Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 345. One of The Students



Djinn berhasil melarikan diri bersama Garry, Machinno, Yukiari, serta Shinikichi dari pasukan Bakufu. Sementara itu, Myllo beserta rekan-rekannya harus mencegah pasukan Bakufu yang hendak mengejar grup yang Djinn pimpin.


Namun ketika ia berhasil menahan serangan salah seorang anggota Klan Nagaimimi, pihak Bakufu atau Perlawanan justru dikejutkan dengan teknik yang digunakan oleh Myllo.


“M-Mustahil…!”


“Bagaimana ia bisa menggunakan teknik khusus milik anggota Klan Kazedori?!”


“Siapa sebenarnya pria ini?!”


Seru beberapa anggota pasukan Bakufu yang terkejut.


Selain mereka, Kokume dan Fusamato juga sama-sama terkejutnya dengan anggota Bakufu.


Karena itu…


“Orang ini… kenapa bisa pake teknik mereka?!”


“Jangan bilang… dia sebenernya mata-mata dari Klan Kazedori?!”


…mereka mulai mencurigainya.


“Dalbert, k-kamu denger kan yang mereka bilang…?”


“Ya, gue juga denger. Tapi… gue masih nggak percaya kalo guru Myllo itu Kitsune…”


Sahut Gia dan Dalbert secara bergantian.


“Mungkin teknik yang ia gunakan tidak berbahaya karena tidak ada Mana yang mengalir pada tekniknya. Tetapi fondasi dan gerakan darinya sangatlah sempurna! Bagaimana Myllo bisa menggunakan teknik seperti itu?!”


Pikir Ryūtaro dengan heran.


““…””


Semua yang berada di situ masih heran. Bahkan mereka mulai merasa takut dengannya.


Akan tetapi, dari antara mereka semua…


“HAAAAAAAAHH?!?! EKOR HIJAU TUH KITSUNE?!?! GUE KIRA DIA CUMA SEKEDAR BEASTWOMAN AJA!!!”


…Myllo juga sama terkejutnya dengan mereka semua, setelah mengetahui bahwa gurunya adalah salah satu Mahluk Abadi.


Hingga akhirnya ia teringat kembali akan latihan terakhirnya bersama Ekor Hijau, sebelum gurunya itu berbicara kepada Zegin.


[1]“…Oleh karena itu, aku dan kaumku, Kaum Kitsune termasuk salah satu Mahluk Abadi yang paling berbahaya, karena kami bisa menghancurkan Jiwa dengan mudah, dibandingkan Mahluk Abadi lainnya.”


Setelah teringat akan momen tersebut…


“Ah. Gue kira dia bercanda doang.”


“MASA CUMA BERCANDA?!?!”


…ia justru ditegur oleh Zegin, yang berada di dalam pikirannya.


“Jangan takut, kalian semua!”


“…”


“Walaupun ia mampu menggunakan teknik milik Kaum Kitsune yang terhormat, namun aku tidak merasakan adanya Mana dari Jiwa-nya! Artinya, ia lemah!”


““!!!””


Pernyataan anggota Klan Nagaimimi itu mengejutkan semua yang berada di sana, kecuali Gia dan Dalbert.


“Oleh karena itu!”


““…””


“Aku, Nagaimimi Kenjiro, berjanji akan mengalahkannya!”


Lanjut Beastman bernama Kenjiro kepada seluruh anggota Bakufu.


Pernyataan Kenjiro mampu menaikkan moral dari seluruh anggota Bakufu, yang saat ini terdiri dari 11 anggota Klan Ishisaru dan 10 anggota Klan Nagaimimi.


“Baiklah, Kenjiro! Karena engkau yang paling kuat dari antara kami semua, kami menyerahkan pria itu ke dalam tanganmu!”


“Jika Kenjiro yang menghadapinya, artinya kita—”


“Apa yang kalian tunggu?! Cepat kejar mereka yang sedang berlari!”


““Baiklah!””


Seru beberapa anggota Bakufu ketika mendengar seruan Kenjiro, lalu mereka bersama-sama berlari mengejar Djinn dan teman-temannya.


Namun ketika mereka hendak mengejar Djinn…


((Kaze no Mahō: Tatsumaki Hashiru))


“*SWUSH!!!”


…Kokume berlari dengan sangat cepat dan menghadang seluruh anggota Bakufu.


“*Shringgg…”


“Jangan kalian pikir kalian bisa kejar mereka!”


Seru Kokume kepada seluruh anggota Bakufu.


“Biarlah kami, Komisi Investigasi, yang menghadapinya!”


“Baiklah! Kami, Komisi Pertahanan, akan—”


“Hraaaagh!”


