Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 365-1. Full Aggressions



Yorukiba Bushimaru.


Sekarang kita harus lawan orang ini bareng-bareng. Mau Bakufu atau Perlawanan, keliatannya udah nggak penting. Karena orang ini—


“Siapa wanita itu?!”


“Bukankah ia adalah Yorukiba Toshiko, yang telah membunuh Yorukiba Bushikami-sama puluhan tahun yang lalu?!”


“Bukankah ia sudah dibunuh oleh Yorukiba Bushimaru?!”


Oh iya, kan mereka nggak ada yang tau ya tentang nasib cewek ini.


“Hmph! Kalian pikir aku bisa mati semudah itu?! Bahkan pria itu juga tahu bahwa aku tidak akan mati dengan mudah! Karena itu ia menyegelku dan mempermalukanku selama puluhan tahun!”


“Mempermalukanmu?! Apa yang kau maksud, Toshiko?!”


“Oi! Nagamichi-san! Sudah lama kita tidak bertemu! Gyahaha—”


“Tolong jelaskan kepada kami, Toshiko! Apa yang sebenarnya terjadi?!”


“Kami adalah sahabat kecilmu dan Shikami-kun! Tidakkah kami mengkhawatirkanmu yang tiba-tiba menghilang?!”


Keliatannya Toshiko akrab sama dua Kepala Komisi itu. Bahkan sama Katanaka juga.


“…”


Karena denger permintaan mereka bertiga, Toshiko jelasin ke mereka tentang cerita yang sebenernya.


“A-Apa…?!”


“Jadi ia… membunuh Yorukiba Bushikami-dono… karena beliau telah merahasiakan senjata kuno… yang menjadi rahasia bagi setiap Kepala Komisi?!”


“Ternyata ia menjadi Kepala Klan dengan maksud merebut senjata kuno itu?!”


Semuanya pada kaget waktu denger penjelasan Toshiko. Sampe akhirnya ada dari antara kita yang juga jelasin kejahatan orang itu.


“Tidak hanya itu saja kejahatannya!”


“Kau adalah…”


“Kurozawa Shinikichi! Saya adalah seorang Geki yang selalu melayani dan menemani Ryūhime-sama, ketika Ryūhime-sama selesai ritual-Nya di dalam Zegin Shrine!”


““…””


Shinikichi juga jelasin tentang orang ini, yang bunuh Shogun sebelumnya.


“Pantas saja aku mencurigai semua ini! Tidak mungkin Ryūhime-sama melakukan aksi keji seperti itu! Jika bukan karena Shogun-sama yang termakan oleh dendam dan benci, mungkin ia mampu berpikir jernih untuk menangani kasus itu!”


Ada benernya juga yang dibilang bapaknya Tsuruki!


Tuh Shogun sebenernya kenapa sih?! Kenapa dia malah ngebet banget untuk kejar Bocil Naga itu?!


“Semuanya! Sekarang tidak ada yang perlu diragukan lagi!”


“Angkat senjata kalian dan hadapilah pria ini!”


““*Shringgg…””


Mungkin keliatannya kita semua menang jumlah. Gue yakin total kita ada lebih dari seratus orang.


Tapi nggak tau kenapa, feeling gue nggak enak banget—


“Hati-hati sama binatang itu!”


Cih! Diem lo! Gue nggak butuh—


“Kalo lo kenapa-kenapa, jangan nyesel! Gue udah coba untuk ingetin lo, lemah!”


Bacot banget sih bajingan ini?!


“Hmph! Kalian sepertinya sudah mengetahui aksiku! Tetapi, apa yang bisa kalian lakukan?!”


“*ZHUMMMMMM……”


““!!!””


Apaan nih…?!


Kok tiba-tiba… gue merinding…?!


“AAAUUUUUUUUUURRRGGGHHH!!!”


“*FWUSH!!!”


““Aaaargh!””


Gi-Gila…!


Lolongan serigala macem apa yang bahkan bisa keluarin angin sekenceng ini—


“H-Hey…! M-Mahluk apa i-itu…?!”


