Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 201. Home of the Ocean Dwellers



“Pe-Permisi semuanya. Maafin saya karena tindakan saya tadi.”


Oh, Auqveern udah balik, ya?


Keliatannya sih dia udah mendingan, walaupun masih gemeteran.


“Tidak, Tuan Auqveern Mistyx. Justru saya yang minta maaf kepada anda. Karena saya—”


“Bi-Biar saya ceritakan sedikit pertama kalinya saya ketemu…mereka semua.”


“…”


Dia duduk dulu, sebelum cerita.


“Sekitar dua puluh tahun yang lalu, saya masih belum tinggal di kota ini. Waktu itu saya lagi mau melamar kekasih saya, yang ada di foto itu.”


“Terus?”


“Semuanya gagal karena… Children of Purgatory datang.”


““!!!””


Dia diserang Children of Purgatory waktu lagi lamaran?!


“Tunggu, Auqveern! Kok bisa tiba-tiba ada sekte sialan itu yang nyerang lo?!”


“…”


Dia nggak langsung jawab pertanyaan Myllo, karena dia kepal tangan sekeras-kerasnya.


Dari sini, gue bisa tau kalo itu pengalaman yang pahit banget.


“Di-Di momen itu, saya baru tau… kalo mendiang orang tua saya itu anggota dari sekte sesat itu!”


““!!!””


Jangankan kita yang bukan Mistyx! Bahkan Styx sama Devania juga sekaget itu?!


“Kok lo baru cerita seka—”


“Bella! Jangan!”


“Ma-Maaf…”


Gue paham sih kenapa Styx bisa sekesel itu sama Auqveern.


Dia itu pimpinan di kota ini, selama Sang Pengelana nggak ada. Jadi wajar aja kalo dia nggak cuma kesel aja, tapi jadi curiga sama Auqveern yang bisa bahayain Mistyx di kota ini.


Untung aja Devania nahan dia supaya nggak bikin Auqveern lebih tertekan.


“Auqveern, gue mau tanya.”


“Si-Silakan, Dalbert.”


“Anggota keluarga lo cuma tiga orang aja, kan?”


“Nggak. Saya punya adek, yang juga jadi anggota di sekte itu.”


Gi-Gila!


Artinya cuma dia doang dong yang selamat?!


“Terus, bagaimana kau bisa selamat dari sekte sesat seperti itu, Auqveern?!”


“Karena Sang Pengelana. Dia tiba-tiba dateng untuk selamatin saya, walaupun kekasih saya…”


Ah, pacarnya udah nggak bisa diselamatin, ya?


“Keuk!”


“Dasar orang-orang gobloug, anying!”


““…””


Kita semua yang ada di sini jadi semakin kesel sama sekte sesat itu. Andai kita ketemu mereka lagi, semoga aja kita langsung bantai habis mereka!


……………


Selesai denger cerita Auqveern, kita lanjutin laporan kita sampe selesai.


Abis itu…


“Jadi ada begitu banyak Kaum Naga yang bersembunyi di dalam Hidden Dungeon?!”


“Iya! Apalagi, ada beberapa Naga yang kenal gue! Ahahaha!”


…kita berlima, khususnya Myllo, cerita-cerita soal pengalaman kita selama di Erviga.


“Tapi aku tidak menyangka, bahwa kau langsung membunuh Tarzyn setelah mendapatkan kembali kekuatanmu, Djinn.”


““Hmm?””


Eh! Kalo Delolliah nanya kayak gitu, kesannya dia nanya gue sebagai Pria Terjanji, dong!


““Hmmm……””


Kenapa bocah-bocah sialan ini malah ngeliatin gue?!


“Djinn! Tenang aja, kali! Mereka ini orang-orang baik, kok! Ya, kan, semuanya?!”


““Ya!””


Haduh…


Mana orang jahat ngaku dirinya jahat, dongo!


