Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 200. Want Us The Most



Kita bertiga sampe duluan di tempat Auqveern.


Karena sampe duluan, Auqveern jelasin ke kita tentang Sang Pengelana sama sejarah kota ini kebentuk, termasuk keunikan dari kota ini.


“Ada sihir yang bikin kota ini nggak keliatan?”


“Ya. Selama nggak ngedeteksi adanya Mistyx, kota ini nggak akan tampilin wujudnya ke orang lain. Itu semua karena sihirnya Sang Pengelana.”


Pantesan aja kita semua bisa langsung liat kota ini. Ternyata karena kita dateng Mistyx ya?


“Silakan diminum kopi sama tehnya, kalian bertiga.”


“Makasih, Pak Auqveern.”


“Teh Gia! Minuman kita teh sama! Hehehe…”


Auqveern ngasih gue kopi, sedangkan mereka berdua dikasih teh.


“…”


Di ruangan yang agak luas ini, ada satu foto gede di salah satu dinding.


Keliatannya sih, itu foto dia waktu masih muda.


Tapi siapa yang disampingnya itu?


“Pak Auqveern. Kalo aku boleh tau, itu foto kamu masih muda, ya?”


“I-Iya, Gia.”


“Oh gitu, ya? Ganteng juga ya kamu waktu masih mu—”


“*Tung!”


“Aduh!”


Haaaah… Masih pagi-pagi udah genit aja nih cewek!


“Sianying! Sia teh ketok-ketok kepala Teh Gia!”


“Yaudah sini biar gue ketok juga kepala lo!”


“Hieeekh! Teh Giaaa!”


“Ih, Garry! Nyari kesempetan aja!”


“Hehehe… Nggak apa-apa atuh…”


Haduh…  Dua bocah sialan ini siapa sih Kapten-nya?! Bikin malu aja!


“Ahahaha!”


Lah! Kenapa dia ketawa?!


“Nggak apa-apa kok, Djinn. Saya cuma keinget aja sama cewek kesayangan saya, yang suka godain saya.”


Pacarnya dia, ya?


“Maksudnya… cewek itu?”


“Ya. Dia udah meninggal.”


“O-Oh gitu, ya? Hiks!”


Woah! Sensitif banget nih cewek! Baru awal cerita, tiba-tiba udah nangis!


“Ya-Yang sabar ya, Pak Auqveern!”


“Hahaha. Itu udah puluhan tahun yang lalu kok, Gia.”


Puluhan tahun, dia bilang. Pastinya dia udah rela, kan?


“Kalian bertiga saya tinggal sebentar nggak apa-apa ya? Biar saya bisa sambut tamu-tamu lainnya.”


“Ya. Makasih untuk jamuan—”


“Hiks! Hiks! Hiks!”


Kenapa masih nangis?!


“Cup, cup, cup, cup! Teh Gia, sini atuh nangis di bahu Kang Ga—”


“*Phuk…”


“Woy, Genit!”


Kenapa malah nangis di bahu gu—


“Djinn! Sialan sia, anying!”


Haaaaah… Ada-ada aja dua bocah


sialan ini!


……………


Nggak lama kemudian, mantan anggota Chemia dateng, termasuk orang yang namanya Eìmgrotr itu.


“Giaaa!!!”


“Lephtaaa!!!”


Ternyata mereka berdua udah akrab banget, ya.


“Ah, Aquilla. Mengapa Myllo dan Tuan Dalrio tidak ada bersama dengan anda sekalian?”


“A-Ada urusan personal dia…”


Nggak mungkin dong gue bilang Kapten gue lagi muntah-muntah?!


Bisa-bisa gue cuma bikin malu nama Aquilla sendiri!


Tapi… itu nggak diitung bohong, kan?! Emang dia beneran ada “urusan personal” aja!


“Djinn! Ternyata kau telah berada di tempat ini, ya?”


Oh, ternyata Delolliah bareng Virgo yang da—


“Halo semuanya! Sorry kalo gue dateng terlambat! Hehe!”


“Haaaah… Nyusahin banget lo, Myllo!”


“Hehe…”


Udah dateng ya dua bocah sialan itu?


Artinya tinggal—


“Kyaaaa!”


