
Peperangan antara Perlawanan dengan Kazedori Bakufu masih berlanjut.
““*Chring, chring, chring…””
Sebagian besar anggota Perlawanan sudah berada di dalam Tenshujū dan menyerang markas besar milik Kazedori Tetsuo.
Sementara itu, jauh dari Tenshujū, di dekat pintu masuk Chūbo Town, di mana Dalbert masih berjuang untuk
mengalahkan Atsutaka Akawashi, Kepala Klan Atsutaka dan Kepala Komisi Intelijensi.
“Huff… Huff… Huff…”
“Sudahlah! Tidak usah kau berdiri lagi, bandit! Lebih baik kau menyerah dan mati saja! Aku masih punya tanggung jawab lain untuk menghadapi sampah-sampah yang sudah memasuki Tenshujū!”
Seru Akawashi dengan kesal, karena ia masih harus menghentikan pria yang masih berdiri dengan terluka berat.
“*Crkkck…”
“Lo pikir… lo… udah menang lawan gue…?!”
Seru Dalbert, yang masih mampu mengangkat pistolnya kepada Akawashi, walaupun kondisinya sudah kritis.
“*Dor! Dor! Dor!”
Ia masih berusaha untuk menembak Kepala Klan tersebut.
“*Chring! Chring! Chring!”
Akan tetapi pria yang ia tembak mampu menghalau tembakannya dengan pedang yang ia gunakan.
“*Vwumm…”
((Maiagaru Honō Taka))
“*VWUMM!!!”
“Urgh…!”
Dalbert tidak mampu menghindari serangan Akawashi, di mana api yang menyelimuti Tubuh-nya mulai memanas, lalu terbang dengan cepat dan menyerang Dalbert dengan kakinya.
“*Bruk, bruk, bruk…”
Dalbert terpental jauh.
Ia merasakan panas yang dahsyat di Tubuh-nya.
“Bagus! Diamlah tenang seperti itu! Sementara aku—”
“*Dor!”
“!!!”
Kembali Akawashi dibuat kesal olehnya.
Ketika ia merasa sudah mengalahkannya, nyatanya Dalbert masih mampu menembaknya.
Tetapi Dalbert baru saja tersadar, bahwa Tubuh Akawashi bukanlah diselimuti oleh api, melainkan struktur Tubuh-nya sudah benar-benar menjadi api.
“U-Union… Utuh…?!”
“…”
Akawashi hanya tersenyum, ketika mendengar Dalbert yang baru mengetahui kekuatan yang ia gunakan.
“Hoya…? Ternyata bandit pun juga memiliki ilmu pengetahuan akan kekuatan supernatural ini, kah?”
Tanya Akawashi dengan maksud mencemooh Dalbert, sembari mempersiapkan serangan selanjutnya.
“*Vwumm!”
“Tetapi apa gunanya bagi bandit sepertimu mengetahui akan hal itu, Dalbert Dalrio?!”
Seru Akawashi, sambil terbang dengan sayap berapi menuju Dalbert.
Akan tetapi…
((Shikkoku no Sābā))
“*Swush!”
“Keuk…!”
…Katanaka datang membantu Dalbert.
“Dalbert-dono! Minumlah ini!”
“I-Ini apa—”
“Ini adalah ramuan yang telah disiapkan oleh Winona-kun!”
“R-Ramuan…? Maksudnya Potion…?”
“Anda benar!”
Jawab Katanaka, sambil membantu Dalbert yang tidak berdaya untuk minum.
“*Vwumm!”
“Akhirnya kau datang juga, Tanzō! Waktunya aku menghabisi—”
{Hisan no Karasu}
“*Swush!”
“*KOAAAAK!”
“Urgh…!”
Katanaka mengayunkan katana miliknya tanpa melihat Akawashi, karena ia lebih mementingkan keselamatan Dalbert.
Ketika mengayunkan katana miliknya dengan sihir, seketika terlihat seekor burung gagak raksasa yang terbang dengan cepat untuk menyerang Akawashi.
“Istirahatlah sejenak, Dalbert-dono! Biarkan saya yang menghadapinya!”
“…”
Dalbert hanya tersenyum, sembari dalam proses penyembuhan dari Potion yang ia minum.
“…”
Katanaka pun berdiri dan berjalan menuju Akawashi yang hendak ia lawan.
Dengan perlahan-lahan, wujudnya mulai berubah.
“*Fwup…”
Sayap burung gagak keluar dari punggungnya.
“…”
Tubuh-nya seketika tertutupi bulu gagak berwarna hitam. Kemudian, wajahnya berubah menjadi seperti seekor gagak. Namun ia menggunakan topeng berwarna merah dengan hidung panjang untuk menutupi wajah Beast Form yang ia gunakan.