“*Prang!”


““!!!””


Seketika anggota Bakufu lainnya dikejutkan dengan adanya Gia yang ikut menghadang mereka semua.


“Gia! Hati-hati sama Beastman Kelinci itu!”


“Ya! Aku tau, Dalbert!”


Balas Gia akan peringatan dari Dalbert.


Namun…


“Hm?! Suara darimana itu?!”


“Aku juga tidak tahu!”


…anggota Bakufu lainnya tidak menemukan adanya Dalbert.


“Biarlah aku yang menghadapi anggota Klan Nagaimimi!”


“*FWUSH!!!”


““Urggh!””


Ryūtaro datang dengan kekuatan angin miliknya, yang hendak ia gunakan untuk menghempas seluruh anggota Bakufu. Sayangnya, anggota Klan Nagaimimi mampu bertahan menghadapi serangan anginnya.


“*Tuk! Tuk! Tuk!”


Myllo masih bersikeras menghadapi Kenjiro.


“*Prang!”


“*Chringgg! Chringgg! Chringgg!”


Gia dan Kokume sama-sama menghadapi beberapa anggota Klan Ishisaru.


“*Swush! Swush! Swush!”


“Kuat juga kau, Tanuki!”


“…”


Fusamoto bersikeras menghadapi beberapa anggota Komisi Investigasi lainnya.


Sedangkan Dalbert…


“*Swush!”


“!!!”


…dikejutkan dengan adanya beberapa prajurit Bakufu yang menyerangnya, walaupun ia masih dalam kondisi kasat mata.


“Waspadalah, Dalbert! Mereka memiliki atribut hewan yang bergerak dengan instingnya!”


Seru Ryūtaro kepada Dalbert, sambil menghadapi anggota Klan Nagaimimi.


Bersama-sama, Myllo dan rekan-rekannya menghadapi sebanyak 21 anggota Bakufu.


“Hyaaaargh!”


“*Shrak!”


“Akh!”


Kokume mampu mengalahkan satu anggota Komisi Investigasi.


“Serang wanita i—”


“*Prang!”


““Uaaaargh!””


Gia telah mengalahkan dua anggota Komisi Investigasi.


“*Shruk!”


“Argh!”


“Matilah kau, pemberontak—”


“*Dor!”


“…”


Dalbert berhasil menembak anggota Komisi Pertahanan lainnya, yang hendak membunuh Fusamoto.


“*FWUSH!!!”


“Aaaargh!”


“Cih! Ternyata kita bisa dikalahkan pria ini!”


Seru salah seorang anggota Klan Nagaimimi, ketika mendapati prajurit Bakufu lainnya dikalahkan oleh Ryūtaro.


Walaupun berhasil mengalahkan salah satu anggota Klan Nagaimimi, ada satu hal yang tidak disadari oleh mereka semua, selain Ryūtaro.


“Cih! Mungkin aku bisa disembuhkan oleh Garry! Tetapi… aku belum sepenuhnya sembuh! Seharusnya aku harus beristirahat, sebelum menghadapi mereka semua!”


Pikir Ryūtaro, sambil menahan rasa letih.


Selain dirinya, beberapa rekan Myllo lainnya juga merasakan hal yang sama.


““Huff, huff, huff…””


Kokume dan Dalbert mulai merasa letih karena bertarung dengan anggota Bakufu yang sulit dikalahkan.


“*Prang!”


“Cih!”


Karena letih yang mereka berdua rasakan, Gia mulai diserang oleh anggota Bakufu lainnya.


“F-Fusamoto…!”


“…”


Fusamoto sudah tidak sadarkan diri karena luka berat yang ia terima.


Namun kondisi yang mereka rasakan saat ini merupakan kondisi yang diperhitungkan oleh anggota Bakufu.


“Kenjiro! Kita telah melemahkan mereka semua!”


“Apakah sudah waktunya kita menggunakan senjata utama kita?!”


“Ya! Waktunya kita gunakan kekuatan asli kita, saudara-saudaraku!”


Seru Kenjiro kepada anggota Klan Nagaimimi lainnya.


“Hey kalian! Minggirlah!”


“Kali ini… biarkan kita yang menyelesaikannya!”


Seru beberapa anggota Klan Nagaimimi kepada beberapa anggota Bakufu lainnya, baik dari Komisi Pertahanan maupun Komisi Investigasi.


“Cih! Udah mulai, ya?!”


“A-Apa yang udah mulai?!”


Jelas Kokume kepada Gia, sambil mereka berdua menyaksikan transformasi dari anggota Klan Nagaimimi, yang kupingnya memanjang.


“Ternyata… mereka juga bisa berubah kayak Lephta!”


