Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 375. Lion's Siege



Aquilla masih berada di dalam Hidden Dungeon yang berada di Kumotochi, bersama Ryūhime. Setelah Djinn


terpisah dari Party-nya, Ryūhime berniat untuk mencarinya sendirian.


Dengan yakin, ia hendak menemui gurunya, Kazedori Ayasaki. Tetapi ekspektasinya hancur, setelah ia hanya


menemukan Djinn yang tidak sadarkan diri.


Kali ini adalah kejadian yang berada di luar Hidden Dungeon, di mana anggota Taurus Party telah tiba di


Kumotochi bersama Leo Guild.


“*Zzzzz…”


“Slasher!”


“*Tap, tap, tap…”


“Woy, Slasher! Bangun!”


“*Tung!”


“Hah?! Siapa yang berani-beraninya pukul gue—”


“Bangun! Lo udah kelamaan tidur! Kita udah sampe di Kumotochi! Ayo bangun!”


Seru Sonda kepada Slasher, ketika mereka tiba di tanah yang berada di atas awan itu.


Bersama-sama dengan anggota Leo yang dititipkan oleh Leonard, mereka berkumpul di atas kapal mereka, untuk mencari keberadaan Aquilla, yang hendak mereka bawa ke Chaoseum, sebelum mereka merencanakan penculikan Party tersebut.


Namun pembahasan tersebut dimulai dengan adanya sedikit kendala.


“T-Tunggu… a-a-ada yang aneh…!”


“Aneh? Ada apa?”


“P-Padahal a-aku yakin banget… kalo mereka sebelumnya masih ada di sekitar sini…! T-T-Tapi kok… mereka udah nggak ada…?!”


Jelas Mila dengan heran, sambil mencari keberadaan Machinno yang ia tandai dengan sihirnya.


“Woy! Apa maksud lo?! Lo nggak ada niatan untuk bohongin kita, kan?!”


“Ng-Ng-Nggak ada kok…! A-A-Aku juga bingung…! Harusnya mereka—”


“*Shringgg…”


“Hieekh!”


Teriak Mila yang ketakutan, setelah ada salah seorang anggota Leo yang menghunuskan pedangnya tepat di


lehernya.


Karena hal tersebut, anggota Taurus Party dan anggota Leo Guild saling mengangkat senjata mereka dan


mengarahkannya kepada satu sama lain.


“Woy! Turunin pedang lo—”


“Kalian udah mulai berani ya?!”


“Apa maksud lo, brengsek?!”


Seru Slasher dengan kesal kepada anggota Leo tersebut.


“Kalian semua mau jebak kita di sini, kan?!”


“Hah?! Jebak lo?! Buat apa kita jebak kalian, kalo tau itu semua bakalan nyusahin Kapten kita?!”


“Jangan banyak alesan! Buat apa anggota lo bawa kita ke sini, kalo ujung-ujungnya mereka nggak ada?!”


Tanya salah anggota Leo kepada Slasher.


Di saat adanya ketegangan antara Taurus Party dan Leo Guild, Kritach menyadari sesuatu yang sebenarnya terjadi.


“Apa mungkin… apa yang dikatakan Kapten adalah benar?”


“Maksud lo apa, Kritach?”


Tanya Lozrick kepada Kritach dengan heran.


“Lozrick! Sonda! Apakah kalian ingat dengan apa yang dikatakan oleh Kapten Tarruc, ketika kita pertama kali


tiba di tempat ini?!”


“Y-Yang mana…? Gue lupa—”


“Hidden Dungeon!”


““!!!””


Semua yang berada di atas kapal benar-benar terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Kritach.


“H-H-Hidden Dungeon?!”


“J-Jangan coba-coba lo bohong—”


“Nggak! Dia nggak bohong! Kapten kita pernah kasih tau ke kita tentang Hidden Dungeon yang dia temuin di sini!”


Jelas Sonda, dengan niat untuk meyakinkan anggota Leo lainnya, sebelum ia menjelaskan tentang apa yang


diceritakan oleh Tarruc, beberapa tahun yang lalu.


Beberapa anggota Taurus pun teringat akan penjelasan Tarruc kepada mereka.


“Dulu gue pernah ke sini bareng Aquilla. Di sini ada Hidden Dungeon, loh!”