“!!!”


Buset! Kok tiba-tiba abangnya Toshiko punya dua kepala lain yang ada di pundaknya?!


“(((Devil Form: Hell’s Keeper Cerberus)). Ternyata ini adalah kemampuanku, yang tidak akan ditemukan di Kumotochi!)”


Bahkan suaranya berat banget!


Tapi tadi dia bilang apa—


“Si-Sianying!”


“G-Garry?! Ada apa—”


“Eta sianying… pakai kutukan Iblis untuk ubah wujudnya jadi salah satu monster di Demonsia!”


““!!!””


Artinya dia bener-bener jadi Iblis, dong?!


“K-Kamu tau dari mana, Garry—”


“Aing teh… tau dari Kang Wilfred! Karena dia ceritakeun ke aing, kalo monster yang namanya Cerberus eta teh pernah bikin dia luka yang teu bisa disembuhkeun!”


Berarti monster ini setara sama Iblis dong?!


“Serang dia!”


“Tunggu! Jangan—”


“HRUAAAAAGGGH—”


““*VWUMM!!!””


““Uaaargh!!!””


G-Gila! Ternyata dua kepala serigala di pundaknya bisa sembur api hitam!


“RAAAUURR!!!”


“*Bwung!”


Untung aja Machinno—


“P-Panas…”


“!!!”


Bahkan dia bisa bikin tameng sihir buatan Machinno meleleh?!


“(Dari semua orang, aku akan membunuhmu terlebih dulu, Toshiko—)”


{((Bubble Zona: Explosive Bubble))}


“*Phwak!”


“*BOOM!!!”


“(Uaaaargh…!)”


“Kalian nggak apa-apa, kan?!”


“…”


Winona… bisa pake Union Zona?!


Kalo nggak karena dia yang pake sihirnya untuk bikin busa yang gede di depan muka Bushimaru, mungkin kita udah diserang dia!


Tunggu! Daripada mikirin itu…


“Gia! Gue pergi ke monster itu untuk pasang Runecraft! Nanti jebak dia pake sihir lo!”


“OK! Hati-hati, Djinn!”


…mending fokus ke monster ini dulu!


“(Keterlaluan kau, Warga Bawah—)”


“*Shrak!”


“(Sial! Siapa yang berani melempar tachi ke kepalaku—)”


“Untung aja akurasi gue masih bagus… walaupun Bracelet Armament gue rusak…!”


Bagus! Dalbert masih bisa lempar pedangnya!


Tapi dia bilang senjata yang selama ini dia pake rusak?


“…”


Bagus! Gue udah tulis Sajak gue di depannya!


“Gia! Sekarang!”


((Diamond Magic: Solid Barrier))


“*Brrrrrkk!!!”


Gia udah jebak Bushimaru! Artinya


sekarang giliran gue!


((Rune Spell: Massive Explotion))


“*BOOM!!!”


“*Ngingggg…”


Aduh! Kuping gue pengang banget karena ledakan dari Runecraft gue—


“*Brrrkk…”


“…”


Hah?! Orang itu masih bisa—


“ROAAAARRRR!!!”


“*BRRUKK!!!”


Cih! Dia masih bisa kabur dari—


“*Crat…”


Eh! Kok Gia tiba-tiba berdarah—


“T-Ternyata… berlian aku… masih kurang kuat… untuk tahan dia…”


“*Bruk…”


“T-T-Teh Gia!”


Kuat banget tuh orang! Nggak gue sangka dia bisa hancurin berlian Gia!


“Djinn!”


“…”


Toshiko tiba-tiba berubah jadi serigala…?


“(Alangkah baiknya jika kita terus menyerangnya bersama-sama! Karena strategi apapun sepertinya akan sia-sia di hadapan monster itu!)”


“Ya.”


Emang nggak ada pilihan lain untuk—


“*VWUMMMM…”


““Aaaargh…!””


Jangan banyak mikir, Djinn!


Sesuai kata Toshiko! Mending hajar dia aja, tanpa kebanyakan mikirin strategi ini-itu!