“Nyonya Delolliah, apa yang anda maksud dengan Djinn mendapatkan kekuatannya?”


“Tentang itu—”


“Kakak Delolliah! Apakah kita boleh menceritakan tentang “Pria Terjanji” kepada mereka?”


“…”


Delolliah ngeliatin gue, sebelum nyampein sesuatu ke mereka.


“…”


Gue cuma ngangguk doang ke dia, sebelum dia jelasin ke gue siapa gue sebagai Pria Terjanji.


Sambil Delolliah jelasin ke mereka semua…


“*Shringgg…”


…gue terpaksa tunjukin Ark Blade karena dipaksa bocah-bocah sialan ini, khususnya Myllo sama Gia.


“Hmm… Menarik.”


“Artinya, semua Chamber of Ancient Armament itu akan memberinya kekuatan khusus baginya?”


“Kau benar, Eìmgrotr. Hal ini adalah rahasia bagi seluruh penduduk Hidden Dungeon.”


“Artinya keberadaan dirinya bukanlah sebuah mitos, kah?”


Hah? Mitos?


“Sebelumnya, biar aku jelaskan tentang diriku kepada kalian.”


““…””


“Aku adalah seorang Giant, yang merupakan salah satu ras Mahluk Abadi. Sebenarnya tujuanku menjadi Petualang adalah untuk mencari kaumku lainnya. Namun sebelum aku berpetualang, aku dijelaskan tentang adanya mitos tentang seorang Mahluk Fana yang akan membawa perubahan bagi dunia.”


Jangan bilang… Mahluk Fana yang dia maksud tuh gue?


“Djinn.”


“Apa, Del?”


“Jika kau telah bertemu dengan Tarzyn, artinya kau telah memasuki Hidden Dungeon of Vision. Benarkah begitu?”


Hidden Dungeon of Vision…?


“Delolliah! Itu nama Hidden Dungeon yang kita masukin?!”


“Kau benar, Myllo. Setiap Hidden Dungeon memiliki nama. Untuk tempat tinggal kami, Para Siren, Hidden Dungeon itu bernama Hidden Dungeon of Whisper.”


Abis itu Delolliah jelasin nama-nama dari Hidden Dungeon yang masih ada di dunia ini.


Ada yang namanya…


“Kok cuma 5?! Bukannya masih ada 3 lagi?!”


“Maafkan aku, Djinn. Hanya itu yang Melchizedek sampaikan kepada kami.”


Ternyata masih dirahasiain Melchizedek, ya? Tapi kok orang kayak Callum[1] bisa tau? Apa mungkin… Sage itu lebih tau banyak dibanding warga lokal Hidden Dungeon?


Oh iya, ada yang mau gue tanya.


“Del, lo waktu itu cerita, kalo pertama kali masuk di dunia ini, lo ngerasain sesuatu yang serem dari orang-orang yang nemuin lo, kan?


“Benar, Djinn.”


“Apa mungkin lo ketemu—”


“Tidak, Djinn. Aku tidak bertemu dengan Iblis.”


Hm?


Kalo nggak ketemu Iblis, terus dia ketema sama apa? Naga?


“Mungkin aku baru saja mempelajari tentang asal usul Klan Mistyx saat ini. Namun, aku yakin bahwa Klan Mistyx lah yang menemukanku.”


““!!!””


Klan Mistyx yang nemuin dia?!


“…”


Eh! Kok cuma gue, Myllo, Styx, sama Auqveern doang yang kaget?!


“Oh iya, Myllo sama yang lainnya belom tau, ya?”


“Ya. Mereka tidak bersama dengan kita waktu aliansi yang digugus oleh Angela hendak terbentuk.”


Oh! Ternyata beberapa dari mereka udah tau duluan ya di Gazomatron?!


Eh iya! Masih ada satu hal yang harus gue pastiin!


“Jen, lo juga gitu?!”