Suara teriakan siapa tuh?!


Eh, gue sih kenal suara teriakannya. Tapi kenapa—


“Woy, Myllo!”


Styx sama Devania juga dateng.


Tapi kok bisa mereka dateng Machinno?


“Hah?! Ada apa, Styx?!”


“Temen lo ini hampir makan bunga yang gue rawat!”


““…””


Haaaaah… Kenapa lagi Si Lemot itu tiba-tiba makan bunga?!


“Oi, Machinno! Kenapa lo tiba-tiba makan bunga?!”


“Karena…”


“…”


“…”


Lama banget jawabannya!


Kesannya kayak—


“Machinno lapar. Ehe.”


““KENAPA PANJANG BANGET JEDANYA?!?!””


Ada-ada aja kejadiannya pagi-pagi!


“…”


“…”


“Hiekh!”


““LO TELAT TAKUTNYA!!!””


Bawaannya pengen banget gue getok Si Lemot satu ini!


“Haaaah… Mil! Mending mulai aja sekarang!”


“Yaudah! Kita bisa mulai sekarang, Pak Hidung Panjang!”


“Ya, Myllo.”


……………


Waktu mulai, kita jelasin semua rangkaian kejadian yang ada di Gazomatron…


Harusnya sih gitu.


Karena itu dia jelasin semuanya, dimulai dari pengkhianatan Ghibr.


“Ia berkata, bahwa ia menemukan sebuah sumber tenaga yang unik, yang dikelola oleh Gazomatron. Oleh karena itu ia seketika merelokasi lokasi Guildbase kami ke Gazomatron, hanya untuk memonopoli Gazo Stone di negara tersebut.”


Kira-kira kayak gitu penjelasan tentang Ghibr yang masuk ke Gazomatron.


Untuk sisanya, mungkin kita semua udah tau sebagian besarnya.


Ghibr mulai projek Machinno, butuh Mistyx yang dia culik dari sini, adu domba Mistyx Town sama Gazomatron untuk dapet lebih banyak Kaum Mistyx, abis itu terakhirnya butuh Myllo.


Mungkin sekarang waktunya kita ngasih penjelasan ke Auqveern.


Tapi gue sendiri sebenernya masih butuh penjelasan.


“Ada yang aneh.”


“Apa, Djinn?”


“Kenapa Ghibr bisa tau ada Mistyx di kota ini? Bukannya ada semacam sihir yang bikin kota ini nggak keliatan?”


““…””


Bahkan Angela pun juga bingung, ya?


“Tuan Auqveern Mistyx, apakah anda yakin bahwa tempat ini dirahasiakan oleh anggota Mistyx lainnya?”


“Hm?”


Kenapa dia tiba-tiba nanya gitu ke Auq—


“*Brak!”


“Heh! Lo mau tuduh ada yang bocorin desa ini?!”


“Ti-Tidak. Saya hanya bertanya sa—”


“Buat apa lo tolongin kita, kalo lo masih curiga?! Apalagi, lo itu bekas anggota Chemia, kan?!”


Hah? Kok tiba-tiba marah kayak gitu?


Padahal kan Angela cuma nanya aja.


“Devania, cukup.”


“Bella! Tapi—”


“Kalo lo ngomel-ngomel kayak gitu, yang lain malah makin curiga loh sama lo.”


“…”


Untung Styx bisa tenangin dia.


“Maafin Devania sebelumnya, Nyonya Angela. Dia itu orangnya nggak suka dituduh kayak gitu. Itu semua karena orang tuanya dituduh pembunuh dan dihukum mati, sebelum dia ada di kota ini.”


“Cih! Kenapa harus lo ceritain, sih?!”


“Ma-Maaf…”


Pantesan aja. Ternyata ada cerita gelap ya dibalik omelannya?


Asli. Kasian banget ya Mistyx.


“Untuk jawab pertanyaan Nyonya Angela, mungkin saya bisa jelasin sedikit tentang “Kontrak Perdamaian” antara Gazomatron Federation dan Mistyx Town.”


Kontrak?


“Kontrak itu sebenernya disepakati oleh dua pihak pemimpinnya. Orang yang disebut “Presiden” dari pihak Gazomatron, sama Sang Pengelena dari pihak Mistyx.”