Pikir Gia, yang menyaksikan telinga dari anggota Klan Nagaimimi, yang memanjang hingga menyentuh tanah.


“HRUAAAAAGH!!!”


“*TUK!!!”


“Urgh…”


“*Swush…”


Dengan transformasinya, Kenjiro memukul Myllo dengan sangat keras. Walaupun Myllo berhasil menangkal pukulan kerasnya menggunakan tongkat yang ia pakai, namun Myllo justru terhempas olehnya.


“Myllo! Bahaya! Cepet pake kekuatan Gue—”


“Kalo gue pake angin lo, mungkin gue nggak akan bisa lawan dia, Zegin!”


“Hah?! Lo ngeremehin kekuatan Gu—”


“Bukan maksud gue ngeremehin! Tapi badan dia keras banget! Sama kayak waktu lawan Dangerose! Kekuatan lo cuma jadi angin lewat aja!”


Jelas Myllo kepada Zegin, terkait kekuatan yang Dewi tersebut miliki.


Oleh karena itu…


“Cih! Andai Jiwa lo nggak mati, Myllo!”


…ia justru menyesali keadaan Myllo saat ini.


“*FWUSH!!!”


“S-Sial! Mengapa—”


“*DHUK!!!”


“Uaaargh!”


Ryūtaro menggunakan kekuatannya untuk menghempaskan salah seorang Klan Nagaimimi. Tetapi Beastman tersebut mempu berlari menghadapi kekuatan angin miliknya, lalu menendangnya dengan sangat keras.


“*PRANGPRANGPRANG…”


“Urgh…”


Gia hanya bisa menahan pukulan keras dan cepat dari anggota Nagaimimi lainnya.


“*SWUSH!!! SWUSH!!! SWUSH!!!”


“Cih!”


Dalbert tidak bisa berbuat apa-apa selain menghindari ayunan pukulan keras dari beberapa anggota Klan Nagaimimi, walaupun ia masih menggunakan Obscure Cloak.


“*Krrrtt…”


“Akh…”


Kokume sudah terkalahkan. Ia sedang dicekik oleh salah satu anggota Klan Nagaimimi.


Dengan kondisi saat ini, prajurit Bakufu dengan yakin merasa bahwa mereka hampir berhasil memenangkan pertarungan melawan Myllo dan rekan-rekannya.


“Sepertinya kalian akan memenangkan pertarungan ini.”


“Jika demikian, kami akan pergi mengejar buronan tersebut, sementara kalian mengurus pertarungan kali ini.”


“Baiklah. Serahkanlah mereka kepada kami.”


Balas salah seorang anggota Klan Nagaimimi, sebelum anggota Komisi Investigasi meninggalkan pertarungan untuk mengejar Djinn dan rekan-rekannya.


“Sepertinya hanya tersisa wanita ini saja.”


Sahut salah seorang anggota Klan Nagaimimi, sambil menatap Gia yang masih bertahan.


“Bagaimana dengan Kenjiro?”


“Hmph! Tenang saja! Manusia itu tidak akan bertahan lebih lama lagi jika menghadapi Kenjiro—”


{KAZEDORYŪ: HANSHA}


“*TUK!!!”


“*Swush…”


“*BRUK!!! BRUK!!! BRUK!!!”


““!!!””


Seluruh anggota Klan Nagaimimi dikejutkan dengan Kenjiro yang terpental jauh hingga menembus beberapa pohon.


“K-Kenjiro!”


“Bagaimana bisa ia terpental jauh seperti itu?!”


Sahut beberapa anggota Klan Nagaimimi, sambil menyaksikan Kenjiro yang wujudnya telah kembali seperti semula dan terlihat kesakitan.


“Huff… huff… huff…”


““…””


Bersama-sama, mereka menyaksikan Myllo yang berjalan dengan luka berat dan rasa letih menuju mereka semua.


“M-Myllo…”


“Hehe… Tenang aja, Gia…! Biar gue… yang urus semuanya…!”


Jawab Myllo akan kekhawatiran Gia, walaupun ia terluka dan kelelahan.


“Cih! Ia mampu mengalahkan Kenjiro?!”


“B-Bagaimana mungkin—”


“Tunggu! Perhatikan baik-baik! Walaupun ia mampu mengalahkan Kenjiro, tetapi Tubuh-nya sudah terluka berat! Alangkah baiknya kita bersama-sama menyerangnya!”


““Baik!””


Sahut seluruh anggota Klan Nagaimimi, sambil bersiap-siap menyerang Myllo.


“*Tuk!”


“SINI KALO KALIAN BERANI!!!”