“Hidden Dungeon?! Jadi kita ke sini untuk cari—”


“Nggak. Gue tau kalo kalian nggak ada rasa penasaran sama Hidden Dungeon. Lagian kita ke sini untuk cari


anggota baru, kan?!”


““…””


Karena teringat akan penjelasan Tarruc, Sonda dan rekan-rekan sesama Taurus menceritakan segalanya kepada anggota Leo.


Setelah mendengar cerita tersebut, ketegangan antara kedua kubu mulai padam.


“Yaudah deh kalo gitu. Jadi sekarang kita—”


“Minta maaf dulu, brengsek!”


Seru Slasher dengan kesal kepada anggota Leo.


“Yaudah. Gih minta maaf, Kornell—”


“Woy! Tapi kita—”


“Denger gue baik-baik, Kornell!”


Bisik seorang wanita yang merupakan anggota Leo, sambil menarik baju pria yang bernama Kornell Yevost,


seorang Frontliner Kasta Jingga.


“Inget baik-baik! Walaupun kita ikut pantau mereka, tapi nyawa kita juga terancam!”


“…”


“Kalo sampe gagal karena kita, lo tau kan marahnya Leonard kayak gimana?!”


“…”


Kornell hanya terdiam dengan perasaan takut ketika diingatkan tentang Leonard yang tidak kenal ampun, bahkan kepada anggotanya sendiri.


“Makanya itu, jangan bikin keadaan lebih parah lagi! Cepet minta maaf ke mereka!”


“Y-Ya, Daphine.”


Jawab Kornell kepada wanita bernama Daphine Phansia, seorang Observer Kasta Jingga, yang juga anggota Leo yang memimpin kelompok penculik Aquilla.


“Maafin gue.”


“…”


Slasher hanya menganggukkan kepalanya, sebelum mereka membahas tentang rencana penculikan Aquilla.


“Jadi intinya?”


“Kemungkinan besar Hidden Dungeon ada di dalam menara yang namanya Tenshujū. Karena dari semua tempat, cuma itu aja tempat yang paling tertutup.”


Jelas Sonda kepada Daphine.


“Daphine, kita mulai kapan?”


“Malam ini, kita mulai rencana kita! Semua siap?!”


““Ya!””


Seru seluruh anggota Leo, sementara beberapa anggota Taurus hanya menganggukkan kepala mereka.


……………


Malam pun tiba. Kelompok yang diperintahkan oleh Leonard mulai menjalankan rencana mereka.


“*Boom!”


““Aaaargh!””


“Ayo serang semuanya! Kita harus cari orang-orang yang disebut Kepala Komisi itu!”


Seru Daphine, yang memimpin seluruh anggota Leo untuk menyerang Chūbo Town.


{Hideous Impalement}


“*Shringgg…”


““*Shrak!!!””


““Uaaaargh!!!””


“Hmph! Gue kira semua Beastfolk di sini kuat! Ternyata cuma penampilannya aja yang keren!”


Seru seorang anggota Leo yang bernama Phillus Lyarq, yang merupakan Striker Kasta Jingga, setelah ia berhasil memotong lengan seluruh anggota Bakufu hanya dengan sekali ayunan pedang.


“Hruaaagh!”


“*Bruk!”


““Aaaargh!!!””


Dengan fisiknya yang kuat, Kornell memukul tanah dengan sangat keras, hingga menghancurkan jalan yang berada di Chūbo Town. Karena hal tersebut, beberapa warga dan anggota Bakufu terjatuh ke dalam tanah.


((Fire Breath))


“*Vwumm!”


““Uaaargh!!!””


Gravanghar, seorang Dragonewt yang menjadi Rounder Kasta Jingga, juga menyerang Chūbo Town dengan hembusan berapi.


((Missile Bullet))


“*Dor!”


““Uaaargh!””


Hanya dengan satu kali tarikan pelatuk dari senapannya, Daphine berhasil melukai beberapa anggota Bakufu.


Bersama dengan keempat Petualang Kasta Jingga itu, anggota Leo lainnya juga ikut serta menyerang Chūbo Town.


Bersama-sama mereka telah mengalahkan sebagian besar anggota Bakufu yang menjaga Chūbo Town, serta membuat warga ketakutan.