“Hoya…? Apakah ini yang disebut dengan Tengu?”
“!!!”
Dalbert terkejut dengan pertanyaan Akawashi.
“P-Pantesan dia punya tempat penempa senjata…! Ternyata… dia itu Tengu…!”
Pikir Dalbert, ketika mengetahui siapa Katanaka yang sebenarnya.
“(Jangan kau sebut rupa ini dengan lidah busukmu, Atsutaka!)”
Seru Katanaka, dengan suara yang berbeda, sebelum menghadapi Akawashi.
{((Yakedo no Tsubasa))}
“*Vwumm! Vwumm! Vwumm!”
Dengan kekuatan yang diperkaya dengan Union Utuh, Akawashi mengepakkan sayapnya, hingga tercipta beberapa bola api dari kepakan sayapnya.
“…”
Sementara Katanaka, hanya berdiri tegap tanpa ada niat untuk menghindari serangannya.
{((Kusarigama no Tengu))}
“*Kranggg…”
“!!!”
Dalbert yang menyaksikan Katanaka, begitu terkejut ketika terdapat sebuah senjata berupa rantai dengan
dua sabit pada kedua ujung rantai itu, yang muncul secara misterius.
“(Oraaaaa!)”
“*Swush, wush, wush…”
Dengan senjata tersebut, Katanaka memutar-mutarkan rantainya, hingga memadamkan seluruh bola api yang tercipta dari kepakan sayap Akawashi.
“*Swush!”
“…”
Katanaka menghindari serangan Akawashi, yang terbang melaju dengan cepat dan mengayunkan pedangnya.
((Ōdachi no Tengu))
“*Shringgg…”
Dengan kekuatan sihirnya, Katanaka menciptakan sebuah pedang panjang yang melengkung.
“*Chringgg…!”
Kemudian ia menggunakan pedang itu untuk menghentikan ayunan pedang dari Akawashi.
Melihat kemampuannya, Dalbert pun mendapati sesuatu yang unik darinya.
“Ada yang aneh! Kok bisa tiba-tiba ada senjata yang keluar dari bayangannya?!”
Pikir Dalbert dengan heran.
“Jangan-jangan… dia juga pake Union Utuh—”
“*Boom!”
“Uargh!”
“*Bruk, bruk, bruk…”
“(Dalbert-dono!)”
“*Swush…”
“(Apakah anda baik-baik saja?!)”
Tanya Katanaka, yang menghampiri Dalbert dengan khawatir.
“Fokuslah denganku, Tanzō!”
“*Vwumm!”
“…”
Katanaka menghindari serangan Akawashi, sambil menopang Dalbert.
“*Fwush…”
Ia kemudian meletakkan Dalbert di tempat yang ia rasa sudah aman dari pertarungannya dengan Akawashi.
“Hmph! Kau terlalu lembut, Tanzō!”
“(…)”
“Apa gunanya kau mengkhawatirkan seorang Warga Bawah?! Apalagi dirinya yang merupakan seorang bandit—”
“(Setidaknya, aku peduli dengan orang yang hendak membantuku! Tidak seperti klan sampah yang mengkhianati orang yang rela membantunya!)”
Seru Katanaka dengan kesal, sambil membahas masa lalu yang menjadi awal permulaan hancurnya hubungan antara dua klan tersebut.
“Hoya…? Apakah kau hendak membahas masa lalu—”
“(Leluhurku rela mengorbankan nyawa mereka demi kalian, Atsutaka! Tapi lihatlah tindakan kalian! Kalian
justru memfitnah kami, hanya karena tidak ingin disalahkan oleh Shogun karena kelalaian kalian!)”
“Terus? Apa pedulinya aku?”
“!!!”
Katanaka semakin kesal dengan ucapan Akawashi.
“Setidaknya kami masih menjadi bagian dari Komisi! Kami tidak peduli dengan tujuan orang lain! Selagi masih bisa kami gunakan siapapun yang ada di sekitar kami, pastinya akan kami gunakan! Karena itulah cara kami bertahan hidup sejak era sebelum Hari Penghakiman!”
Seru Akawashi dengan bangga.
“Kehormatan?! Harga diri?! Hmph! Tidak peduli kami dengan itu semua! Selama Klan Atsutaka dapat hidup dengan damai, aku dan leluhurku rela mengotori tangan kami demi klan kami!”
“…”
Tidak ada respon dari Katanaka, yang berjalan meninggalkan Dalbert yang tidak sadarkan diri.
“(Demi keluarga, kah?)”
“Mm?”
“(Baiklah, Atsutaka. Karena kau membahas seperti itu, maka aku berjanji kepadamu.)”
“Berjanji?”