Seru Myllo, sambil menghentakkan tongkatnya dan juga bersiap menghadapi 8 anggota Klan Nagaimimi yang tersisa.


Namun sebelum pertarungan mereka dimulai…


““*Syut, syut, syut…””


““!!!””


…seketika ada banyak panah yang menghadang seluruh anggota Klan Nagaimimi, yang hendak berlari menyerang Myllo.


“Serang mereka semua! Jumlah mereka tidak lebih dari sepuluh!”


““HRUAAAAAGGGHH!!!””


““!!!””


Seluruh anggota Klan Nagaimimi dikejutkan dengan adanya puluhan orang yang hendak menyerang mereka.


“S-Sial!”


“Ternyata Faksi Perlawanan telah tiba!”


Seru beberapa anggota Klan Nagaimimi yang mendapati anggota Perlawanan yang hendak menyerang mereka.


“A-Apa yang harus kita lakukan?!”


“Alangkah baiknya jika kita mundur dan membawa Kenjiro pergi!”


“Baiklah! Biarlah kami yang menahan mereka!”


““Baik!””


Sahut 4 anggota Klan Nagaimimi, yang lalu berlari membawa Kenjiro dari pertarungan, sementara 4 anggota lainnya menghadapi anggota Perlawanan.


“Semua! Dengar aku baik-baik! Lindungilah para warga desa Kitakaze dan bantulah anggota kita yang terluka bersama rekan-rekannya! Sementara kami, para Kepala Klan, menghadapi Nagaimimi ini!”


“Jika kalian sanggup, kejarlah anggota Nagaimimi yang hendak melarikan diri!”


““Baik!””


Seru beberapa anggota Perlawanan kepada dua Kepala Faksi Perlawanan.


“K-Kalian…! Berani-beraninya kalian menampakkan diri!”


Seru salah seorang anggota Klan Nagaimimi kepada 3 Kepala Perlawanan.


“*Syruuut…”


Tanzō Katanaka, Kepala Klan Tanzō, membuka sebuah gulungan kertas besar.


Lalu…


““*Shringgg…””


…seketika muncul dua buah pedang yang berbentuk unik.


{Kuroa no Nidankōgeki}


“*SHRAK!!!”


Katanaka menggunakan teknik pedang miliknya dan mengayunkan dua pedangnya untuk membunuh anggota Klan Nagaimimi yang ia hadapi.


“Graugraugrau! Mengapa kau harus menggunakan serangan jitu milikmu, Tanzō-dono?!”


Sahut Warauneko Uchiyoshi, Kepala Klan Warauneko, yang tertawa sambil duduk di atas anggota Nagaimimi yang ia kalahkan.


“Warauneko-dono! Alangkah baiknya jika engkau tidak terlalu gegabah ketika menghadapi Klan Nagaimimi!”


Sahut Ērukuma Nakatoki, Kepala Klan Ērukuma, yang juga berhasil mengalahkan anggota Klan Nagaimimi.


“Graugraugrau! Tenang saja, Ērukuma-dono! Justru kau seharusnya mengurangi sifat pemarahmu—”


“Kepala Klan Warautora! Belakang anda!”


Seru Katanaka, ketika mendapati Kepala Klan Warautora yang akan diserang oleh anggota Klan Nagaimimi yang tersisa.


Hingga akhirnya…


{Kazedoryū: Haku}


“*TUK!!!”


“Uaaarggh!”


…Myllo mengalahkan anggota Nagaimimi tersebut.


“M-Mustahil…! S-Seorang Manusia… menggunakan teknik milik Kitsune?!”


Seru Katanaka dengan terkejut.


“A-Apakah mungkin ia mata-mata dari—”


“Tunggu! Sepertinya tidak, Warauneko-dono!”


“Sepertinya tidak?!”


“Ya! Ada kemungkinan… bahwa pria ini… jugalah salah satu murid-Nya!”


Jelas Nakatoki kepada Uchiyoshi, dengan yakin bahwa Myllo adalah murid dari seseorang yang mereka hormati.


……………


Di sisi lain Kumotochi, di mana beberapa anggota Bakufu sedang mengejar Djinn dan rekan-rekannya.


“K-Keterlaluan…! Tidak kusangka… kau pengkhianat—”


“*Shruk…”


“…”


Salah seorang prajurit Bakufu dari Klan Ishisaru telah membunuh rekan-rekannya.


Setelah itu, ia berpikir.


“Kalo orang berambut putih itu bener-bener orang yang sesuai dugaan gue, mungkin gue bisa tebus dosa gue karena balik ke keluarga gue!”


_______________


[1]Kutipan dari Ekor Hijau, ketika Myllo sedang berlatih untuk yang terakhir kalinya (Chapter 260).