“Sekarang kita udah bikin kacau di tempat ini! Harusnya tinggal tunggu kabar dari mereka aja! Semoga aja


Pikir Daphine sambil memperhatikan sekitar Chūbo Town dengan waspada.


Hingga akhirnya, bala bantuan dari Bakufu datang.


“*Swush…”


“!!!”


Daphine berhasil menghindari sebuah serangan dari jarak jauh.


“S-Siapa yang tiba-tiba nyerang gue?!”


Pikir Daphine dengan khawatir.


“D-Daphine! Mereka itu…”


“Ya. Keliatannya mereka itu Kepala Komisi yang dibilang anggota Taurus!”


Seru Daphine, sambil menyaksikan adanya Katanaka, Uchiyoshi, Nakatoki, Nagamichi, Yasukata, dan Toshiko, yang bersama-sama berjalan untuk menghadapi mereka.


Tetapi di belakang mereka semua…


“I-Itu adalah…”


“S-Shogun-sama!”


…terdapat Tetsuo yang ikut bersama mereka.


“Tenanglah, warga-Ku sekalian! Dengan adanya Aku dan seluruh Kepala Komisi, kalian sudah aman!”


““Wuooaaaaahhh!!!””


Rasa takut dari seluruh warga seketika lenyap, setelah Tetsuo berhasil menenangkan mereka semua.


“Daphine! Sekarang kita harus gima—”


“Apakah kau percaya diri dengan pedangmu?!”


“*Chranggg…”


“!!!”


Katanaka langsung menggunakan katana miliknya untuk menyerang Phillus, yang hendak bertanya kepada Daphine. Walaupun ia berhasil menghalau ayunan pedang Katanaka dengan pedangnya, seketika ia sangat terkejut ketika pedangnya patah karena pedang Katanaka.


Oleh karena itu…


“*Shrak!”


“Aaaargh!!!”


Katanaka memotong lengannya.


“Woy, Keeper! Cepet sembuhin Phillus—”


“Oh! Jika tidak salah, Keeper adalah peran Petualang yang bertugas untuk menyembuhkan rekannya, bukan? Untung saja aku berhasil mengalahkan mereka semua! Graugraugrau!”


“!!!”


Gravanghar sangat terkejut, ketika mendapati Uchiyoshi yang mengalahkan seluruh Keeper Leo yang tergeletak


tidak sadarkan diri.


“Hoo…! Sepertinya kau memiliki fisik yang kuat, Manusia!”


“Bawel lo, kelinci—”


“*BHUK!!!”


“Akh!”


Kornell merasakan sakit yang luar biasa, setelah Nagamichi memukulnya dengan sangat keras, hingga mengeluarkan darah dari mulutnya.


“Cih! Dasar sialan—”


“*Shringgg…”


“!!!”


Daphine kembali berhasil menghindari sebuah serangan yang tertuju kepadanya. Namun kali ini, ia melihat adanya seorang Beastwoman yang mengayunkan pedangnya.


“Ternyata cewek ini yang serang gue—”


“*Chringg…!”


“!!!”


Daphine tidak bisa menghindari serangan Toshiko. Oleh karena itu ia menggunakan senapan panjangnya untuk


menahan ayunan katana darinya.


“Gyahahaha! Ternyata wanita ini kuat juga!”


Seru Toshiko dengan tertawa.


“…”


Karena keadaan sudah genting, Daphine berniat untuk memanggil anggota Taurus dengan Orb Call.


“Woy, kalian! Udah dapet belom tempatnya?!”


“…”


“Woy! Jawab gue!”


“…”


Tidak ada respon dari Taurus. Karena itu, ia sadar bahwa mereka telah berkhianat.


“Dasar brengsek!”


“*Chrang!”


Seru Daphine dengan kesal, sambil menghancurkan Orb Call miliknya.


“Semuanya! Kita mundur! Sekarang!”


“Daphine?! Kenapa—”


“Nggak usah banyak nanya, Gravanghar! Bawa anggota kita, tapi prioritasin yang Kasta Jingga!”


“O-OK!”


Seru Gravanghar, yang kemudian membawa Phillus dan Kornell, sementara anggota lainnya membawa rekan-rekan mereka yang terkalahkan.


Dengan begitu, anggota Leo melarikan diri dari Chūbo Town.