“(Aku berjanji, jika aku akan mengamankan Klan Atsutaka, kelak kami berhasil menggulingkan Shogun Kazedori Tetsuo!)”
“*Swush!”
Katanaka terbang dengan cepat menuju Akawashi.
((Katana no Tengu))
“*Shringgg…”
Kemudian ia menciptakan katana, yang ia hunuskan kepada Akawashi.
“*Chring, chring, chring…”
Lalu mereka pun saling beradu senjata.
“*Shrak!”
“Urgh!”
“*Shruk!”
“Keuk…!”
Akawashi berhasil menyayat dada Katanaka, tetapi Katanaka langsung memanfaatkan momentum dengan menusuk Akawashi.
“Huffff!!! Gue ada di mana?!”
Seru Dalbert yang terbangun.
“*Chring, chring, chring…”
“…”
Ia kemudian menyaksikan Katanaka yang sedang bertarung dengan Akawashi.
“Ternyata gue bener! Katanaka… bisa buat senjata dari bayangan yang ada di bawah lengannya!”
Pikir Dalbert ketika ia menyaksikan Katanaka yang terus merubah senjatanya.
“Apa mungkin… itu juga Union Utuh?! Tapi apa mungkin Union Utuh bisa buat hal kayak gitu?! Atau mungkin…
karena bayangan yang jadi panggilan alam untuk Jiwa-nya?!”
Pikir Dalbert, seakan ia merasa bahwa ada suatu kesamaan darinya dan Katanaka.
{((Kunai no Tengu))}
““*Shruk!””
“Urgh!”
{((Tachi no Tengu))}
“*Shrak!”
Dengan Union Utuh yang terus ia gunakan, Katanaka terus menyerang Akawashi.
“Uaaargh!”
Hingga akhirnya, ia mengeluarkan senjata terakhirnya.
{((Wakizashi no Tengu))}
“*Shrak!”
“…”
Lalu memenggal kepalanya, hingga tewas.
“Huff, huff, huff…”
Katanaka pun kembali dalam wujud normalnya.
“Bahkan struktur badan Kepala Komisi itu yang berubah jadi api, Katanaka tetap bisa penggal kepalanya?! Padahal kan senjata dia itu cuma sekedar bayangan! Apa mungkin itu potensi asli dari kekuatan yang lawan hukum alam?!”
Pikir Dalbert, dengan heran atas Union Utuh yang digunakan oleh Katanaka.
“Dalbert-dono! Bagaimana dengan keadaan anda?!”
“Gue mendingan. Makasih banyak, Pak Katanaka.”
“Sepertinya anda terlihat baik-baik saja. Tetapi senjata anda…”
“…”
Dalbert hanya diam terpaku, ketika ia baru saja menyadari bahwa Bracelet Armament miliknya telah rusak karena hawa panas dari Akawashi.
“Apakah anda tetap—”
“Ya. Gue tetep harus ke sana, untuk nyusul rekan-rekan gue.”
Balas Dalbert kepada Katanaka, sambil dirinya ditopang di bahu Kepala Klan tersebut.
Namun mereka tidak menyadari, bahwa pria yang sebelumnya mereka hadapi, masih terbangun.
“*SWUSH!!!”
“MATILAH KAU, TANZŌ!!!”
““!!!””
Mereka terkejut dengan Akawashi yang masih dapat terbang menuju mereka berdua.
“Cih! Dia udah mau sampe! Tapi kita harus gimana?!”
Pikir Dalbert, yang berusaha berpikir secepat mungkin, sebelum Akawashi tiba di hadapannya.
“Andai gue masih punya senjata gue! Mungkin gue bisa serang dia!”
“…”
Dalbert dan Katanaka tidak bisa bereaksi, sementara Akawashi semakin dekat.
Akan tetapi…
“*DOR!!!”
“*Bruk…”
““!!!””
…mereka dikejutkan dengan kepala Akawashi yang hancur.
“S-Siapa yang tembak orang itu?! Kenapa orang itu… tiba-tiba mati?!”
Seru Dalbert dengan heran, ketika mendapati Akawashi yang mati terbunuh.
“D-Dalbert-dono! Kita tidak punya waktu lagi! Mari kita pergi menuju Tenshujū secepatnya!”
“Eh?! Y-Ya!”
Jawab Dalbert yang kemudian melanjutkan perjalanannya bersama Katanaka.
Tetapi, Katanaka menyadari sesuatu yang tidak Dalbert sadari.
“Pria ini… ia juga memiliki kekuatan alam yang serupa seperti saya! Tetapi ia tidak sadar, bahwa ia menciptakan pistol, dengan menggunakan bayangan yang saya miliki!”
Pikir Katanaka tentang Dalbert, yang menggunakan kekuatan aslinya.