Presiden sama Pengelana, ya?


Dua orang misterius, khususnya Presiden itu.


Nggak ada tanda-tanda keberadaan dia sama sekali di Gazomatron.


Makanya itu, gue bisa simpulin kalo Dandur, yang posisinya Perdana Menteri, bisa-bisa bergerak tanpa adanya keputusan dari Presiden itu.


Pengelana yang gue liat figurnya aja masih misterius di mata gue, gimana Presiden yang nggak keliatan sama sekali?


“Eh, sebentar!”


“Ada apa, Myllo?”


“Gue kira lo pemimpin kota ini, Pak Hidung Panjang!”


“Haha, bukan kok, Myllo. Saya cuma kelola apa yang ada di kota kecil ini aja, sedangkan Sang Pengelana yang pergi untuk cari anggota Klan Mistyx lainnya di dunia ini.”


Oh iya ya. Kok gue nggak kepikiran, ya?


Tapi kalo dipikir-pikir lagi, pemimpin macem apa yang cuma samperin wilayah kekuasaannya setahun sekali?


“Seperti itu, kah?”


“Ya, kira-kira begitu, Nyonya Angela.”


“Terima kasih, Tuan Auqveern Mistyx. Bukan saya mencurigai anda sekalian. Saya hanya penasaran dengan satu hal saja.”


“Satu hal?”


“Ya. Apakah mungkin Ghibr mendapatkan informasi tentang Mistyx lewat Children of Purgato—”


“*Brak!”


““!!!””


Auqveern kenapa tiba-tiba jungkir balik ke belakang?!


“Oi, Auqveern! Lo nggak apa-apa?!”


“Ma-Maafin saya. Saya cuma… takut denger nama itu…”


““Takut?””


“Y-Y-Ya. Sa-Sa—”


“Devania! Bawa Auqveern ke ruangannya!”


“OK, Bella!”


Karena Auqveern tiba-tiba keliatan takut gitu, Devania akhirnya bawa dia masuk ke ruangannya, supaya dia tenang.


Karena kejadian itu…


““…””


…makanya ruangan ini jadi sunyi.


“Machinno, mau aku pangku, nggak?”


“…”


“Machi—”


“Mau.”


Karena nggak ada yang buka suara, kita semua cuma perhatiin Gia yang bisik-bisik sama Machinno.


“Hey, Angela. Sepertinya kau tidak perlu menyebut nama itu.”


“Ma-Maafkan saya, Eìmgrotr. Saya tidak menyangka ia akan bereaksi seperti itu.”


Eìmgrotr, ya?


Ngeliat mereka berdua bisik-bisik, kok tiba-tiba gue terdorong untuk liat Jiwa mereka pake Mata ini, ya?


Cuma penasaran aja mereka sekuat apa.


““…””


Jiwa Eìmgrotr kok… rada mirip sama—


“Hm?”


“…”


Di-Dia tau kalo gue lagi liatin Jiwa-nya?!


“Haaaah… Keliatannya dia belom tenang, ya?!”


“Styx! Kenapa Auqveern tiba-tiba setakut itu?!”


Untung Myllo nanya, karena gue juga penasaran.


“Gini aja deh, logikanya.”


““Mm?””


“Kalian pasti tau kan salah satu tujuan Children of Purgatory tuh apa?”


“Buka gerbang dari Demonsia, supaya semua Iblis yang ada di sana bisa masuk ke dunia ini!”


“Buka gerbang kan? Kalo misalkan udah ada Iblis di dunia ini, buat apa mereka repot-repot buka gerbang?”


Bener juga ya?!


Kalo dipikir-pikir lagi, Styx pun juga diincer sama Manusia Iblis[1] kan, waktu itu?!


“Kita udah terima dihina-hina sebagai Iblis di dunia ini. Tapi kalo ada campur tangan dari mereka, bisa aja kita semua berubah jadi Iblis sepenuhnya.”


Cih! Keterlaluan!


Artinya semua Mistyx yang ada di sini hidupnya masih nggak tenang ya, selama sekte sesat itu masih aktif?!


_______________


[1]Galziq, yang merupakan anggota Children of Purgatory (Chapter 25).