“Kalian semua! Mari kita kejar—”


“Tunggu, Nagaimimi-dono! Biarkan mereka pergi!”


“Baik, Shogun-sama!”


Jawab Nagamichi, sambil menundukkan kepalanya.


“Semua! Dengarkan perintah-Ku! Bantulah semua warga yang terkena dampak pertarungan tadi! Sembuhkanlah mereka semua! Tingkatkan pertahanan Chūbo Town! Bawa para pengacau ini ke Tsumibito no ori!”


““Baik, Shogun-sama!””


Jawab para Kepala Klan Bangsawan beserta anggota Bakufu.


Dengan adanya serangan dari Leo Guild, Tetsuo teringat akan apa yang dikatakan oleh para Leluhur Klan Kazedori, di mana ia menyampaikan tentang rencananya bagi Kumotochi.


“Hmph! Jangan salahkan kami, jika rencana yang Ia lakukan membawa bencana besar bagi Tenshujū!”


Karena teringat akan itu, ia pun menjadi khawatir.


“Apa mungkin… yang Kulakukan tidak hanya membahayakan Tenshujū saja, tetapi juga Kumotochi?!”


Pikirnya dengan gelisah, setelah mendapati adanya serangan baru, setelah Kemono Kai dirubuhkan karena perintahnya.


Di tengah kegelisahannya, Tetsuo dihampiri oleh salah seorang pelayannya, yang ikut disampingnya untuk


menghadapi anggota Leo.


“S-Shogun-sama!”


“Ada apa? Apakah—”


“P-Para penjaga Ruang Rahasia milik mendiang Kazedori Satoshi-sama… berhasil dikalahkan…!”


“Apa?!”


Seru Tetsuo dengan terkejut, setelah mendengar laporan tersebut.


Oleh karena itu, Tetsuo dan Kepala Komisi lainnya bergegas menuju ruang rahasia yang dimiliki ayahnya.


Sementara itu, di ruang rahasia milik Satoshi.


“Untung aja lo tau tempat rahasia ini, Slasher!”


“Ya. Ayah gue tau tempat ini. Makanya gue bawa kalian ke sini, sebelum Leo tau tentang tindakan kita.”


Jelas Slasher kepada Lozrick.


“Kita… telah melakukan hal yang benar, bukan?”


“Ya. Semoga ini satu-satunya cara untuk bebasin Kapten!”


Jawab Sonda kepada Mila, sambil mereka memasuki Hidden Dungeon bersama rekan-rekannya.


Tidak lama kemudian, Tetsuo tiba bersama para Kepala Komisi. Mereka mendapati Tsuruki, Fusamoto, Kokume,


Shinikichi, bahkan Miyako, yang telah dikalahkan.


“M-Miyako-san! Apa yang telah terjadi di tempat i—”


“S-Salah satu… d-dari antara mereka… a-a-ada yang… pakai itu…! M-Mereka… juga berhasil… masuk ke tempat itu… T-Tetsuo-kun…!”


“!!!”


Tetsuo sangat terkejut, setelah mengetahui maksud dari Miyako.


“Miyako-san! Apakah Kau yakin bahwa orang yang Kau maksud menggunakan pusaka tersebut?!”


“…”


“Jawab Aku! Miyako-san!”


“*Tap, tap, tap…”


“Miyako-san!”


Seru Tetsuo kepada Miyako, yang sudah tidak sadarkan diri, walaupun pundaknya ditepuk-tepuk.


“S-Shogun-sama, jadi apa yang akan kita lakukan—”


“Aku akan menetap di tempat ini!”


“Bagaimana dengan—”


“Aku serahkan Kumotochi ke dalam tangan kalian! Jika ada suatu ancaman yang akan datang, harap lapor kepada-Ku secepatnya!”


““Baik, Shogun-sama!””


Karena perintah Tetsuo, seluruh Kepala Komisi mulai menjalankan perintahnya secepatnya.


Tetapi dari antara mereka semua, ada seseorang yang menyadari kejanggalan yang terjadi.


“Rambut ini…! Tidak mungkin…! Apakah ia telah kembali…?!”


Pikir Katanaka dengan heran dan tidak percaya, setelah menemukan suatu jejak berupa rambut berwarna putih di dekatnya.