“Tidak. Dengan Space Magic yang khusus diberikan kepada kami oleh Melchizedek, kami bisa keluar dengan mudah dan tiba di lokasi yang tidak bisa ditentukan di Geoterra.”


Oh, kayak sihirnya Rakhzar sama Göhran waktu itu, ya?


Tapi kalo yang dibilang Delolliah itu bener, artinya…


“Mil! Gia! Ger! Dal!”


“Ya, ya, ya! Gue juga paham maksud lo, Djinn! Ahahaha!”


“Hah?! Apa maksud kalian?!”


“Aing teh juga bi—”


“Maksud mereka berdua itu, kemungkinan ada pintu masuk Hidden Dungeon di desa ini!”


““!!!””


Ah! Untung aja Dalbert ngerti maksud kita!


“HAAAAAHHH?!?! ADA HIDDEN DUNGEON DI KOTA INI?!”


“A-Ada pintu masuk Hidden Dungeon di tempat ini?!”


“Be-Be-Beneran?!”


“Ti-Tidak saya sangka bahwa ada Hidden Dungeon di kota ini!”


Lephta, Eìmgrotr, Styx, sama Angela juga kaget tuh keliatannya.


Untungnya yang lain nggak se-berlebihan kayak Lephta sih…


“A-Anda benar, Djinn. Tapi untuk itu… nanti saya bicarain dulu sama satu orang yang ada di desa ini.”


“Hm? Siapa?”


“N-Nanti aja, ya…”


Aneh. Kenapa nggak dikasih tau sekarang a—


“Machinno! Nanti kamu ikut kita ya ke dalam Hidden Dungeon?!”


“Machinno…”


“…”


“…bingung, Gia.”


Aduh, peraasan gue nggak enak kalo dia tiba-tiba ikut.


“Woy, Styx! Pasti lo nyesel kan nggak ikut gue?! Ngomong-ngomong pintu masuk masih gue buka loh! Hehe!”


“Cih! Bawel banget sih lo! Dasar sialan!”


Styx waktu itu bilang kalo dia nggak mau ikut karena Meldek masih hidup, kan?


“Pak Hidung Panjang! Jadi gimana cara kita masuk Hidden Dungeon?!”


“Saya… bicarain dulu ya sama sesepuh di kota ini.”


Oh, jadi itu satu orang yang mau dia ajak bicara dulu?


……………


Selesai dari rumah Auqveern, kita semua lanjutin aktivitas kita masing-masing, sambil nunggu Auqveern nyamperin


sesepuh di kota ini.


Tadinya Myllo mau ngajak kita makan. Tapi gue ijin nyusul ke dia.


“Hah? Ada yang mau lo omongin bareng Styx?”


“Ya. Ini terkait—”


“Lo nggak akan berantem lagi kan sama dia?”


“Nggak, kok.”


“OK! Kalo gitu, gue bareng yang lain nunggu di sini, ya?!”


“Ya. Thanks, Mil.”


Selesai minta ijin ke Myllo, gue langsung samperin Styx.


“Ada yang mau lo omongin, kan?”


“Ya. Ini terkait—”


“Meldek, ya?”


“…”


Kalo dia diem aja, artinya gue bener.


“Lo beneran temuin dia?”


“Y-Ya. Gue nggak berani ngomong apa-apa soal i—”


“Kalo gue liat langsung, boleh nggak?”


“Liat langsung?”


“Ya. Selain dapet kekuatan petir, gue juga punya kekuatan yang unik, waktu gue masuk di ruangan Ark Blade.”


“Emangnya apa?”


“Liat masa lalu.”


“Oh gitu? Tapi lo berani liat apa yang gue liat?”


“Ya. Gue berani, Styx.”


Daripada gue cuma denger penjelasan aja, mending gue liat langsung nasib temen pertama gue.


_______________


[1]Seorang Sage yang Djinn ditemui, ketika ia berada di dekat Marklett Town (Chapter 69).