengarmu, Luvast Vamulran. Tambah lagi, engkau adalah keturunan dari Alfgorth, bukan?”


“S-Saya tidak tahu tentang Alfgorth Vamulran. Mungkin saja saya keturunannya langsung, tetapi bisa saja


tidak—”


“Tentu saja engkau bukan keturunannya secara langsung, semenjak ia hidup tanpa memiliki keturunan.”


“A-Apa benar beliau tidak memiliki keturunan…?”


Oh ya. Ada yang mau gue sampein juga ke Ayasaki. Tapi gue harus minta ijin dulu ke Myllo.


“Mil.”


“Hm? Ada apa?”


“…”


Gue bisikin ke Myllo tentang apa yang mau gue tanya ke Ayasaki, karena kemungkinan sensitif buat dia.


“Oh! Tanya aja! Lagian kalo ada dia di sini, mungkin dia juga nggak keberatan!”


“Yaudah deh.”


Karena gue udah pastiin soal Myllo, gue langsung tanya ke Ayasaki.


“Saki, jangan kaget kalo gue bilang ini.”


“Hm? Ada apa, Djinn?”


“Lo inget Zophiel, nggak?”


“Tentu saja aku mengingatnya.”


“Ternyata dia masih hidup. Tambah lagi, dia itu ibunya Myllo.”


“Hmm. Mungkin aku sudah mengetahui keunikan dari Myllo, di mana ia memiliki darah seorang Kaum Omega.


Tetapi aku tidak menyangka, jika ibu darinya tidak lain adalah seorang mantan Seraphim.”


“…”


Abis dengerin penjelasan gue, Myllo juga ceritain ke dia tentang masa lalu Zophiel, sehabis Hari Penghakiman.


Di mana dia hidup tanpa tujuan, yang berujung ke nyari orang yang mau bawa dia untuk dilayanin.


“Begitukah? Untung saja ada dirimu yang membebaskannya, Myllo. Setidaknya ia hidup dengan memiliki tujuan


dan terbebas dari Hukum yang ditetapkan kepada dirinya maupun kaumnya, walaupun pada akhirnya ia mengorbankan dirinya.”


“Gue nggak akan bilang korbanin dirinya!”


“Maksudmu?”


“Sesuai yang dia bilang! Sekarang dia hidup di dalam Tubuh gue. Jadi gue nggak ada masalah sama caranya.”


Myllo juga ceritain ke kita tentang kekuatan barunya, di mana Zophiel kasih semua energi kehidupannya,


termasuk Mana-nya, ke Myllo.


“A-Aku mau nanya boleh, nggak?”


“Tanyalah saja, Margia.”


“Tentang Kaum Darah Omega. Kenapa mereka—”


“Maaf. Sebelum aku menjelaskan kepada kalian, alangkah baiknya jika kita pergi ke ruangan lain. Apakah kau


keberatan, Tetsuo-kun?”


“Tidak, Oba-sama. Kalian bisa menggunakan ruang di mana pintu memasuki Hidden Dungeon berada.”


“Baiklah. Terima kasih sebelumnya, Tetsuo-kun.”


Hmm… keliatannya sensitif nih, pertanyaannya Gia.


Yaudah deh. Lagian gue juga mau tanya banyak ke dia tentang semua yang gue liat di Chamber of Ancient Armament.